Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
suntik.png
05/Sep/2024

Imunisasi yang melibatkan lebih dari satu jenis antigen dalam satu kunjungan tidak mengakibatkan kematian langsung pada anak. Proses ini, dikenal sebagai imunisasi ganda, justru memberikan perlindungan tambahan. Menurut rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), imunisasi ganda aman dan sangat bermanfaat karena membuat proses imunisasi menjadi lebih efisien, dengan melindungi anak dari beberapa Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) dalam satu kunjungan. Dr. Prima Yosephine, M.K.M, Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, menjelaskan bahwa imunisasi ganda telah diterapkan di lebih dari 160 negara, bukan hanya di Indonesia. “Imunisasi ganda tidak menyebabkan kematian. Miliaran dosis vaksin telah diberikan secara ganda di seluruh dunia,” ungkap Prima di Jakarta pada hari Sabtu (29/6). “Lebih dari 160 negara memberikan minimal dua suntikan dalam satu sesi imunisasi, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan Kanada. Di Indonesia, imunisasi ganda telah diterapkan di Provinsi Yogyakarta sejak tahun 2007. ”Secara nasional, Indonesia mulai memperkenalkan imunisasi ganda pada tahun 2017, dengan kombinasi DPT-HB-Hib-3 dan vaksin polio suntik Inactivated Poliovirus Vaccine/IPV pada bayi usia 4 bulan.

Jadwal imunisasi ganda juga mencakup imunisasi lanjutan, seperti campak rubella-2 dan DPT-HB-Hib-4 pada anak usia 18 bulan. Vaksin DPT-HB-Hib melindungi dari enam penyakit: difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis yang disebabkan oleh infeksi kuman Hib. Kasus kematian pasca-imunisasi sangat jarang terjadi. Jika terjadi, setiap kasus harus dianalisis secara menyeluruh untuk menentukan hubungan sebab-akibat. Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI), Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, SpA(K), M.Trop.Paed, menegaskan bahwa imunisasi tidak menyebabkan kematian dan sudah direkomendasikan sejak tahun 2003. “Sebagian besar vaksin dapat diberikan secara ganda. Pemberian lebih dari tiga jenis antigen tidak akan menyebabkan kematian,” tegasnya.  “Kombinasi apapun umumnya aman, dengan efek samping yang biasanya ringan, sementara efek berat seperti syok anafilaktik sangat jarang.” Syok anafilaktik, jika terjadi, adalah reaksi berat yang sangat jarang dan memerlukan penanganan cepat. Prima menambahkan bahwa syok anafilaktik setelah imunisasi sangat jarang dan biasanya terjadi dalam 30 menit setelah vaksinasi. Namun, kasus ini harus dipastikan melalui investigasi mendalam.

Untuk imunisasi ganda, anak harus dalam kondisi sehat. Sebelum vaksinasi, tenaga kesehatan melakukan skrining kesehatan. Tidak ada perbedaan dalam persyaratan kesehatan untuk pemberian imunisasi satu atau lebih antigen. Setelah vaksinasi, anak harus menunggu selama 30 menit untuk pemantauan kemungkinan efek samping. Orang tua diberikan informasi tentang cara menangani efek samping dan diminta melapor jika ada reaksi setelah pulang. Imunisasi ganda dapat dilakukan di fasilitas kesehatan seperti klinik, rumah sakit, Puskesmas, atau posyandu.

Berikut adalah panduan pelaksanaan imunisasi ganda menurut Kemenkes RI:

  • Persiapan Ruang Penyuntikan: Ruang harus bersih dan hanya ada vaksinator, anak, dan pendamping.
  • Konseling: Jelaskan manfaat dan kemungkinan efek samping seperti demam atau nyeri, serta langkah yang harus diambil jika reaksi terjadi.
  • Lokasi Penyuntikan: Pada anak yang sudah bisa berjalan, suntikan sebaiknya di lengan. Untuk bayi, suntikan biasanya dilakukan di paha untuk mengurangi rasa sakit. Suntikan kedua bisa dilakukan di lokasi yang sama atau berbeda sesuai rekomendasi dokter.

Stunting.png
05/Sep/2024

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2.2 menetapkan untuk mengakhiri masalah gizi, termasuk wasting pada anak, pada tahun 2030. Hilangnya jaringan otot dan lemak yang disebabkan oleh malnutrisi akut dikenal sebagai wasting. Kondisi ini memengaruhi sekitar 45 juta anak di bawah usia 5 tahun (6,8%) di seluruh dunia, dengan lebih dari 50% dari mereka tinggal di Asia Selatan. Anak-anak dengan wasting memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, yang membuat mereka lebih mudah terinfeksi. Menurut beberapa penelitian, wasting juga menyebabkan stunting dan gangguan perkembangan neurokognitif pada usia yang lebih tua. Mencegah wasting lebih baik daripada mengobatinya.

Namun, tidak banyak intervensi pencegahan yang terbukti, terutama untuk bayi di bawah usia enam bulan. Uji coba intervensi gizi memiliki berbagai hasil, seperti pemberian suplemen nutrisi berbasis lipid (senyawa lemak yang melakukan berbagai fungsi dalam tubuh) dalam jumlah kecil antara usia 6 bulan dan 24 bulan. Jika intervensi pencegahan atau terapi ditujukan pada anak-anak di bawah usia 6 bulan, intervensi tersebut harus diintegrasikan secara hati-hati dengan pemberian ASI eksklusif. Suplementasi yang lebih besar dan sesuai musim harus dipertimbangkan pada populasi dengan curah hujan tinggi di musim panas.


artikel-65.png
04/Sep/2024

Tawarkan pemikiran dan kasih yang tulus. Secara umum, anak-anak dapat mengembangkan gangguan mental karena mereka merasa kurangnya waktu dan dukungan dari orang dewasa. Tidak, memberikan banyak cinta dan perhatian kepada anak Anda adalah cara yang paling efektif untuk membantu perasaan mereka.

Selalu terus sampaikan rasa penghargaan Anda kepada Si Kecil, dalam setiap kesempatan, dengan mengungkapkan kebahagiaan saat dia tidur, menyatakan kekhawatiran jika dia akan tidur di pagi hari, atau menanyakan aktivitasnya sepanjang hari. Lakukan tindakan ini kepada setiap anak dengan cara yang bertanggung jawab, baik mereka anak sulung, tengah, atau bungsu.

  • Bangun kepercayaan anak terhadap orang tua.

Langkah awal dalam mencoba membantu kesejahteraan emosional anak-anak adalah membantu mereka memahami orang dewasa. Penting untuk memastikan bahwa anak merasa aman di sekitarnya dan memiliki area di mana mereka bisa tidur siang dan bermain, agar mereka tidak tumbuh menjadi orang yang tidak percaya diri.
Cara yang baik untuk menumbuhkan kepercayaan Si Kecil adalah dengan terus-menerus mengungkapkan penghargaan. Meskipun demikian, ada juga beberapa kesempatan kenyamanan di mana Si Kecil mengalami masalah yang membuat mereka merasa sedih atau cemas. Beri dia kata-kata dan pelukan, yang selalu ada di sampingnya apapun yang terjadi.

  • Jalin hubungan yang baik dengan anak.

Hubungan filial antara orang tua dan anak-anak mereka dapat mencegah anak-anak mengalami gangguan mental. Ikutlah dalam kegiatan kelompok yang menyenangkan atau menghabiskan waktu berkualitas, seperti membaca buku, menggambar, bermain permainan, atau belajar. Kegiatan-kegiatan ini akan memperkuat hubungan Anda dengan Si Kecil.
Selain terhubung dengan Anda, Si Kecil juga perlu membangun hubungan yang bermanfaat dengan anggota kelompok lainnya, dimulai dari kakak, adik, hingga kakek dan neneknya. Meskipun demikian, Si Kecil memiliki tempat di mana dia diizinkan untuk menjalin hubungan dengan siswa lainnya.

  • Tingkatkan rasa percaya diri anak.

Seorang anak yang memiliki kesadaran diri akan mampu mencapai banyak hal dengan keterampilan individu mereka, menjaga kepercayaan diri, dan memiliki keyakinan diri. Tidak, semua ini merupakan hal yang penting untuk kesehatan mental.


artikel-2024-09-04T085054.018.png
04/Sep/2024

Cara Menjaga Kesehatan Ibu dan Anak

Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan orang tua dan anak serta mencegah berbagai jenis penyakit, di antaranya:

  1. Menerapkan pola makan yang sehat

Kebiasaan makan memiliki dampak besar pada kesejahteraan baik orang tua maupun anak-anak mereka. Jika kesehatan Bunda membutuhkan perhatian, maka Bunda tidak dapat memberikan perawatan yang memadai untuk Si Kecil. Sebaliknya, jika Bunda sakit, kesehatan Si Kecil mungkin akan memburuk. Makanan yang digunakan seharusnya menawarkan berbagai kalori, seperti karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan serat, sesuai dengan apa yang dibutuhkan tubuh.

2. Memenuhi waktu tidur yang ideal

Berdasarkan sifat manusia, manusia memiliki kebutuhan yang bervariasi untuk durasi tidur. Adik-adik menghabiskan waktu 14–17 jam untuk tidur, sementara kakak-kakak membutuhkan 10–13 jam, dan kakak yang lebih tua memerlukan 7–9 jam. Secara mengejutkan, banyak orang mengakui pentingnya memiliki jadwal tidur yang teratur setiap hari. Sehubungan dengan hal ini, durasi dan kualitas tidur secara signifikan mempengaruhi kondisi kesehatan.

3. Menghindari paparan asap rokok

Untuk kesejahteraan anak-anak dan orang tua mereka, Anda harus selalu ingat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dari rokok dan polusi udara. Asap rokok memiliki kemungkinan memicu alergi, infeksi pernapasan, gangguan paru-paru, serta efek yang mungkin fatal pada bayi. Pada saat ini, upaya harus dilakukan untuk memantau kebersihan udara di sekitar, terutama di dekat rumah-rumah.4.Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

4. Menjaga kesejahteraan mental dan sosial seseorang akan bermanfaat dalam upaya kita untuk meningkatkan kesejahteraan baik orang tua maupun anak. Senantiasa menjaga kebersihan diri anak, selalu mengganti pakaiannya setiap hari, memandikan atau membersihkan tubuhnya secara rutin, serta memastikan ruang tidur dan tempat bermainnya dalam keadaan bersih.


artikel-2024-08-31T094437.945.png
31/Aug/2024

Kolik adalah kondisi ketika bayi menangis tanpa henti selama berjam-jam dan tanpa alasan yang jelas. Hal ini dikarenakan bayi masih belum mampu mengekspresikan rasa tidak nyaman yang tengah ia rasakan. Bayi dengan kolik biasanya menangis lebih dari 3–4 jam sehari dan dialami ketika memasuki usia sekitar 6–8 minggu. Kondisi ini akan berangsur membaik ketika si kecil berusia 8–14 minggu. Meski umumnya tidak membahayakan, sebaiknya ibu jangan menyepelekan kondisi kolik pada bayi. Sebab, ada berbagai gejala mirip kolik yang bisa menimbulkan komplikasi bila tidak segera ditangani.

Penyebab kolik pada bayi, pada umumnya kondisi kolik pada bayi terjadi ketika bayi mengalami rasa tidak nyaman pada perutnya. Mengingat bahwa di usianya saat itu, bayi masih sulit dalam mencerna makanan. Kolik juga bisa dipicu oleh lingkungan yang menurut si kecil tidak nyaman, seperti suhu ruangan yang terlalu panas atau dingin. Selain itu, bayi dengan kelahiran prematur, memiliki ibu perokok, atau ketika sistem sarafnya belum berkembang dengan baik juga lebih berisiko mengalami kolik.

Terdapat beberapa gejala kolik pada bayi, diantaranya :

  • Menangis dan rewel adalah perilaku yang cukup normal pada bayi. Untuk membedakan tangisan biasa dengan kolik, Anda dapat melihat beberapa tanda berikut ini:
  • Menangis secara intens dan tidak dapat dihentikan. Tangisan karena kolik biasanya terdengar sengsara dan bernada tinggi, bahkan dapat membuat wajah bayi memerah.
  • Waktu menangis dapat diprediksi. Sering kali bayi dengan kolik menangis pada waktu yang sama, yaitu saat sore dan malam hari.
  • Tidak ada penyebab pasti. Normalnya, tangisan pada bayi disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti lapar atau popok yang penuh. Namun, jika tangisan tersebut tidak disertai alasan yang jelas, maka menandakan bahwa bayi mengalami kolik.
  • Perubahan postur bayi. Ketika mengalami kolik, bayi juga akan menunjukkan perubahan postur tubuh, seperti kaki melingkar, tangan mengepal, dan otot perut mengencang

Cara Mengatasi Bayi yang Mengalami Kolik,secara umum, berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan orang tua untuk mengatasi bayi yang mengalami kolik:

  • Pijat perut bayi dengan lembut, bila perlu gunakan minyak telon khusus bayi.
  • Tenangkan bayi dengan cara menggendongnya selama dia menangis.
  • Mandikan bayi dengan air hangat.
  • Gendong bayi dalam gendongan kain atau selimut.
  • Jika perlu, berikan dot untuk membantu menenangkan bayi.
  • Berikan senandung atau suara lembut seperti pada bayi.

artikel-2024-05-30T102558.753.png
30/May/2024

Pentingnya menjaga kesehatan mulut pada anak sejak dini. Terkadang kita lengah dan percaya bahwa gigi anak kita masih berupa gigi susu dan tidak memerlukan perawatan. Tumbuh gigi atau tumbuh gigi dimulai sejak dalam kandungan dan berlanjut hingga gigi anak keluar dari gusinya. Usia tumbuh gigi pertama kali pada umumnya adalah enam bulan, namun kecepatan perkembangan setiap bayi berbeda-beda.

Banyak orang tua yang percaya bahwa tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan kesehatan gigi susu anaknya. Gigi susu mempengaruhi pembentukan gigi permanen pada anak. Gigi pertama pada bayi baru lahir biasanya tumbuh antara usia 6 dan 8 bulan; gigi anak akan terus tumbuh hingga ia berumur tiga tahun, dan jumlahnya akan menjadi 20 buah.

Ada berbagai teknik membersihkan gigi dan rongga mulut anak tergantung usianya, antara lain:

  • Usia 0-6 bulan: Sekalipun gigi bayi belum terbentuk, orang tua dapat membersihkan rongga mulut dan lidah setiap habis menyusu dengan membalut jari telunjuk dengan kain kasa, mencelupkannya ke dalam air hangat, dan menggosokkannya secara lembut dan perlahan. seluruh permukaan gusi dan lidah. Usahakan untuk melakukannya secara sering agar tidak membuat plak putih pada gusi atau lidah bayi yang dapat memicu penyakit jamur.
  • Pada usia 6-12 bulan: orang tua dapat mulai menyikat gigi yang baru tumbuh dengan sikat gigi berbulu halus dengan kepala sikat gigi yang kecil. Selain itu, gunakan pasta gigi berfluoride selapis tipis. Anak-anak pada usia ini mungkin akan dianjurkan untuk memeriksakan gigi dan mulutnya secara rutin ke dokter gigi.
  • Usia 1-3 tahun: Anak dapat dilatih untuk mencuci gigi minimal dua kali sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride selapis kecil, seukuran butir beras.
  • Usia 3-6 tahun: Anak dapat diajarkan mencuci gigi dengan benar minimal dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride seukuran kacang polong.
  • Anak usia 6 tahun ke atas dapat diajarkan cara mencuci gigi yang benar minimal dua kali sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride setiap hari, dengan bulu sepanjang sikat gigi anak-anak.

Jika kesehatan gigi dan mulut anak tidak diperhatikan sejak dini, maka ia akan terserang berbagai macam penyakit seperti:

  • Gigi berlubang
    Karies gigi merupakan nama lain dari gigi berlubang. Anak harus diajarkan untuk membersihkan rongga mulut, lidah, dan giginya agar mengurangi kemungkinan berkembangnya gigi berlubang.
  • Radang gusi
    Masalah gusi bisa berkembang akibat kebersihan mulut dan gigi yang buruk. Penyakit ini dapat terjadi pada anak-anak yang kekurangan vitamin C dan perawatan gigi yang tidak memadai. Radang gusi sering kali ditandai dengan gusi berdarah dan sariawan.
  • Infeksi Gusi
    Infeksi gusi bisa bertambah parah, terutama jika anak tidak terbiasa membersihkan gigi dengan benar dan memiliki kebersihan mulut yang buruk, seperti periodontitis. Infeksi gusi parah yang merusak jaringan lunak, menyebabkan gigi kendor dan tanggal. Gejala periodontitis antara lain gusi bengkak, warna merah kehitaman, dan rasa tidak nyaman saat mengunyah.
  • Sariawan
    Ketika seorang anak belum mempunyai gigi susu, orang tuanya akan memberinya makanan cair. Hal ini sering kali disertai dengan anggapan orang tua bahwa membersihkan rongga mulut anak tidak diperlukan. Padahal hal ini penting dilakukan karena gusi dan lidah anak rentan menjadi tempat berkembang biaknya kuman dan jamur. Jika tidak ditangani, hal ini dapat menyebabkan masalah mulut seperti sariawan, yang dapat mengganggu anak.
  • Gigi Patah
    Sebagai orang tua, Anda tentu tidak ingin hal buruk terjadi pada anak Anda, bukan? Namun, gigi anak kecil pun bisa patah. Jika hal ini terjadi, segera bawa anak Anda ke dokter gigi untuk memastikan apakah gigi yang patah sudah mencapai saraf.

Pemeriksaan dini dapat membantu menjaga gigi anak dan mencegah kerusakan gigi. Orang tua harus memperhatikannya karena gangguan gigi dan mulut bisa sangat mengganggu. Selain itu, perawatan di rumah juga tidak kalah pentingnya dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Sikat gigi anak Anda dua kali sehari, sekali di pagi hari setelah sarapan dan sekali lagi sebelum tidur. Jangan lupa untuk mengganti sikat gigi anak setiap 3-4 bulan sekali. Pasalnya sikat gigi bisa saja penuh dengan bakteri sehingga dapat membahayakan gigi anak.


artikel-2024-04-30T092930.192.png
30/Apr/2024

• Apa itu Kesehatan Ibu dan Anak ?
Perawatan dan pelayanan yang diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, bayi, anak
balita, dan anak prasekolah dikenal sebagai pelayanan kesehatan ibu dan anak.

• Apa tujuan pelayanan ibu dan anak ?
Tujuan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) adalah mencapai kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan ibu dan keluarganya untuk mencapai Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) dan peningkatan derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang yang optimal, yang merupakan landasan untuk peningkatan kualitas manusia seutuhnya.

• Jenis pelayanan apa saja yang tersedia ?
Jenis layanan kesehatan ibu dan anak termasuk pengobatan anak dan balita, pemeriksaan kehamilan, konsultasi kesehatan reproduksi, dan imunisasi.


artikel-2024-04-30T092323.241.png
30/Apr/2024

• Apa itu program hamil ?
Program yang dirancang untuk pasangan yang berencana untuk memiliki anak disebut program hamil. Pasangan yang melakukan hubungan seksual dapat kehamilan secara normal. Namun, melakukan program kehamilan yang tepat dapat meningkatkan kemungkinan kehamilan yang sehat.

• Bagaimana cara melakukan program Hamil ?
Pastikan pasangan berbicara dengan dokter kandungan tentang apa yang mereka lakukan sebelum konsepsi karena dokter akan memeriksa riwayat kesehatan mereka secara menyeluruh dan menanyakan masalah medis saat ini yang mungkin memengaruhi kehamilan.

• Kapan saatnya melakukan program kehamilan ?
Sebelum pembuahan atau segera setelah mengetahui kehamilan, program hamil dapat dilakukan untuk mengurangi risiko paparan racun pada janin.

• Cara meningkatkan kesuburan saat menjalani program hamil ?
Untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan, pasangan harus menjaga kesehatan mereka selama program hamil. Untuk wanita, beberapa cara untuk meningkatkan kesuburan selama program hamil adalah:

  1. Perhatikan apa yang anda makan dan minum
  2. Rutin berolahraga
  3. Hindari stress yang berlebihan
  4. Memperhatikan berat badan
  5. Dimana Program Kehamilan bias dilakukan

artikel-2024-04-30T084952.189.png
30/Apr/2024

Beberapa Tips yang dapat menjaga Kesehatan Kandungan :

1. Memakan Makanan Yang Bergizi :

Kesehatan ibu hamil sangat bergantung pada gaya hidup yang sehat. Untuk mendukung kesehatan Anda sendiri dan janin dalam kandungan, isi piring Anda dengan berbagai makanan sehat dan bergizi tinggi. Makan makanan yang sehat dapat membantu ibu hamil merasa lebih segar, mengurangi
risiko komplikasi kehamilan, dan mengontrol berat badan saat hamil tetap sehat. Dengan menerapkan pola makan yang sehat, kesehatan ibu hamil akan lebih baik.

Makanan mengandung nutrisi yang Disarankan agar kesehatan ibu hamil terjaga adalah :

  • Makanan dan minuman yang mengandung kalsium, seperti susu yang dipasteurisasi dan sayuran berwarna hijau; makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah jeruk, jambu biji, dan stroberi; dan gandum utuh, seperti roti gandum dan beras merah.
  • Makanan yang mengandung zat besi, seperti kacang-kacangan dan brokoli, makanan yang mengandung lemak sehat, seperti salmon (dimasak matang) dan buah alpukat, dan makanan yang mengandung asam folat, seperti bayam dan kuning telur.

2. Meminum Vitamin Prenatal :
Asam folat dari vitamin B adalah komponen utama dari vitamin hamil, yang memainkan peran penting dalam perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi. Asam folat juga membantu menjaga kesehatan ibu hamil dan mengurangi risiko bayi lahir cacat.Sangat disarankan untuk mengonsumsi vitamin ini sejak sebelum hamil. Jika Anda ingin tahu jenis vitamin yang benar-benar diperlukan untuk hamil, konsultasikan dengan dokter Anda. Jika ibu merasa mual saat minum vitamin hamil, coba minumnya di malam hari atau kunyah permen karet ketika mulai merasa mual.

3. Rajin Berolahraga :
Olahraga meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen, memperkuat otot, dan mengurangi stres selama kehamilan. Olahraga juga membantu perkembangan kecerdasan bayi sejak dalam kandungan. Untuk menjaga kesehatan ibu hamil, usahakan untuk berolahraga selama 30 menit setiap hari. Untuk ibu hamil, ada banyak pilihan olahraga yang aman untuk dilakukan.

4. Tidak Merokok dan meminum minuman beralkohol :
Saat hamil, merokok dan minum alkohol dapat meningkatkan risiko keguguran. Selain itu, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur, mati, cacat, atau dengan berat badan rendah. Jadi, jika Anda sedang hamil, pastikan untuk menjalani gaya hidup yang sehat dan menghindari konsumsi alkohol dan rokok.

5. Menjaga berat badan supaya tetap ideal :
Ibu yang punya berat badan normal sebelum hamil disarankan untuk menaikkan berat badan selama hamil hingga 11,5–16 kg; sebaliknya, jika Anda sangat kurus sebelum hamil, berat badan Anda harus meningkat antara 13 dan 18 kg. Kesehatan ibu hamil dan bayi sangat dipengaruhi oleh kenaikan berat badan. Kementerian Kesehatan Indonesia menyatakan bahwa pertambahan berat badan menunjukkan status gizi ibu hamil yang
baik dan perkembangan janin.

6. Hindari stress :
Salah satu alasan mengapa tidur sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu hamil adalah karena salah satu manfaat pentingnya adalah meredakan stres. Jika stres yang signifikan mengganggu pikiran dan tubuh ibu hamil, perkembangan bayi yang sedang dikandung dapat terpengaruh.

7. Mencukupi Kebutuhan Air Putih :
Sangat penting bagi ibu hamil untuk minum cukup air putih setiap hari untuk tetap sehat. Ini membantu melancarkan aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh, termasuk ke rahim, untuk menerima janin. Selain itu, minum air putih secara teratur membantu ibu hamil menjaga sistem imunnya tetap sehat.

8. Tidur yang cukup :
Selama trimester pertama kehamilan, ibu hamil disarankan untuk tidur lebih lama dari biasanya dan banyak tidur untuk membantu proses persalinan berjalan lebih lancar dan menjaga kesehatannya. Menurut American Pregnancy Association, ada beberapa hal yang bisa dilakukan ibu hamil untuk mendapatkan jumlah tidur yang cukup untuk menjaga kesehatannya.

9. Biasakan Mencuci Tangan :

Selama trimester pertama kehamilan, ibu hamil disarankan untuk tidur lebih lama dari biasanya dan banyak tidur untuk membantu proses persalinan berjalan lebih lancar dan menjaga kesehatannya. Menurut American Pregnancy Association, ada beberapa hal yang dapat dilakukan ibu hamil untuk mendapatkan jumlah tidur yang cukup untuk menjaga kesehatannya.


artikel-2024-04-27T121223.699.png
27/Apr/2024

Pentingnya menjaga kesehatan mulut pada anak sejak dini. Terkadang kita lengah dan percaya bahwa gigi anak kita masih berupa gigi susu dan tidak memerlukan perawatan. Tumbuh gigi atau tumbuh gigi dimulai sejak dalam kandungan dan berlanjut hingga gigi anak keluar dari gusinya. Usia tumbuh gigi pertama kali pada umumnya adalah enam bulan, namun kecepatan perkembangan setiap bayi berbeda-beda.

Banyak orang tua yang percaya bahwa tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan kesehatan gigi susu anaknya. Gigi susu mempengaruhi pembentukan gigi permanen pada anak. Gigi pertama pada bayi baru lahir biasanya tumbuh antara usia 6 dan 8 bulan; gigi anak akan terus tumbuh hingga ia berumur tiga tahun, dan jumlahnya akan menjadi 20 buah.

Ada berbagai teknik membersihkan gigi dan rongga mulut anak tergantung usianya, antara lain:

  1. Usia 0-6 bulan: Sekalipun gigi bayi belum terbentuk, orang tua dapat membersihkan rongga mulut dan lidah setiap habis menyusu dengan membalut jari telunjuk dengan kain kasa, mencelupkannya ke dalam air hangat, dan menggosokkannya secara lembut dan perlahan. seluruh permukaan gusi dan lidah. Usahakan untuk melakukannya secara sering agar tidak membuat plak putih pada gusi atau lidah bayi yang dapat memicu penyakit jamur.
  2. Pada usia 6-12 bulan, orang tua dapat mulai menyikat gigi yang baru tumbuh dengan sikat gigi berbulu halus dengan kepala sikat gigi yang kecil. Selain itu, gunakan pasta gigi berfluoride selapis tipis. Anak-anak pada usia ini mungkin akan dianjurkan untuk memeriksakan gigi dan mulutnya secara rutin ke dokter gigi.
  3. Usia 1-3 tahun: Anak dapat dilatih untuk mencuci gigi minimal dua kali sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride selapis kecil, seukuran butir beras.
  4. Usia 3-6 tahun: Anak dapat diajarkan mencuci gigi dengan benar minimal dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride seukuran kacang polong.
  5. Anak usia 6 tahun ke atas dapat diajarkan cara mencuci gigi yang benar minimal dua kali sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride setiap hari, dengan bulu sepanjang sikat gigi anak-anak.

Jika kesehatan gigi dan mulut anak tidak diperhatikan sejak dini, maka ia akan terserang berbagai macam penyakit seperti:

  1. Gigi berlubang.

Karies gigi merupakan nama lain dari gigi berlubang. Anak harus diajarkan untuk membersihkan rongga mulut, lidah, dan giginya agar mengurangi kemungkinan berkembangnya gigi berlubang.

  1. Radang gusi

Masalah gusi bisa berkembang akibat kebersihan mulut dan gigi yang buruk. Penyakit ini dapat terjadi pada anak-anak yang kekurangan vitamin C dan perawatan gigi yang tidak memadai. Radang gusi sering kali ditandai dengan gusi berdarah dan sariawan.

  1. Infeksi Gusi

Infeksi gusi bisa bertambah parah, terutama jika anak tidak terbiasa membersihkan gigi dengan benar dan memiliki kebersihan mulut yang buruk, seperti periodontitis. Infeksi gusi parah yang merusak jaringan lunak, menyebabkan gigi kendor dan tanggal. Gejala periodontitis antara lain gusi bengkak, warna merah kehitaman, dan rasa tidak nyaman saat mengunyah.

4) Sariawan

Ketika seorang anak belum mempunyai gigi susu, orang tuanya akan memberinya makanan cair. Hal ini sering kali disertai dengan anggapan orang tua bahwa membersihkan rongga mulut anak tidak diperlukan. Padahal hal ini penting dilakukan karena gusi dan lidah anak rentan menjadi tempat berkembang biaknya kuman dan jamur. Jika tidak ditangani, hal ini dapat menyebabkan masalah mulut seperti sariawan, yang dapat mengganggu anak.

  1. Gigi Patah

Sebagai orang tua, Anda tentu tidak ingin hal buruk terjadi pada anak Anda, bukan? Namun, gigi anak kecil pun bisa patah. Jika hal ini terjadi, segera bawa anak Anda ke dokter gigi untuk memastikan apakah gigi yang patah sudah mencapai saraf.

Pemeriksaan dini dapat membantu menjaga gigi anak dan mencegah kerusakan gigi. Orang tua harus memperhatikannya karena gangguan gigi dan mulut bisa sangat mengganggu. Selain itu, perawatan di rumah juga tidak kalah pentingnya dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Sikat gigi anak Anda dua kali sehari, sekali di pagi hari setelah sarapan dan sekali lagi sebelum tidur. Jangan lupa untuk mengganti sikat gigi anak setiap 3-4 bulan sekali. Pasalnya sikat gigi bisa saja penuh dengan bakteri sehingga dapat membahayakan gigi anak.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak