Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Desain-tanpa-judul-2023-02-13T090354.923.png
24/Jan/2023

Masa remaja idealnya adalah masa yang penuh tantangan, karena banyak hal positif yang bisa dilakukan untuk masa depannya. Namun, jika salah melangkah, remaja bisa terjebak dalam pergaulan yang salah dan tentu saja akan memiliki banyak dampak negatif.

Hamil diluar nikah, adalah satu dampak terburuk yang bisa dialami oleh remaja atau seseorang yang terlalu bebas dalam pergaulan atau dikenal dengan istilah terjebak pergaulan bebas. Jika sudah demikian, tentu masa depan mereka sudah tidak menarik lagi. Masa depan yang suram, depresi, bahkan yang paling memburuk bias menyebabkan bunuh diri.

Pergaulan bebas merupakan satu fenomena yang marak muncul dikalangan remaja. Umumnya bukan hanya bagi remaja di perkotaan, namun hingga ke daerah terpencil sekalipun, pergaulan bebas telah lekat dengan dunia remaja.

Masa remaja memang identik dengan pergaulan. Kata orang-orang yang santer didengar, remaja kalau tidak bergaul, tidak menikmati hidup. Namun yang perlu dikaji adalah penyebab remaja butuh pergaulan. Apakah merupakan satu kebutuhan, keinginan atau hanya sekedar ikut-ikutan saja agar tidak ketinggalan dan dicap sebagai remaja yang tidak gaul.

remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Jadi istilahnya masih dalam masa transisi, identik dengan orang yang masih mencari jati dirinya. Bagi orang yang sedang mencari jati diri, tentu saja mereka melakukan apa saja yang menurut mereka memuaskan dan memenuhi keinginannya, termasuk dalam hal bergaul. Bergaul bagi remaja kini menjadi satu kebutuhan untuk mengeksistensikan dirinya.

Meningkatnya minat remaja pada masalah seksual saat ini karena remaja sedang berada dalam potensi seksual yang aktif. Akibatnya remaja berusaha mencari berbagai informasi mengenai hal tersebut. Dari sumber informasi yang berhasil mereka dapatkan, pada umumnya hanya sedikit remaja yang mendapatkan seluk beluk seksual dari orang tuanya. Oleh karena itu remaja mencari atau mendapatkan dari berbagai sumber informasi yang mungkin dapat diperoleh, misalnya seperti di sekolah atau perguruan tinggi, membahas dengan teman- teman, buku-buku tentang seks, media massa atau internet.

Dampak negatif yang mungkin muncul tersebut diantaranya hamil diluar nikah dan berujung pada tindakan aborsi. Fakta mengejutkan pernah tercatat bahwa sedikitnya ada 700 ribu remaja Indonesia setiap tahunnya melakukan aborsi. Padahal tindakan aborsi pun beresiko menjadi kematian. Akibat-akibat lain dari seks bebas dikalangan remaja ini pun berbagai macam, terkena HIV/AIDS, PMS (Penyakit Menular Seksual), KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) hingga aborsi yang dapat menyebabkan cacat permanen atau berujung pada kematian.

Menjadi remaja yang berkualitas salah satu poinnya harus cerdas dan memiliki bekal pengetahuan agama yang cukup. Hal tersebut bisa menjadi satu filter agar seorang remaja tidak terjebak kedalam pergaulan bebas. Ada banyak tawaran yang bisa dilakukan remaja dalam mengisi kegiatannya sehari-hari sehingga tidak terjebak dalam pergaulan bebas di antaranya agar mengisi hari-harinya dengan kegiatan yang positif di antaranya dengan berorganisasi.

Seseorang yang secara psikologisnya telah merasa depresi dan tidak berharga tentu secara otomatis akan berdampak terhadap terhadap seluruh aktivitasnya. Biasanya mereka tidak ingin melakukan aktivitas apapun juga dan yang difikirkannya hanya rasa bersalah yang terjadi dalam dirinya. Remaja yang sudah terjebak dalam pergaulan bebas itu kebanyakan hanya termenung setiap harinya dan sangat lamban dalam merespon stimulus lainnya dari lingkungan, dan yang terparah bisa berhenti sekolah atau kuliah.

Penyebab Kenakalan Remaja

Faktor internal:

a.Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.

b.Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

Faktor eksternal:

  • Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja.
  • Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi
  • penyebab terjadinya kenakalan remaja
  • Teman sebaya yang kurang baik
  • Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

 

Untuk mengatasi/mencegah agar tidak terjadi kenakalan remaja bisa dilakukan dengan cara :

  • Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun.karena dengan adanya rasa kasih sayang dari orang tua maka anak akan merasa diperhatikan dan
  • dibimbing.dan dengan kasih sayang itu pula akan mudah mengontrol remaja jika ia mulai melakukan kenakalan.
  • Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti TV, Internet, Radio, Handphone dan lain- lain.
  • Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain di rumah.
  • Perlunya pembelajaran agama yang dilakukan sejak dini seperti beribadah dan mengunjung tempat ibadah sesuai dengan iman dan kepercayaannya

Desain-tanpa-judul-2023-02-13T085007.176.png
23/Jan/2023

Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang.

Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental.

Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang.

Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental.

Gejala Gangguan Mental

1. Perubahan mood

Tanda penyakit mental lainnya adalah mood atau suasana hati anak yang berubah secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa berlangsung sebentar hingga dalam jangka waktu yang tidak menentu.

2. Perubahan perilaku

Ini merupakan tanda munculnya penyakit mental pada anak yang tergolong mudah Anda sadari melalui aktivitas sehari-hari baik di rumah maupun di sekolah. Ketika anak menjadi lebih sering bertengkar, cenderung kasar, hingga berkata kasar yang menyakitkan orang lain padahal sebelumnya tidak, Anda perlu curiga.

3. Penurunan berat badan

Tahukah Anda bahwa gangguan mental juga dapat memengaruhi kondisi fisik anak? Tak hanya karena penyakit fisik, berat badan yang menurun drastis juga bisa menjadi tanda penyakit mental anak. Gangguan makan, stres, hingga depresi dapat menjadi penyebab anak kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah yang berkelanjutan.

4. Menyakiti diri sendiri

Perhatikan saat anak sering mengalami kekhawatiran serta rasa takut berlebih. Perasaan ini dapat berujung pada keinginannya untuk menyakiti diri sendiri.

Biasanya, ini menjadi akumulasi dari perasaan stres serta menyalahkan diri sendiri karena gangguan mental juga mengakibatkan anak sulit mengelola emosi. Ini juga menjadi tanda gangguan mental pada anak yang perlu Anda cermati karena tidak menutup kemungkinan berujung pada percobaan bunuh diri.

5. Kesulitan berkonsentrasi

Anak-anak yang menderita gangguan mental cenderung sulit fokus atau memperhatikan dalam waktu yang lama. Selain itu, mereka juga memiliki kesulitan untuk duduk diam dan membaca. Tanda penyakit mental yang satu ini dapat menyebabkan menurunnya performa di sekolah juga perkembangan otaknya.

Ciri-ciri Kesehatan Mental Yang Baik

1. bangkit kembali dari kekesalan dan kekecewaan

2. memiliki hubungan yang lebih sehat dengan keluarga dan teman

3. melakukan aktivitas fisik dan makan makanan yang sehat

4. terlibat dalam kegiatan

5. memiliki rasa pencapaian

6. bisa bersantai dan tidur nyenyak

7. merasa nyaman di komunitas mereka.

8. merasa lebih bahagia dan lebih positif tentang diri mereka sendiri dan menikmati hidup

Jika Anda menyampaikan kekhawatiran kepada anak Anda, mereka mungkin menolak bantuan apa pun atau mengatakan tidak ada yang salah. Banyak anak muda tidak mau mencari bantuan sendiri. Jadi, Anda mungkin perlu mengatakan bahwa Anda khawatir tentang mereka dan akan mencoba untuk mendapatkan nasihat profesional. Sebaiknya dorong anak untuk ikut bersama.


Desain-tanpa-judul-2023-02-06T093727.197.png
21/Jan/2023

Ketika berencana untuk hamil, para wanita dianjurkan untuk lebih memperhatikan kesehatannya mulai dari sebelum hamil, selama hamil, setelah melahirkan hingga menyusui.

1.Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Harian

Mengonsumsi makanan bergizi selama kehamilan bukan hanya bermanfaat untuk mendukung kesehatan tubuh ibu, namun juga bermanfaat bagi perkembangan janin di dalam rahim, serta mengurangi risiko banyak cacat lahir.
Pola makan kehamilan yang seimbang meliputi protein, vitamin C, kalsium, buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, makanan yang kaya zat besi, lemak yang cukup, asam folat, dan nutrisi lain, seperti kolin.
Cara sederhana untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu selama kehamilan adalah dengan mengonsumsi berbagai makanan dari masing-masing kelompok makanan setiap hari.

2.Mencapai Penambahan Berat Badan yang Sehat

Penambahan berat badan saat hamil adalah hal yang wajar dan diharapkan. Bagi wanita yang berat badannya berada dalam kisaran normal sebelum hamil, penambahan berat badan sekitar 16-18 kg, atau 12 kg untuk obesitas, dan 20 kg untuk wanita yang underweight. Penting untuk mendiskusikan dan memantau berat badan dan kebutuhan nutrisi ibu dengan dokter selama kehamilan.

3.Perhatikan Pola Makan

Memerhatikan pola makan saat hamil adalah hal yang sangat penting. Ibu juga perlu tahu jenis makanan yang sebaiknya dihindari selama masa kehamilan. Guna melindungi ibu dan bayi dari infeksi bakteri atau parasit, seperti listeriosis, pastikan hanya mengonsumsi susu, keju, dan jus yang sudah dipasteurisasi. Hindari makan daging dari konter deli atau hot dog kecuali sudah dipanaskan dengan baik. Hindari juga makanan laut yang diasap atau daging dan makanan laut yang setengah matang.

4.Minum Vitamin Prenatal

Sebagian besar nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan harus didapatkan dari makanan, namun suplemen vitamin prenatal berperan penting untuk melengkapi kekurangan. Pasalnya, sulit untuk merencanakan menu makanan bergizi seimbang setiap harinya.
Asam folat merupakan vitamin B yang sangat penting bagi ibu hamil. Suplemen asam folat yang diminum beberapa minggu sebelum kehamilan dan selama 12 minggu pertama kehamilan terbukti menurunkan risiko memiliki anak dengan cacat tabung saraf seperti spina bifida.
Kolin adalah nutrisi penting lainnya yang membantu mencegah cacat lahir pada otak dan tulang belakang. Kebanyakan vitamin prenatal tidak mengandung kolin yang cukup, jadi bicarakan dengan dokter kandungan tentang menambahkan suplemen kolin selama kehamilan.

5.Olahraga

Olahraga ringan tidak hanya aman untuk dilakukan ibu hamil, tapi juga dianjurkan karena bermanfaat bagi kesehatan tubuh ibu dan bayi yang sedang bertumbuh. ACOG merekomendasikan ibu hamil untuk melakukan aktivitas aerobik dengan intensitas sedang setidaknya 150 menit setiap minggu.
Namun, penting untuk membicarakan terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum memulai jenis olahraga apa pun, terutama bagi ibu hamil yang memiliki faktor risiko.

6.Mengubah Kebiasaan Hidup Menjadi Lebih Sehat

Menerapkan gaya hidup yang baik akan berdampak langsung pada kesehatan bayi. Penting bagi ibu hamil untuk menghentikan kebiasaan merokok, penyalahgunaan obat-obatan, dan konsumsi alkohol. Pasalnya, beberapa kebiasaan buruk tersebut sudah dikaitkan dengan komplikasi dan risiko serius bagi kesehatan ibu hamil dan bayi.

7.Perawatan Diri saat Sakit

Selain gejala yang berkaitan dengan kehamilan, ibu hamil juga rentan terhadap infeksi tertentu, seperti flu biasa, pilek, atau sakit perut. Meskipun biasanya penyakit ringan tersebut tidak akan memengaruhi bayi yang sedang berkembang, namun ibu hamil bisa merasa sangat tidak nyaman.

Oleh karena itu, penting untuk membicarakan pada dokter mengenai pengobatan yang aman digunakan untuk mengatasi penyakit yang ibu alami selama kehamilan. Pasalnya, banyak obat dan suplemen umum, seperti aspirin atau ibuprofen yang tidak direkomendasikan selama kehamilan.

8.Rutin Memeriksakan Kehamilan pada Dokter Kandungan

Menemui dokter kandungan sesuai jadwal untuk memeriksakan kehamilan penting agar dokter bisa memantau kesehatan ibu hamil dan bayi yang sedang bertumbuh dengan hati-hati. Ini juga bisa menjadi kesempatan bagi ibu hamil untuk bertanya pada dokter tentang segala kekhawatiran yang dimiliki selama kehamilan.

tidak ada patokan yang pasti mengenai berapa kali ibu harus memeriksakan kandungan pada dokter selama kehamilan, melainkan ibu bisa membicarakan jadwal pemeriksaan prenatal pada dokter kandungan ibu.

Berikut ini jadwal kunjungan prenatal yang umumnya disarankan:

  • Minggu ke-4 sampai 28 kehamilan: 1 kali kunjungan tiap bulan.
  • Minggu ke-28 sampai 36 kehamilan: 1 kali kunjungan tiap 2 minggu.
  • Minggu ke-36 sampai 40: 1 kali kunjungan tiap minggu.

Desain-tanpa-judul-2023-02-06T102042.233.png
20/Jan/2023

Pre-eklamsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan terjadi peningkatan tekanan darah melebihi normal dan tanda-tanda kerusakan pada sistem organ lain seperti ginjal. Pre-eklamsia pada umumnya terjadi setelah 20 minggu kehamilan pada wanita yang memiliki tekanan darah normal. Peningkatan tekanan darah melebihi normal dan terdapat protein dalam urine dapat menjadi pertanda dari pre-eklamsia.

Pre-eklamsia yang parah dapat membahayakan nyawa ibu dan janin. Penyebab pasti dari pre-eklamsia belum dapat dipastikan namun dapat diperkirakan karena gangguan pada plasenta. Satu-satunya cara untuk menyembuhkan pre-eklamsia adalah dengan melahirkan janin tersebut. Eklamsia adalah komplikasi dari kehamilan yang yang ditandai dengan terjadinya kejang.

Wanita hamil yang menderita tekanan darah tinggi bukan berarti mereka menderita pre-eklamsia. Peningkatan tekanan darah tinggi pada wanita hamil sering disebut sebagai tekanan darah tinggi gestasional.
Diagnosa pre-eklamsia dapat disimpulkan ketika peningkatan tekanan darah disertai dengan ditemukannya protein pada urin (air kencing) dan beberapa gejala lain.

Penyebab pasti dari pre-eklamsia belum diketahui namun diperkirakan karena masalah pada plasenta. Kerusakan pada plasenta, penyempitan pada pembuluh darah dan terjadinya perbedaan reaksi ketika mendapat sinyal dari hormon mengakibatkan suplai darah menjadi berkurang. Kondisi ini mengakibatkan pendistribusian oksigen dan nutrisi pada bayi.

Setiap kehamilan dapat mengalami pre-eklamsia. Namun terdapat beberapa faktor resiko untuk meningkatkan terjadinya pre-eklamsia, seperti :

  • Kehamilan pertama atau mengalami kehamilan lagi setelah 10 tahun dari kehamilan sebelumnya.
  • Hamil ketika berusia lebih dari 40 tahun.
  • Mengalami obesitas (BMI >35)
  • Mengalami kehamilan untuk bayi kembar dua, tiga, atau lebih.
  • Jika ibu atau kakak kandung perempuan pernah mengalami pre-eklamsia.
  • Anda akan memiliki faktor resiko yang tinggi untuk terjadinya pre-eklamsia jika mengalami beberapa kondisi seperti :
  • Menderita tekanan darah tinggi atau pernah mengalami pre-eklamsia pada kehamilan yang sebelumnya.
  • Menderita diabetes atau penyakit ginjal.
  • Menderita tekanan darah tinggi sebelum mendapatkan kehamilan.
  • Menderita sindrom antifosfolipid (wanita dengan kondisi ini memiliki peningkatan resiko mengalami keguguran dan terjadinya pembekuan darah).
  • Menderita penyakit lupus.

Berikut beberapa upaya yang dapat dilakukan :

  • Berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan adalah upaya yang diperlukan untuk penentuan penanganan pada kasus pre-eklamsia.
  • Melakukan monitoring pemeriksaan tekanan darah dan urine secara teratur diperlukan untuk memantau kondisi.
  • Mengkonsumsi obat yang dianjurkan Dokter secara rutin dapat membantu mencegah kondisi bertambah parah.
  • Istirahat secukupnya diperlukan namun istirahat terlalu lama tidak dianjurkan pada beberapa kasus karena menurut penelitian dapat meningkatkan resiko penggumpalan darah.
  • Pada pre-eklamsia yang berat dibutuhkan perawatan di rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk membantu mengontrol jumlah cairan. Kurangnya cairan ketuban merupakan tanda pasokan darah yang buruk untuk

Desain-tanpa-judul-2023-02-06T101427.227.png
19/Jan/2023

Air Susu Ibu (ASI) ataupun susu formula adalah satu-satunya makanan yang dibutuhkan bayi mulai usia 0 – 6 bulan. Ibu dapat memberikan ASI eksklusif selama periode 6 bulan pertama tersebut. Namun pada usia diatas 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan dengan makanan tambahan sebagai pelengkap selain susu. Bayi mulai belajar untuk memindahkan makanan dari depan mulut ke belakang mulut dan menelan makanan.

Pada usia diatas 6 bulan, bayi memerlukan makanan tambahan selain ASI. Namun pemberian ASI harus tetap sesuai permintaan bayi dan tidak boleh sengaja dikurangi. ASI tetap akan menjadi bagian terpenting dari makanan bayi. Sebelum memberikan makanan lain hendaknya memberikan ASI terlebih dahulu.

Jenis MP-ASI yang dapat diberikan kepada bayi

1. Makanan yang sederhana.

Mulailah untuk mengenalkan bayi pada makanan-makanan tunggal yang tidak mengandung gula atau garam. Berilah waktu kepada bayi selama kurang lebih tiga sampai lima hari untuk memulai makanan baru. Diharapkan dengan cara ini akan memperlihatkan ketika bayi mengalami alergi atau makanan yang dapat memicu masalah pada pencernaan. Setelah mengenalkan makanan bahan tunggal, maka dapat mengenalkan dengan makanan kombinasi. Contoh makanan yang dapat diberikan seperti telur.

2. Makanan yang memiliki kandungan tinggi nutrisi.

Zat besi dan zink adalah kandungan penting yang dibutuhkan oleh bayi berusia 6 bulan. edua

3. Mengenalkan sereal

Memberikan bayi sereal dan bubur dengan dicampuri susu.

4. Buah dan sayuran

Mulailah untuk mengenalkan sayur dan buah pada bayi. Buah dan sayur harus diblender dan disaring untuk menghilangkan serat/ ampas. Atau dapat menggunakan juicer untuk hasil yang lebih baik.

5. Memberikan makanan yang dapat dipegang

Bayi 8-10 bulan dapat Memberikan makanan seperti buah, sayuran, keju, biskuit bayi.

Mungkin saja bayi akan menolak makanan pendamping ASI karena baru mencoba tekstur dan rasa baru. Jika bayi menolak maka tidak perlu dipaksa tetapi tetaplah mencoba untuk memberinya makanan dengan rasa yang baru.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan :

1. Frekuensi

Untuk bayi berusia 6 bulan, berikan makanan Pendamping ASI sebanyak 2 kali dalam satu hari. Jika bayi anda sudah berusia 7 – 12 bulan, makanan Pendamping ASI dapat diberikan sebanyak 3 kali dalam satu hari.

2. Jumlah makanan yang diberikan pada bayi adalah 2-3 sendok setiap makan (sebagai pengenal rasa). Jumlah ini dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu secara perlahan.

3. Kepekatan makanan

  • Bayi berusia 6 bulan : berikan makanan yang cukup pekat/kental dengan menggunakan sendok yang lunak.
  • Bayi berusia 7-9 bulan : berikan makanan yang dilunakkan.
  • Bayi berusia 10-12 bulan : berikan makanan yang dipotong kecil2 sehingga makanan dapat dipegang sendiri oleh bayi.

4. Pemberian makan untuk bayi dapat dilakukan secara aktif/ responsif dengan beberapa cara berikut :

  • Bayi mungkin perlu waktu untuk terbiasa dengan makanan lain selain ASI.
  • Ibu harus sabar dan memberikan dorongan kepada bayi untuk mau makan.
  • Jangan memaksa bayi untuk makan.
  • Gunakan piring tersendiri untuk memberi makan bayi untuk memastikan ia makan seluruh makanan yang diberikan.

5. Kebersihan

  • Menjaga kebersihan makanan dan peralatan makan harus selalu diperhatikan untuk mencegah diare atau penyakit lainnya. Beberapa upaya untuk menjaga kebersihan
  • Mencuci tangan dengan sabun sebelum menyiapkan makanan dan sebelum memberikan/ menyuapi makanan pada bayi.
  • Mencuci tangan Ibu dan bayi sebelum makan.
  • Menggunakan sendok atau cangkir yang bersih ketika akan memberikan makanan atau minuman kepada bayi.
  • Menyimpan makanan yang diberikan kepada bayi ditempat yang bersih, aman dan tertutup.
  • Mencuci tangan Ibu dengan sabun setelah ke toilet dan setelah membersihkan kotoran bayi.

Desain-tanpa-judul-2023-02-06T100828.880.png
18/Jan/2023

Kehamilan adalah masa yang sangat paling membahagiakan bagi seorang wanita karena mengandung atau membawa janin di dalam tubuhnya. Namun ketika hamil seorang wanita akan mengalami perubahan hormon yang memberikan efek samping kurang nyaman untuk tubuh seperti mual dan muntah, pusing, kehilangan nafsu makan, peningkatan nafsu makan dan masih banyak lagi. Beberapa efek samping tersebut sering dijadikan tanda-tanda kehamilan oleh hampir semua orang. Mual dan muntah atau biasa disebut morning sickness adalah yang paling sering terjadi pada wanita hamil.

Morning sickness atau mual pada kehamilan adalah rasa mual yang terjadi selama masa kehamilan yang dapat menyerang ketika pagi, siang, dan malam hari. Hal ini paling umum terjadi selama trisemester pertama tapi pada beberapa wanita hal ini tidak terjadi. Pengobatan biasanya tidak diperlukan untuk keluhan ini. Tingkat keparahan morning sickness dipengaruhi oleh peningkatan hormon.

Biasanya morning sickness tidak berpengaruh pada bayi. Bayi mendapatkan makanan dari cadangan tubuh meskipun wanita yang mengalami morning sickness akan susah untuk makan. Bayi akan terpengaruh jika sampai ibunya mengalami kekurangan cairan dan tidak mendapatkan perawatan yang tepat.

Pengobatan tidak diperlukan bagi sebagian besar kasus morning sickness. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan terapi yang tepat untuk mengurangi mual dan muntah seperti vitamin B6, antihistamin dan obat antimual.

  • Meningkatkan frekuensi makan dan mengurangi porsi makan.

Makanan yang mengandung tinggi karbohidrat adalah yang terbaik. Tidak makan dapat memperparah kondisi ini. Makan secara teratur dapat membantu untuk meringankan gejala.

  • Crackers
    Crackers banyak mengandung Kalsium yang dapat membantu mengurangi mual dan muntah. Makanlah crackers sesaat setelah anda bangun tidur dengan segelas teh manis hangat.
    Jahe.
  • Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa mengkonsumsi makanan dan minuman mengandung jahe dapat membantu untuk menghilangkan mual dan muntah dalam kehamilan.
  • Menghindari penyebab.

Beberapa wanita hamil menemukan pemicu mual dan muntah seperti bau atau masalah emosional. Jika mungkin, hindari sesuatu yang dapat memicu mual dna muntah.

  • Mengkonsumsi cairan secukupnya.
  • Lebih banyak beristirahat.

Faktor Resiko morning sickness

  • Sering mengalami mual dan muntah karena migrain, dipicu oleh bau tertentu sebelum kehamilan.
  • Pada kehamilan sebelumnya sudah mengalami morning sickness.
  • Mengandung bayi kembar atau lebih.

Untuk mencegah mual dapat dilakukan :

  • Memilih makanan dengan hati-hati.
  • Pilih makanan dengan kandungan tinggi karbohidrat atau protein, rendah lemak, dan mudah dicerna. Hindari makanan yang pedas, berminyak, dan berlemak.
  • Konsumsi makanan ringan untuk mengisi diantara jadwal makan.
  • Mengkonsumsi cairan secukupnya. Mengkonsumsi permen, ice cream dapat membantu mengurangi mual dan muntah.
  • Mengingat dan menghindari makanan yang dapat menyebabkan mual.
  • Menghirup udara bersih.
  • Menghirup udara yang sejuk.
  • Mengkonsumsi vitamin.

Desain-tanpa-judul-2023-02-06T093149.450.png
17/Jan/2023

Mitos mengatakan ibu hamil sudah sewajarnya jika gendut. Faktanya, penambahan berat badan hingga obesitas tidak mengartikan bahwa ibu dan bayi sehat. Obesitas selama kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir dengan lemak tubuh melebihi normal dan beresiko mengalami penyakit jantung dan diabetes ketika dewasa.

Obesitas dapat mempengaruhi tingkat kesuburan dengan menghambat ovulasi normal. Obesitas juga dapat mempengaruhi terjadinya pembuahan pada rahim.

Mengalami obesitas selama kehamilan dapat meningkatkan resiko terjadinya komplikasi kehamilan, seperti :

  • Diabetes gestasional. Perempuan yang mengalami obesitas memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena diabetes melitus.
  • Pre-eklampsia. Perempuan yang mengalami obesitas memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan pada siste organ yang lain.
  • Infeksi. Perempuan yang mengalami obesitas selama kehamilan akan meningkatkan resiko terjadinya infeksi saluran kemih. Obesitas juga dapat meningkatkan resiko infeksi setelah melahirkan secara normal atau operasi.
  • Terlambat melahirkan. Obesitas dapat meningkatkan resiko kehamilan terus berlanjut melebihi tanggal melahirkan yang ditetapkan dokter.
  • Obesitas dapat menyebabkan terganggunya pemberian obat penghilang rasa sakit.
  • Operasi caesar. Obesitas selama kehamilan dapat meningkatkan resiko terjadinya operasi caesar darurat. Obesitas juga meningkatkan resiko terjadinya komplikasi
  • operasi caesar, seperti infeksi luka.
  • Obesitas dapat meningkatkan resiko terjadinya keguguran.

Walaupun kehamilan yang sedang dijalani memiliki resiko, namun seseorang yang mengalami obesitas dapat memiliki kehamilan yang sehat. Untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi atau masalah kesehatan selama kehamilan dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan bayi dan diri sendiri. Beberapa langkah yang dapat dilakukan :

  • Berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu tentang kesehatan dan berat badan sebelum melakukan program kehamilan. Berkonsultasi dengan ahli gizi untuk menormalkan berat badan sebelum mengalami kehamilan.
  • Berkonsultasi dengan dokter secara rutin untuk membantu memantau kesehatan ibu dan bayi. Selama berkonsultasi sebaiknya selalu menjelaskan kondisi tubuh sebenarnya agar dokter dapat memberikan pengarahan dan pengontrolan, terutama jika memiliki diabetes melitus, tekanan darah tinggi, atau sleep apnea.
  • Mengkonsumsi makanan sehat untuk mempertahankan berat badan dan mencegah kenaikkan berat badan. Selama kehamilan tubuh memerlukan lebih banyak asam folat, kalsium, zat besi, dan nutrisi penting lainnya. Mengkonsumsi vitamin sebelum kehamilan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.
  • Melakukan aktifitas fisik atau olahraga secara rutin selama masa kehamilan. Berkonsultasilah dengan dokter untuk jenis olahraga yang boleh dilakukan. Memulai olahraga dengan durasi 5 menit setiap hari dan tambahkan 5 menit setiap minggu. Tujuan penambahan 5 menit setiap minggu adalah agar tetap aktif selama 30 menit setiap hari. Jenis olahraga yang dapat dilakukan seperti berjalan dan berenang. Berenang dapat membantu mencegah peningkatan berat badan dan menghindari cedera dan ketegangan otot.
  • Menghindari zat-zat yang beresiko pada kehamilan seperti asap rokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang.

Untuk mencapai berat badan normal setelah melahirkan dapat dilakukan untuk menjaga kebiasaan makan dan melakukan olahraga. Menyusui dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan, selain untuk memberi makan bayi. Perempuan yang menyusui mengalami penurunan berat badan lebih cepat daripada perempuan yang tidak menyusui.

 


Desain-tanpa-judul-2023-02-06T094044.390.png
16/Jan/2023

Kejang demam pada bayi umumnya tidak memberikan efek yang berkepanjangan. Kejang demam sederhana tidak menyebabkan kerusakan otak, keterbelakangan mental, atau ketidakmampuan belajar, dan tidak menyebabkan gangguan dasar yang lebih serius.

Kejang demam disebabkan karena peningkatan suhu secara singkat.

Infeksi
Umumnya demam yang memicu kejang demam disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.

  • Kejang setelah imunisasi
  • Resiko kejang demam dapat meningkat setelah melakukan imunisasi saat masa anak-anak, seperti vaksin difteri, tetanus, atau campak. Umumnya seorang anak
  • mengalami demam ringan setelah vaksinasi.

Sering kali ditemui anak bayi mengalami kejang ketika sedang mengalami peningkatan suhu tubuh. Pertanyaannya, seberapa bahayakah kejang yang dialami oleh bayi? Kejang yang disebabkan oleh demam umumnya terjadi pada anak-anak yang mengalami kenaikan suhu tubuh secara cepat. Umumnya kejang terjadi pada suhu diatas 390C. Kejang saat demam merupakan respon otak anak terhadap demam.
Kejang dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, berikut beberapa tanda dan gejala kejang yang disebabkan oleh demam :

  • Kejang terjadi satu kali selama 24 jam terakhir
  • Durasi kejang terjadi kurang dari 15 menit
  • Kejang terjadi pada seluruh tubuh dan bukan hanya satu bagian tubuh
  • Kejang terjadi pada anak-anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun
  • Kejang terjadi pada anak yang tidak memiliki masalah pada sistem saraf pusat
  • Kejang pernah terjadi ketika demam pada sebelumnya.

Kejang demam dapat terjadi pada beberapa jam awal demam selama peningkatan suhu badan.

Memberikan obat penurun panas sesuai dengan dosis untuk mencegah terjadinya kejang.
Berkonsultasi dengan dokter untuk cara pencegahan kejang demam agar tidak berulang.

Umumnya kejang demam berhenti sendiri dalam beberapa menit. Jika anak mengalami kejang lebih dari 10 menit atau jika anak mengalami kejang berulang maka segeralah meminta bantuan pada unit gawat darurat.
Jika anak mengalami kejang, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua :

  • Tetap tenang dan tidak panik
  • Letakkan pada tempat yang aman dengan anak dengan posisi tubuh miring
  • Tetap berada didekat anak untuk mengawasi dan memberikan rasa nyaman
  • Menyingkirkan benda keras atau tajam yang berada didekat anak
  • Kendurkan pakaian anak
  • Jangan menahan gerakan kejang pada anak atau mengganggu gerakan pada anak
  • Jangan meletakkan apapun dimulut anak
  • Hitung durasi kejang pada anak

Desain-tanpa-judul-2023-02-06T093053.452.png
14/Jan/2023

Anemia merupakan keadaan tidak mencukupinya eritrosit untuk mengantarkan kebutuhan oksigen jaringan. Karena hal ini sulit diukur, maka anemia didefinisikan sebagai rendahnya konsentrasi hemoglobin (Hb), hitung eritrosit, dan hematokrit (Hct) dari nilai normal.

PENYEBAB ANEMIA

1. Anemia karena pendarahan (pada masa kehamilan dan masa nifas)

2. Anemia Hipoproliferatif (Anemia defisiensi besi dan defisiensi asam folat, vitamin B12, dan B6)

3. Anemia karena proses inflamsi

4. Anemia karena Penyakit ginjal

DAMPAK ANEMIA

Kondisi defisiensi besi yang parah akan merusak enzim yang memerlukan besi, seperti sitokrom di banyak jaringan pada tubuh. Hal ini akan terlihat paling signifikan pada kulit yang menjadi sangat tidak sehat. Di antaranya adalah :

  • Koilonikia: kuku berbentuk cekung dan sangat rapuh
  • Angular stomatitis: luka atau ulkus pada ujung mulut
  • Glositis: peradangan pada mulut
  • Antropik gastritis: inflamasi pada lambung
  • Achlorydria: kekurangan asam hialuronat pada lambung
  • Disfagia: sulit menelan (akibat plummer-vinson syndrome )

Risiko janin lambat atau janin tidak berkembang dalam kandungan:

  • Bayi lahir prematur
  • Memiliki berat badan rendah saat lahir (BBLR)
  • Perdarahan post-partum atau perdarahan yang berlebihan setelah melahirkan
PENCEGAHAN ANEMIA

Berikut beberapa cara untuk mencegah anemia:

  • Mengonsumsi suplemen asam folat dan zat besi. Dosisnya dianjurkan 60 mg zat besi dan 400 mcg asam folat.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi : daging, ayam, ikan, telur, dan gandum.
  • Memakan makanan yang kaya akan asam folat : kacang kering, gandum, jus jeruk, dan sayuran hijau.
  • Mengonsumsi suplemen dan makanan yang mengandung vitamin C : buah dan sayur yang segar.

Desain-tanpa-judul-2023-02-06T090717.434.png
13/Jan/2023

Momen kehamilan menjadi momen yang mengesankan dan membahagiakan buat setiap perempuan. Namun sayangnya, tidak jarang kehamilan terjadi di waktu yang tak direncanakan atau diinginkan. Misalnya yakni hamil saat kamu masih sibuk dan fokus mengASIhi.

Tidak sedikit orang yang hamil lagi ketika ia masih harus fokus mengASIhi. Alhasil, ia pun merasa khawatir dan kebingungan untuk menentukan. Apakah ia tetap harus memberi ASI pada buah hati sebelumnya, atau menghentikan pemberian ASI dan lebih fokus ke kehamilan selanjutya.

Mengutip dari laman liputan6.com, para ahli sejauh ini belum menemukan jika menyusui selama kehamilan bisa menyebabakan kontraksi apalagi keguguran. Para ahli sejauh ini memang tidak memberikan larangan bagi ibu yang ingin tetap menyusui selama kehamilannya. Namun dengan catatan, ibu hamil dan menyusui ini memiliki daya tahan tubuh serta kesehatan yang maksimal atau dalam artian tidak berisiko apapun.

Saat hamil, tubuh akan mengalami perubahan. Salah satu perubahan yang kerap terjadi adalah perubahan hormon. Inilah yang harus diperhatikan dengan sangat baik. Karena pada ahli percaya, perubahan hormon memengaruhi mood saat melakukan aktivitas harian termasuk menyusui.

Perubahan hormon karena kehamilan bisa menyebabkan morning sickness, suasana hati yang kurang nyaman dan rasa nyeri di puting selama menyusuhi. Jika kamu tetap ingin menyusuhi saat hamil, pastikan untuk mengonsultasikan hal ini dengan dokter atau bidan ahlinya. Cari dokter atau bidan yang benar-benar bisa memberi edukasi, seputar kehamilan dan proses menyusui secara bersamaan.

Jika seorang ibu berisiko mengalami persalinan prematur, ia tidak boleh menyusui saat hamil sampai bayi mencapai setidaknya usia kehamilan 37 minggu. Menyusui di masa hamil dibolehkan, tapi dalam sebagian kondisi rasa atau tekstur ASI akan berubah.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa menyusui selama kehamilan umumnya aman dilakukan. Namun, ibu hamil sebaiknya berhenti menyusui jika mengalami beberapa kondisi berikut ini: Kehamilan berisiko tinggi. Terdapat risiko persalinan prematur.

Kesundulan adalah istilah lumrah yang dilekatkan pada kondisi jarak kehamilan atau kelahiran yang terlalu dekat, terutama di masa ibu masih menyusui bayinya.

Saat menyusui secara eksklusif, Ibu mungkin tidak mengalami menstruasi selama satu tahun atau bahkan lebih lama lagi setelah melahirkan Jadi, Ibu tetap memiliki kemungkinan untuk hamil lagi setelah lebih dari enam bulan menyusui.

Berapa besar kemungkinan hamil saat menyusui?
Pada tiga bulan usia awal bayi, kemungkinan ibu menyusui bisa hamil adalah 0%. Meski demikian, tetap ada kemungkinan ibu menyusui bisa hamil jika bayinya memasuki usia 3-6 bulan. Kemungkinan ibu menyusui bisa hamil pada usia buah hati tersebut pun naik menjadi 2%.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak