Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Desain-tanpa-judul-1-1.png
22/Oct/2022

Semakin bertambah usia anak, maka semakin meningkat pula jumlah kecukupan gizi yang harus dipenuhi setiap harinya. Maka itu sebagai orangtua, Anda dituntut harus selalu memberikan sumber makanan yang bisa membantu memenuhi nutrisi atau gizi anak.

Tak perlu bingung, berikut pilihan yang bisa Anda berikan untuk si buah hati:

Karbohidrat

Karbohidrat adalah makanan pokok yang mesti ada di setiap menu makan si kecil. Karbohidrat yang dimakan akan diolah langsung menjadi gula darah, sumber energi untuk semua organ di dalam tubuh si kecil.

Protein

Supaya kebutuhan protein anak tercukupi, ada berbagai sumber makanan yang bisa Anda berikan. Mulai dari protein hewani yang berasal dari hewan, sampai protein nabati dari tumbuh-tumbuhan.

Contoh protein hewani meliputi telur, keju, susu, ikan, daging ayam, daging sapi, udang, dan lain sebagainya. Sementara protein nabati yakni kacang-kacangan, gandum, lentil, brokoli, oat, dan lainnya.

Lemak

Kalori yang terkandung di dalam lemak terbilang cukup tinggi ketimbang zat gizi yang lainnya. Akan tetapi, sebenarnya lemak tidak selamanya buruk. Lemak merupakan salah satu sumber energi cadangan yang penting bagi tubuh.

Selain itu, lemak juga membantu proses penyerapan vitamin, membangun sel dan jaringan, melancarkan pembekuan darah, serta mendukung pergerakan otot.

Vitamin dan mineral

Jika beberapa zat gizi yang dijabarkan sebelumnya tergolong makro, vitamin dan mineral masuk ke dalam zat gizi mikro. Meski namanya mikro, tapi kebutuhan hariannya tidak boleh dikesampingkan dan harus tercukupi.

Mudahnya, Anda bisa memberikan berbagai jenis sayur dan buah-buahan setiap harinya untuk membantu mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral.

 

Meski berasal dari sumber yang sama, tapi tekstur makanan untuk tiap usia anak bisa berbeda. Ambil contoh pada bayi di atas 6 bulan, olahan makanan biasanya diberikan dalam bentuk bubur halus sebagai makanan pendamping ASI (MPASI). Hingga usia sebelum 12 bulan dapat diperkenalkan makanan keluarga dengan tekstur yang lebih lunak.

Sementara saat menginjak usia di atas 1 tahun, umumnya anak sudah bisa diberikan makanan yang sama dimakan oleh anggota keluarga lain.


Desain-tanpa-judul-2.png
21/Oct/2022

Sebagai orang tua, kita tidak boleh hanya berpangku tangan pada faktor genetik untuk membuat anak tumbuh optimal.anak dimulai dari dia lahir ke dunia, Bunda. Sejak saat itu, kita perlu memantau pertumbuhan dan perkembangan buah hati sesuai usianya ya.

Cara terbaik mengembangkan potensi genetik anak adalah dengan memenuhi kebutuhan dasarnya. Setiap kebutuhan dasar ini harus dipenuhi 100 persen, terutama sampai usia anak 6 tahun.

berikut 3 kebutuhan dasar anak yang harus dipenuhi Ayah dan Bunda di periode kritis agar tumbuh kembang buah hati optimal:

 

Asah

Sampai anak berusia 6 tahun, dia akan memasuki fase sensitif terhadap respon pembelajaran yang diberikan. Selain stimulasi, nutrisi juga perlu diberikan ya.

Kebutuhan asah ini mencakup stimulasi tumbuh kembang buah hati. Saraf anak yang berkembang harus dirangsang dengan stimulasi agar potensi genetiknya optimal.

Asih

Kebutuhan dasar asih berkaitan dengan pemberian kasih sayang orang tua pada anaknya. Kasih sayang yang baik yakni bersifat positif.

anak yang mendapatkan kasih sayang negatif cenderung mengalami keterlambatan berkembang. Misalnya, anak yang terus dilayani tanpa diberikan kesempatan untuk belajar bicara bisa membuatnya mengalami keterlambatan bicara.

Asuh

Kebutuhan dasar asuh mencakup kebutuhan nutrisi anak yang harus dipenuhi selama masa pertumbuhannya, Bunda. Pada bayi 0-6 bulan, nutrisi dapat dipenuhi dengan pemberian ASI eksklusif ya. Setelah itu, Bunda bisa berikan makanan pendamping ASI (MPASI) bernutrisi.

Selain nutrisi, kebutuhan asuh juga mencakup pemberian imunisasi sejak bayi lahir. Imunisasi dibutuhkan untuk mencegah anak dari penyakit.

Kebutuhan asuh yang perlu dipenuhi lainnya adalah lingkungan sehat untuk anak beraktivitas, membuat rumah dengan ventilasi yang baik, serta rekreasi bagi anak

Selain itu, pola asuh juga berkaitan dengan kasih sayang. Bunda sebaiknya tidak menerapkan pola asuh primitif untuk mencegah gangguan perilaku pada anak.


Desain-tanpa-judul5.png
20/Oct/2022

Gadget adalah salah satu perangkat elektronik yang kini semakin populer dan banyak digunakan masyarakat. Bahkan dapat dikatakan, penggunaan gadget di era teknologi seperti saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian besar orang. Contoh saja smartphone.

Diantaranya smartphone seperti iphone, android, blackberry serta notebook. Dalam psikologi perkembangan anak usia dini dikatakan sebagai anak yang berumur 0-6 tahun. Gadget berdampak terhadap perkembangan sosial anak usia dini . Dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan sosial anak usia dini terdapat dampak positif dan dampak negatif. Penggunaan gadget yang berlebihan akan membawa dampak buruk bagi perkembangan sosial dan emosional anak

Dampak buruk penggunaan gadget pada anak antara lain anak menjadi pribadi tertutup, gangguan tidur, suka menyendiri, perilaku kekerasan, pudarnya kreativitas, dan ancaman cyberbullying. Solusi terhadap permasalahan pemakaian gadget pada anak usia dini dengan cara membatasi pemakaian gadget, mengawasi anak dalam bermain gadget dengan figur orang tua yang berperan sangat penting serta memberi jadwal waktu yang tepat saat anak bermain gadget, agar gadget tidak dapat menghambat perkembangan sosial anak usia dini.

Namun, ada juga risiko anak-anak menjadi terlalu bergantung pada gadget dan teknologi. Mereka mungkin tidak dapat bersosialisasi dengan baik dengan orang lain dan mereka dapat menjadi kecanduan screen time. Inilah sebabnya mengapa penting bagi orang tua untuk memantau penggunaan gadget anak-anak mereka dan memastikan bahwa mereka menggunakannya dalam jumlah sedang.

Efek Media Sosial

Efek Negatif Media Sosial

Salah satu dampak negatif dari media sosial adalah dapat menyebabkan kecanduan. Penelitian telah menunjukkan bahwa media sosial bisa membuat ketagihan seperti narkoba atau alkohol. Efek negatif lainnya adalah dapat menyebabkan kecemasan dan depresi. Ini karena orang membandingkan hidup mereka dengan kehidupan “sempurna” yang mereka lihat di media sosial dan merasa tidak sesuai.

Efek Media Sosial

Media sosial telah menjadi salah satu bentuk komunikasi yang paling populer, terutama di kalangan anak muda. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa lebih dari 60% remaja menggunakan media sosial setiap hari. Meskipun media sosial dapat menjadi cara yang bagus untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga, media sosial juga dapat berdampak negatif pada perkembangan anak.

Efek Positif Media Sosial

Terlepas dari efek negatifnya, media sosial juga dapat memiliki beberapa efek positif pada perkembangan anak. Ini bisa menjadi cara yang bagus untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga, terutama jika Anda tinggal jauh dari mereka.

Efek kesehatan

Ada efek kesehatan positif dan negatif dari gadget modern pada perkembangan anak. Sisi positifnya, penggunaan gadget dapat membantu anak mengembangkan keterampilan motorik halusnya. Mereka juga dapat meningkatkan penglihatan anak-anak dan meningkatkan rentang perhatian mereka. Sisi negatifnya, gadget dapat menyebabkan masalah seperti sakit kepala, sakit leher, dan mata kering.

Gadget juga dapat berpengaruh pada perkembangan emosi anak. Sisi positifnya, gadget dapat membantu anak merasa terhubung dengan teman dan anggota keluarganya. Mereka juga dapat memberikan rasa aman bagi anak. Sisi negatifnya, gadget dapat menimbulkan perasaan terisolasi dan kesepian. Sekali lagi, penting bagi orang tua untuk menyadari efek emosional positif dan negatif dari gadget modern pada perkembangan anak.

Perkembangan Mental

Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah pengaruh gadget terhadap perkembangan mental anak. Beberapa ahli percaya bahwa terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk menatap layar dapat memengaruhi kemampuan anak untuk berkonsentrasi dan memperhatikan. Selain itu, ini juga dapat menyebabkan masalah dengan memori jangka pendek.

Dengan lebih banyak anak menghabiskan waktu bermain dengan ponsel atau tablet mereka, mereka mungkin memiliki lebih sedikit kesempatan untuk terlibat dalam interaksi tatap muka dengan teman sebayanya. Hal ini dapat berdampak negatif pada perkembangan keterampilan sosial mereka.

Hubungan Antara Penggunaan Perangkat dan Kebiasaan Tidur

Cahaya biru (Blue Light) dari layar dapat mengganggu siklus tidur alami anak, yang menyebabkan kualitas tidur lebih buruk. Hal ini dapat berdampak besar pada kesehatan dan perkembangan anak.Penggunaan gadget juga dapat menyebabkan aktivitas fisik berkurang. Anak-anak yang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan bermain dengan gadget mereka kehilangan kesempatan penting untuk aktivitas fisik. Hal ini dapat menyebabkan obesitas dan masalah kesehatan lainnya di kemudian hari.Penting bagi orang tua untuk memantau penggunaan gadget anak-anaknya dan memastikan tidak menjadi berlebihan.

Kontrol Orang Tua Atas Teknologi Secara Keseluruhan.

lebih penting dari sebelumnya bagi orang tua untuk menyadari efek gadget modern pada perkembangan anak-anak mereka. Screen time adalah salah satu area perhatian terbesar.

Meskipun ada beberapa manfaat dari screen time yang terbatas, seperti aplikasi pendidikan dan pembelajaran menggunakan teknologi, terlalu banyak screen time dapat merugikan. Ini dapat menyebabkan masalah dengan perhatian dan konsentrasi, masalah tidur, perilaku agresif, dan obesitas.

Itulah mengapa sangat penting bagi orang tua untuk membatasi screen time anak-anak mereka dan memastikan mereka menggunakan teknologi dengan cara yang sehat.

Ada beberapa cara untuk melakukan ini:

  • Terlibat dalam aktivitas online anak Anda – ketahui apa yang mereka lakukan, siapa yang mereka bicarakan.
  • Pilih kualitas daripada kuantitas dalam hal konten – cari aplikasi dan situs web yang mendidik atau memperkaya daripada hanya membiarkan anak-anak Anda menelusuri media sosial atau bermain game tanpa berpikir.
  • Tetapkan batas screen time secara keseluruhan dan untuk perangkat tertentu.
  • Contohkan perilaku sehat Anda sendiri – simpan ponsel Anda sendiri saat Anda menghabiskan waktu bersama anak-anak Anda dan beri mereka perhatian penuh.

Kesimpulannya, ada pengaruh positif dan negatif gadget modern terhadap perkembangan anak. Orang tua perlu mewaspadai efek tersebut agar dapat membantu anaknya menggunakan gadget dengan cara yang bermanfaat bagi perkembangannya.


Desain-tanpa-judul-11.png
19/Oct/2022

Mendukung pertumbuhan anak merupakan tanggung jawab para orang tua. Salah satu hal yang harus diperhatikan ialah menjaga kesehatan mata anak. Penglihatan memiliki peran penting untuk perkembangan fisik, sosial, dan kognitif bagi setiap anak.

Lalu, bagaimana orang tua dapat menjaga kesehatan mata anak? Simak tipsnya melalui artikel ini.

Memeriksakan kesehatan mata anak

Periksakan kesehatan mata anak Anda sedari dini sejak mereka menginjak usia enam bulan. Kemudian lakukanlah pemeriksaan secara rutin setiap dua tahun sekali. Hal ini diperlukan untuk menghindari gangguan mata yang mungkin terjadi pada anak Anda.

Menstimulasi indra penglihatan

Penting bagi orang tua untuk membantu perkembangan visual anak sejak bayi hingga usia 8 tahun. Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menstimulasi penglihatan si kecil, misalnya dengan memberikan mainan dengan berbagai bentuk dan warna. Namun, tetap pastikan kalau mainan yang diberikan aman.

Penuhi nutrisi untuk mata

Cara pertama menjaga kesehatan mata anak Anda adalah memberi asupan nutrisi yang baik dengan makanan yang bergizi. Memenuhi nutrisi yang baik untuk mata bisa Anda berikan dengan sayur dan buah-buahan yang kaya akan antioksidan, vitamin C, vitamin A, seng, dan omega-3. Wortel, tomat, stroberi, ikan salmon, dan ikan tuna merupakan contoh nutrisi yang bagus untuk kesehatan mata.

Membatasi penggunaan gadget

Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan mata anak. Untuk itu, batasi waktu berada di depan layar atau bermain gadget bagi kesehatan mata anak Anda. Anda dapat mengajarkan anak untuk melepaskan pandangan dari layar setelah 20 menit dan melihat ke kejauhan selama paling tidak 20 detik untuk mengistirahatkan mata.

 

Selalu Jaga Kesehatan Mata Anak Anda

Terkadang perilaku si kecil ketika bermain sulit kita tebak, maka itu Anda perlu mengawasi anak agar tidak melakukan kebiasaan yang berdampak buruk, termasuk pada matanya. Ingatkan anak untuk tidak. Melakukan kebiasaan mengucek mata berlebihan, menonton televisi atau bermain gadget terlalu dekat dengan layar, hingga bermain kotoran.


Desain-tanpa-judul-1.png
18/Oct/2022

Sikecil membutuhkan asupan makanan yang cukup agar nantinya mereka bisa bersemangat dan bisa beraktivitas di sekolah.

Berikut makanan tidak sehat untuk anak-anak dan orang tua wajib untuk menghindari anak dari makanan tersebut.

Kentang Goreng

Siapa yang tidak suka kentang goreng? Kentang goreng merupakan makanan yang disukai orang dewasa dan juga anak-anak. Namun di balik nikmatnya kentang goreng, ternyata kentang goreng ini harus dihindari oleh anak-anak. Hal tersebut karena kentang yang digoreng tersebut mempunyai kandungan lemak trans yang dihasilkan dari minyak goreng.

Apabila anak Anda ingin mengonsumsi kentang goreng, pastikan Anda juga menambahkan sayur-sayuran pada kentang goreng tersebut.

Mie Instan

Mie instan adalah makanan yang sering kita masak, apabila di rumah tidak ada makanan yang cukup. Mie instan yang rasanya nikmat dan bisa digunakan untuk mengatasi lapar harus dihindari atau tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak. Hal tersebut karena mie instan mengandung sodium, yang mana sodium tersebut dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah yang meningkat membuat anak bisa sakit kepala yang berlebih.

Kandungan sodium pada mie instan, juga dapat meningkatkan resiko kanker pada anak-anak. Kanker ini dapat meningkatkan resiko kematian, pada anak-anak.

Makanan Cepat Saji

Yogurt yang mempunyai rasa biasa dikonsumsi oleh orang yang sudah dewasa maupun anak-anak. Namun yogurt yang mempunyai rasa tersebut, tidak baik untuk kesehatan pada anak-anak.

Apabila anak-anak ingin mengonsumsi yogurt ada baiknya untuk mengonsumsi yogurt yang rasanya tawar. Rasa tawar pada yogurt tersebut tidak berdampak buruk bagi kesehatan pada anak-anak.

Permen

Anak-anak sangat menyukai permen yang rasanya manis. Di balik nikmatnya permen manis tersebut ternyata tidak menyehatkan bagi anak-anak.

Bila anak Anda menginginkan manisan dari buah-buahan, Anda dapat memberikan anak Anda buah-buahan yang asli. Buah-buahan yang asli tersebut sangat menyehatkan tubuh bagi anak-anak

Keju

Anak-anak sangat menyukai keju dan keju ini juga mudah ditemui. Namun keju yang sangat disukai oleh anak-anak ini, ternyata sangat berbahaya bagi anak-anak.

Tidak hanya terdapat lemak jenuh, keju juga terdapat kandungan polutan di dalamnya. Kandungan polutan yang terdapat pada keju tersebut, sangat membahayakan kesehatan anak-anak.

Kue Manis

Kue manis merupakan salah satu makanan yang disukai anak-anak, dan biasanya kue manis ini juga bisa ada pada saat ulang tahun. Namun ternyata kue manis tersebut, tidak menyehatkan bagi tubuh anak anak.

Kue ini harus benar benar di hindari oleh anak-anak, agar anak anak bisa tetap terjaga kesehatan tubuh yang. Orang tua bisa memberikan makanan, yang dapat menyehatkan tubuh anak anak.

Hindari pula makanan yang berpotensi menyebabkan tersedak. Usia 24-36 bulan Meskipun anak sudah lebih banyak mengonsumsi variasi


Desain-tanpa-judul.png
17/Oct/2022

Seiring bertambahnya usia anak, ia akan secara bertahap membangun kekebalan terhadap pilek.Disebut juga infeksi saluran pernapasan atas, pilek kebanyakan terjadi karena virus. Faktanya, ada lebih dari 200 jenis virus yang dapat menyebabkan pilek. Virus penyebab pilek menyebar dan menular melalui bersin, batuk, dan kontak langsung dengan pengidap.

Cuaca dingin sebenarnya tidak menyebabkan pilek. Namun, masalah kesehatan ini lebih sering terjadi pada bulan-bulan musim dingin. Hal ini karena:

  • Kemampuan tubuh untuk melawan virus flu berkurang pada suhu yang lebih rendah.
  • Virus flu tinggal di udara dan di permukaan lebih lama di lingkungan yang dingin dan kering.
  • Orang-orang berada dalam kontak yang lebih dekat satu sama lain karena mereka tinggal di dalam rumah.

Gejala Pilek pada Anak

Gejala pilek sangat bervariasi pada setiap anak, tetapi umumnya akan menunjukkan tanda berikut:

  • Sakit kepala
  • Mata merah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Terkadang disertai dengan demam.
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Sering bersin
  • Sakit tenggorokan dan telinga
  • batuk

Meski begitu, tetap waspada dengan risiko komplikasi seperti infeksi telinga, radang tenggorokan atau croup, atau infeksi pada saluran pernapasan bawah. Jadi, apabila gejala pilek pada anak tidak kunjung membaik, ibu bisa segera bertanya pada dokter anak bagaimana perawatan yang tepat.

 

  • Membantu melegakan hidung tersumbat. Semprotan hidung dengan obat tidak dianjurkan diberikan pada anak kecil. Sebagai gantinya, ibu bisa menggunakan humidifier untuk membantu memecah lendir.
  • Membantu melegakan hidung tersumbat. Semprotan hidung dengan obat tidak dianjurkan diberikan pada anak kecil. Sebagai gantinya, ibu bisa menggunakan humidifier untuk membantu memecah lendir.
  • Berikan makanan atau minuman hangat. Ini akan membantu melegakan tenggorokan dan membuat tubuh lebih nyaman.
  • Jaga agar anak tetap terhidrasi. Cara ini akan membantu mengurangi gejala pilek dan flu serta membuatnya merasa lebih baik. Ibu perlu tahu bahwa demam dapat menyebabkan dehidrasi. Si Kecil mungkin tidak merasa haus seperti biasanya, bisa juga tenggorokan mereka mungkin terasa tidak nyaman saat minum.

Jika cara tadi masih belum membantu mengatasi pilek pada anak, ibu perlu segera memeriksakan sang buah hati ke dokter.


Untitled-design-2-1.png
15/Oct/2022

Agar tumbuh kembangnya optimal, orangtua perlu memastikan asupan nutrisi anak terpenuhi dengan baik. Bila berjalan cukup lama, hal tersebut bisa memicu timbulnya kekurangan gizi pada si kecil. Berikut penjelasan seputar kurang gizi pada anak yang perlu diperhatikan orangtua:

Kondisi Anak Kurang Gizi

kondisi ini dapat dimulai ketika bayi atau masih berada di dalam kandungan.

Kurang gizi adalah dampak dari tidak terpenuhinya kebutuhan gizi anak yang telah berlangsung sejak lama.

Tidak hanya sampai di situ saja, setelah bayi lahir pun pemenuhan gizi untuk anak masih perlu diperhatikan setidaknya sampai ia berusia 2 tahun.

Hal tersebut harus menjadi perhatian utama yang tidak boleh disepelekan.

Gejala Umum Anak Kekurangan Gizi

Gejala bayi kurang gizi

Bayi yang mengalami kurang gizi biasanya akan menunjukkan beberapa ciri-ciri atau tanda fisik.gejala yang tampak saat bayi kekurangan gizi, yaitu:

  • Pertumbuhan bayi tidak berjalan seperti yang seharusnya, misalnya berat badan bayi tidak kunjung bertambah.
  • Bayi mengalami perubahan perilaku, misalnya merasa gelisah dan sering rewel.
  • Mudah merasa lelah karena persediaan energi kurang optimal ketimbang bayi seusianya.
  • Penting juga untuk diketahui bahwa ada kekurangan gizi bisa dibagi menjadi dua, yakni kurang gizi sedang (moderate malnutrition) dan kurang gizi akut (severe acute malnutrition).
  • Jika kurang gizi sedang pada bayi dibiarkan dalam waktu lama, kondisi ini bisa saja berkembang menjadi kekurangan gizi akut.

Gejala anak kurang gizi

Pada anak-anak yang mengalami kurang gizi berbagai tanda-tanda yang muncul, yakni:

  • Nafsu makan rendah
  • Anak mengalami gagal tumbuh (dilihat dari berat badan, tinggi badan, atau keduanya yang tidak sesuai dengan umurnya)
  • Kehilangan lemak dan massa otot tubuh
  • Kekuatan otot tubuh menghilang
  • Sangat mudah untuk marah, terlihat lesu, bahkan dapat menangis secara berlebihan
  • Mengalami kecemasan dan kurang perhatian terhadap lingkungan sekitar
  • Sulit berkonsentrasi dengan baik.
  • Kulit dan rambut kering, bahkan rambut mudah sekali rontok
  • Pipi dan mata tampak cekung
  • Proses penyembuhan luka sangat lama
  • Rentan terserang penyakit, dengan proses penyembuhan yang cenderung lama
  • Bahkan, anak bisa sampai mengalami kesulitan belajar ketika asupan gizi dalam tubuhnya kurang.
  • permasalahan kurang gizi pada anak
  • Berat badan kurang

 

kondisi ini juga menunjukkan ketidakselarasan antara berat dan tinggi badan anak. Dalam arti, berat anak biasanya terlalu ringan untuk ukuran tinggi badan yang dimilikinya.

Anak dikatakan memiliki berat badan kurang ketika nilai pengukuran z score di grafik pertumbuhan berada di antara <-2 SD sampai -3 standar deviasi (SD).

Selain tubuh yang kurus, gejala khas lainnya yang muncul ketika berat badan anak kurang yakni rentan sekali terserang penyakit. Kondisi ini sulit ditentukan sendiri oleh orangtua. Butuh bantuan dokter gizi anak untuk mengeceknya.

Pendek

Stunting tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan sudah terbentuk sejak lama karena tidak tercukupinya kebutuhan nutrisi anak selama masa pertumbuhan.

Selain asupan gizi, stunting juga disebabkan oleh penyakit infeksi berulang serta berat badan lahir rendah (BBLR).

Sejak anak berusia 3 bulan, kondisi stunting umumnya sudah mulai meningkat, hingga prosesnya semakin melambat saat anak berusia sekitar 3 tahun.

Mulai sejak inilah grafik pertumbuhan tinggi badan anak bergerak mengikuti grafik normal, tapi dengan penilaian yang berada di bawah normal.

Kurus

Berbeda dengan berat badan kurang (underweight), anak yang sangat kurus (wasting) memiliki berat yang sangat rendah dan tidak sesuai dengan tinggi badan.

Berat badan anak yang mengalami wasting biasanya jauh berada di bawah rentang normal yang seharusnya.

Indikator yang digunakan untuk menilai kemungkinan wasting pada anak yakni berat badan berbanding dengan tinggi badan (BB/TB).

Kondisi anak kurang gizi berat juga kerap digunakan untuk menggambarkan wasting.

Pasalnya, anak yang bertubuh sangat kurus biasanya sudah tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dalam waktu lama.

Bahkan, anak tersebut juga bisa saja mengalami penyakit yang berhubungan dengan kehilangan berat badan, misalnya diare.

Kekurangan vitamin dan mineral

Bukan anak kurang gizi saja yang bisa mengalami kekurangan vitamin dan mineral, tapi anak dengan berat badan normal pun punya risiko yang sama.

Tanda kekurangan vitamin menjadi salah satu kondisi anak kurang gizi.

Apabila anak Anda menunjukkan tanda-tanda seperti yang disebutkan sebelumnya, sebaiknya segera bawa anak Anda ke dokter.


Untitled-design-3.png
14/Oct/2022

Bukan cuma masalah kekurangan berat badan, bunda juga perlu waspada jika si kecil mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Obesitas anak termasuk kondisi medis serius, karena dapat meningkatkan si kecil terserang berbagai penyakit.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kondisi obesitas anak, seperti faktor pemicu, risiko, serta cara mencegahnya, simak penjelasan berikut ini.

Mengidentifikasi Kondisi Obesitas Anak

Kondisi obesitas diartikan jika si kecil memiliki berat badan di atas normal. Namun perlu diketahui, tidak semua anak yang mengalami kelebihan berat badan langsung dinyatakan obesitas.

Status berat badan pada anak-anak ditentukan oleh Indeks Massa Tubuh (IMT) berdasarkan perhitungan BMI. Anak memiliki kecenderungan obesitas ketika persentil BMI mereka berada pada rentang 23-29,9 sementara jika hasil perhitungan BMI nya lebih dari 30, artinya anak tersebut sudah mengalami obesitas.

Faktor Penyebab Obesitas pada Anak

Makanan dan Minuman

Terlalu sering mengonsumsi makanan berkalori tinggi, seperti makanan cepat saji, makanan yang mengandung banyak penyedap rasa, zat pemis dan pewarna, dapat memicu obesitas pada anak.

Jarang Melakukan Aktivitas Fisik

Anak yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berdiam diri seperti duduk menonton televisi atau bermain video game dan tidak berolahraga akan lebih mudah terkena obesitas.

Faktor Genetik

Apabila Parents maupun pasangan mengalami kelebihan berat badan, ini berpotensi menurun kepada si kecil. Atau jika Parents suka mengonsumsi makanan berkalori tinggi dan tidak banyak melakukan aktivitas fisik, hal ini juga membuat anak ikut meniru kebiasaan tersebut, hingga akhirnya ia mengalami obesitas.

Faktor Psikologi

Stres yang terjadi dapat meningkatkan risiko obesitas. Beberapa anak bahkan cenderung makan berlebihan untuk mengatasi berbagai masalah emosinya, misalnya melawan kebosanan atau rasa suntuk yang menghampiri.

Faktor Sosial Ekonomi

Di beberapa daerah tertentu ternyata masih ada anak-anak yang sulit mendapatkan makanan sehat. Dampaknya, membuat mereka lebih sering mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan mengandung banyak bahan pengawet.

Risiko Penyakit Akibat Kondisi Obesitas

Kolesterol Tinggi dan Tekanan Darah Tinggi

Pola makan buruk yang mengakibatkan obesitas pada anak dapat menyebabkan kolesterol atau tekanan darah tinggi. Hal ini juga berkontribusi pada penumpukan plak di arteri, sehingga arteri menyempit dan mengeras.

Menyebabkan Gangguan Tidur

Obesitas dapat menyebabkan gangguan serius pada pernapasan anak, termasuk saat ia tidur. Selama tidur, napas si kecil bisa saja berulang bisa berhenti dan terganggu. Inilah yang menyebabkan anak tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Risiko Asma

Anak yang mengalami obesitas akan lebih besar kemungkinannya untuk menderita asma.

Cara Mencegah Obesitas pada Anak

Konsumsi Makanan Sehat

Jika Parents selalu menyediakan makanan sehat di rumah, ini dapat mengurangi kemungkinan anak untuk mengonsumsi makanan tidak sehat. Parents juga bisa menyiapkan camilan alami, seperti yoghurt, buah, kacang-kacangan, telur rebus atau sayuran.

Hindari Makanan Olahan

Makanan olahan sering ditambahkan lemak, kalori, dan gula berlebih. Ini juga cenderung menyebabkan kecanduan pada anak untuk membuatnya makan sebanyak-banyaknya.

Jadi, sebisa mungkin hindari makanan olahan, ya. Lebih baik memasak makanan sendiri, karena lebih terjamin dan higienis.

Minum Air Putih yang Cukup

Air putih berguna untuk membantu proses metabolisme tubuh dan mencegah lapar yang berlebihan. Mengonsumsi air putih dapat menggantikan minuman lain yang tinggi kalori dan gula, sehingga baik untuk menurunkan berat badan ataupun menjaga berat badan ideal.

 

Meskipun obesitas anak dapat meningkatkan risiko terkena penyakit, tetapi kondisi ini masih bisa dicegah. Hal yang paling penting adalah tetap memerhatikan pola makan dan aktivitas anak agar obesitas tidak terjadi atau kondisinya tidak semakin parah.


Desain-tanpa-judul-9.png
13/Oct/2022

Selalu aktif dan energik merupakan hal yang umum terlihat pada anak, terutama pada masa prasekolah. Namun, Anda patut waspada bila perilaku aktifnya justru membuat mereka kesulitan untuk menjalani aktivitas sehari-hari atau bahkan menyebabkan gangguan interaksi dengan teman sebayanya. Kondisi ini bisa jadi merupakan gejala attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

Kategori Anak Hiperaktif atau ADHD

Perilaku anak hiperaktif atau anak dengan ADHD dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu kurang memperhatikan (inatensi) dan tidak bisa diam atau hiperaktif-impulsif.

Anak hiperaktif dengan kategori inatensi memiliki gejala sebagai berikut:

  • Mudah teralihkan dan memiliki perhatian yang pendek
  • Seringkali ceroboh dalam mengerjakan sesuatu
  • Mudah lupa atau kehilangan sesuatu
  • Selalu tidak tepat dalam menjalankan sebuah instruksi
  • Sulit mengikuti aktivitas yang menghabiskan terlalu banyak waktu

Sementara itu, anak hiperaktif dengan kategori hiperaktif-impulsif memiliki gejala berikut ini:

  • Tidak bisa duduk diam, terutama dalam lingkungan yang tenang
  • Selalu merasa gelisah
  • Sulit berkonsentrasi saat mengerjakan tugas
  • Suka menggerakkan tubuhnya secara berlebihan
  • Sering atau banyak berbicara
  • Tidak bisa menunggu giliran
  • Sering bertindak tanpa berpikir

Cara Mendampingi Anak Hiperaktif

Jika Anda memiliki anak hiperaktif, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengontrol perilaku anak:

  1. Membangun kehidupan anak yang terorganisir dan terstruktur

Bantulah anak Anda dalam mengelola kehidupannya, seperti mengatur waktu beraktivitas atau menjaga lingkungannya tetap rapi.

2. Menciptakan waktu tidur yang teratur

ADHD dapat menyebabkan masalah tidur yang membuat gejalanya semakin parah. Ciptakan waktu tidur anak yang baik dengan tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya.

3. Menerapkan disiplin positif pada anak

Terapkanlah disiplin yang tegas dengan penuh kasih sayang. Anda dapat melakukannya dengan cara menghargai perilaku baik yang anak lakukan dan mencegah perilaku negatif yang berada di luar kendali.

4. Menghabiskan waktu bersama anak

Luangkan waktu Anda setiap harinya untuk sekadar berbincang dan beraktivitas bersama anak. Berikan anak Anda perhatian penuh dan pujilah perilaku positif yang ia lakukan.

5. Membina hubungan keluarga yang sehat

Hubungan antara semua anggota keluarga berperan besar dalam mengelola atau mengubah perilaku anak hiperaktif. Pasangan suami-istri dengan ikatan yang kuat sering kali merasa lebih mudah menghadapi tantangan menjadi orang tua.

Dukungan penuh dari orang tua, tenaga pengajar, dan orang-orang di sekitarnya sangatlah penting untuk tumbuh kembang anak hiperaktif. Bawalah ia ke dokter secara berkala untuk memastikan perkembangannya. Anda juga bisa meminta bantuan terapis profesional untuk memberikan pelatihan atau bimbingan khusus.


aa5xe-bi3y5.png
12/Oct/2022

Diare pada anak adalah salah satu penyakit yang bisa disembuhkan di rumah, asalkan dengan penanganan yang tepat

Penanganan diare pada anak dari segi makanan harus dilakukan dengan tepat ya, Bun. Yuk, ketahui tips penanganan diare pada anak berikut ini.

Asupan Makanan saat Anak Diare

Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya Bunda pahami mengenai asupan makanan saat anak diare.

  • Tetap makan 3 kali sehari, walau dalam porsi lebih sedikit.
  • Konsumsi makanan yang mengandung garam, misalnya biskuit atau sup.
  • Jika dibutuhkan, penanganan diare pada anak boleh mengikutsertakan beberapa jenis makanan berikut:
  • Daging ayam, ikan, atau sapi yang sudah dimasak dengan baik
  • Telur rebus
  • Pisang
  • Bubur apel

Makanan yang Harus Dihindari saat Anak Diare

  • Makanan yang digoreng dan makanan berminyak
  • Fast food atau makanan olahan seperti nugget dan sosis
  • Jus dalam kemasan yang mengandung banyak gula

Penuhi Kebutuhan Cairan

Diare pada anak sering dibarengi dengan kondisi kekurangan cairan dan dehidrasi. Kehilangan cairan tubuh harus segera diatasi, yaitu dengan meningkatkan konsumsi cairan harian. Produk minuman lain seperti oralit atau pedialit bisa membantu kadar cairan tubuh anak

Sup kaldu, jus buah, dan susu tanpa laktosa juga dapat menjadi pilihan nutrisi. Susu pertumbuhan berbahan dasar kedelai (tanpa kandungan laktosa), dapat diberikan kepada buah hati saat ia diare.

Nah, dengan tips dan panduan asupan makanan saat anak diare, Bunda bisa memastikan nutrisi buah hati tetap terpenuhi dan segera sehat kembali.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak