Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Desain-tanpa-judul.png
28/Nov/2022

Asma adalah suatu penyakit saluran napas yang bisa menyerang siapapun, termasuk anak-anak. Kondisi ini ditandai oleh tiga hal, yaitu menciutnya saluran napas, pembengkakan selaput lendir saluran napas, dan pengeluaran lendir yang berlebihan.

Gejala asma pada anak
Perbedaan asma yang dialami oleh anak-anak dan dewasa adalah dari konsistensi gejala yang dirasakannya. Biasanya, orang dewasa akan mengalami gejala asma lebih konsisten sehingga terkadang memerlukan pengobatan harian untuk meredakannya.

Sementara itu, gejala asma yang dialami oleh anak cenderung tidak teratur. Namun, baik pada orang dewasa maupun anak, asma dapat memicu sesak.

Penyebab utama asma pada anak biasanya karena faktor genetik yang terjadi ketika dalam keluarga ada beberapa anggota keluarga yang menderita asma. Selain faktor genetik, ada hal-hal lain yang bisa menjadi pemicu asma pada anak, yaitu:

Faktor bawaan lahir
Infeksi saluran napas yang terjadi berulang dan parah, termasuk pilek, pneumonia, bronkitis, dan infeksi sinus.
Anak terkena pemicu alergi tertentu (alergen), seperti tungau, debu, bulu hewan peliharaan, dan serbuk sari.
Terkena paparan polusi udara, bahan kimia, udara dingin, bau, atau asap dapat mengganggu saluran udara anak.
Olahraga atau aktivitas fisik yang dijalani anak yang berat.

Asma dapat sembuh jika gejalanya dapat mengendalikan asma agar tidak timbul. Bahkan, penelitian menyebutkan bahwa 80% asma pada anak tidak menimbulkan gejala lagi ketika mereka berlanjut usia remaja. Sayangnya, 20% penyakit asma yang dialami anak, anak berlanjut sampai mereka dewasa.

Asma pada anak lebih sering berbentuk intermiten dan persisten ringan. Untuk mengetahui derajat keparahannya, Sahabat MIKA perlu melakukan pemeriksaan fisik dan tes penunjang seperti rontgen dada.

Jika anak berusia 6 tahun atau lebih, dokter juga mungkin menjalani tes paru sederhana yang disebut spirometri. Tes ini bertujuan untuk mengukur jumlah udara di paru-paru anak dan seberapa cepat ia bisa mengeluarkannya.

Ketika sudah dipastikan bahwa anak menderita asma, maka pemberian pengobatan dilanjutkan. Pengobatan asma bertujuan melebarkan saluran napas, mengurangi pembengkakan, dan mengencerkan serta mengeluarkan lendir.

Ada dua jenis obat asma untuk anak, yaitu controller untuk mencegah kambuhnya gejala asma dan reliever untuk meredakan gejala asma dengan cepat ketika kambuh.

Jika anak Anda menunjukan tanda-tanda asma, maka sebaiknya menghindari faktor pemicu atau pencetus asma, seperti:

Tungau debu rumah
Lumut, yang biasanya ada di dapur atau kamar mandi
Binatang peliharaan terutama yang berbulu
Asap, baik itu asap rokok, asap pabrik, asap kendaraan bermotor
Kecoa atau serangga
Bahan kimia semprot
Tepung sari bunga
Infeksi virus
Makanan tertentu: coklat, es, jajanan anak dengan zat pengawet, pewarna
Jaga selalu kondisi anak dari stres dan faktor psikologis lainnya

Obesitas atau kelebihan berat badan dapat membuat gejala asma semakin buruk. Bahkan, obesitas pada anak bisa memicu masalah kesehatan lainnya yang tentu berbahaya bagi si Kecil.

Untuk itulah, selalu jaga berat badan anak. Pastikan anak hanya mengonsumsi makanan sehat dan menjalani gaya hidup sehat agar berat badan selalu ideal.


Desain-tanpa-judul-13.png
26/Nov/2022

kependekan dari influenza, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus pernapasan. Penyakit ini berbeda dengan pilek biasa atau common cold (selesma). Flu terjadi karena infeksi virus influenza, sedangkan pilek biasa disebabkan oleh infeksi virus rhinovirus. Bukan sekadar perbedaan penyebab, nyatanya flu lebih berbahaya daripada pilek biasa, termasuk bila terjadi pada anak. Berikut penjelasan lengkap mengenai influenza pada anak serta cara mengatasinya.

Ketika seseorang yang sedang flu mengalami batuk atau bersin, virus influenza terbang ke udara. Orang-orang di dekatnya, termasuk anak-anak, dapat menghirup udara yang sudah tercampur virus ini.

Anak kemudian menempatkan tangan atau jari di hidung, mulut, atau menggosok mata sehingga virus masuk ke tubuhnya. Flu, kependekan dari influenza, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus pernapasan. Penyakit ini berbeda dengan pilek biasa atau common cold (selesma). Flu terjadi karena infeksi virus influenza, sedangkan pilek biasa disebabkan oleh infeksi virus rhinovirus. Bukan sekadar perbedaan penyebab, nyatanya flu lebih berbahaya daripada pilek biasa, termasuk bila terjadi pada anak. Berikut penjelasan lengkap mengenai influenza pada anak serta cara mengatasinya.

Bagaimana influenza bisa terjadi pada anak?
mencegah flu anak
Flu (influenza) adalah penyakit pernapasan akibat infeksi virus influenza yang dapat menular. Virus ini dapat menyebar dengan cepat karena penularannya dari orang ke orang.

Ketika seseorang yang sedang flu mengalami batuk atau bersin, virus influenza terbang ke udara. Orang-orang di dekatnya, termasuk anak-anak, dapat menghirup udara yang sudah tercampur virus ini.

Selain itu, virus ini dapat menyebar ketika anak menyentuh permukaan yang keras, seperti pegangan pintu, yang sudah terpapar virus.

Anak kemudian menempatkan tangan atau jari di hidung, mulut, atau menggosok mata sehingga virus masuk ke tubuhnya.

Adapun penularan penyakit pernapasan pada anak ini paling sering terjadi pada anak usia prasekolah dan anak usia sekolah, terutama saat musim hujan (dingin) atau epidemi terjadi.

Melansir John Hopkins Medicine, virus bisa ditularkan pada 24 jam sebelum gejala mulai dan berlanjut saat gejala aktif.

Risiko penularan umumnya akan berhenti sekitar tujuh hari setelah penyakit muncul.

Apa saja gejala flu pada anak?
benjolan di leher anak
Meski terjadi pada pernapasan, flu bisa memengaruhi seluruh badan. Berikut adalah beberapa gejala flu yang sering terjadi pada anak.

  • Anak demam mendadak (biasanya di atas 38°C).
  • Menggigil dan tubuh gemetar.
  • Anak sakit kepala atau pusing, nyeri otot, dan lebih lelah dari biasanya.
  • Sakit tenggorokan.
  • Batuk pada anak.
  • Pilek dan hidung tersumbat.
  • Pada beberapa kasus, flu juga bisa menyebabkan mual, muntah, dan diare pada anak. Adapun gejala-gejala ini bisa bertahan selama
  • seminggu atau bahkan lebih lama.

Namun, komplikasi flu bisa terjadi yang bisa menimbulkan gejala parah, bahkan pada kasus yang jarang dapat menyebabkan kematian.

Beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat flu, yaitu:

  • infeksi paru-paru atau pneumonia pada anak,
  • dehidrasi,
  • gangguan pada otak,
  • masalah sinus, dan ‘
  • infeksi telinga pada anak.

dapun kondisi medis kronis yang dimaksud, yakni:

 

  • anak yang memiliki penyakit jantung,
  • paru-paru,penyakit ginjal,
  • masalah sistem kekebalan tubuh,
  • diabetes melitus,
  • beberapa penyakit darah,
  • masalah otot, hingga
  • gangguan saraf pada anak.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya segera bawa anak Anda ke rumah sakit jika memiliki kondisi medis di atas dan mengalami gejala flu yang parah.

Sebagai contoh, gejala yang tidak membaik dalam beberapa minggu, sulit bernapas, nyeri dada, atau kejang pada anak.


Desain-tanpa-judul-7-1.png
25/Nov/2022

Telur setengah matang jadi salah satu makanan favorit banyak orang, meski tak sedikit juga yang menghindarinya. Beberapa orang menyebut makan telur setengah matang memiliki manfaat yang lebih banyak, yakni mengandung vitamin yang lebih utuh.

Ada banyak kandungan gizi telur yang bermanfaat untuk tubuh, mulai dari protein, vitamin, dan mineral. Makan telur setengah matang dinilai lebih sehat dan lebih direkomendasikan karena memiliki banyak manfaat, khususnya menjaga nilai gizinya jadi lebih utuh.

Manfaat makan telur setengah matang berkaitan erat dengan proses pengolahannya. Sebab, proses pengolahan telur yang dimasak suhu tinggi mungkin membuat kandungan gizi telur tidak setinggi saat mentah ataupun setengah matang.

Beberapa nutrisi telur yang berkurang adalah vitamin A, vitamin B5, fosfor, dan kalium.

Semua zat tersebut biasanya terkonsentrasi pada kuning telur. Inilah sebabnya kuning telur setengah matang dianggap lebih bernutrisi ketimbang kuning telur yang direbus hingga matang sempurna. Meski demikian, sebagai makanan tinggi protein, telur setengah matang tidak membawa manfaat lebih untuk kesehatan, khususnya dalam penyerapan protein. Pasalnya, Anda harus memasak telur sampai matang untuk mendapatkan kandungan protein utuh pada telur.

Sebuah penelitian menyebutkan, semakin matang telur yang dikonsumsi, semakin baik juga penyerapan nutrisinya di dalam tubuh.

Risiko bahaya makan telur setengah matang

Meski kandungan nutrisinya dinilai lebih tinggi, risiko bahaya makan telur setengah matang juga perlu dipertimbangkan. Salah satu risiko bahaya kesehatan akibat makan telur setengah matang adalah adanya kontaminasi bakteri Salmonella.

Ibu hamil adalah kelompok orang yang tidak dianjurkan makan makanan mentah, termasuk telur setengah matang. Hal ini karena bakteri Salmonella yang mungkin berada di telur setengah matang berisiko membahayakan janin di dalam kandungan.

Beberapa bahaya konsumsi telur setengah matang yang terkontaminasi bakteri Salmonella, antara lain:

  • Diare
  • Muntah
  • Demam
  • Kram perut

Jika Anda senang mengonsumsi telur yang belum terlalu matang, pastikan memilih telur yang sudah dipasteurisasi. Anda baiknya, bersihkan dulu telur sebab terkadang kotoran yang menempel di cangkang telur juga bisa membawa bakteri Salmonella.


Desain-tanpa-judul-5-2.png
24/Nov/2022

Alergen pada tiap penderita alergi belum tentu sama dan bisa sangat beragam, mulai dari makanan, suhu panas atau dingin, debu, bulu hewan, polusi, obat-obatan, hingga bahan kimia pada sabun atau produk perawatan tubuh lainnya.

Saat seorang yang memiliki alergi terpapar alergen, tubuhnya akan bereaksi dengan menghasilkan respons perlawanan yang kemudian menimbulkan gejala alergi, seperti bersin, batuk, kulit merah dan gatal, diare, atau bengkak di bagian tubuh tertentu.

Sebenarnya, jika salah satu atau bahkan kedua orang tua menderita alergi, bukan berarti anaknya pasti juga akan menderita alergi. Namun, peluangnya memang lebih besar daripada anak yang tidak ada riwayat alergi dalam keluarga. Riwayat alergi keluarga bisa meningkatkan risiko kemungkinan anak mengalami alergi hingga 80%.

Reaksi alergi yang timbul bisa berbeda dari waktu ke waktu. Mama atau Papa mungkin tidak sadar bahwa selama ini menderita alergi dan ternyata berpotensi menularkannya pada Si Kecil.

Misalnya jika selama ini Mama atau Papa sering batuk di malam hari tanpa disertai demam dan dahak tidak berwarna, kemungkinan kondisi ini merupakan gejala alergi.

Beberapa gejala alergi yang dapat muncul ketika Mama atau Papa terpapar alergen meliputi:

  • Mata gatal, kemerahan, berair, atau bengkak.
  • Hidung berair, gatal, bersin-bersin, dan pilek.
  • Bibir dan lidah gatal, kemerahan, dan bengkak.
  • Nyeri di tenggorokan.
  • Sesak napas atau napas pendek.
  • Kulit gatal, merah, serta bentol-bentol.
  • Gangguan pencernaan, seperti sakit perut, diare, sembelit, dan mual muntah.
  • Sakit kepala.
  • Pada kasus tertentu, reaksi alergi bisa cukup berat hingga menimbulkan kondisi yang disebut syok anafilaktik. Gejalanya berupa sulit
  • bernapas, denyut jantung meningkat, pucat, hingga pingsan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat mengancam nyawa.

Penyakit alergi belum dapat disembuhkan sepenuhnya, namun gejalanya dapat dicegah dengan mengenali dan menghindari zat-zat pemicu alergi.


Desain-tanpa-judul-3-1.png
23/Nov/2022

Bagaimana anak bisa mendapat pelajaran dari bermain? Jawabannya simpel: bermain memungkinkan anak-anak meniru apa yang mereka lihat dan melatih keterampilannya. Selain mengembangkan diri sendiri, bermain juga membantu Si Kecil berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain.

Manfaat Bermain untuk Anak

Bermain membantu anak memiliki perkembangan yang sehat serta kemampuan berpikir kritis. Bermain dapat memperkuat ingatan, membantu anak-anak memahami sebab akibat, serta mengarahkan mereka untuk menjelajahi dunia dan peran mereka di dalamnya.

Bermain juga mendorong imajinasi Si Kecil. Permainan yang kreatif membantu anak-anak membuat konsep, bertukar pikiran dan melatih kemampuan kritis.

Secara fisik, bermain dapat bermanfaat bagi Si Kecil dalam beberapa hal—termasuk perkembangan motorik halus dan kasarnya.

Bermain juga melatih stamina, fleksibilitas dan meningkatkan kesadaran anak terkait tubuhnya. Otot dan tulang Si Kecil menjadi lebbih kuat. Ia pun mendapat banyak manfaat kesehatan, bahkan membantunya hingga dewasa kelak.

Berpengaruh pada hubungan sosial anak

Bermain juga penting bagi perkembangan sosial karena membantu anak belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Melalui permainan, anak-anak mengembangkan pemahaman tentang ekspektasi dan aturan sosial. Bermain juga memberi kesempatan untuk berbagi pemikiran dan gagasan serta berkompromi.

Manfaat bagi perkembangan emosional

Selain ketiga hal di atas, bermain juga membantu anak mengenal dan memproses emosi mereka. “Anak-anak memproses emosi dan konsep baru melalui bermain,” ujar Kim Wheeler Poitevien, terapis anak asal Philadelphia.

Sebagai contoh, ketika anak-anak kalah dalam permainan, mereka memproses rasa sedih, marah, dan duka. Itu menumbuhkan kemampuan anak untuk berdamai dengan perubahan. Bermain juga membantu Si Kecil membangun rasa percaya diri dan mendorong perkembangan identitasnya. Dengan bermain, anak-anak dapat menghadapi tantangan hidup dalam cara yang bisa mereka pahami dan proses.

Sebaiknya, Peran Bunda saat bermain bersama anak adalah menunjukkan minat serta memberikan dorongan dan persetujuan untuknya. Namun, jika Si Kecil melakukan kesalahan saat bermain, penting untuk memberi tahu dan mengajatinya agar tidak melakukan hal yang sama. Selamat bermain bersama Si Kecil ya, Bunda!


Untitled-design.png
22/Nov/2022

Hal pertama yang terjadi pada kondisi psikologis anak kurang kasih sayang adalah kemungkinan anak akan kesulitan untuk mengidentifikasikan emosi mereka.

Ini disebabkan oleh kurangnya perhatian yang diberikan oleh orang tua, sehingga orang tua tidak pernah mengajari cara menangani perasaan yang dimiliki anak secara sehat. Akibatnya, anak pun tidak dapat mengenali kelemahan dan kelebihan mereka.

Memiliki kekurangan dalam keterampilan

Kurangnya afeksi dan kepekaan emosional orang tua dalam mengasuh anak memungkinkan mereka mengalami kesulitan saat membentuk keterikatan di kemudian hari dalam hidup.

Kurangnya keterlibatan orang tua dalam membimbing anak di rumah akan mempersulit anak untuk mempelajari beberapa perilaku yang didapat di sekolah, sehingga membuat kemungkinan besar bagi mereka untuk memiliki pribadi yang bermasalah di kemudian hari.

Anak kurang kasih sayang cenderung sulit percaya diri

Kurangnya kasih sayang dari orang tua menyebabkan hubungan anak dengan diri sendiri menjadi hubungan yang sulit. Yang paling buruk adalah ketika mereka merasa bahwa diri mereka sendiri adalah musuh terbesar yang mereka miliki.

Kurang percaya diri dapat dirasakan oleh anak karena merasa bahwa hidup ini merupakan pertempuran dengan diri sendiri. Mereka dikelilingi dengan standar yang mereka anggap tinggi yang mereka rasa tidak bisa diraih karena tidak adanya dorongan dari orang tua.

Kepercayaan diri sangat penting dibangun sejak dini, bantuan orang tua juga sangat berpengaruh dalam proses ini. Meski ini adalah perjalanan yang panjang, namun sangat penting untuk menekankan pada anak bahwa mereka memiliki kemampuan untuk membuat perbedaan.

Anak kurang kasih sayang cenderung mengisolasi diri

Isolasi diri ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dalam membentuk hubungan sosial yang baik. Kerenggangan hubungan dengan orang tua bisa menjadi salah satu alasan mengapa anak cenderung menutup diri.

Maka dari itu, sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan afeksi yang bisa dirasakan secara fisik dan juga mendukung pertumbuhan mental anak.

Orang tua harus memastikan bahwa anak-anak adalah prioritas. Mereka berhak menerima cinta dan perhatian yang mereka butuhkan dari orang tua. Ada hubungan antara kasih sayang yang diberikan orang tua di masa kecil dan kesehatan mental serta kebahagiaan di masa dewasa.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan penuh cinta untuk anak-anak, sehingga membuat anak-anak merasa mereka ada untuk membimbing dan mendukung anak-anaknya.


Desain-tanpa-judul-1.png
21/Nov/2022

Anak agar gemar membaca patut menjadi perhatian para orang tua. Pasalnya, di zaman teknologi pesat seperti sekarang, anak-anak cenderung tidak lagi tertarik untuk membaca dan lebih menyukai bermain media sosial atau game online.

Padahal, seperti diketahui, membaca memiliki segudang manfaat. Pepatah ‘membaca adalah jendela dunia’ masih sangat relevan. Ya, dengan membaca, wawasan seorang akan bertambah. Cara berpikir seseorang juga akan makin luas.

 

Membaca Bersama sebelum Tidur

Dapatkan waktu berkualitas bersama di pengujung hari. Membaca dengan suara keras membantu anak-anak menghidupkan cerita. Bicarakan tentang apa yang Anda baca bersamanya.

Ajukan pertanyaan seperti, “Menurut kamu apa yang akan terjadi selanjutnya?” Dalam beberapa malam selanjutnya, Anda dapat mengubah kebiasaan dengan bergantian meminta anak Anda untuk membacakan cerita buat Anda.

Beri Contoh

Jika anak-anak melihat Anda membaca, mereka akan cenderung meniru dan mereka akan ikut membaca buku yang mereka sukai.

Miliki Kartu Perpustakaan

Sebagian besar komunitas menawarkan akses perpustakaan gratis. Beberapa perpustakaan memiliki program membaca dengan permainan dan hadiah untuk membuat anak-anak tetap sibuk saat sekolah libur.

Selingi dengan Kegiatan

Anda bisa memberikan waktu untuk anak membaca buku melalui e-book atau membaca cerita secara virtual. Hal ini untuk menghindari kejenuhan membaca buku dengan cara yang sama berulang-ulang.

Baca Apa yang Mereka Baca

Ikuti minat mereka dengan mengikuti apa yang dibaca anak-anak Anda. Hal ini membuatnya lebih menyenangkan dan memberi Anda sesuatu yang menyenangkan untuk dibicarakan bersama.

Ciptakan sudut baca

Area nyaman dan nyaman di rumah Anda dapat diubah menjadi “zona membaca” keluarga. Cukup tambahkan selimut, bantal, kursi yang nyaman, dan jendela atau lampu!

Semua Bacaan adalah Bacaan yang Baik

Biarkan anak-anak tahu bahwa membaca itu bagus, apa pun yang mereka minati. Apa pun bisa: fiksi, biografi, majalah anak-anak, buku komik, atau bahkan membaca buku masak di dapur!

Teman dan keluarga dapat memberikan hadiah buku untuk ulang tahun atau liburan. Saat memberikan hadiah tersebut, mintalah si pemberi untuk menulis pesan di dalam sampul buku. Anak Anda dapat menghargai buku dan pesan dari orang yang dicintai selama bertahun-tahun yang akan datang.


Desain-tanpa-judul-4-2.png
19/Nov/2022

 

Penyebab mata bayi kuning dikarenakan adanya penumpukan bilirubin di dalam darah bayi. Bilirubin adalah zat kuning yang secara alami dihasilkan setelah sel darah merah dihancurkan.

Nah, bayi memiliki bilirubin sejak di dalam kandungan. Bilirubin berfungsi mengatur kadar zat besi beragam jenis protein. Namun, jika kadarnya berlebihan bisa bikin mata bayi menguning.

Minimnya asupan ASI dapat menyebabkan mata bayi menguning. Pasalnya, kekurangan ASI membuat bilirubin sulit dikeluarkan dari tubuh bayi.

Meski begitu, ketika asupan ASI bayi kembali terpenuhi, mata bayi akan kembali normal.

Nah, untuk mengatasi penyebab mata bayi kuning akibat kekurangan ASI, IDAI menganjurkan agar kamu memberikan ASI minimal delapan kali sehari.

Kandungan nutrisi tertentu pada ASI bisa membuat usus bayi menahan bilirubin.

Kondisi ini menyebabkan zat kuning tidak dapat dikeluarkan lewat feses. Akibatnya, mata bayi menguning.

Sistem kekebalan ibu bisa menyerang sel darah merah janin ketika berada di kandungan. Hal ini terjadi ketika bayi dan ibu memiliki golongan darah berbeda.

Kondisi ini menyebabkan sel darah merah bayi pecah sebelum dia dilahirkan. Akibatnya, produksi bilirubin meningkat. Bayi pun bisa mengalami mata kuning sejak usia satu hari setelah dilahirkan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, kamu bisa melakukan transfusi tukar. Cara menurunkan kuning bayi dengan cepat ini dilakukan dengan mengeluarkan darah bayi.

Bayi prematur berisiko lebih besar mengalami pendarahan internal. Soalnya, lonjakan sel darah merah di dalam tubuh bayi menyebabkan penumpukan kadar bilirubin.

Kondisi ini membuat mata bayi menguning.

Mata bayi baru lahir yang berwarna kuning bisa jadi disebabkan oleh kondisi normal. Kondisi ini umumnya bisa sembuh dengan sendirinya ketika bayi memasuki usia dua minggu.

Ketika berusia dua pekan, fungsi hati bayi sudah berkembang lebih optimal dalam menyaring bilirubin.

Meski begitu, menurut dr. Atika, mata kuning pada bayi tetap harus diwaspadai. Terutama, jika warna kuning terlihat begitu pekat di seluruh tubuh dan tidak berkurang walaupun bayi telah berusia lebih dari dua minggu.


Desain-tanpa-judul-2-2.png
18/Nov/2022

Penyakit ini menyebar melalui udara dengan tetesan hasil pernafasan yang dihasilkan dari batuk atau bersin.
Gejala campak tidak muncul hingga 10 sampai 14 hari setelah paparan. Gejala tersebut termasuk batuk, pilek, mata meradang, sakit tenggorokan, demam, dan ruam kulit berbercak kemerahan.
Tidak ada pengobatan untuk menyembuhkan infeksi campak yang sudah terjadi, tetapi penurun demam atau vitamin A yang dijual bebas dapat meringankan gejala.

Campak dapat menjadi masalah serius untuk semua kelompok umur. Akan tetapi anak berusia di bawah 5 tahun dan dewasa lebih dari 20 tahun lebih sering mengalami komplikasi. Komplikasi yang sering terjadi adalah infeksi telinga yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran, serta diare (1 dari 10 anak). Beberapa dapat mengalami komplikasi berat berupa pneumonia (1 dari 20 anak) yang merupakan penyebab kematian tersering pada campak, dan ensefalitis (1 dari 1000 anak) yang dapat berakhir dengan kematian. Setiap 1000 anak yang menderita campak, 1 atau 2 di antaranya meninggal dunia.

Gejala campak :

1. Gejala pada tubuh berbentuk ruam makulopapular. Ruam muncul pada muka dan leher, dimulai dari belakang telinga, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam bertahan selama 3 hari atau lebih pada kisaran hari ke-4 sampai ke-7 demam. Ruam muncul saat demam mencapai puncaknya. Ruam berakhir dalam 5 sampai 6 hari, dan menjadi berwarna seperti tembaga atau kehitaman.

2. Tanda khas (patognomonis) ditemukan Koplik’s spot atau bercak putih keabuan dengan dasar merah di pipi bagian dalam.

3. Demam dengan suhu badan biasanya >380C selama 3 hari atau lebih dan akan berakhir setelah 4-7 hari. Demam tinggi terjadi setelah 10

12 hari setelah tertular. Terdapat pula batuk, pilek, mata merah atau mata berair

Keberhasilan Imunisasi Campak

Sebelum vaksin campak dikenalkan pada tahun 1963 dan digunakan secara luas, infeksi virus campak hampir universal selama masa kanak-kanak, dan hampir 90% kebal saat berusia 15 tahun. Campak masih merupakan penyakit fatal di negara berkembang. Walaupun vaksin yang aman dan cost-effective telah tersedia, terdapat 110.000 kematian global akibat campak pada tahun 2017, sebagian besar mengenai anak berusia di bawah 5 tahun. Vaksinasi berhasil menurunkan 80% kematian akibat campak di seluruh dunia antara tahun 2000 sampai 2017.

Mengapa Kasus Campak Mengalami Peningkatan?

Sebelum dilaksanakan program imunisasi campak, epidemi terjadi setiap beberapa tahun, namun dengan suksesnya pemberian vaksinasi campak, kasus menjadi sangat jarang ditemui di banyak tempat. Vaksin campak digunakan hampir di seluruh negara di dunia pada 1980-an, dan berdampak kasus menurun secara signifikan, sehingga beberapa negara menyatakan bahwa vaksin itu telah dieliminasi.

Apa yang Terjadi dengan Kekebalan terhadap Campak?

Adanya kesenjangan kekebalan terbukti pada anak dan dewasa muda di Meksiko, Prancis dan Madagaskar yang hampir tidak memiliki titer kekebalan terhadap campak. Ketidakberhasilan mencapai cakupan 95%, juta menyebabkan makin banyaknya individu yang tidak kebal.


Desain-tanpa-judul.png
17/Nov/2022

ASI adalah Air Susu Ibu yang merupakan sumber gizi utama bagi bayi yang belum bisa mengonsumsi makanan padat. Pemberian ASI untuk bayi disarankan hingga Si Kecil berusia 2 tahun. Setelah menginjak usia 6 bulan, biasanya bayi diberi makanan pendamping ASI (MPASI). Meski demikian, pemberian ASI disarankan terus berlanjut hingga usia 2 tahun

Manfaat ASI

Asupan yang paling baik untuk diberikan kepada si kecil adalah ASI. Selama 6 bulan pertama kehidupan bayi, ibu tidak perlu memberikan tambahan asupan apa pun lagi, karena air susu ibu sudah memenuhi nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang bayi. Contohnya seperti vitamin, protein, dan lemak

Sebagai Antibodi Bayi

Air susu ibu mengandung zat antibodi yang membuat sistem kekebalan tubuh bayi lebih kuat dan bisa membantunya melawan segala bakteri dan virus. Bayi akan terhindar dari risiko terserang diare, sembelit, infeksi telinga, dan infeksi saluran pernapasan.

Penting untuk Tulang

ASI sangat penting untuk diberikan kepada si kecil selama tiga bulan hingga lebih, karena dapat menguatkan tulang leher dan tulang belakangnya.

Berat Badan Bayi Tetap Seimbang

ASI tidak akan membuat bayi terlalu gemuk, melainkan dapat menjaga berat badannya tetap seimbang. Para ahli mengungkapkan bahwa kandungan insulin yang terdapat pada ASI lebih sedikit daripada yang ditemukan pada susu formula. Insulin adalah kandungan yang dapat memicu pembentukan lemak.

Mencerdaskan Bayi

Ibu tentu ingin bayinya tumbuh menjadi anak yang cerdas. Memberikan ASI eksklusif adalah kuncinya. Para ahli berpendapat bahwa kandungan asam lemak pada air susu ibu dapat mencerdaskan otak bayi.

Manfaat Memberikan ASI untuk Ibu

Tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan bayi, memberikan ASI eksklusif juga dapat mendatangkan sejumlah keuntungan untuk ibu,

Membantu Ibu Menurunkan Berat Badan

Tidak hanya olahraga saja lho, yang bisa membakar kalori, menyusui juga bisa. Dengan menyusui, kalori yang dikeluarkan dapat mencapai 500 kalori per harinya.

Menyusui Bisa Menjadi KB Alami

Memberikan ASI eksklusif dapat menghambat ovulasi, sehingga mencegah kehamilan. Metode KB alami dengan cara menyusui dapat berhasil jika ibu siap menyusui kapan pun bayi membutuhkan.

Membangun Keintiman dengan Si Kecil

Waktu menyusui adalah saat dimana ibu dapat membangun jalinan emosi yang intim dengan bayi. Si kecil dapat merasakan kehangatan dan aroma tubuh ibu, dan ibu pun bersentuhan kulit dan memandangi si kecil.

ASI berubah menjadi ASI matang pada saat bayi berusia sekitar dua minggu. Dibandingkan dengan kolostrum, ASI matang lebih rendah protein tapi lebih tinggi lemak dan karbohidratnya. ASI matang mengandung sekitar 90 persen air untuk memenuhi kebutuhan cairan bayi.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak