Asma adalah suatu penyakit saluran napas yang bisa menyerang siapapun, termasuk anak-anak. Kondisi ini ditandai oleh tiga hal, yaitu menciutnya saluran napas, pembengkakan selaput lendir saluran napas, dan pengeluaran lendir yang berlebihan.
Gejala asma pada anak
Perbedaan asma yang dialami oleh anak-anak dan dewasa adalah dari konsistensi gejala yang dirasakannya. Biasanya, orang dewasa akan mengalami gejala asma lebih konsisten sehingga terkadang memerlukan pengobatan harian untuk meredakannya.
Sementara itu, gejala asma yang dialami oleh anak cenderung tidak teratur. Namun, baik pada orang dewasa maupun anak, asma dapat memicu sesak.
Penyebab utama asma pada anak biasanya karena faktor genetik yang terjadi ketika dalam keluarga ada beberapa anggota keluarga yang menderita asma. Selain faktor genetik, ada hal-hal lain yang bisa menjadi pemicu asma pada anak, yaitu:
Faktor bawaan lahir
Infeksi saluran napas yang terjadi berulang dan parah, termasuk pilek, pneumonia, bronkitis, dan infeksi sinus.
Anak terkena pemicu alergi tertentu (alergen), seperti tungau, debu, bulu hewan peliharaan, dan serbuk sari.
Terkena paparan polusi udara, bahan kimia, udara dingin, bau, atau asap dapat mengganggu saluran udara anak.
Olahraga atau aktivitas fisik yang dijalani anak yang berat.
Asma dapat sembuh jika gejalanya dapat mengendalikan asma agar tidak timbul. Bahkan, penelitian menyebutkan bahwa 80% asma pada anak tidak menimbulkan gejala lagi ketika mereka berlanjut usia remaja. Sayangnya, 20% penyakit asma yang dialami anak, anak berlanjut sampai mereka dewasa.
Asma pada anak lebih sering berbentuk intermiten dan persisten ringan. Untuk mengetahui derajat keparahannya, Sahabat MIKA perlu melakukan pemeriksaan fisik dan tes penunjang seperti rontgen dada.
Jika anak berusia 6 tahun atau lebih, dokter juga mungkin menjalani tes paru sederhana yang disebut spirometri. Tes ini bertujuan untuk mengukur jumlah udara di paru-paru anak dan seberapa cepat ia bisa mengeluarkannya.
Ketika sudah dipastikan bahwa anak menderita asma, maka pemberian pengobatan dilanjutkan. Pengobatan asma bertujuan melebarkan saluran napas, mengurangi pembengkakan, dan mengencerkan serta mengeluarkan lendir.
Ada dua jenis obat asma untuk anak, yaitu controller untuk mencegah kambuhnya gejala asma dan reliever untuk meredakan gejala asma dengan cepat ketika kambuh.
Jika anak Anda menunjukan tanda-tanda asma, maka sebaiknya menghindari faktor pemicu atau pencetus asma, seperti:
Tungau debu rumah
Lumut, yang biasanya ada di dapur atau kamar mandi
Binatang peliharaan terutama yang berbulu
Asap, baik itu asap rokok, asap pabrik, asap kendaraan bermotor
Kecoa atau serangga
Bahan kimia semprot
Tepung sari bunga
Infeksi virus
Makanan tertentu: coklat, es, jajanan anak dengan zat pengawet, pewarna
Jaga selalu kondisi anak dari stres dan faktor psikologis lainnya
Obesitas atau kelebihan berat badan dapat membuat gejala asma semakin buruk. Bahkan, obesitas pada anak bisa memicu masalah kesehatan lainnya yang tentu berbahaya bagi si Kecil.
Untuk itulah, selalu jaga berat badan anak. Pastikan anak hanya mengonsumsi makanan sehat dan menjalani gaya hidup sehat agar berat badan selalu ideal.











