Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Desain-tanpa-judul-6.png
16/Nov/2022

Memenuhi Fasilitas Penunjang

Cara agar anak betah di rumah di masa pandemi selanjutnya yang dapat diterapkan yaitu dengan memenuhi fasilitas penting yang dapat menunjang minat serta bakatnya. Tak perlu fasilitas megah dan mewah, tetapi setidaknya sediakan apa yang disukai anak. Misalnya buku cerita, mainan sensori, alat musik, dan alat olahraga. Apa pun itu, berikan fasilitas penunjang secara bijak sesuai kemampuan.

Berikan Anak Kasih Sayang dan Perhatian yang Tulus

Sebagai orang tua sudah seharusnya jika Anda memperhatikan anak dengan kasih sayang yang tulus. Tunjukkan perhatian kepada anak dengan beberapa cara yang lembut. Misalnya saja dengan cara merangkul, memegang tangan, memeluk, dan cara lainnya yang mewakilkan perasaan Anda sebagai orang bahwa sangat menyayangi mereka.

Cara orang tua mengekspresikan cinta akan membantu anak merasa nyaman dan terbuka pada saat sedang ada masalah atau sakit. Penting menunjukkan rasa kasih sayang kepada anak ketika mereka sedang terluka atau butuh bantuan. Dengan begitu, Anda akan meyakinkan anak bahwa sebagai orang tua tidak akan berhenti menyayangi mereka apapun kondisinya.

Melakukan Kegiatan Bersama

Tak kalah pentingnya menjadi orang tua, Anda juga perlu melakukan berbagai kegiatan bersama dengan anak. Pasalnya, Anda akan merasakan nyaman dan senang jika orang tua turut melibatkan dirinya saat melakukan aktivitas bersama ketika berada di rumah. Di waktu inilah, Anda bisa mengajak anak lebih nyaman jika berada di rumah. Tak harus melakukan aktivitas yang sulit, ada banyak kegiatan yang bisa Anda pilih untuk melakukan berbagai kegiatan sederhana tersebut. Misalnya saja berolahraga bersama, bernyanyi, sampai dengan membersihkan rumah bersamaan. Dengan begitu, tercipta kedekatan antara anak dan orang tua yang membuat nyaman.

Berikan Lingkungan yang Positif

Lingkungan yang positif akan mempengaruhi sikap anak, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Sebagai orang tua, Anda perlu menciptakan lingkungan yang positif dengan cara mengontrol gaya berbicara. Suara yang Anda gunakan di depan anak anak akan selalu diingat olehnya. Sebab, apa yang Anda ucapkan akan mempengaruhi rasa percaya terhadap orang tua. Sebaiknya, Anda selalu menggunakan suara yang penuh dengan keyakinan, kesabaran, cinta dan dukungan.

Berikan Ruang Privasi untuk Anak

Sebagai orang tua, tentu membutuhkan usaha lebih untuk membuat anak betah di dalam rumah. Sebab, rumah menjadi awal mula anak belajar menjalin hubungan sosial yang baik Untuk itu, Anda perlu menciptakan lingkungan positif, berikan kasih sayang yang cukup, dan melakukan kegiatan bersama. Jangan lupa juga memberinya ruang privasi agar lebih nyaman jika di rumah.

Sama halnya orang dewasa, anak anak juga membutuhkan waktu sendiri atau me time. Hal ini penting diperhatikan, terutama jika anak sudah memasuki usia remaja. Tidak ada salahnya jika Anda memberikan waktu untuk anak agar menghabiskan waktu sendiri di ruangannya. Dengan menerapkan cara agar anak betah di rumah ini, maka Anda bisa mengawasi anak dengan baik.


Desain-tanpa-judul-4-1.png
15/Nov/2022

Pendidikan anak memang sangat penting. Pendidikan dari sekolah akan membantu seorang anak bukan hanya mengerti teori dari mata pelajaran yang diajarkan, namun yang terpenting yaitu cara belajar yang terstruktur dan baik.

Sistem pendidikan tentunya berdampak pada kesiapan anak didiknya untuk menghadapi tantangan di masa depan nanti yang rupanya akan semakin berat. Sebagai orang tua, kita perlu membantu anak mengarahkan cita-citanya dengan terlebih dahulu mengenal sistem pendidikan yang diterapkan di sekolahnya.

Jenjang pendidikan anak dimulai dari pra-TK hingga sekolah menengah. Berikut akan dijelaskan satu persatu:

Pra-TK

Jenjang pendidikan anak bisa dimulai dari pra-TK, pada usia 1-3 tahun meski ini sifatnya tidaklah wajib. Ibu bisa memilih memasukkan anak ke daycare atau baby gym class. Daycare juga bisa jadi solusi bagi ibu pekerja, karena biasanya ada sistem full day. Ibu tinggal mengantar Si Kecil di pagi hari dan menjemputnya sore hari ketika selesai bekerja.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Setelah pra-TK, jenjang pendidikan anak selanjutnya adalah PAUD atau pendidikan anak usia dini. Beberapa orang menyebutnya sebagai kelompok belajar. Jenjang pendidikan ini biasanya dijalani saat anak berusia 3-5 tahun. PAUD yang berupa lembaga profesional biasanya memiliki kurikulum yang terencana, dengan tenaga pendidik yang sudah terlatih.

Taman Kanak-Kanak (TK)

Memasuki usia 5-6 tahun, anak sudah bisa berlanjut ke jenjang pendidikan selanjutnya, yaitu taman kanak-kanak (TK). Kurikulum belajar di TK biasanya sudah lebih jelas dan sistematis. Cara belajarnya pun mulai dibuat mirip seperti di sekolah dasar (SD), yaitu duduk di bangku dan meja masing-masing, serta menggunakan seragam sekolah.

Sekolah Dasar (SD)

Setelah mendapatkan bekal ilmu dan keterampilan di TK, anak bisa melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya, yaitu sekolah dasar (SD). Di Indonesia, usia minimal untuk bisa masuk SD adalah 7 tahun. Di usia ini, anak yang sudah menempuh pendidikan di TK biasanya sudah siap dan terbiasa dengan suasana dan peraturan yang ada di sekolah.

Sekolah Menengah (SMP dan SMA/SMK)

Sama seperti SD, jenjang SMP dan SMA/SMK juga memiliki kurikulum pembelajaran yang terstandar, dan lebih berat, guna menyiapkan anak memasuki tingkat pendidikan tinggi atau dunia kerja. Hanya saja, di SMK agak berbeda, karena biasanya anak juga diajarkan beberapa pelajaran yang sifatnya keterampilan, sebagai bekal untuk masuk ke dunia kerja.

Sekolah menengah atau sekolah lanjutan adalah jenjang pendidikan yang perlu ditempuh anak setelah lulus dari SD. Di Indonesia, sekolah menengah ada 2, yaitu sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas atau kejuruan (SMA/SMK). Keduanya memiliki masa belajar selama 3 tahun.


Desain-tanpa-judul-2-1.png
14/Nov/2022

Pakaian yang nyaman adalah yang terbuat dari bahan yang lembut. Untuk itu periksalah dengan teliti bahan dari baju anak yang akan Ibu beli. Pastikan bahannya terasa lembut saat menyentuh kulit. Bahan yang terasa kasar tentunya tidak akan membuat anak merasa nyaman dan biasanya terasa panas di kulit, sehingga ia tidak betah saat memakainya.

Aksesoris

memang membuat anak terlihat lucu, tapi kalau terlalu banyak juga jadi kurang bagus dipandang, bukan? Ibu boleh saja memilih baju anak yang memiliki aksesoris, tapi jangan yang berlebihan. Di samping kurang nyaman dilihat, pakaian beraksesoris yang berlebihan juga bisa membuat anak merasa terganggu. Saat mencuci dan menyetrikanya pun bakal sangat merepotkan. Ibu pasti tidak mau hal tersebut terjadi, kan?1

ukuran

Para Ibu biasanya memilih untuk membelikan baju anaknya dengan ukuran yang lebih besar dengan alasan supaya awet dipakai. Alasan tersebut tidak salah kok, Bu, asalkan tidak terlalu kebesaran. Pilih saja satu ukuran di atas ukuran yang pas untuk anak. Baju yang kebesaran bisa terasa kedodoran di badan dan terlihat kurang enak dipandang.

Memilih ukuran baju juga sebaiknya jangan yang kekecilan ya, Bu. Baju yang kekecilan akan terasa sesak di badan anak sehingga bisa memberikan rasa kurang nyaman. Jika tidak bisa mengukur badan anak secara langsung, Ibu bisa menyiasatinya dengan membawa contoh pakaian yang pas di badan anak dari rumah. Dengan begitu Ibu akan mendapatkan ukuran pakaian yang tepat.

Sesuai Kebutuhan

Iklim tropis di Indonesia membuat cuaca cenderung terasa panas. Mempertimbangkan hal tersebut, Ibu sebaiknya memilih baju anak yang terbuat dari bahan yang tidak panas dan dapat menyerap keringat. Jadi saat cuaca panas anak tidak akan terlalu berkeringat dan kalaupun berkeringat dapat terserap dengan baik sehingga menyebabkan biang keringat pada kulitnya. Biasanya baju yang memenuhi kriteria tersebut adalah yang berbahan katun, Bu.

Kebutuhan anak juga perlu dijadikan bahan pertimbangan saat memilihkannya baju. Misalnya saja anak sedang membutuhkan baju santai untuk di rumah, maka jangan malah tergiur ingin membelikannya baju untuk bepergian. Di usianya ini anak sangat cepat bertambah besar. Jadi Ibu tak perlu membelikannya baju terlalu banyak baju karena jika sudah tidak terpakai akan menumpuk di lemari dan menjadi mubazir.

Mudah Digunakan

Anak juga harus diajari untuk bisa memakai dan melepas sendiri pakaiannya. Oleh karenanya pilihlah baju anak yang mudah dipakai dan dilepas oleh anak. Pakaian seperti ini juga akan mempercepat dan mempermudah anak saat berpakaian, akan mandi, atau buang air. Pakaian yang terlihat rumit pemakaiannya terkadang memang cenderung memiliki desain menarik, tapi kalau merepotkan sebaiknya dihindari saja, ya.

PIlih Sesuai Kesukaan Anak

Baju untuk anak tentu modelnya pun harus pas dipakai oleh anak. Hindarilah memilih model yang terkesan dewasa dan kurang sesuai dengan usia anak. Pilihlah model baju yang simpel dengan motif atau gambar yang lucu, seperti tokoh kartun atau gambar hewan. Kalau ada tokoh kartun yang ia sukai maka akan lebih pas lagi dan anak tentu senang memakainya.

Pilih Warna Yang Cerah

Untuk warna baju, warna cerah akan lebih pas dikenakan oleh anak. Warna cerah memberikan kesan ceria dan sangat mencerminkan anak-anak, seperti merah, kuning, orange, atau hijau. Apalagi kalau ada warna tertentu yang ia favoritkan, maka Ibu bisa langsung memilihnya untuk anak.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa Ibu terapkan saat akan membelikan baju anak untuk menghindari kesalahan dalam memilih baju. Hal terakhir yang juga patut dipertimbangkan tentunya adalah


Desain-tanpa-judul-7.png
12/Nov/2022

Stunting pada anak memang harus menjadi perhatian dan diwaspadai. Kondisi ini dapat menandakan bahwa nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik. Jika dibiarkan tanpa penanganan, stunting bisa menimbulkan dampak jangka panjang kepada anak. Anak tidak hanya mengalami hambatan pertumbuhan fisik, tapi nutrisi yang tidak mencukupi juga memengaruhi kekuatan daya tahan tubuh hingga perkembangan otak anak.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. Balita pendek (stunted) dan sangat penting (severety stunted) adalah balita dengan panjang badan (PB/U) dan tinggi badan (TB/U) menurut umurnya dibandingkan dengan standar baku WHO-MGRS tahun 2006.

Sebelum membicarakan lebih jauh tentang upaya pencegahan stunting yang dapat kita lakukan, sebaiknya kita juga mengetahui tentang penyebab stunting itu sendiri. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita. Intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi prevalensi stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dari anak balita. Beberapa penyebab stunting sebagai berikut :

  • Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi
  • Masih kurangnya akses rumah tangga/ keluarga pada makanan bergizi
  • Praktek pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum, pada masa kehamilan dan setelah melahirkan.
  • Masih terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC (ante natal care) atau pelayanan kesehatan ibu selama masa kehamilan, post natal care atau pelayanan setelah melahirkan dan pembelajaran dini yang berkualitas.

Stunting tahap awal dan pencegahan

Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil

Tindakan yang relatif ampuh dilakukan untuk mencegah stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan. Ibu yang sedang mengandung agar selalu mengonsumsi makanan sehat nan bergizi maupun suplemen atas anjuran dokter.

Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat.

Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, maka ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping atau MPASI. Dalam hal ini pastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk mencegah stunting. WHO pun merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Di sisi lain, sebaiknya ibu berhati-hati saat akan menentukan produk tambahan tersebut. Konsultasikan dulu dengan dokter.

Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan

ASI berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro. Oleh karena itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati. Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu pun dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang terbilang rentan.

Selalu jaga kebersihan lingkungan

Seperti yang diketahui, anak-anak sangat rentan akan serangan penyakit, termasuk diare terutama kalau lingkungan sekitar mereka kotor. Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang stunting. Sementara salah satu pemicu diare datang dari paparan kotoran yang masuk ke dalam tubuh manusia.

Terus memantau tumbuh kembang anak

Orang tua perlu terus memantau tumbuh kembang anak mereka, terutama dari tinggi dan berat badan anak. Bawa si Kecil secara berkala ke Posyandu maupun klinik khusus anak. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi ibu untuk mengetahui gejala awal gangguan dan penanganannya.

Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunted, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif.


Desain-tanpa-judul-5-1.png
11/Nov/2022

Salah satu jenis makanan yang sering ditolak justru sayuran, padahal sayuran sangat penting manfaatnya bagi kesehatan si Buah Hati, terutama yang baru beralih ke MPASI atau usia 1-3 tahun. Dampaknya, Bunda harus putar otak untuk mengatasi hal ini

Menjadikan si Buah Hati lebih cerdas

pola makan sangat berperan penting dalam proses pertumbuhan pada balita. Sebab dalam makanan banyak mengandung gizi yang sangat penting dalam pertumbuhan. Gizi cukup untuk toddler akan mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otaknya sehingga mempengaruhi baik kesehatan maupun kecerdasannya.

Menekan nafsu makan

Banyak mengonsumsi sayuran membuat Si Buah Hati mengurangi konsumsi makanan dan camilan kemasan yang tidak sehat. Ketika perutnya sudah penuh dan kenyang dengan sayuran segar, tentu ia tidak akan merasa lapar dan mencari camilan tambahan yang kurang sehat.

Mengurangi risiko obesitas

Si Buah Hati yang obesitas juga dapat menikmati manfaat sayuran hijau dan berserat. Wisarani Sevita Utami pada penelitian berjudul Hubungan Antara Aktivitas Fisik, Kebiasaan Konsumsi Serat dan Faktor Lain dengan Kejadian Obesitas mengatakan bahwa serat hanya menyumbangkan beberapa kalori per unit dari makanan yang dikonsumsi. Dengan demikian, ia akan merasa lebih cepat kenyang dengan konsumsi kalori yang lebih rendah. Jadi, ia tidak akan meminta camilan yang dapat membuatnya kegemukan.

Menjaga kesehatan sistem pencernaan

Manfaat sayuran lainnya adalah menjaga saluran cerna tetap sehat. Kandungan serat tinggi pada sayuran membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Risiko konstipasi pun berkurang dengan signifikan.

Menjaga kekebalan tubuh

Vitamin dalam sayuran mampu menjaga kekebalan tubuhnya. Apabila ia kekurangan vitamin, maka dapat berakibat menurunnya daya tahan tubuh, sehingga mudah terserang penyakit seperti batuk, diare, demam. Sebab, defisiensi vitamin berperan pada rendahnya resistensi terhadap infeksi, kemudian akan menurunkan tingkat imunitas seseorang. Hal ini memberikan dampak negatif dalam penyerapan zat gizi sehingga meningkatkan risiko penyakit.

Bunda, sudah tahu kan, manfaat sayuran untuk pertumbuhan Si Buah Hati? Jadi, selalu sajikan buah serta sayuran secara rutin di setiap waktu makannya agar ia bisa tumbuh sehat serta cerdas.


Desain-tanpa-judul-3.png
10/Nov/2022

Anda perlu memastikan si kecil makan cukup buah. Apalagi untuk saat ini, anak mama mungkin sedang mencoba memahami apa itu puasa Ramadhan. Mungkin anak semakin penasaran dengan kegiatan puasa sehari-hari yang dilakukan orang tuanya, sehingga sangat penting untuk menjaga kesehatan si kecil dengan cara yang alami.

Membantu Kesehatan Pencernaan Anak

Manfaat pertama makan buah untuk kesehatan anak adalah buah dapat membantu pencernaan sehingga usus dan seluruh organ pencernaan anak menjadi lebih sehat dibandingkan anak yang tidak makan buah. Jangan sampai anak Anda mengalami sembelit saat berpuasa di bulan Ramadhan ini.

Buah-buahan ini juga mudah ditemukan, seperti di supermarket atau pasar terdekat. Untuk itu, pastikan pencernaan si kecil selalu terjaga, karena pencernaan yang sehat akan meningkatkan penyerapan nutrisi sehingga lebih optimal. Jadi tumbuh dengan baik.

Meningkatkan daya ingat anak

buah tidak hanya bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan tubuh dan kesehatan si kecil. Tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan kemampuan dan kesuksesan mereka ketika mereka pergi ke sekolah di masa depan.

Buah Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Secara Alami

Seperti yang Anda ketahui, buah-buahan kaya akan serat dan vitamin. Vitamin yang terdapat dalam buah-buahan seperti: Vitamin C (natrium askorbat), Vitamin B3 (nicotinamida), Vitamin B5 (dexpanthenol), Vitamin B6 (piridoksin hcl), Vitamin E (alfa tokoferil), Seng picolinate, Natrium selenit.

Semua zat tersebut mampu meningkatkan kerja sistem imun dalam tubuh anak Anda dalam melawan virus dan infeksi.

Membantu Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Si Kecil

Buah-buahan mengandung banyak hal yang dibutuhkan oleh tubuh. Anda tidak dapat menjamin bahwa kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi dari konsumsi sehari-hari. Buah-buahan perlu ditambahkan untuk melengkapi nutrisinya.

Itulah manfaat makan buah untuk kesehatan anak. Usahakan agar si kecil makan buah setiap hari. Mama bisa memberikan banyak pilihan buah yang bervariasi namun tetap memiliki manfaat dan kebaikan yang sama.


Desain-tanpa-judul-4.png
09/Nov/2022

Gigi pertama bayi umumnya akan tumbuh saat memasuki usia 4–6 bulan. Gigi pertama yang muncul biasanya adalah dua gigi depan atau gigi seri di gusi bagian bawah.

Mengenali Ciri Bayi Tumbuh Gigi dengan Mudah
Agar tidak bingung apakah Si Kecil rewel akibat tumbuh gigi atau karena penyebab lain, berikut ini adalah ciri-ciri bayi tumbuh gigi yang perlu Bunda ketahui:

1. Gusi bengkak

Untuk mencari tahu apakah Si Kecil memang sedang mengalami tumbuh gigi, cobalah membuka mulutnya secara perlahan. Bayi yang sedang tumbuh gigi umumnya mengalami gusi bengkak dan kemerahan.

Terkadang, Bunda juga dapat melihat adanya gigi yang muncul secara samar di dalam gusi Si Kecil yang sedang meradang tersebut.

2.Banyak mengeluarkan air liur

Hingga saat ini, belum diketahui mengapa tumbuh gigi bisa menyebabkan produksi air liur berlebih pada bayi. Namun, kondisi ini diduga terjadi karena adanya peningkatan gerak otot di mulut bayi selama proses tumbuh gigi sehingga memicu kinerja kelenjar ludah menjadi lebih aktif yang berdampak pada meningkatnya produksi air liur.

3.Gusi gatal Menggigit dan mengisap barang di sekitarnya

Saat tumbuh gigi, Si Kecil akan merasa gusinya terasa gatal. Sebagai respons dari rasa gatal tersebut, ia akan menggigit benda yang ada di sekitarnya, baik mainan atau pakaiannya.

4.Tidak nafsu makan
Ciri-ciri bayi tumbuh gigi lainnya adalah mengalami penurunan nafsu makan. Pada sebagian bayi, kondisi ini bahkan membuat bayi menolak untuk makan dan minum sama sekali. Ini biasanya dipicu oleh peradangan gusi yang umumnya terjadi saat gigi tumbuh.

5. Rewel pada malam hari
Bayi yang sedang tumbuh gigi cenderung menjadi lebih rewel atau sulit tidur di malam hari. Ini karena rasa nyeri yang ditimbulkan pada gusi.


Desain-tanpa-judul-56.png
07/Nov/2022

Makanan 4 sehat 5 sempurna adalah menu makanan yang lengkap dan mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Masing-masing zat gizi ini terkandung dalam berbagai jenis makanan yang berbeda

Makanan 4 sehat 5 sempurna sudah menjadi kampanye kesehatan sejak dahulu. Tujuannya adalahuntuk meningkatkan nutrisi dan mewujudkan masyarakat yang kuat dan sehat. Makanan dengan kandungan gizi dan nutrisi penuh ini harus dikonsumsi siapa saja tidak, mengenal usia.

Pengertian makanan 4 sehat 5 sempurna

Makanan 4 sehat 5 sempurna adalah makanan yang memiliki kandungan gizi lengkap mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, lemak, dan mineral.

Sayur-Mayur

Sayur adalah semua jenis tanaman yang dapat dikonsumsi baik yang diambil dari akar, batang, daun, biji, bunga atau bagian lain yang digunakan untuk diolah menjadi masakan.

Buah

Ketika kita mengonsumsi buah, suplai energi dapat bertambah dengan cepat. Tambahan tenaga ini sangat urgen untuk menghadapi jadwal yang padat.

Lauk-Pauk

Lauk pauk adalah segala macam makanan yang disajikan sebagai peneman utama hidangan nasi, umumnya banyak mengandung protein, baik hewani maupun nabati. Lauk pauk hewani, antara lain daging, unggas, ikan, dll. Sedangkan lauk pauk nabati berupa tahu, tempe, dll.

Susu dan produk olahannya

Minum susu usahakan dilazimi sejak kecil. Susu memiliki tidak sedikit manfaat untuk anak-anak. Bukan melulu menjaga tulang tetap sehat dan kuat, tetapi susu pun membantu perkembangan dan pertumbuhan anak secara keseluruhan.

Hal ini paling membantu saat gigi anak barangkali terkena asam muncul di mulut.Susu sapi adalah sumber


Desain-tanpa-judul-54.png
05/Nov/2022

Bukan hanya jadwal makan, ibu juga perlu memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi oleh Sikecil. Dengan begitu, asupan nutrisi dan gizi dapat dipenuhi sehingga proses tumbuh kembang dapat berjalan dengan optimal. Ibu, tidak ada salahnya simak ulasan mengenai pentingnya jadwal makan agar balita makan dengan teratur

Jadwal Makan Penting Bagi Sikecil

Sama seperti orang dewasa, Sikecil pun membutuhkan jadwal makan yang teratur untuk mengenali waktu makan yang tepat. Tidak hanya mengenali waktu makan, jadwal makan juga dinilai cukup penting untuk mengajarkan balita mengenai rasa lapar dan kenyang.

Nyatanya, kondisi lapar yang dirasakan oleh anak juga berkaitan langsung dengan proses pengosongan lambung. Saat lambung telah memproses makanan dan kosong, kondisi ini menandakan anak dalam keadaan lapar. Dengan begitu, ibu akan lebih mudah memberikan makanan pada Sikecil.

Berikut ini adalah Saran jadwal makan bagi Sikecil:
  • Pukul 08.00: Sarapan pagi/ Makan utama 1
  • Pukul 10.00: Makanan Selingan 1
  • Pukul 12.00: Makan siang/ Makan utama 2
  • Pukul 14.00: Susu UHT/ Formula/ ASI
  • Pukul 16.00: Makanan Selingan 2
  • Pukul 18.00: Makan Malam/ Makan utama 3

Namun, jadwal makan ini tidak bisa disamakan pada tiap balita. Ibu bisa menyesuaikan dengan kondisi dan kebiasaan balita. Misalnya, saat balita memiliki kebiasaan tidur pukul 19.00, sebaiknya berikan makan malam 2 jam sebelum tidur.

Membuat Jadwal Makan Menyenangkan

Memang bukanlah hal mudah dalam memberikan makan untuk balita. Terkadang, balita juga kerap menolak makan sehingga jadwal makan bisa berakhir berantakan. Namun, jangan putus asa dulu, ibu bisa lakukan beberapa tips ini agar jadwal makan berjalan dengan menyenangkan.

Hindari Gangguan

Hindari berbagai gangguan yang kerap datang saat jadwal makan. Mulai dari televisi, gadget, hingga mainan anak. Bahkan, ibu juga perlu fokus saat sedang menemani anak makan. Hindari bermain gadget atau melakukan aktivitas lain saat menemani anak makan.

Berikan Alat Makan yang Aman

Saat anak menginjak usia 1 tahun ke atas, tidak ada salahnya ajarkan mereka menggunakan sendok atau gelas. Namun, pastikan ibu memberikan alat makan yang aman untuk Sikecil.

Duduklah Bersama dengan Anak di Meja Makan

Sebaiknya ajarkan anak sejak dini untuk makan di meja makan. Duduklah bersama anak. Pastikan keamanan dan kenyamanan kursi anak.

Berikan Anak Waktu untuk Mengonsumsi Makanannya

Saat anak makan, temani dan biarkan anak mengonsumsi makanannya secara mandiri. Berikan anak beberapa makanan sehat agar anak bisa memilih makanan yang akan mereka konsumsi.

Biarkan memutuskan seberapa banyak makanan yang akan mereka konsumsi. Hal yang perlu diperhatikan, anak tidak harus menghabiskan makanan yang disajikan, tetapi ibu harus paham tanda yang diberikan anak saat lapar atau kenyang.


Desain-tanpa-judul-52.png
04/Nov/2022

risiko anak mengalami gangguan pencernaan cenderung meningkat setelah ia berkenalan dengan makanan padat pertama. Bukan saja karena reaksi alergi, melainkan karena paparan virus atau bakteri dari alat makan yang tak terjaga kebersihannya.

Menyimpan aman

Setelah langkah sterilisasi dilakukan angkat alat makan dan tengkurapkan di atas lap bersih. Pisahkan jauh dari alat makan lain. Biarkan kering secara natural.
Setelah kering, masukkan alat makan ke dalam lemari atau wadah tertutup rapat agar terhindar dari debu, simpan alat makan dengan posisi siap pakai (tidak tengkurap). Ingatlah untuk selalu mencuci tangan hingga bersih, sebelum menyentuh alat makan si kecil.

mencuci

Cuci setiap alat makan bayi yang baru Anda beli, dan setiap kali akan digunakan.
Gunakan sabun cair, jika mungkin beli sabun khusus untuk mencuci peralatan bayi yang tidak mengandung bahan kimia dan terjamin tidak berbahaya bagi bayi
Bilas dengan air bersuhu panas, jika mungkin gunakan air panas dari keran yang mengalir. Pastikan tidak ada residu sabun yang tersisa dengan cara menggosok ulang setiap sisi alat makan
Lakukan langkah sterilisasi dengan menggunakan electric sterilizer atau bisa menggunakan metode tradisional dengan cara merebus semua alat makan itu hingga air rebusan mendidih.

Setiap hari akan menjadi petualangan seru bagi Anda dan si kecil. Nikmati kesempatan ini, dengan menyiapkan alat makan yang bersih untuk meminimalkan gangguan pencernaan, sehingga periode ini dapat menjadi landasan yang kuat dan indah untuk proses tumbuh kembangnya.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak