Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Desain-tanpa-judul-2023-02-13T095430.549.png
31/Jan/2023

Sayuran memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Sayuran banyak mengandung air, nutrisi, alkalinitas, kaya vitamin dan mineral, rendah kalori, tinggi serat. Seiring dengan kandungan tersebut, sayur dikatakan memiliki banyak manfaat yang baik untuk tubuh, termasuk kemampuan untuk mencegah atau mengobati berbagai penyakit.

manfaat sayur bagi tubuh manusia Untuk menuai manfaat sayur, selain bisa dimakan dalam bentuk segar/mentah, sayur juga bisa direbus, dikukus, direbus atau dibuat jus. Dalam proses perebusan, pengukusan, dan pemasakan perlu memperhatikan kriteria dari setiap sayuran. Biasanya, sayuran tidak boleh terlalu matang atau lembek. Ini kehilangan atau merusak nutrisi yang dikandungnya. Sedangkan untuk bahan jus, gunakan sayuran mentah. Pilih sayuran yang ditanam secara alami dan organik, bebas dari zat berbahaya atau pestisida kimia. Yang dimaksud dengan alam adalah tanaman ditanam di tanah, bukan secara hidroponik, aeroponik, atau teknik tanam tanpa tanah lainnya.

Sebelum membuat jus, sayuran dicuci bersih. Membuat jus sehat tanpa perlu menambahkan air atau es. Jika ingin disajikan dingin, sebaiknya simpan jus di dalam kulkas. Jus olahan harus segera dikonsumsi, hingga dua jam setelah produksi dan empat jam di lemari es. Terapi jus membantu detoksifikasi tubuh (mengeluarkan racun dalam tubuh) dan mencegah berbagai penyakit berbahaya seperti kanker, hipertensi, diabetes, gangguan ginjal dan stroke.

Mencegah dan Mengobati Kanker.

Mineral, vitamin, serat, dan antioksidan dalam sayur dapat memperkuat sistem imun. Sistem imun yang kuat dapat melawan berbagai penyakit dan memperbaiki kerusakan sel dengan cepat. Dengan begitu penyakit seperti kanker dapat dilawan dengan mudah. Nutrisi jeni

Sumber Energi

Jenis sayur seperti wortel, kentang dan jagung memiliki kandungan karbohidrat yang dapat menjadi sumber energi. Terutama jagung yang mengandung karbohidrat kompleks yang juga dapat menjaga berat badan, mengatur gula darah dan meningkatkan kesehatan pencernaan

Membersihkan Racun Dalam Tubuh

Manfaat sayur yang berikutnya adalah membentuk membersihkan racun yang masuk kedalam tubuh. Kandungan vitamin A, C, dan K pada sayur sangat baik untuk membantu tubuh mengeluarkan racun atau proses detoksifikasi.

Mencegah Kelahiran Bayi Cacat

Sayuran hijau juga penting bagi perkembangan janin di dalam perut. Kandungan asam folat pada sayuran hijau dapat membantu mencegah cacat tabung saraf serta kelainan otak dan sumsum tulang belakang. Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, swiss chard, merupakan makanan yang tinggi asam folat. Itu sebabnya mereka baik dikonsumsi selama hamil.

Menjaga Kesehatan Mata

Salah satu sayur yang diyakini baik untuk kesehatan mata adalah wortel karena kandungan vitamin A nya. Namun, tidak hanya wortel, sayur lain seperti bayam dan kale juga memiliki kandungan vitamin A yang baik untuk merawat kesehatan mata. Bayam dan kale juga mengandung lutein dan zeaxanthin yang mampu mengurangi risiko terjadinya degenerasi makula akibat pertambahan usia dan katarak.

Memperkuat Tulang

Manfaat sayur yang terakhir adalah memperkuat Tulang. Kandungan vitamin D, K, kalsium, potassium, likopen, magnesium, zinc, dan zat besi yang banyak terdapat pada sayuran hijau terbukti mampu membantu memperkuat tulang. Dengan mencukupi kebutuhan sayur per hari dapat membantu memelihara kepadatan tulang untuk mencegah terjadinya tulang keropos dan permasalah tulang lainnya.

Menyehatkan Kulit

Kandungan antioksidan, vitamin, dan pada sayur terbukti mampu memelihara kesehatan kulit. Konsumsi sayur mampu meningkatkan produksi kolagen yang merupakan zat penting untuk kulit. Kolagen membantu menjaga kulit tetap kenyal dan halus. Kolagen juga dapat membantu memperkuat kapiler yang memasok darah ke kulit. Itu berarti kulit juga akan jadi lebih cerah sebagai hasil dari peningkatan sirkulasi.


Desain-tanpa-judul-2023-02-13T094359.173.png
30/Jan/2023

Kayaknya susah banget menolak gorengan, apalagi kalau dimakan hangat-hangat. Nah di balik kenikmatannya, ada penyakit berbahaya yang menghantui akibat gorengan. Kira-kira apa saja ya penyakit yang bisa muncul jika kebanyakan mengonsumsi gorengan?

Penyakit Jantung

Jika di dalam tubuh kita memiliki kadar kolesterol yang tinggi, hal ini dapat memicu penyakit jantung. Penyebabnya adalah minyak dari gorengan tadi akan menciptakan lemak trans yang kemudian menghambat kinerja jantung. Sebuah penelitian mengungkapkan orang yang gemar makan gorengan akan berisiko terkena penyakit jantung koroner 22% lebih tinggi ketimbang orang yang tidak makan gorengan.

Kolesterol Tinggi

Gorengan mengandung kadar minyak yang sangat tinggi. Bayangkan saat kamu membeli gorengan di pinggir jalan, minyak yang digunakan sangat berlebihan dan kita tidak tahu sudah berapa kali minyak tersebut digunakan untuk menggoreng. Minyak yang banyak ini mengindikasikan gorengan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang sangat tinggi sehingga bisa meningkatkan risiko kolesterol.

Diabetes

Gorengan mengandung kalori yang sangat tinggi sehingga memicu kenaikan gula darah. Jika pola makanmu tidak beraturan, sering mengonsumsi gorengan, maka kamu wajib hati-hati karena diabetes bisa saja menghampiri.

Kanker

Kanker merupakan penyakit paling parah yang mengintai jika kamu sering makan gorengan berlebih. Zat berbahaya yang terdapat di dalam gorengan adalah akrilamida, yakni senywa karsinogenik atau zat yang memicu kanker. Opsi yang dapat kamu pilih adalah menggoreng sendiri gorenganmu di rumah dengan minyak sekali pakai.

Ganti dengan minyak yang lebih sehat

Cara terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengganti minyak goreng Anda dengan jenis minyak yang lebih sehat, seperti minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak alpukat. Sementara itu, jenis minyak yang tidak disarankan untuk menggoreng makanan adalah minyak yang tinggi asam lemak tak jenuh, seperti minyak kedelai, minyak jagung, minyak kanola, minyak wijen, dan minyak bunga matahari. Hal yang juga tak kalah penting dalam meminimalisir bahaya dari makanan yang digoreng adalah dengan menghindari penggunaan minyak secara berulang.

Perhatikan cara menggoreng

Agar minyak tidak menyerap ke dalam makanan yang digoreng, disarankan untuk menggoreng makanan pada suhu 176–190°C. Anda bisa menggunakan termometer khusus penggorengan untuk mengetahui ini. Suhu menggoreng penting untuk diperhatikan, karena suhu minyak terlalu tinggi bisa merusak minyak dan menghasilkan radikal bebas yang berpengaruh buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Ganti cara memasak

Agar lebih sehat, alih-alih menggoreng makanan, cobalah untuk memanggangnya. Makanan yang dipanggang juga bisa menjadi renyah dan sama lezatnya dengan gorengan. Sebelum memanggang, lapisi makanan dengan bumbu atau rempah-rempah agar rasanya lebih lezat. Sebagian besar protein hewani, seperti daging sapi, daging ayam, dan ikan, juga mengandung banyak lemak yang bisa keluar saat dipanaskan di wadah masak yang antilengket.

Untuk menimalisir kemungkinan penyakit berbahaya, yuk mulai jaga pola makan dan lakukan tes kesehatan secara berkala bersama Bumame Medical Checkup yang bisa kamu akses di 21 lokasi di Jadetabek, Bandung, dan Surabaya secara Walk-in atau dengan opsi layanan Home Care yang lebih fleksibel, tanpa biaya transportasi dan tanpa minum pemesanan.


Desain-tanpa-judul-2023-02-13T093338.678.png
28/Jan/2023

Saat ini pencemaran sampah plastik di laut kian hari semakin memprihatinkan. Beberapa penelitian menyebutkan, jika produksi sampah plastik tidak bisa ditekan, diperkirakan tahun 2050 sampah plastik di laut akan lebih banyak daripada ikan.

Untuk itu, saat ini sangat penting mengenalkan pengelolaan sampah kepada anak sejak dini. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cahaya Insani Jakarta, Evi Sulfiana. Ia mengungkapkan, bahwa pembelajaran tentang sampah, pengelolaan dan ancaman bahaya sampah telah diajarkan kepada anak didiknya.

Oleh karena itu, sejak usia dini, anak-anak harus mulai diajarkan, dibiasakan serta diberi contoh untuk membuang sampah pada tempatnya. Lebih bagus, kata dia, jika anak mulai diajarkan untuk memilah sampah.

emang tidak mudah mengajarkan anak untuk membuang sampah dan memilahnya. Namun secara garis besar, kata dia, anak-anak sudah diberi pemahaman ke mana dia harus membuang sampah kertas, plastik atau sisa makanannya.

Ajak anak mengenal benda sekitar
Usia 1-3 tahun kerap dianggap sebagai golden age atau usia emas. Usia ini bisa jadi momen orang tua untuk mengenalkan benda-benda sekitar sekaligus memberikan stimulasi demi tumbuh kembangnya.

Berikan petunjuk verbal maupun visual
Saat masuk usia TK, anak mulai memiliki inisiatif. Berkaitan dengan sampah, anak ingin buang sampah sendiri. Namun orang tua perlu memberikan bimbingan dengan menyediakan tempat sampah berbeda menurut jenis dan mengolah sampah menjadi benda baru. Anda pun bisa membantu anak dengan memberikan petunjuk verbal maupun visual.

Apresiasi
Saat anak mulai praktik dan bisa melakukan secara berulang misal 2-3 kali benar memasukkan sampah sesuai jenis, berikan apresiasi. Reti mengingatkan apresiasi harus spesifik seperti, ‘Wah hebat ya sudah betul masukan sampahnya!’, ‘Terima kasih ya sudah buang sampah kertas ke tempatnya’.

Diskusi
Anak yang sudah beranjak SD, paparan nilai tak hanya hadir dari orang tua tetapi juga teman sebaya, tontonan juga lingkungan.
Orang tua tetap bisa menanamkan nilai positif lewat sarana diskusi. Anak diajak diskusi mengenai pemilahan sampah, membuat kompos, juga aktivitas-aktivitas sederhana demi kelestarian lingkungan hidup.

Ajarkan konsekuensi, bukan hukuman
Biasanya orang tua mengajarkanreward and punishment atau hadiah dan hukuman. Akan tetapi Reti berpendapat sebaiknya anak juga diberitahu konsekuensi, bukan serta merta menghukum akibat melakukan kesalahan. Konsekuensi yang perlu diajarkan meliputi konsekuensi logis dan natural.

Orang tua harus kompak
Perlu kekompakan orang tua jika ingin anak bisa mengelola sampah. Orang tua yang tidak kompak akan menimbulkan kebingungan pada anak. Sebagai contoh, ibu benar-benar membuang sampah pada wadah sesuai jenisnya. Namun ayah membuang sampah asal saja.

Manfaat pengolahan sampah dengan baik dapat pula menghemat sumber daya alam yang ada. Sehingga bahan alam dapat terawat dengan baik. Seperti penggunaan tissue yang terbuat dari serat pohon yang membuat hutan menjadi rusak yang kemudian berpengaruh terhadap ekosistem yang ada didalamnya.


Desain-tanpa-judul-2023-02-13T095623.059.png
26/Jan/2023

Menginjak usia 1 tahun, anak terkadang jadi susah makan sehingga membuat Bunda khawatir dan bertanya-tanya. Apakah si Kecil bosan dengan menu-menu yang itu saja atau jangan-jangan, ia justru sedang sakit sehingga tidak mau makan?

Jangan panik dulu, Bun. Sebetulnya, sangat normal, kok, anak mengalami fase menolak makan. Sebetulnya, selama energi anak masih tinggi, dalam artian ia masih aktif bermain dan kurva pertumbuhannya stabil, Bunda sebetulnya tidak usah terlalu khawatir.

Terlebih, setelah melalui lonjakan pertumbuhan yang sangat cepat (growth spurt) di tahun pertama kehidupannya, berat badan anak perlahan mulai bertambah lambat.

Biasanya, anak yang susah makan akan menunjukkan reaksi atau perilaku sebagai berikut:

  • Si Kecil akan menjauhkan wajahnya dari sendok.
  • Memalingkan kepalanya dan menjauhi makanan.
  • Menutup mulut saat Bunda hendak menyuapi atau menyendoki makanan.
  • Menumpahkan atau memuntahkan makanannya.
  • Menyemburkan makanan yang sudah masuk ke dalam mulutnya.
  • Tidak mau mengunyah atau menelan makanan.
  • Menolak mengonsumsi makanan tertentu berdasarkan warna atau teksturnya.
  • Memilih jenis makanan baru dan hanya mau mengonsumsi makanan tersebut.
  • Tidak mau mencoba makanan baru.
  • Tidak tertarik lagi pada makanan yang sebelumnya jadi favorit.
  • Hanya mau makan dengan sendok atau garpu.

Merasa “Asing” dengan Makanan yang Baru

Pada bayi yang berusia 1 tahun, penyebab anak susah makan paling utama bisa jadi karena ia masih merasa “asing” dengan makanan yang mungkin masih baru baginya, baik dari segi aroma, bentuk, tampilan, tekstur, atau rasa makanan.

Anak-anak di usia ini mungkin masih terbiasa dengan makanan lunak atau yang dicincang halus dari MPASI-nya. Padahal di usia 1 tahun, anak bayi sudah harus mulai dibiasakan dengan makan makanan yang sama dengan anggota keluarga lainnya.

Bukan berbentuk bubur halus (puree) atau makanan yang dilunakkan (mashed), tetapi makanan padat yang kaya gizi.

Sebagai cara menaikkan tekstur makanannya, Bunda bisa membuat makanan si Kecil dengan cara dicincang kasar dalam beberapa minggu pertamanya mencoba makanan keluarga.

 

Terlalu Sering Dipaksa Makan

Misalkan, mungkin karena tampilan makanan yang kurang menarik, rasa yang kurang enak di lidah, aroma yang mengganggu, atau si Kecil pernah mencobanya tapi tidak suka.

Selain itu, alasan lain yang mungkin juga menjadi penyebab anak 1 tahun susah makan adalah karena Bunda memberi makan bayi dengan cara marah-marah.

Frustrasi adalah emosi yang sangat wajar dialami setiap orang tua ketika melihat anaknya menolak makan, tapi emosi Bunda yang terlalu tinggi juga bisa membuat si Kecil jadi takut sehingga menghubungkan waktu makan dengan hal yang menyeramkan.

Latar belakang kebiasaan keluarga itu sendiri juga bisa berpengaruh, Bun. Sebagai contoh, bayi terus-terusan diberikan minum jamu-jamuan yang dipercaya dapat menambah nafsu makan.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hal ini justru bisa menimbulkan trauma mendalam pada psikologis anak yang berakibat semakin sulit makan.

Anak Tidak Nyaman

Bukan hanya orang dewasa yang bisa stres, Bun. Bayi juga bisa stres terutama karena ia merasa tidak nyaman berlama-lama berada lingkungan yang berisik atau terlalu panas dan gerah.

Stres juga bisa terjadi ketika bayi merasa kesepian, bosan, atau ketakutan bertemu dengan orang baru. Tanda bayi sedang mengalami stres salah satunya adalah kesulitan makan.

Anak Sedang Sakit

Penyebab anak 1 tahun susah makan bisa jadi karena ia sedang merasakan sesuatu pada tubuhnya, Bun.

Misalnya, mengantuk, merasa lelah setelah bermain, alergi makanan, sedang tumbuh gigi, mengalami masalah pencernaan, atau bosan dengan makanan yang Bunda sajikan.

 Anak Teralihkan dengan Hal Lain
Anak yang dibebaskan untuk makan sambil main HP atau menonton televisi akan lebih mudah terpecah perhatiannya. Alhasil, ia akan menjadi lebih susah makan dan cenderung mengemut makanannya karena lebih tertarik kepada gawai atau televisi.

Sebagai solusinya, berikut adalah beberapa cara mengatasi anak susah makan usia 1 tahun yang bisa Bunda lakukan di rumah.

1. Buat Jadwal Makan yang Teratur dan Konsisten

Salah satu cara mengatasi anak susah makan usia 1 tahun adalah dengan menerapkan jadwal makan yang teratur. Hal ini dilakukan agar si Kecil bisa belajar dan memahami kapan ia merasakan lapar dan kenyang dalam satu hari.

Jadi, Bunda hanya perlu lebih telaten membantu bayi terbiasa makan sesuai dengan jadwal. Umumnya, dalam sehari anak perlu makan 3 kali sehari dengan 1-2 kali makanan selingan (snack), dan ASI atau susu sesuai dengan kebutuhan usianya.

Langkah ini juga sekaligus mengajarkannya tentang rutinitas sehari-hari. Dengan demikian, anak jadi tahu kapan waktunya untuk makan, tidur, bermain, dan lainnya.

Pastikan Bunda memberi anak makan sesuai jadwal, ya. Sebab, jika anak terlalu lelah berkegiatan, mungkin ia akan menolak makan dan memilih untuk tidur. Alhasil, anak bisa jadi susah makan. Sebaiknya, berikan makanan kecil atau susu sebelum anak tidur siang.

2. Beri Makanan dalam Porsi Kecil Tapi Sering

Daripada menyajikan makanan langsung dalam porsi besar dan memaksa si Kecil untuk menghabiskannya dalam satu kali duduk, cobalah sajikan porsi yang lebih sedikit tapi diberikan lebih sering.

Setelah anak berhasil menghabiskan makananya sendiri, pantau sebentar dan berikan sekali lagi jika si Kecil masih terlihat lapar dan masih mau makan.

3. Jangan Berlama-Lama Menyuapi Anak Makan

IDAI juga menyarankan untuk membiasakan memberi makan maksimal 30 menit saja, karena terlalu lama ditakutkan akan membuat anak bosan dan semakin tidak mau makan.

Coba dulu beri jeda sekitar 10-15 menit. Jika anak masih belum mau makan lagi, lebih baik segera sudahi memberi makanan, Bun.

Jangan pula biasakan anak ngemil di luar jadwal makan camilannya karena hal ini akan menyebabkan anak tidak merasa lapar saat waktu makan tiba.

4. Sajikan Makanan dengan Tampilan Menarik

Menyajikan makanan dengan tampilan menarik juga bisa menjadi cara mengatasi anak yang susah makan. Jadi, jika selama ini Bunda selalu memberikan anak makan dengan tampilan biasa, cobalah cara lain untuk menyajikannya.

Misalnya, berikan anak sepiring makanan dengan tampilan menarik dengan membentuk bulatan nasi goreng menjadi bentuk wajah. Kemudian, gunakan sayuran dan lauk pauk menjadi rambut atau potongan tubuh.

Mama bisa membentuk selada hijau sebagai sebuah mahkota atau rambut, serta wortel, tomat, atau mentimun sebagai badan atau tangan.

5. Variasikan Makanan Sekreatif Mungkin

Ketika anak sedang sakit dan tidak mau makan, Bunda bisa meningkatkan nafsu makannya dengan memberikan makanan-makanan favoritnya. Lalu, campur atau kombinasikan makanan favoritnya tersebut dengan jenis makanan lain agar asupan nutrisi anak lebih beragam.

Misalnya, Bunda bisa memberikan makanan dengan tekstur yang mirip dengan makanan favoritnya. Contoh, kentang atau ubi yang dihaluskan.

Berikan juga berbagai variasi jenis makanan bergizi dan biarkan si Kecil memilih dan mengeksplor makanan yang diinginkan.

Jangan memaksa ia untuk mencicipi makanan baru sebagai cara mengatasi anak susah makan usia 1 tahun. Bunda mungkin perlu beberapa kali menawarkan makanan baru sebelum si Kecil mau mencobanya.

6. Berikan Makanan dengan Varian Rasa Berbeda

Terkadang, anak tidak mau makan karena bosan dengan rasa satu makanan yang itu-itu saja dan ingin mencoba rasa makanan lain yang baru.

Nah, Bunda bisa memberi variasi makanan dengan rasa yang beragam saat menyajikan makanan atau camilan sehat di siang dan sore hari. Coba berikan rasa makanan yang gurih, atau yogurt, dessert, dan buah-buahan yang manis.

Semakin banyak variasi makanan yang dimakan anak, tentu akan melengkapi nutrisi yang dibutuhkan anak, serta anak bisa mencoba rasa makanan lain yang belum pernah dicicipinya.


Desain-tanpa-judul-2023-02-13T094324.216.png
25/Jan/2023

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki keterbatasan fisik, intelektual, emosi, dan sosial. Anak-anak ini dalam perkembangannya mengalami hambatan, sehingga tidak sama dengan perkembangan anak sebayanya. Hal ini menyebabkan anak berkebutuhan khusus membutuhkan suatu penanganan yang khusus.

Namun, apabila seorang anak mempunyai keterbatasan intelektual, emosi, dan sosial, biasanya mempunyai keterbatasan fisik. Tidak mudah untuk mengetahui bahwa seorang anak dikategorikan sebagai anak berkebutuhan khusus, sehingga diperlukan derajat dan frekuensi penyimpangan dari suatu norma. Seorang anak berkebutuhan khusus adalah mereka yang berbeda dari norma sedemikian signifikan dan sedemikian sering sehingga merusak keberhasilan mereka dalam aktivitas sosial, pribadi, atau pendidikan.

Seseorang yang tidak mampu (disabled) adalah seseorang yang mempunyai keterbatasan karena adanya kekurangan fisik yang akan mengganggu masalah belajar atau penyesuaian sosial, misalnya dalam penglihatan (low vision), pendengaran, atau cacat fisik (orthopedic impairments dan health impairments), dan masalah kesehatan lainnya (epilepsy, juvenile diabetes mellitus, hemophilia, cystic fibrosis, sickle cell anemia, jantung, cancer). Seseorang yang mempunyai kesulitan (impaired) dalam fisiknya juga akan mempunyai masalah yang sama dengan orang yang tidak mampu (disabled). Seseorang yang terganggu (disordered) dalam hal belajar, sehingga dapat disebut mempunyai gangguan belajar.

kategori anak berkebutuhan khusus sebagai berikut :

  • Cacat penginderaan, misalnya kerusakan pendengaran, atau penglihatan
  • Penyimpangan mental, termasuk di dalamnya yang sangat berbakat ataupun yang terbelakang mentalnya
  • Gangguan komunikasi, misalnya masalah-masalah bicara dan bahasa
  • Ketidakmampuan belajar, yaitu masalah-masalah belajar yang serius akan tetapi tanpa adanya cacat fisik
  • Gangguan perilaku, termasuk di dalamnya masalah emosi
  • Cacat fisik dan kesulitan dalam kesehatan, seperti kerusakan mneurologis, kondisi-kondisi oropedik, penyekit seperti leukimia dan anemia karena sel-sel yang sakit, cacat
  • bawaan, dan ketidakmampuan dalam perkembangan

Sebelum menangani anak, tentunya pihak orang tua sendiri haruslah lebih terbuka pemikirannya mengenai anak-anak berkebutuhan khusus ini. Sikap keterbukaan ini tentunya harus anda tunjukkan dari rasa menerima segala kondisi anak anda saat ini. Dari sikap keterbukaan ini lah anda bisa mencari usaha dan cara yang tepat untuk mendidik anak anda. Tanamkan ke dalam diri anda jika anak berkebutuhan khusus bukanlah aib yang harus ditutupi. Jika hal ini anda lakukan hanya akan memperparah kondisi anak anda ketika sudah dewasa.

Anak-anak kebutuhan khusus tentunya membutuhkan pengawasan yang lebih dibandingkan anak-anak pada umumnya, Untuk itu pentingnya pengawasan sedari dini terkait tumbuh kembang anak. Cara ini dilakukan agar orang tua dapat mengetahui setiap tahap perkembangan anak. Sehingga nantinya bisa sedikit waspada bila terjadi pertumbuhan fisik dan mental yang tidak mengalami perubahan dalam waktu yang lama.

Berikan Motivasi, Perhatian dan Bimbingan

Anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus tentunya membutuhkan motivasi, perhatian, serta bimbingan yang lebih dibandingkan dengan anak-anak lainnya. Dengan perhatian dan motivasi yang besar dan intens tentunya membantu anak bisa berkembang menjadi lebih baik lagi. Tentu butuh kesabaran yang ekstra bagi orang tua yang menangani anak-anak berkebutuhan khusus namun semua ini demi perkembangan anak yang lebih maksimal.

Dibutuhkan adaptasi antara pengasuh, orang tua, serta anak-anak kebutuhan khusus sendiri. Jika adaptasi tersebut tidak berjalan dengan lancar, tentu segala cara yang dilakukan tidak akan membantu perkembangan anak. Ketika proses adaptasi bisa berjalan dengan baik, tentu membuat segala proses selanjunya berjalan dengan mudah. Adaptasi yang baik tentu akan membantu anda memahami kondisi serta potensi anak.

Orang tua dengan anak-anak berkebutuhan khusus tentunya membutuhkan energi ekstraketika mendidik anak-anaknya. Meskipun anak-anak anda memiliki kebutuhan khusus namun sudha emnjadi sebuah kewajiban bagi orang tua untuk mendampingi dan mendidiknya. Anda bisa mengisi waktu luangnya untuk rekreasi atau membuat ketrampilan yang dapat membantu fokus serta kosentrasi anak. Dari hal-hal semacam ini, anda bisa mengetahui potensi yang dimiliki anak sehingga membuat anak menjadi lebih produktif.

Pada dasarnnya anak-anak kebutuhan khusus sama saja seperti anak-anak umum lainnya. Sehingga anda tak perlu memanjakan anak terlalu berlebihan. Tanamkan kemandirian pada anak sedari dini sehingga anak bisa bertahan di lingkungannya. Ajari anak-anak kebutuhan khusus ketrampilan-ketrampilan dasat seperti makan, mandi, berangkat , dan lainnya. Jika hal-hal seperti ini terus anda ajarkan kepada anak-anak anda tentunya bukan tidak mungkin jika anak kebutuhan khusus dapat hidup selayaknya anak lainnya.


Desain-tanpa-judul-2023-02-13T090354.923.png
24/Jan/2023

Masa remaja idealnya adalah masa yang penuh tantangan, karena banyak hal positif yang bisa dilakukan untuk masa depannya. Namun, jika salah melangkah, remaja bisa terjebak dalam pergaulan yang salah dan tentu saja akan memiliki banyak dampak negatif.

Hamil diluar nikah, adalah satu dampak terburuk yang bisa dialami oleh remaja atau seseorang yang terlalu bebas dalam pergaulan atau dikenal dengan istilah terjebak pergaulan bebas. Jika sudah demikian, tentu masa depan mereka sudah tidak menarik lagi. Masa depan yang suram, depresi, bahkan yang paling memburuk bias menyebabkan bunuh diri.

Pergaulan bebas merupakan satu fenomena yang marak muncul dikalangan remaja. Umumnya bukan hanya bagi remaja di perkotaan, namun hingga ke daerah terpencil sekalipun, pergaulan bebas telah lekat dengan dunia remaja.

Masa remaja memang identik dengan pergaulan. Kata orang-orang yang santer didengar, remaja kalau tidak bergaul, tidak menikmati hidup. Namun yang perlu dikaji adalah penyebab remaja butuh pergaulan. Apakah merupakan satu kebutuhan, keinginan atau hanya sekedar ikut-ikutan saja agar tidak ketinggalan dan dicap sebagai remaja yang tidak gaul.

remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Jadi istilahnya masih dalam masa transisi, identik dengan orang yang masih mencari jati dirinya. Bagi orang yang sedang mencari jati diri, tentu saja mereka melakukan apa saja yang menurut mereka memuaskan dan memenuhi keinginannya, termasuk dalam hal bergaul. Bergaul bagi remaja kini menjadi satu kebutuhan untuk mengeksistensikan dirinya.

Meningkatnya minat remaja pada masalah seksual saat ini karena remaja sedang berada dalam potensi seksual yang aktif. Akibatnya remaja berusaha mencari berbagai informasi mengenai hal tersebut. Dari sumber informasi yang berhasil mereka dapatkan, pada umumnya hanya sedikit remaja yang mendapatkan seluk beluk seksual dari orang tuanya. Oleh karena itu remaja mencari atau mendapatkan dari berbagai sumber informasi yang mungkin dapat diperoleh, misalnya seperti di sekolah atau perguruan tinggi, membahas dengan teman- teman, buku-buku tentang seks, media massa atau internet.

Dampak negatif yang mungkin muncul tersebut diantaranya hamil diluar nikah dan berujung pada tindakan aborsi. Fakta mengejutkan pernah tercatat bahwa sedikitnya ada 700 ribu remaja Indonesia setiap tahunnya melakukan aborsi. Padahal tindakan aborsi pun beresiko menjadi kematian. Akibat-akibat lain dari seks bebas dikalangan remaja ini pun berbagai macam, terkena HIV/AIDS, PMS (Penyakit Menular Seksual), KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) hingga aborsi yang dapat menyebabkan cacat permanen atau berujung pada kematian.

Menjadi remaja yang berkualitas salah satu poinnya harus cerdas dan memiliki bekal pengetahuan agama yang cukup. Hal tersebut bisa menjadi satu filter agar seorang remaja tidak terjebak kedalam pergaulan bebas. Ada banyak tawaran yang bisa dilakukan remaja dalam mengisi kegiatannya sehari-hari sehingga tidak terjebak dalam pergaulan bebas di antaranya agar mengisi hari-harinya dengan kegiatan yang positif di antaranya dengan berorganisasi.

Seseorang yang secara psikologisnya telah merasa depresi dan tidak berharga tentu secara otomatis akan berdampak terhadap terhadap seluruh aktivitasnya. Biasanya mereka tidak ingin melakukan aktivitas apapun juga dan yang difikirkannya hanya rasa bersalah yang terjadi dalam dirinya. Remaja yang sudah terjebak dalam pergaulan bebas itu kebanyakan hanya termenung setiap harinya dan sangat lamban dalam merespon stimulus lainnya dari lingkungan, dan yang terparah bisa berhenti sekolah atau kuliah.

Penyebab Kenakalan Remaja

Faktor internal:

a.Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.

b.Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

Faktor eksternal:

  • Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja.
  • Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi
  • penyebab terjadinya kenakalan remaja
  • Teman sebaya yang kurang baik
  • Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

 

Untuk mengatasi/mencegah agar tidak terjadi kenakalan remaja bisa dilakukan dengan cara :

  • Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun.karena dengan adanya rasa kasih sayang dari orang tua maka anak akan merasa diperhatikan dan
  • dibimbing.dan dengan kasih sayang itu pula akan mudah mengontrol remaja jika ia mulai melakukan kenakalan.
  • Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti TV, Internet, Radio, Handphone dan lain- lain.
  • Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain di rumah.
  • Perlunya pembelajaran agama yang dilakukan sejak dini seperti beribadah dan mengunjung tempat ibadah sesuai dengan iman dan kepercayaannya

Desain-tanpa-judul-2023-02-13T085007.176.png
23/Jan/2023

Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang.

Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental.

Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang.

Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental.

Gejala Gangguan Mental

1. Perubahan mood

Tanda penyakit mental lainnya adalah mood atau suasana hati anak yang berubah secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa berlangsung sebentar hingga dalam jangka waktu yang tidak menentu.

2. Perubahan perilaku

Ini merupakan tanda munculnya penyakit mental pada anak yang tergolong mudah Anda sadari melalui aktivitas sehari-hari baik di rumah maupun di sekolah. Ketika anak menjadi lebih sering bertengkar, cenderung kasar, hingga berkata kasar yang menyakitkan orang lain padahal sebelumnya tidak, Anda perlu curiga.

3. Penurunan berat badan

Tahukah Anda bahwa gangguan mental juga dapat memengaruhi kondisi fisik anak? Tak hanya karena penyakit fisik, berat badan yang menurun drastis juga bisa menjadi tanda penyakit mental anak. Gangguan makan, stres, hingga depresi dapat menjadi penyebab anak kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah yang berkelanjutan.

4. Menyakiti diri sendiri

Perhatikan saat anak sering mengalami kekhawatiran serta rasa takut berlebih. Perasaan ini dapat berujung pada keinginannya untuk menyakiti diri sendiri.

Biasanya, ini menjadi akumulasi dari perasaan stres serta menyalahkan diri sendiri karena gangguan mental juga mengakibatkan anak sulit mengelola emosi. Ini juga menjadi tanda gangguan mental pada anak yang perlu Anda cermati karena tidak menutup kemungkinan berujung pada percobaan bunuh diri.

5. Kesulitan berkonsentrasi

Anak-anak yang menderita gangguan mental cenderung sulit fokus atau memperhatikan dalam waktu yang lama. Selain itu, mereka juga memiliki kesulitan untuk duduk diam dan membaca. Tanda penyakit mental yang satu ini dapat menyebabkan menurunnya performa di sekolah juga perkembangan otaknya.

Ciri-ciri Kesehatan Mental Yang Baik

1. bangkit kembali dari kekesalan dan kekecewaan

2. memiliki hubungan yang lebih sehat dengan keluarga dan teman

3. melakukan aktivitas fisik dan makan makanan yang sehat

4. terlibat dalam kegiatan

5. memiliki rasa pencapaian

6. bisa bersantai dan tidur nyenyak

7. merasa nyaman di komunitas mereka.

8. merasa lebih bahagia dan lebih positif tentang diri mereka sendiri dan menikmati hidup

Jika Anda menyampaikan kekhawatiran kepada anak Anda, mereka mungkin menolak bantuan apa pun atau mengatakan tidak ada yang salah. Banyak anak muda tidak mau mencari bantuan sendiri. Jadi, Anda mungkin perlu mengatakan bahwa Anda khawatir tentang mereka dan akan mencoba untuk mendapatkan nasihat profesional. Sebaiknya dorong anak untuk ikut bersama.


Desain-tanpa-judul-2023-02-06T093727.197.png
21/Jan/2023

Ketika berencana untuk hamil, para wanita dianjurkan untuk lebih memperhatikan kesehatannya mulai dari sebelum hamil, selama hamil, setelah melahirkan hingga menyusui.

1.Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Harian

Mengonsumsi makanan bergizi selama kehamilan bukan hanya bermanfaat untuk mendukung kesehatan tubuh ibu, namun juga bermanfaat bagi perkembangan janin di dalam rahim, serta mengurangi risiko banyak cacat lahir.
Pola makan kehamilan yang seimbang meliputi protein, vitamin C, kalsium, buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, makanan yang kaya zat besi, lemak yang cukup, asam folat, dan nutrisi lain, seperti kolin.
Cara sederhana untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu selama kehamilan adalah dengan mengonsumsi berbagai makanan dari masing-masing kelompok makanan setiap hari.

2.Mencapai Penambahan Berat Badan yang Sehat

Penambahan berat badan saat hamil adalah hal yang wajar dan diharapkan. Bagi wanita yang berat badannya berada dalam kisaran normal sebelum hamil, penambahan berat badan sekitar 16-18 kg, atau 12 kg untuk obesitas, dan 20 kg untuk wanita yang underweight. Penting untuk mendiskusikan dan memantau berat badan dan kebutuhan nutrisi ibu dengan dokter selama kehamilan.

3.Perhatikan Pola Makan

Memerhatikan pola makan saat hamil adalah hal yang sangat penting. Ibu juga perlu tahu jenis makanan yang sebaiknya dihindari selama masa kehamilan. Guna melindungi ibu dan bayi dari infeksi bakteri atau parasit, seperti listeriosis, pastikan hanya mengonsumsi susu, keju, dan jus yang sudah dipasteurisasi. Hindari makan daging dari konter deli atau hot dog kecuali sudah dipanaskan dengan baik. Hindari juga makanan laut yang diasap atau daging dan makanan laut yang setengah matang.

4.Minum Vitamin Prenatal

Sebagian besar nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan harus didapatkan dari makanan, namun suplemen vitamin prenatal berperan penting untuk melengkapi kekurangan. Pasalnya, sulit untuk merencanakan menu makanan bergizi seimbang setiap harinya.
Asam folat merupakan vitamin B yang sangat penting bagi ibu hamil. Suplemen asam folat yang diminum beberapa minggu sebelum kehamilan dan selama 12 minggu pertama kehamilan terbukti menurunkan risiko memiliki anak dengan cacat tabung saraf seperti spina bifida.
Kolin adalah nutrisi penting lainnya yang membantu mencegah cacat lahir pada otak dan tulang belakang. Kebanyakan vitamin prenatal tidak mengandung kolin yang cukup, jadi bicarakan dengan dokter kandungan tentang menambahkan suplemen kolin selama kehamilan.

5.Olahraga

Olahraga ringan tidak hanya aman untuk dilakukan ibu hamil, tapi juga dianjurkan karena bermanfaat bagi kesehatan tubuh ibu dan bayi yang sedang bertumbuh. ACOG merekomendasikan ibu hamil untuk melakukan aktivitas aerobik dengan intensitas sedang setidaknya 150 menit setiap minggu.
Namun, penting untuk membicarakan terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum memulai jenis olahraga apa pun, terutama bagi ibu hamil yang memiliki faktor risiko.

6.Mengubah Kebiasaan Hidup Menjadi Lebih Sehat

Menerapkan gaya hidup yang baik akan berdampak langsung pada kesehatan bayi. Penting bagi ibu hamil untuk menghentikan kebiasaan merokok, penyalahgunaan obat-obatan, dan konsumsi alkohol. Pasalnya, beberapa kebiasaan buruk tersebut sudah dikaitkan dengan komplikasi dan risiko serius bagi kesehatan ibu hamil dan bayi.

7.Perawatan Diri saat Sakit

Selain gejala yang berkaitan dengan kehamilan, ibu hamil juga rentan terhadap infeksi tertentu, seperti flu biasa, pilek, atau sakit perut. Meskipun biasanya penyakit ringan tersebut tidak akan memengaruhi bayi yang sedang berkembang, namun ibu hamil bisa merasa sangat tidak nyaman.

Oleh karena itu, penting untuk membicarakan pada dokter mengenai pengobatan yang aman digunakan untuk mengatasi penyakit yang ibu alami selama kehamilan. Pasalnya, banyak obat dan suplemen umum, seperti aspirin atau ibuprofen yang tidak direkomendasikan selama kehamilan.

8.Rutin Memeriksakan Kehamilan pada Dokter Kandungan

Menemui dokter kandungan sesuai jadwal untuk memeriksakan kehamilan penting agar dokter bisa memantau kesehatan ibu hamil dan bayi yang sedang bertumbuh dengan hati-hati. Ini juga bisa menjadi kesempatan bagi ibu hamil untuk bertanya pada dokter tentang segala kekhawatiran yang dimiliki selama kehamilan.

tidak ada patokan yang pasti mengenai berapa kali ibu harus memeriksakan kandungan pada dokter selama kehamilan, melainkan ibu bisa membicarakan jadwal pemeriksaan prenatal pada dokter kandungan ibu.

Berikut ini jadwal kunjungan prenatal yang umumnya disarankan:

  • Minggu ke-4 sampai 28 kehamilan: 1 kali kunjungan tiap bulan.
  • Minggu ke-28 sampai 36 kehamilan: 1 kali kunjungan tiap 2 minggu.
  • Minggu ke-36 sampai 40: 1 kali kunjungan tiap minggu.

Desain-tanpa-judul-2023-02-06T102042.233.png
20/Jan/2023

Pre-eklamsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan terjadi peningkatan tekanan darah melebihi normal dan tanda-tanda kerusakan pada sistem organ lain seperti ginjal. Pre-eklamsia pada umumnya terjadi setelah 20 minggu kehamilan pada wanita yang memiliki tekanan darah normal. Peningkatan tekanan darah melebihi normal dan terdapat protein dalam urine dapat menjadi pertanda dari pre-eklamsia.

Pre-eklamsia yang parah dapat membahayakan nyawa ibu dan janin. Penyebab pasti dari pre-eklamsia belum dapat dipastikan namun dapat diperkirakan karena gangguan pada plasenta. Satu-satunya cara untuk menyembuhkan pre-eklamsia adalah dengan melahirkan janin tersebut. Eklamsia adalah komplikasi dari kehamilan yang yang ditandai dengan terjadinya kejang.

Wanita hamil yang menderita tekanan darah tinggi bukan berarti mereka menderita pre-eklamsia. Peningkatan tekanan darah tinggi pada wanita hamil sering disebut sebagai tekanan darah tinggi gestasional.
Diagnosa pre-eklamsia dapat disimpulkan ketika peningkatan tekanan darah disertai dengan ditemukannya protein pada urin (air kencing) dan beberapa gejala lain.

Penyebab pasti dari pre-eklamsia belum diketahui namun diperkirakan karena masalah pada plasenta. Kerusakan pada plasenta, penyempitan pada pembuluh darah dan terjadinya perbedaan reaksi ketika mendapat sinyal dari hormon mengakibatkan suplai darah menjadi berkurang. Kondisi ini mengakibatkan pendistribusian oksigen dan nutrisi pada bayi.

Setiap kehamilan dapat mengalami pre-eklamsia. Namun terdapat beberapa faktor resiko untuk meningkatkan terjadinya pre-eklamsia, seperti :

  • Kehamilan pertama atau mengalami kehamilan lagi setelah 10 tahun dari kehamilan sebelumnya.
  • Hamil ketika berusia lebih dari 40 tahun.
  • Mengalami obesitas (BMI >35)
  • Mengalami kehamilan untuk bayi kembar dua, tiga, atau lebih.
  • Jika ibu atau kakak kandung perempuan pernah mengalami pre-eklamsia.
  • Anda akan memiliki faktor resiko yang tinggi untuk terjadinya pre-eklamsia jika mengalami beberapa kondisi seperti :
  • Menderita tekanan darah tinggi atau pernah mengalami pre-eklamsia pada kehamilan yang sebelumnya.
  • Menderita diabetes atau penyakit ginjal.
  • Menderita tekanan darah tinggi sebelum mendapatkan kehamilan.
  • Menderita sindrom antifosfolipid (wanita dengan kondisi ini memiliki peningkatan resiko mengalami keguguran dan terjadinya pembekuan darah).
  • Menderita penyakit lupus.

Berikut beberapa upaya yang dapat dilakukan :

  • Berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan adalah upaya yang diperlukan untuk penentuan penanganan pada kasus pre-eklamsia.
  • Melakukan monitoring pemeriksaan tekanan darah dan urine secara teratur diperlukan untuk memantau kondisi.
  • Mengkonsumsi obat yang dianjurkan Dokter secara rutin dapat membantu mencegah kondisi bertambah parah.
  • Istirahat secukupnya diperlukan namun istirahat terlalu lama tidak dianjurkan pada beberapa kasus karena menurut penelitian dapat meningkatkan resiko penggumpalan darah.
  • Pada pre-eklamsia yang berat dibutuhkan perawatan di rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk membantu mengontrol jumlah cairan. Kurangnya cairan ketuban merupakan tanda pasokan darah yang buruk untuk

Desain-tanpa-judul-2023-02-06T101427.227.png
19/Jan/2023

Air Susu Ibu (ASI) ataupun susu formula adalah satu-satunya makanan yang dibutuhkan bayi mulai usia 0 – 6 bulan. Ibu dapat memberikan ASI eksklusif selama periode 6 bulan pertama tersebut. Namun pada usia diatas 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan dengan makanan tambahan sebagai pelengkap selain susu. Bayi mulai belajar untuk memindahkan makanan dari depan mulut ke belakang mulut dan menelan makanan.

Pada usia diatas 6 bulan, bayi memerlukan makanan tambahan selain ASI. Namun pemberian ASI harus tetap sesuai permintaan bayi dan tidak boleh sengaja dikurangi. ASI tetap akan menjadi bagian terpenting dari makanan bayi. Sebelum memberikan makanan lain hendaknya memberikan ASI terlebih dahulu.

Jenis MP-ASI yang dapat diberikan kepada bayi

1. Makanan yang sederhana.

Mulailah untuk mengenalkan bayi pada makanan-makanan tunggal yang tidak mengandung gula atau garam. Berilah waktu kepada bayi selama kurang lebih tiga sampai lima hari untuk memulai makanan baru. Diharapkan dengan cara ini akan memperlihatkan ketika bayi mengalami alergi atau makanan yang dapat memicu masalah pada pencernaan. Setelah mengenalkan makanan bahan tunggal, maka dapat mengenalkan dengan makanan kombinasi. Contoh makanan yang dapat diberikan seperti telur.

2. Makanan yang memiliki kandungan tinggi nutrisi.

Zat besi dan zink adalah kandungan penting yang dibutuhkan oleh bayi berusia 6 bulan. edua

3. Mengenalkan sereal

Memberikan bayi sereal dan bubur dengan dicampuri susu.

4. Buah dan sayuran

Mulailah untuk mengenalkan sayur dan buah pada bayi. Buah dan sayur harus diblender dan disaring untuk menghilangkan serat/ ampas. Atau dapat menggunakan juicer untuk hasil yang lebih baik.

5. Memberikan makanan yang dapat dipegang

Bayi 8-10 bulan dapat Memberikan makanan seperti buah, sayuran, keju, biskuit bayi.

Mungkin saja bayi akan menolak makanan pendamping ASI karena baru mencoba tekstur dan rasa baru. Jika bayi menolak maka tidak perlu dipaksa tetapi tetaplah mencoba untuk memberinya makanan dengan rasa yang baru.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan :

1. Frekuensi

Untuk bayi berusia 6 bulan, berikan makanan Pendamping ASI sebanyak 2 kali dalam satu hari. Jika bayi anda sudah berusia 7 – 12 bulan, makanan Pendamping ASI dapat diberikan sebanyak 3 kali dalam satu hari.

2. Jumlah makanan yang diberikan pada bayi adalah 2-3 sendok setiap makan (sebagai pengenal rasa). Jumlah ini dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu secara perlahan.

3. Kepekatan makanan

  • Bayi berusia 6 bulan : berikan makanan yang cukup pekat/kental dengan menggunakan sendok yang lunak.
  • Bayi berusia 7-9 bulan : berikan makanan yang dilunakkan.
  • Bayi berusia 10-12 bulan : berikan makanan yang dipotong kecil2 sehingga makanan dapat dipegang sendiri oleh bayi.

4. Pemberian makan untuk bayi dapat dilakukan secara aktif/ responsif dengan beberapa cara berikut :

  • Bayi mungkin perlu waktu untuk terbiasa dengan makanan lain selain ASI.
  • Ibu harus sabar dan memberikan dorongan kepada bayi untuk mau makan.
  • Jangan memaksa bayi untuk makan.
  • Gunakan piring tersendiri untuk memberi makan bayi untuk memastikan ia makan seluruh makanan yang diberikan.

5. Kebersihan

  • Menjaga kebersihan makanan dan peralatan makan harus selalu diperhatikan untuk mencegah diare atau penyakit lainnya. Beberapa upaya untuk menjaga kebersihan
  • Mencuci tangan dengan sabun sebelum menyiapkan makanan dan sebelum memberikan/ menyuapi makanan pada bayi.
  • Mencuci tangan Ibu dan bayi sebelum makan.
  • Menggunakan sendok atau cangkir yang bersih ketika akan memberikan makanan atau minuman kepada bayi.
  • Menyimpan makanan yang diberikan kepada bayi ditempat yang bersih, aman dan tertutup.
  • Mencuci tangan Ibu dengan sabun setelah ke toilet dan setelah membersihkan kotoran bayi.

3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak