Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Desain-tanpa-judul-76.png
04/Jan/2023

Bermain juga membantu anak berinteraksi dengan baik bersama teman-temannya. Tak hanya itu mereka juga mengasah kemampuan sosial dan emosional ketika menghadapi teman baru atau situasi yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Lewat bermain anak-anak belajar untuk menguasai bahasa dan berbicara.

Anak usia dini adalah bayi yang baru lahir sampai dengan usia genap 6 tahun. Untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini agar bisa tumbuh dan berkembang secara optimal maka diperlukan suatu rangsangan atau stimulus yang tepat. Salah satu rangsangan yang dibutuhkan adalah kegiatan bermain, karena sejatinya bermain adalah dunia anak yaitu dunia yang penuh dengan spontanitas dan menyenangkan. Bermain merupakan sarana belajar bagi anak dan sekaligus menjadi kegiatan pembelajaran untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak.

Manfaat bermain pada anak:
1. Belajar memecahkan masalah.

Saat bermain, ada kalanya anak menghadapi kesulitan. di saat itulah anak terlatih untuk memecahkan masalah dan mencari solusi untuk situasi yang dihadapi bahkan anak bisa terlatih untuk berdiskusi hingga berdebat dengan temannya terkait solusi sebuah masalah.

2. Mengembangkan rentang konsentrasi.

Ketika bermain anak tidak hanya bersenang-senang saja, ia juga tengah belajar sesuatu dari permainan itu seperti mengembangkan kemampuan sensor motorik, logika berfikir, konsentrasi, maupun ketekunannya.

3. Belajar berorganisasi.

Permainan seringkali mengehendaki adanya peran yang berbeda, oleh karena itu dalam permainan anak-anak dapat belajar berorganisasi sehubungan dengan penentuan siapa yang akan menjadi apa. Dengan permainan anak-anak dapt belajar bagaimana membuat peran yang harmonis dan melakukan kompromi.

4. Meningkatkan potensi rasa percaya diri.

Bermain menyediakan kesempatan pada anak-anak mengatasi situasi. Kemampuan ini akan membentuk rasa kompeten dan berhasil. Perasaan mampu ini dapat pula mengembangkan percaya diri anak-anak. selain itu anak-anak dapat membandingkan kemampuan pribadinya dengan temannya sehingga dia dapat memandang dirinya lebih wajar atau (mengembangkan konsep diri yang realistis).

5. Bermain mendorong kreativitas dan mendukung anak untuk berkhayal dan berimajinasi.
6. Bermain memungkinkan anak “mencoba” dan mempraktikan kecakapan baru atau kecakapan yang dibutuhkan agar bisa memenuhi di sekitarnya.
7. Belajar terampil dalam berbahasa dan berkomunikasi

Lewat bermain anak-anak belajar untuk menguasai bahasa dan berbicara. Tahapan ini adalah awal untuk belajar lebih banyak lagi hal lainnya. lewat bermain anak-anak mengenal kosa kata baru dan belajar bagaimana berkomunikasi dengan temannya.

Apa manfaat bermain bagi perkembangan anak?
Aktivitas bermain bermanfaat untuk membuat anak lebih kreatif. Pasalnya, ketika bermain, anak dapat mengembangkan proses berpikirnya serta ide-ide baru sehingga kreativitasnya terbentuk


Desain-tanpa-judul-74.png
03/Jan/2023

Seorang anak identik dengan bermain. Memang karena dunia anak adalah bermain. Namun seringkali orangtua kebablasan dalam mendidik anak. Begitu juga sang anak. Akibat keasyikan bermain dengan teman-teman sebaya sehingga sang anak lupa untuk belajar di waktu-waktu tertentu. Hal itu fenomena yang sering terjadi di masyarakat saat ini.

Sang anak yang dibiarkan terus menerus bermain sampai lupa waktu belajar merupakan hal salah. Orangtua harus menegur sang anak untuk belajar di waktu-waktu tertentu. Memang bermain itu sangat menyenangkan.

Namun sebagai orangtua kita harus memperingatkan anak untuk belajar. Seorang anak sekolah harus memperhatikan waktu yang tepat untuk belajar. Supaya anak dapat mengikuti terus proses belajar di sekolah dan tidak tertinggal dari anak yang lain dari segi kecerdasan.

Pada kali ini, penulis mencoba memberikan informasi kepada pembaca semua tentang waktu belajar anak yang efektif, berapa lama waktu belajar yang efektif bagi anak dan cara mengatur waktu anak belajar dengan baik dan benar. Diharapkan anak anda bisa belajar secara efektif dan efisien.

Otak manusia mempunyai karakteristik tersendiri. Tidak semua informasi yang terdapat dari luar bisa semuanya masuk ke dalam otak manusia. Otak manusia mempunyai titik jenuh dan kelesuan pada kondisi tertentu kalau terus belajar. Kalau dalam soal belajar pilihlah waktu yang tepat saat otak siap menerima pelajaran.

Otak mempunyai kapasitas tersendiri untuk menampung semua informasi. Jika otak dipakai untuk terus menerus berpikir maka ada waktunya saat otak mengalami kejenuhan. Kalaupun dipaksa akan membuat gejala rasa sakit di kepala. Saat inilah waktu untuk memberikan istirahat pada otak dalam beberapa menit sampai otak segar kembali.

Pagi hari

Jam 07.00 hingga 11.00 merupakan waktu yang tepat untuk melakukan aktivitas produktif. Di rentang jam tersebut, otak dan tubuh kita masih fresh, untuk memulai hari. Belum banyak distraksi yang terjadi juga, kemudian ada faktor matahari kuning muda yang memasuki jendela serta aliran udara masih segar. Oleh karena itu, saat masih di sekolah dahulu, rasanya pelajaran-pelajaran pagi yang diajarkan lebih mudah dipahami dan semangat belajarnya masih banyak.

Memang di jam-jam tersebut sangat cocok diisi dengan kegiatan yang santai, tapi memerlukan fokus yang tinggi.

Siang hari

Jam 11.00 hingga 14.30 merupakan rentang waktu yang tepat untuk mengerjakan tugas-tugas yang lumayan susah, berat, atau menguras energi. Sebab, di rentang waktu ini, keinginan untuk tidur menurun tajam atau simpelnya tubuh kita sudah sedikit mengeluarkan rasa kantuk, seperti di pagi hari.

Namun, hal ini tidak akan berlaku ya, jika tidur larut di malam harinya. Siang hari justru akan menjadi rawan mengantuk jika begitu situasinya. Jadi kalau memang kalian sekiranya paling cocok atau paling fokus belajar di siang hari, usahakan jangan tidur sampai larut malam ya.

Sore hari

Jam 15.00 hingga 17.30 merupakan rentang waktu dimana tubuh dan otak benar-benar berada dalam kondisi yang lelah karena sudah menjalankan berbagai aktivitas dari pagi sampai siang. Meskipun begitu, sore hari tetap dapat digunakan untuk waktu belajar yang optimal, tetapi dengan metode yang berbeda dari rentang waktu pagi atau siang.

Di rentang sore hari ini, aktivitas seperti berdiskusi bersama dengan teman atau kerja kelompok sambil diiringi candaan, baca-baca ringan atau mencicil pekerjaan di area outdoor kampus atau sekolah yang lebih terbuka dan dipenuhi tanaman hijau. Menjadi beberapa metode yang membuat belajar lebih santai dan tidak terlalu tegang.

Malam hari

Jam 18.00 hingga 21.00 merupakan waktu yang terbaik untuk mempelajari kembali atau recall pelajaran yang diajarkan dan mengerjakan tugas pribadi yang diberikan di pagi atau siang hari itu. Sebab, pemikiran kita masih mengingat sebagian besar yang diajarkan, ditambah juga dengan kembali mengulang yang dipelajari akan membantu pemahaman terhadap sebuah materi yang diajarkan tersebut. Selain itu, garis besar materi yang akan dipelajari untuk esok hari juga bisa dicicil sedikit untuk dibaca atau dipelajari.

Namun, jangan lupa dalam rentang malam hari, mengistirahatkan tubuh dan pikiran serta tidak tidur terlalu larut agar keesokan harinya dapat menerima pelajaran dengan maksimal.

Dini hari

Jam 01.00 hingga 04.00 sebenarnya menjadi salah satu metode belajar yang cukup unik. Sebelumnya sudah disinggung sedikit di awal, meskipun tak banyak, ada beberapa mahasiswa atau siswa yang cocok menggunakan metode belajar di rentang waktu dini hari ini.

Rentang waktu belajar ini cocok banget untuk kalian yang ingin belajar dengan suasana yang sunyi, damai, cukup dingin, dan tidak banyak gangguan, sambil dengar musik pengantar yang ringan atau membawa semangat biar tidak ngantuk lagi. Meskipun begitu, cukup beresiko juga metode rentang waktu dini hari ini, karena tidur dahulu di sore atau malam harinya, kemudian baru bangun di dini harinya bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan di awal. Jika belum terbiasa, bisa jadi justru ketiduran hingga pagi dan tugas pribadi tidak selesai.


Desain-tanpa-judul1.png
01/Jan/2023

Beberapa masalah kesehatan dapat dialami anak akibat paparan asap rokok, seperti iritasi mata, alergi, asma, bronkitis kronis maupun akut, infeksi meningitis, infeksi telinga tengah, pneumonia, limfoma, leukimia, hingga sindrom kematian bayi mendadak.

Tidak hanya itu, bahaya asap rokok ini tidak hanya berbahaya bagi anak-anak saja, tetapi juga janin di dalam kandungan ibu seorang perokok.

Pasalnya, anak-anak dan bayi dalam kandungan dapat mengalami gangguan kesehatan serius, jika mengabaikan bahaya yang ditimbulkan dari asap rokok.

Selain berbahaya untuk kesehatan anak, asap rokok juga dapat mengganggu tumbuh kembang. Sebab, sedikit saja dapat merusak paru-parunya yang sedang berkembang.

Karenanya, usahakan sebisa mungkin untuk bisa menjauhkan anak kecil dari asap rokok. Kurangi kebiasaan yang erat hubungannya dengan asap rokok, misalkan saja melarang tamu merokok saat di rumah, melarang anggota keluarga merokok saat di mobil maupun ruang rumah.

Bayi atau anak-anak yang terpapar asap rokok yang dihembuskan oleh para perokok bisa menjadi perokok pasif. Akibat seringnya menghirup asap rokok, maka mereka beresiko mengalami SIDS (Sudden Infant Death Sysndrome), yakni kematian bayi secara mendadak.

Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia diantaranya banyak zat beracun dan bersifat karsinogenik yang bisa tinggal di suatu permukaan. Bila terpapar dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan meningkatkan resiko kanker, serangan asma, masalah paru – paru, infeksi tenggorokan dan mata.

Tidak hanya pneumonia, ada beberapa risiko gangguan kesehatan lainnya pada anak-anak maupun bayi yang terpapar asap rokok terus-menerus, seperti serangan asma yang lebih sering dan parah, infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga, iritasi pada bagian mata, penyakit bronkitis atau meningitis

Beberapa hal di bawah ini mungkin bisa membantu Anda menetralisir asap rokok yang terlanjur masuk ke dalam paru-paru.

1.Terapi uap. …
2. Batuk secara sengaja. …
3. Mengeluarkan lendir dengan postural drainage. …
4. Rutin olahraga. …
5. Minum teh hijau. …

ajanan asap rokok bertahun-tahun mengakibatkan radang berkepanjangan sehingga merusak lapisan pelindung saluran napas dan mengganggu fungsi imunitas. Kondisi ini mengakibatkan zat beracun dan agen infeksius (bakteri, virus, dan lainnya) menembus masuk ke dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko infeksi saluran napas seperti pneumonia, tuberkulosis, atau bronkitis. Radang berkepanjangan juga mengakibatkan penebalan dinding saluran napas sehingga terjadi penyempitan saluran napas. Pajanan asap rokok selama masa kandungan dan di luar kandungan mengakibatkan hambatan tumbuh kembang anak dan penurunan penyerapan mikronutrien. Pajanan zat seperti senyawa hidrokarbon polisiklik aromatik dan 4-(methylnitrosamino-) 1-(3, pyridyl)-1-butone akibat asap rokok saat kehamilan juga dapat mengakibatkan lingkar kepala anak menjadi lebih kecil, sehingga mengganggu pertumbuhan otak anak.


Desain-tanpa-judul-68.png
29/Dec/2022

Obesitas pada anak merupakan masalah kesehatan yang sering kali dialami saat ini.

Saat tubuh anak terlihat berisi dan subur, mungkin orang tua akan bahagia, namun sebenarnya risiko obesitas pada Si Kecil semakin meningkat.

Gejala Obesitas Anak

Namun, menurut Menteri Kesehatan Nila Moeloek kala itu, hal ini bukan disebabkan oleh perbaikan gizi, melainkan akibat angka stunting yang turun.

Tanda awal obesitas pada anak bisa diketahui dengan mudah, yaitu seperti:

  • Bentuk pipi yang tembem
  • Dagu yang berisi
  • Leher yang tertutup atau pendek
  • Perut buncit
  • Kedua tungkai umumnya berbentuk x
  • Paha dalam saling menempel
  • Jangan pernah ragu untuk konsultasi ke dokter apabila mendapat Si Kecil mengalami kondisi seperti ini, ya, Moms!

Penyebab Obesitas pada Anak
Obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan energi yang masuk dengan energi yang dipakai.

Genetik

Penyebab obesitas pada anak yang pertama adalah genetik. Masyarakat umumnya percaya jika kegemukan menurun dalam keluarga.

Maka, anak-anak yang berasal dari keluarga dengan orang-orang yang kelebihan berat badan, lebih mungkin untuk mengalami kondisi yang sama.

Peranan Orang Tua

Orang tua juga ternyata berperan sebagai penyebab obesitas pada anak. Hal ini karena orang tua bertindak sebagai penyedia dan pembuat makanan dalam lingkungan rumah tangga.

Moms dan Dads memainkan peran penting dalam menentukan tidak hanya makanan apa yang dikonsumsi, tetapi juga seberapa banyak makanan yang dikonsumsi anak.

Pola Makan Buruk

Cara orang tua menawarkan makanan juga berpengaruh terhadap persepsi anak.

Persepsi yang positif terbentuk jika orang tua memberi kesempatan kepada anak untuk memilih makanannya sendiri dengan menyediakan porsi makanan sehat yang cukup.

Pembatasan konsumsi makanan cepat saji yang dipaksakan malah meningkatkan keinginan anak untuk mengonsumsi junkfood, lho.

Konsumsi Makanan Cepat Saji

Konsumsi makanan cepat saji juga merupakan penyebab obesitas pada anak. Makanan cepat saji mengandung kalori tinggi, namun memiliki nilai gizi yang rendah.

Gaya hidup masyarakat urban perlu diwaspadai, di mana sering kali kedua orang tua bekerja sehingga memiliki waktu lebih sedikit untuk mempersiapkan makanan bagi keluarga di rumah.

Ditambah lagi, kemudahan untuk membeli makanan cepat saji melalui layanan ojek daring. Ini jadi salah satu penyebab anak mengalami obesitas.

Konsumsi Minuman Tinggi Gula
Konsumsi minuman yang mengandung gula tinggi juga jadi penyebab anak obesitas.

Minuman golongan ini tidak hanya minuman bersoda, tetapi juga minuman kemasan, seperti jus buah, yoghurt, bahkan susu.

Pola makan dan minum buruk yang mengandung kadar lemak atau gula yang tinggi dan sedikit nutrisi ini tentu saja dapat menyebabkan berat badan anak bertambah dengan cepat.

Untuk menghindari obesitas pada anak, perhatikan kadar gula di masing-masing kemasan minuman sebelum memberikannya kepada Si Kecil ya, Moms.

Maka, pastikan anak telah mendapatkan tidur yang cukup ya, Moms.

Anak-anak berusia 1-2 tahun disarankan untuk tidur sebanyak 11-14 jam per hari. Sementara anak 3-5 tahun disarankan untuk tidur sebanyak 10-13 jam per hari.

Sedangkan pada remaja usia 14-17 tahun membutuhkan waktu tidur selama 8-10 jam per hari.

Ingatlah untuk selalu menjadi contoh yang baik bagi anak di rumah ya, Moms.

Terapkanlah gaya hidup yang sehat agar anak bisa menirunya dan terhindar dari obesitas.

Jangan lupa juga untuk berkonsultasi ke dokter gizi anak ya Moms untuk tahu panduan pemberian makan yang sehat.


Desain-tanpa-judul-66.png
28/Dec/2022

Pasalnya, tidak semua anak terbiasa melakukan aktivitas fisik. Moms mungkin akan sedikit kesulitan untuk membuat anak bergerak aktif.

Karena itu, penting mengetahui seperti apa tips agar anak suka olahraga.

Untuk itu, penting bagi orang tua untuk terus memberikan motivasi dan pendampingan kepada anak agar rutin melakukan kegiatan fisik.

Cara Agar Anak Suka Olahraga

Menjelaskan Manfaat Olahraga pada Anak

Cara agar anak suka olahraga yakni dengan menjelaskan manfaat olahraga pada Si Kecil.

  • Otot dan tulang yang lebih kuat.
  • Tubuh lebih ramping.
  • Mengurangi risiko kelebihan berat badan.
  • Kemungkinan lebih rendah mengalami diabetes tipe 2.
  • Menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol darah.
  • Pandangan hidup yang lebih baik.

Dengan anak mengetahui manfaatnya, ia akan secara otomatis bergerak tanpa disuruh lagi.

Orang Tua Turut Bergabung dengan Anak

Jadikan kesempatan ini sebagai cara anak agar suka olahraga berikutnya.

Misalnya, dengan melakukan kegiatan mendaki bukit, bersepeda ke sekolah bersama, sekadar berkeliling komplek perumahan, atau melakukan olahraga seperti basket.

Jadikan Sebagai Kegiatan Bermain

Moms bisa mencari kegiatan lain yang akan dinikmati anak-anak, seperti menari, panjat tebing, berenang, atau seni bela diri.

Lebih lanjut ia menyarankan, bahwa penting untuk membuat anak-anak yang tidak atletis merasa termotivasi untuk bergerak, sehingga mereka dapat membentuk kebiasaan melakukan aktivitas fisik.

Benahi Ruangan untuk Anak Berolahraga

Untuk berolahraga, tentu membutuhkan ruangan yang sedikit luas. Terutama jika dilakukan di dalam rumah.

Fasilitas penunjang juga menjadi hal penting. Misalnya untuk senam aerobik, setidaknya anak punya matras olahraga atau perlengkapan lainnya.

Dengan anak memiliki alat olahraga, ini akan menjadi cara anak agar suka olahraga.

Batasi Penggunaan Smartphone

American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar anak-anak menatap layar ponsel tidak lebih dari selama 1-2 jam dalam sehari, baik itu menonton TV, menjelajahi internet, atau bermain video game.

Karena itu, adalah langkah penting untuk membuat Si Kecil lebih aktif dan supaya anak suka melakukan olahraga.

Cara agar anak suka olahraga ini terbilang sulit, tapi bisa dilakukan secara bertahap, Moms.

Untuk mencegah godaan menggunakan ponsel atau menatap layar, jangan letakkan TV di kamar tidur, dan letakkan komputer di ruang bersama di mana Moms dapat mengawasi.

Disamping itu, olahraga merupakan guru terbaik bagi anak untuk dapat belajar mengenai nilai-nilai kehidupan.

Artinya anak dapat belajar untuk percaya diri, pantang menyerah, memahami sportivitas, dan kerja sama tim.


Desain-tanpa-judul-64.png
27/Dec/2022

Mata Merah Akibat Bakteri

Berbagai jenis bakteri dapat menyebabkan mata merah pada anak, seperti:

  • Staphylococcus aureus
  • Streptococcus pneumoniae
  • Neisseria gonnorhea
  • Chlamydia trachomatis

Saat mengalami mata merah akibat bakteri, mata Si Kecil biasanya mengeluarkan cairan kental yang akan mengerak setelah menjadi kering.

Untuk mengatasinya, Moms perlu memeriksakan Si Kecil ke dokter mata agar diberikan resep tetes mata antibiotik.

Pastikan Moms memberikannya secara konsisten sesuai dosis sampai mata anak kembali sembuh seperti semula.

Mata Merah Akibat Virus

Kondisi ini cukup sering menyerang anak, karena Si Kecil berinteraksi dengan banyak orang sekaligus saat di sekolah.Mata merah akibat virus biasanya terjadi bersamaan dengan infeksi saluran pernapasan atas dan disertai dengan gejala mata berair.Tidak perlu antibiotik untuk mengatasi mata merah pada anak yang disebabkan oleh infeksi virus.

Mata Merah Akibat Iritasi

mata merah juga bisa terjadi akibat kontak dengan bahan kimia, makanan, atau asap.Standar tindakan untuk mengatasinya adalah mencuci mata dengan air selama beberapa menit.

Jika mata merah tidak kunjung mereda, segera bawa Si Kecil ke dokter untuk diberikan penanganan lebih lanjut ya, Moms!

Mata Merah Akibat Alergi

Anak dengan rhinitis alergi akan mengalami gejala yaitu:

  • Mata merah
  • Bersin
  • Keluar ingus saat terkena paparan alergen seperti serbuk sari atau debu
  • Untuk mengatasi mata merah pada anak akibat reaksi alergi, Moms bisa memberikan obat antihistamin dan tetes mata
Batuk pilek

Batuk pilek juga dapat menyebabkan mata merah pada anak.

Keluhan mata merah akibat batuk pilek, misalnya pada ISPA atau flu, bisa hilang setelah kondisi tersebut sembuh.

Akan tetapi, bawa Si Kecil ke dokter jika ia mengalami mata merah yang disertai gejala lain, seperti:

  • Demam
  • Jarang pipis atau tidak pipis sama sekali
  • Sesak napas
  • Tidak berhenti batuk
  • Lemas
  • Menjadi sangat rewel atau sering menangis

Jika mata merah pada anak semakin parah atau tidak kunjung membaik setelah menggunakan obat sakit mata, Moms dianjurkan agar membawanya ke dokter mata.


Desain-tanpa-judul-63.png
26/Dec/2022

Dengan bantuan teknologi, misalnya. Kini, Moms bisa menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah dengan cepat dan masih memiliki waktu untuk melakukan hal lain.

Kira-kira, apa saja cara menjadi ibu rumah tangga yang baik, terutama di era modern seperti ini? Yuk, kita simak!

Menyiapkan Makanan yang Sehat dan Bergizi

Memasak sepertinya memang menjadi salah satu rutinitas wajib di rumah ya, Moms.
Selain menyajikan masakan lezat yang disukai keluarga, Moms juga harus memastikan makanan tersebut bergizi seimbang sesuai dengan 4 sehat 5 sempurna.
Jika Moms masih belum mahir, jangan takut untuk mencoba berbagai resep yang ada di buku atau internet.
Mulailah dengan resep makanan yang Moms sukai, agar memasak menjadi aktivitas yang menyenangkan.

Bertanggung Jawab pada Kondisi Rumah dan Keluarga

Karena itu, menjadi ibu rumah tangga ternyata memerlukan kemampuan khusus lho, Moms!
Jika Moms sudah memiliki time management yang baik sebelum menikah, maka menjadi ibu rumah tangga bukanlah hal yang sulit.
Karena akan ada banyak rutinitas Moms untuk rumah dan keluarga yang harus disesuaikan waktunya. Salah perhitungan, bisa jadi satu rumah kebingungan!
Hampir keseluruhan aktivitas di rumah, waktunya dikendalikan oleh ibu rumah tangga.
Moms bisa membuat perencanaan time management dengan sistem yang sudah Moms sesuaikan dengan berbagai keperluan keluarga, seperti:

  • Kapan suami berangkat bekerja?
  • Jam berapa mulai membangunkan anak untuk sarapan dan sekolah?
  • Jam berapa keluarga mulai berkumpul untuk makan malam bersama?
Menghabiskan Waktu dengan Suami

Suami yang sudah lelah bekerja dan istri yang lelah mengurus rumah, biasanya membuat hubungan suami istri menjadi kurang mesra.
Ketika bertemu pada sore atau malam hari, tidak ada komunikasi yang terjalin dan bisa jadi menyulut konflik yang sebenarnya tidak diperlukan.
Dibadingkan bicara dengan satu sama lain, Moms dan suami pasti akan sibuk dengan gadget masing-masing.
Nah Moms, sebagai ibu rumah tangga, usahakan untuk tetap memiliki waktu luang bersama suami, begitu pula sebaliknya.
Maka usahakan untuk menyingkirkan gadget dan mulai awali obrolan.

Meluangkan Waktu untuk Anak

Tidak peduli era dahulu atau modern, kewajiban satu ini sudah pasti ada di top list seorang ibu.

Aktivitas mengurus anak berarti memastikan semua keperluan dan kebutuhannya terpenuhi, antara lain:

  • Makanan bergizi secara tepat waktu
  • Mandi
  • Menyikat gigi
  • Menyisir dan mengikat rambut
  • Mengatur mereka berpakaian
  • Memastikan Si Kecil memiliki aktivitas terstruktur sepanjang hari

Ketika anak-anak di usia sekolah, seorang ibu rumah tangga memiliki tanggung jawab untuk:

  • Membuat makan siang
  • Memastikan bahwa mereka siap untuk sekolah
  • Mengikuti ekstrakurikuler
  • Mengantar serta menjemput mereka dari sekolah atau kegiatan lainnya

Moms, salah satu tantangan untuk menahan diri dari boros di era modern ini sudah pasti adalah belanja online.

Hanya dengan menggunakan ponsel, barang yang diinginkan akan tiba di rumah. Sangat mudah dan cepat.

Dibandingkan menghabiskan uang untuk belanja online, Moms bisa memanfaatkan situs tersebut untuk menambah penghasilan, lho!

Tidak perlu bekerja di kantoran dan hanya cukup di rumah saja. Moms bisa berjualan kue, masakan rumahan, kerajinan tangan, bahkan sebagai dropshipper.


Desain-tanpa-judul-61.png
24/Dec/2022

Dengarkan, tetapi tidak dimasukkan ke dalam hati
Kapan pun dan di mana pun, Bunda pasti akan mendengar orang lain berkomentar tentang apa yang kurang atau salah mengenai cara Bunda membesarkan anak. Komentar-komentar tersebut bisa menyakitkan dan membuat Bunda meragukan kemampuan diri sendiri dalam mengasuh anak.

  • Tidak semua saran orang harus dilakukan
    Melengkapi diri dengan berbagai informasi memang penting. Namun, kalau terlalu banyak mendengar dan menyerap pendapat orang, hal tersebut justru bisa membuat Bunda jadi tidak percaya pada pilihan dan keputusan sendiri, lho.
  • Fleksibel dengan aturan
    Fleksibel dengan aturan ternyata dapat membawa kesenangan bagi orang tua dan anak. Bunda dapat memberi perlakuan khusus agar Si Kecil merasa nyaman di waktu tertentu. Misalnya, Si Kecil boleh tidur di atas jam 9 malam di akhir pekan atau mendapat ekstra waktu main game jika sudah membantu menyapu rumah.
  • Ibu sibuk, anak mandiri
    Bagi ibu pekerja, meninggalkan anak di rumah bersama pengasuh atau anggota keluarga lain, tentu bisa membuat Bunda jadi merasa bersalah. Sebenarnya, hal ini adalah normal dan jangan terlalu merasa bersalah, ya. Bagaimana pun, keputusan untuk bekerja juga bertujuan memberikan yang terbaik bagi buah hati.
  • Luangkan waktu untuk diri sendiri
    Bunda tidak perlu takut atau sungkan untuk meminta bantuan pengasuh anak, kerabat, pasangan, atau teman untuk menjaga Si Kecil saat Bunda perlu pergi keluar. Percaya deh, menghabiskan waktu sejenak untuk diri sendiri dapat membuat Bunda merasa segar, sehat, dan lebih siap untuk kembali merawat Si Kecil.
  • Tata ulang prioritas
    Menata kembali daftar prioritas juga bisa membuat Bunda bahagia. Misalnya, daripada menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyetrika pakaian, bagaimana jika sesekali menyerahkannya pada jasa laundry, sehingga Bunda bisa pergi nonton film anak bersama Si Kecil?

Nah, itulah beragam tips yang bisa Bunda lakukan agar jadi sosok yang lebih bahagia. Selain cara di atas, mulai sekarang Bunda bisa membiasakan untuk mengatakan hal-hal yang positif pada diri sendiri, bukannya terus mengkritik dan menyalahkan diri, ya. Ingat, jika Bunda bahagia, Si Kecil dan keluarga juga akan bahagia.


Desain-tanpa-judul-57.png
22/Dec/2022

Anggapan bahwa anak perempuan cenderung lebih dekat dengan ibunya bukanlah mitos belaka. Terdapat sebuah penelitian yang bisa memperkuat klaim tersebut.
Orangtua memiliki pengaruh genetik dan lingkungan yang besar terhadap kognisi, perilaku, maupun otak anak.
Asosiasi antara ibu dan anak perempuan ini lebih besar jika dibandingkan dengan asosiasi yang dimiliki ibu dan anak laki-laki, ayah dan anak perempuan, serta ayah dan anak laki-laki.Dengan kata lain, hubungan ibu dengan anak perempuan lebih terikat secara emosional dan memahami satu sama lain.
Selain itu, anak perempuan umumnya menjadikan ibunya sebagai panutan. Mereka dapat melihat dan meniru apa yang ibunya lakukan.
Walaupun begitu, tak dapat dipungkiri jika mungkin timbul konflik-konflik di antara keduanya seiring berjalannya waktu. Supaya dapat diantisipasi, kenali lebih jauh seputar kemungkinan penyebab rusaknya hubungan anak dengan ibu.

Penyebab rusaknya ikatan ibu dan anak perempuan
Ikatan ibu dan anak perempuan memberi dampak yang besar pada kehidupannya. Jika ikatan tersebut dipenuhi perhatian, kasih sayang, cinta, dan batasan yang sesuai

Namun, ikatan ibu dan anak perempuan bisa rusak karena beberapa faktor, seperti:

  • Mengendalikan anak secara berlebihan
  • Tidak ada saat anak membutuhkan
  • Selalu mengkritik apa yang dilakukan anak
  • Melakukan kekerasan pada anak
  • Bermusuhan dengan anak
  • idak merasa dekat dengan anak.

Cara membangun ikatan ibu dan anak perempuan
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ikatan batin ibu dan bayi sudah terjalin bahkan sejak masih di dalam kandungan.

  • Menjalin komunikasi yang terbuka
    Anak sering kali merasa takut ketika ingin menyampaikan hal yang tak disukai dari ibunya. Jika hanya dipendam, masalah ini bisa menimbulkan konflik berkepanjangan.
    Biarkan anak mengatakan apa yang mereka tidak suka dari Anda. Misalnya, anak mengatakan bahwa mereka tidak menyukai sifat protektif Anda. Beri penjelasan kepadanya mengapa Anda melakukan hal tersebut dan cobalah introspeksi diri.
  • Mendengarkan ketika anak berbicara

Alih-alih selalu merasa benar, cobalah dengarkan baik-baik ketika anak berbicara.
Mereka mungkin akan mengungkapan apa yang dirasakan atau dipikirkannya. Ibu pun dapat mengajukan pertanyaan pada anak untuk menghindari kesalahpahaman.
Hal ini dapat membuat anak merasa didengar dan dihargai sehingga ikatan antara ibu dan anak perempuan dapat semakin kuat.

  • Ada ketika anak membutuhkan

Berbicara dengan nada lembut
Menghadapi remaja perempuan dinilai sangat rentan bersinggungan dengan konflik.
Sebagai ibu, jangan merespons konflik dan percakapan yang memanas dengan nada bicara keras. Gunakan nada bicara lembut untuk menghindari konflik.
Penelitian pun mendukung hal ini dengan menyatakan bahwa berteriak sama berbahayanya dengan memukul anak.

  • Saling memaafkan

Untuk menjaga ikatan ibu dan anak perempuan, penting untuk saling memaafkan saat mengalami konflik. Sebagai seorang ibu, Anda sebaiknya tidak berperilaku egois ketika berkonflik dengan anak.
Setelah saling memaafkan, Anda dapat menasehati anak jika mereka membuat kesalahan agar tidak diulangi lagi.
Selain itu, biarkan anak memberikan saran atau teguran jika memang Anda membuat kesalahan kepadanya.

  • Ada ketika anak membutuhkan

Ketika anak membutuhkan Anda, pastikan Anda ada untuknya. Misalnya, jika mereka ada masalah dengan temannya, cobalah dengarkan curhatannya dan berikan solusi yang tepat.

  • Menghabiskan waktu bersama sambil bersenang-senang

Baik anak maupun orangtua, tentunya memiliki kesibukan masing-masing. Namun, jangan biarkan kesibukan ini merusak hubungan orangtua dan anak perempuannya.
Cobalah untuk menjadwalkan 1-2 hari di mana Anda dan anak memiliki waktu bebas untuk jalan-jalan.
Ajak anak perempuan Anda untuk ke salon atau spa bersama. Hal ini dipercaya dapat membuat hubungan anak dan ibu menjadi lebih erat.

  • Bersikap hormat terhadap anak

Ibu dan anak harus saling menghormati. Meski usia anak jauh di bawah Anda, tetap disarankan untuk menghargai dan bersikap hormat terhadapnya.
Jangan berteriak atau menggunakan kekerasan saat berusaha untuk mendisiplinkan anak. Hal tersebut bisa membuatnya merasa semakin jauh dari Anda dan memberontak.

Walaupun ikatan ibu dan anak perempuan begitu kuat, batasan tertentu antara orangtua dan anak tetap harus ada. Hal ini dapat membantu memelihara hubungan yang saling menghormati sehingga anak tidak bersikap kurang ajar.


Desain-tanpa-judul-42.png
21/Dec/2022

Ketika anak-anak merasa jenuh, mereka cenderung akan kehilangan kosentrasinya saat belajar dan bahkan dapat membuat mereka kehilangan semangat untuk belajar.

Pada saat anak-anak sedang menghadapi siatuasi tersebut, Moms dapat dapat membantu anak tetap konsentrasi ketika belajar. Melansir komodomath.com berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua.

Istirahat
Tidur yang cukup dapat memudahkan anak berkonsentrasi. Anak-anak bisa tidur 10-12 jam untuk anak usia 5 hingga 11 tahun. Menetapkan rutinitas waktu tidur membantu anak lebih konsentrasi saat belajar di pagi hari.

Membuat jadwal
Moms bisa membantu anak membuatkan jadwal pribadinya. Mulai dari jadwalnya bangun tidur, sekolah, mengerjakan PR,bermain, hingga kembali tidur. Setelah jadwal sudah tersusun dengan baik, Moms dapat mengajari sang anak untuk dapat memprioritaskan hal-hal yang terpenting dahulu untuk dilakukan.

Olahraga
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat bermanfaat bagi konsentrasi anak pada saat belajar maupun sekolah. Studi dari Denmark bahkan menyarankan berjalan ke sekolah dapat meningkatkan konsentrasi dan efeknya bertahan sepanjang pagi. Namun pada situasi pandemi yang terjadi saat ini, Moms bisa mengajaknya sang anak untuk melakukan kegiatan olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah.

Makanan Bergizi Seimbang
Jika Si Kecil kurang asupan nutrisi dapat menyebabkan gangguan konsentrasi. Makanan yang tinggi gula dan lemak jenuh juga dapat mempengaruhi konsentrasi. Makanya, sebagai salah satu cara melatih fokus anak adalah Mama sebaiknya memilih sumber makanan bergizi seimbang seperti susu, telur, makanan yang mengandung asam lemak Omega-3 seperti ikan salmon dan minyak ikan.

Pahami Metode Belajar Anak
Ada beberapa metode belajar yang biasa dilakukan oleh anak-anak. Beberapa di antaranya adalah metode belajar auditori, sensori, visual, kinestetik. Jadi, sebaiknya Mama pahami terlebih dahulu metode belajar yang disukai anak. Pasalnya, bisa saja anak sulit fokus karena belajar dengan metode yang tidak disukainya

Makanan tinggi protein yang dikonsumsi setiap hari dapat meningkatkan hormon yang menyebabkan anak sulit fokus. Makanan seperti ikan salmon dan tuna memang baik untuk kecerdasan otak anak. Namun, perlu diperhatikan pula jumlah asupan yang masuk dalam tubuh.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak