Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Desain-tanpa-judul-21.png
09/Dec/2022

Mengapa kontak mata dengan anak penting?

Kontak mata sebenarnya sudah digunakan para bayi untuk bertahan hidup, lho. Secara alami mereka mencari kontak mata dengan orang terdekat mereka untuk mendapatkan rasa aman, makan (menyusui atau minum dari botol), nyaman dan berlindung.

Inilah mengapa kontak aman dengan anak penting dilakukan karena merupakan bentuk koneksi kuat antara anak dan orang tua. Sebagaimana kita ketahui bahwa orang tua lah dunia pertama anak-anak mereka.

Dari dunia pertama inilah, kepercayaa diri dan kemampuan dasarnya dalam fisik maupun sosial emosi dibangun dan dikuatkan. Anak belajar tentang lingkungannya dan bagaiman berinteraksi dengan sekitar mulai dari orang tuanya lewat komunikasi dengan kontak mata.

Agar saat mereka menghadapi dunia luar mereka tahu harus bagaimana dan yakin ke mana harus kembali. Cinta, kepercayaan, hubungan yang erat dan komunikasi yang baik bermula dari kontak mata.

Cara melakukan kontak mata dengan anak

Sejajarkan pandangan mata dengan anak

Berlututlah dan cari mata anak, baru kemudian sampaikan pesannya. Keadaan tubuh yang merendah ini juga otomatis membuat nada bicara jadi lebih lembut dan tenang.

Dalam melakukan kontak mata dengan anak, anak seringkali kesulitan karena orang tua jauh lebih tinggi dibanding mereka. Orang tua perlu sejajarkan pandangan agar kontak mata dengan anak lebih efektif.

Lakukan bersama dengan 3 kata ajaib

Ucapkan maaf, tolong dan terima kasih sambil melakukan kontak mata dengan anak. Lambat laun anak akan mencontoh dan terbiasa melakukan kontak mata saat berbicara.

3 kata ajaib penting diajarkan sejak dini untuk menumbuhkan simpati dan empati yang positif bagi anak. Karena ini juga mempengaruhi pola komunikasi dan interaksi anak dengan orang lain, maka kontak mata juga baik diajarkan bersamaan dengan 3 kata ajaib.

Hentikan sejenak aktivitas untuk fokus berbicara dengan anak

Saat anak mengajak bicara, hentikan dulu aktivitas apapun yang sedang kita lakukan. Berikan beberapa menit untuk mendengarkan apa yang anak sampaikan dan respon dengan baik.

Ucapkan juga terima kasih karena anak sudah mau menceritakan hal yang ia sampaikan pada orang tua. Ini akan berguna sampai anak dewasa nanti, karena merasa dihargai saat berbicara. Ini juga akan membuat anak percaya orang tuanya bisa menjadi sahabat dekatnya.

Pilih waktu-waktu seru untuk melakukan kontak mata dengan anak

Untuk bayi juga bisa saat pijat bayi bersama Ibu atau Ayah, saat menyusu atau minum dari botol, serta saat ganti popok. Kontak mata dengan anak yang seperti ini juga mendukung kemampuan bahasanya berkembang optimal. Karena tak hanya menjadi lancar berkomunikasi, anak juga memahami lawan bicaranya dengan baik.

Kapan waktu-waktu seru itu? Saat menemaninya makan, bermain bersama anak, sebelum tidur, membacakan buku, membangunkan anak dari tidur, berpamitan sebelum ke sekolah, sepulang anak dari sekolah, bahkan saat mandi.

Ajak anak bermain games kontak mata

Jenis-jenis games kontak mata ini baik untuk membuat anak terbiasa melakukan kontak mata saat berbicara. Ibu dan Ayah bisa mengajak bermain games tahan tawa. Saling melihat mata masing-masing dan menahan tawa. Yang tertawa lebih dulu akan dihukum, misalnya dengan dicoret bedak.

Berikutnya tebak kata. Tempelkan kata yang harus ditebak di dahi orang tua, lalu minta anak untuk menjelaskan kata tersebut. Orang tua yang harus menebak apa katanya dari petunjuk yang dijelaskan anak.

Dalam menerapkan kontak mata dengan anak memerlukan proses yang lama dan mungkin juga sulit. Untuk itu disarankan terbiasa melakukan ini bahkan dari bayi, saat jarak pandang anak hanya beberapa senti saja. Konsistensi akan membuahkan hasil di masa yang akan datang. Anak jadi mudah melakukan kontak mata saat berbicara dengan orang lain.


Desain-tanpa-judul-19.png
08/Dec/2022

Melihat bayi yang baru lahir memang kerap membuat orang-orang merasa gemas dan ingin menciumnya. Meski ini menjadi bentuk rasa sayang, mencium bayi baru lahir tidak boleh sembarangan karena bisa menjadi sumber penyakit.

Cuci tangan
Penyakit infeksi paling sering menyebar lewat melalui sentuhan. Inilah mengapa mencuci tangan sangat penting sebelum menyentuh bayi baru lahir. Cucilah tangan dengan menggunakan sabun dan air hangat.

Hindari terlalu lama berada di lingkungan ramai
Bunda boleh membawa Si Kecil keluar rumah. Namun, pada beberapa minggu pertama, sebaiknya hindari terlalu lama membawa bayi baru lahir ke lingkungan yang terlalu ramai, misalnya toko, pasar, atau mal. Cara ini bisa menghindari bayi dari orang-orang yang ingin menyentuh dan menciumnya.

Gunakan larutan antiseptik
Hand sanitizer atau cairan pembasmi kuman yang mengandung alkohol dapat menjadi alternatif ketika tidak ada air dan sabun untuk mencuci tangan. Untuk menggunakannya, usaplah seluruh permukaan tangan selama 15−20 detik.

Membatasi orang lain untuk berinteraksi dengan bayi baru lahir memang tidak mudah ya, Bun. Namun, hal ini harus dilakukan supaya kesehatan Si Kecil bisa tetap terjaga. Jika dirasa perlu, Bunda juga bisa berkonsultasi lebih lanjut mengenai cara menjaga kesehatan bayi baru lahir ke dokter.

Selain larangan mencium bayi baru lahir, kebiasaan menyentuh atau mencium area sekitar tangan bayi baru lahir juga sebaiknya dihindari. Soalnya, bayi memiliki kebiasaan menghisap jari tangannya, sehingga kemungkinan bakteri dan virus masuk ke mulutnya bisa saja terjadi.


Desain-tanpa-judul-16.png
07/Dec/2022

Memberi Susu Soya untuk Bayi, Boleh atau Tidak?
Meski bernutrisi, susu soya bukanlah jenis susu yang dapat digunakan sebagai sumber nutrisi utama bayi. Susu soya untuk bayi umumnya baru direkomendasikan jika bayi memiliki alergi terhadap susu formula biasa yang berbahan dasar susu sapi.

Susu soya juga tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi yang terlahir prematur atau bayi berusia kurang dari 6 bulan. Selain itu, susu formula soya sebaiknya tidak diberikan pada bayi yang sedang mengalami kolik dan berisiko tinggi memiliki alergi makanan.

Merusak gigi bayi
Kandungan bahan tambahan, seperti gula atau pemanis buatan, di dalam susu soya tidak baik untuk bayi. Jika susu formula mengandung jenis gula laktosa, maka susu soya biasanya berisi glukosa.

Meningkatkan risiko reaksi alergi
Memberikan susu soya untuk bayi berusia di bawah 6 bulan dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko terjadinya reaksi alergi kedelai di dalam tubuhnya.

Menimbulkan masalah pada organ reproduksi bayi
Susu soya yang diolah dari kacang kedelai mengandung senyawa alami fitoestrogen yang menyerupai hormon estrogen.

Hal ini membuat pemberian susu soya secara berlebihan dikhawatirkan dapat memengaruhi perkembangan organ reproduksi bayi.

Aturan Memberi Susu Soya pada Anak
Susu soya boleh diberikan sebagai alternatif bila anak atau bayi alergi terhadap laktosa atau susu formula yang terbuat dari susu sapi. Susu soya juga boleh diberikan pada bayi yang mengalami gangguan metabolik, seperti galaktosemia. Namun, pemberian susu soya pada bayi tentunya perlu didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter anak, ya, Bun.

Jika hendak memberikan susu soya kepada Si Kecil, Bunda perlu memerhatikan beberapa hal berikut ini:

Jika ingin membeli susu soya untuk bayi, pilihlah susu yang terbuat dari kedelai utuh (whole).
Untuk anak di bawah 2 tahun, lemak sangat penting untuk berkembangan otaknya. Pastikan juga jika susu soya tersebut diperkaya dengan vitamin A, vitamin D, omega-3, dan kalsium.
Apabila Si Kecil minum susu soya, disarankan untuk meningkatkan asupan kalsiumnya. Susu soya mengandung zat alami phytate yang mampu mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium dan mineral lainnya.
Terakhir, pastikan asupan vitamin B12 Si Kecil tetap terpenuhi. Hal ini dikarenakan susu soya terbuat dari tanaman, sedangkan vitamin B12 hanya terdapat pada makanan hewani, termasuk susu sapi.


Desain-tanpa-judul-14.png
06/Dec/2022

 

Bila hal ini terjadi terus-menerus, Bunda dan Ayah pun bisa kurang tidur dan tentunya ini tidak baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab Si Kecil terbangun di malam hari, agar Ayah dan Bunda bisa mengatasinya.

Kedinginan
Saat merasa kedinginan, bayi yang terlelap tidur di malam hari bisa saja terbangun dan sulit untuk tidur kembali. Oleh karena itu, Bunda perlu untuk memperhatikan pengaturan suhu kamar agar Si Kecil tidak merasa kedinginan. Jika ia menangis, Bunda bisa melakukan metode kangguru untuk menenangkannya.

Lapar
Salah satu tanda bahwa bayi lapar adalah terbangun ketika ia sedang tidur. Malahan, menangis sebenarnya adalah tanda bahwa ia sudah sangat lapar. Ketika rasa laparnya masih ringan, bayi akan terbangun dan menunjukkan tanda lain, misalnya mengisap tangannya atau mencoba meraih payudara Bunda.

Siklus tidur yang belum teratur
Tidak semua bayi memiliki siklus tidur yang teratur, terutama yang baru lahir. Bayi baru lahir umumnya belum bisa mengenal perbedaan pagi dan malam, sehingga mereka bisa saja terbangun di malam hari tanpa alasan tertentu dan baru terlelap lagi di pagi hari.

Sakit
Ketika merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya, misalnya karena sedang sakit, tumbuh gigi, atau demam setelah imunisasi, bayi bisa saja terbangun di malam hari dan menjadi rewel. Ini adalah hal yang normal terjadi pada bayi.

Tidur adalah momen penting untuk mengistirahatkan tubuh bagi semua orang, tak terkecuali untuk bayi. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa tidur cukup pada bayi sangat bermanfaat untuk proses tumbuh kembangnya dan sistem kekebalan tubuhnya.

Umumnya, bayi yang hanya diberikan ASI memang akan lebih mudah lapar dibandingkan bayi yang minum susu formula. Alasannya, karena ASI lebih mudah dicerna, sehingga lambung bayi akan cepat kosong dan “minta” diisi kembali.

Agar tidak sering terbangun di malam hari karena lapar, Bunda perlu mencatat kebiasaan waktu menyusu buah hati, khususnya di malam hari. Tujuannya supaya Bunda bisa memberikan susu sebelum Si Kecil mulai terbangun karena lapar.


Desain-tanpa-judul-12.png
05/Dec/2022

Memberiankan air putih untuk bayi di bawah usia 6 bulan sebaiknya tidak dilakukan karena lebih banyak risikonya ketimbang manfaatnya. Lagi pula, kebutuhan nutrisi dan cairan tubuh bayi sebetulnya sudah tercukupi dengan pemberian ASI atau susu formula.

Perut kembung
Memberikan air putih kepada bayi dapat membuat perutnya terasa kembung karena sistem pencernaannya belum mampu menyerap cairan dengan baik. Selain itu, kapasitas perut bayi yang baru lahir masih belum maksimal, sehingga belum bisa menerima terlalu banyak asupan cairan.

Keracunan air (intoksikasi air)
Meski jarang terjadi, memberikan terlalu banyak air putih dapat menyebabkan bayi mengalami keracunan air. Hal ini terjadi ketika kadar garam dalam darahnya menurun terlalu banyak, sehingga mengganggu keseimbangan elektrolit di dalam tubuh.

Gejala yang muncul apabila bayi mengalami keracunan air adalah muntah, diare, dan tubuhnya terlihat membengkak.

Diare
Bayi yang diberikan air putih berisiko menyebabkan diare. Namun, kalau Si Kecil mengonsumsi susu formula yang perlu dicampur dengan air putih, gunakanlah air yang telah dimasak hingga matang dengan suhu minimal 80°C, lalu dinginkan sebelum diberikan kepada Si Kecil.

Kehausan
Setelah berusia 6 bulan, bayi boleh diberi air putih saat ia haus. Namun, dianjurkan tidak memberikannya lebih dari 8 sendok makan atau setengah gelas air putih per hari. Tetap utamakan ASI sebagai asupan nutrisi utama meski bayi sudah berusia di atas 6 bulan.

Kekurangan gizi
Memberikan air putih dapat membuat bayi merasa kenyang, sehingga keinginannya untuk minum ASI atau susu formula menjadi berkurang.

Hal ini dapat membuat bayi tidak memperoleh asupan nutrisi yang cukup dari ASI atau susu formula untuk tumbuh kembangnya.


Desain-tanpa-judul-10.png
03/Dec/2022

Memiliki bayi yang susah tidur tentu bisa membuat para orang tua kewalahan, terlebih bila hal ini terjadi di malam hari. Begadang semalaman untuk menjaga Si Kecil bisa membuat Bunda dan Ayah jadi mengantuk keesokan harinya.

Kamar yang terlalu dingin dan panas

Sebagian bayi baru lahir sangat peka terhadap suhu. Mereka bisa saja menjadi sulit tidur karena merasa terlalu dingin atau kepanasan. Bila Bunda melengkapi kamar tidur Si Kecil dengan AC, atur suhunya antara 23-26O Celsius. Bila menggunakan kipas angin, pastikan angin tidak mengarahkan langsung ke Si Kecil. Usahakan juga untuk menyediakan ventilasi agar perputaran udara di kamar Si Kecil baik.

Belum bisa membedakan siang dan malam

Bila orang dewasa lebih banyak beristirahat di malam hari, bayi baru lahir mungkin justru kebalikannya. Hal ini karena bayi baru lahir belum bisa membedakan antara siang dan malam, sehingga jam tidurnya juga masih belum teratur.

Mengalami gangguan kesehatan

Bayi baru lahir juga bisa susah tidur karena kondisi tubuhnya yang sedang tidak sehat. Nah, untuk alasan yang satu ini, Bunda harus waspada. Selain susah tidur, bayi juga biasanya akan lebih rewel dan menunjukkan gejala lain, misalnya demam.

Merasa lapar atau terlalu kenyang

Bayi baru lahir umumnya terbiasa bangun setiap beberapa jam untuk menyusu. Bayi yang diberikan ASI biasanya butuh menyusu setiap 2-3 jam sekali, sedangkan bayi yang diberikan susu formula sekitar 3-4 jam sekali. Agar pertumbuhan Si Kecil optimal, meski di malam hari, Bunda memang harus bangun untuk menyusuinya.

Untuk membuat Si Kecil lebih mudah tidur dan bisa tidur nyenyak sepanjang malam, ciptakanlah suasana dan kondisi kamar yang nyaman. Apabila ia tetap susah tidur, rewel, sering menangis, atau menunjukkan gejala lain, sebaiknya Bunda segera membawanya ke dokter ya.


Desain-tanpa-judul-8.png
02/Dec/2022

Cokelat
Makan cokelat saat hamil dapat menjaga kesehatan pembuluh darah, sehingga membantu menurunkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi dan preeklamsia.

Bumil tidak dianjurkan makan camilan ini terlalu banyak karena di dalamnya terkandung kafein.

Jus jeruk
Jus jeruk yang segar bisa jadi camilan sehat disela-sela waktu istirahat Bumil. Kandungan asam folat dan kalium di dalamnya berperan dalam perkembangan sistem saraf janin serta menjaga fungsi otot dan metabolisme Bumil.

Ubi
Ubi mengandung vitamin B, vitamin C, beta karoten, zat besi, kalium, dan tembaga. Nutrisi tersebut dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang janin, termasuk pekembangan mata, tulang, dan kulit. Ubi bisa diolah dengan cara dikukus, dipanggang, atau digoreng.

Yoghurt
Kandungan kalsium pada yoghurt baik untuk kesehatan tulang dan gigi Bumil serta janin. Selain itu, yoghurt juga mengandung prebiotik, yaitu bakteri baik yang berfungsi untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa prebiotik akan membantu menekan pertumbuhan bakteri jahat penyebab infeksi.

Kacang edamame
Kacang edamame kaya akan asam folat dan mengandung beragam mineral, seperti zat besi, tembaga, zinc, dan magnesium.

Popcorn
Popcorn bisa dijadikan camilan sehat dan lezat karena mengandung serat. Mencukupi kebutuhan serat akan mencegah Bumil dari sembelit.


Desain-tanpa-judul-5.png
01/Dec/2022

Pada trimester pertama kehamilan misalnya, jumlah kalori yang dikonsumsi umumnya tidak perlu ada penambahan. Namun saat memasuki trimester kedua dan ketiga, asupan kalori yang dibutuhkan dapat bertambah mencapai 340-450 kalori per hari.

Ibu hamil perlu untuk mengonsumsi makanan bergizi seperti:

Bayam
Bayam baik dikonsumsi selama masa kehamilan, khususnya untuk ibu hamil muda, karena mengandung asam folat. Asam folat merupakan nutrisi penting yang diperlukan pada awal kehamilan karena dapat membantu mencegah cacat lahir seperti anensepali dan spina bifida.

Brokoli

Makanan bergizi tinggi pertama yang bisa menjadi pilihan adalah brokoli. Sayuran hijau ini memiliki banyak nutrisi yang diperlukan selama kehamilan, seperti kalsium, asam folat, lutein, zeaxanthin, dan karatenoid yang baik untuk kesehatan mata.

Alpukat
Saat usia kehamilan memasuki trimester kedua, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi alpukat. Alpukat kaya sumber serat, vitamin K, vitamin C, asam folat, kalium, vitamin B6, dan tinggi asam lemak baik.

Asam lemak baik pada alpukat bermanfaat dalam membantu perkembangan otak, sistem saraf, jaringan, dan kulit janin.

Mangga
Buah lain yang dianjurkan untuk dikonsumsi selama hamil adalah mangga. Mangga mengandung kalium, vitamin C, dan vitamin A yang tinggi. Kalium dalam buah mangga dapat membantu menjaga tekanan darah dan mempertahankan cairan dalam tubuh.

Sementara vitamin A berfungsi sebagai antioksidan, membantu menunjang perkembangan sistem kekebalan tubuh, penglihatan, dan sistem saraf bayi.

Mangga
Buah lain yang dianjurkan untuk dikonsumsi selama hamil adalah mangga. Mangga mengandung kalium, vitamin C, dan vitamin A yang tinggi. Kalium dalam buah mangga dapat membantu menjaga tekanan darah dan mempertahankan cairan dalam tubuh.

Sementara vitamin A berfungsi sebagai antioksidan, membantu menunjang perkembangan sistem kekebalan tubuh, penglihatan, dan sistem saraf bayi.

Kacang-kacangan
Kacang tanah, kacang polong, dan kacang kedelai adalah jenis kacang-kacangan yang bisa dijadikan sumber asam folat, serat, protein, zat besi, dan kalsium yang diperlukan selama kehamilan.

Daging tanpa lemak
Daging sapi, daging ayam, dan daging ikan merupakan kelompok makanan yang kaya kandungan protein. Selain itu, terdapat pula kandungan zat besi sebagai mineral penting yang berguna dalam pembentukan sel darah merah. Sel darah merah berperan penting untuk mengantarkan oksigen ke semua sel dalam tubuh.

Produk olahan susu
Saat hamil, konsumsi makanan dan minuman yang mengandung protein dan kalsium diwajibkan guna menunjang tumbuh kembang janin. Susu dan produk olahannya seperti yoghurt dan keju baik untuk dikonsumsi karena mengandung protein dan kalsium yang cukup tinggi.

Buah kering
Buah kering mengandung serat, kalori, dan berbagai vitamin serta mineral yang tinggi. Satu buah kering biasanya mengandung jumlah nutrisi setara dengan buah segar, meski tanpa kandungan air dan bentuk yang lebih kecil.


Desain-tanpa-judul-3.png
30/Nov/2022

1. Cuci tangan terlebih dahulu
Sebelum menyentuh Si Kecil dan mengganti popoknya, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir terlebih dahulu. Jika tidak tersedia air atau sabun, Bunda atau Ayah juga bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer atau tisu basah.

2. Buka popok bayi yang kotor
Letakkan Si Kecil di atas permukaan yang sudah dilapisi alas bersih, lalu buka perekat popok yang kotor secara perlahan dan usahakan agar perekatnya tidak rusak. Setelah itu, tarik bagian depan popok yang kotor dan turunkan ke bawah.

Jika Si Kecil berjenis kelamin laki-laki, tutup area kemaluannya dengan kain bersih agar saat ia pipis, aliran urinenya tidak mengenai Bunda atau Ayah dan dirinya sendiri.

Selanjutnya, angkat bokong Si Kecil dengan memegang kedua pergelangan kakinya ke atas secara perlahan. Segera ambil bagian depan popok, lipat hingga menutupi bagian yang kotor, dan letakkan ke dalam kantung plastik yang telah disediakan, lalu buang ke dalam tempat sampah.

3. Bersihkan kulit bayi
Bersihkan alat kelamin, anus, dan lipatan paha Si Kecil, serta area kulit di sekitarnya dari sisa kotoran atau urine yang masih menempel dengan tisu basah atau kapas basah hingga bersih.

Bersihkan kotoran dari arah depan ke belakang untuk mengurangi risiko infeksi pada saluran kencingnya, terutama pada bayi perempuan. Setelah itu, biarkan kulit Si Kecil mengering dengan sendirinya atau usap menggunakan lap atau handuk bersih yang kering dan berbahan lembut.

Bunda atau Ayah dapat mengoleskan krim khusus sesuai anjuran dokter pada kulit Si Kecil, jika terdapat ruam popok.

4. Pakaikan popok bersih
Selipkan bagian belakang popok bersih ke bawah bokong Si Kecil dan geser ke arah pinggang. Pastikan posisi perekat berada di sekitar pinggang, kemudian tarik bagian depan popok ke arah perut Si Kecil.

Buka perekat di bagian belakang popok dan tarik ke arah perut untuk direkatkan. Namun, jangan terlalu kencang saat merekatkannya agar Si Kecil tetap merasa nyaman. Jika tali pusar Si Kecil belum puput, usahakan agar popok tidak menutupi area tali pusar.

5. Buang popok dan tisu kotor
Buang popok kotor dan tisu basah atau kapas basah yang kotor ke dalam kantong plastik. Ikat kantong dan buang ke tempat sampah. Jangan lupa untuk kembali mencuci tangan setelah Bunda atau Ayah selesai mengganti popok bayi.

Agar tidak kewalahan, Bunda dapat bergantian dengan Ayah saat mengganti popok Si Kecil. Jika Bunda atau Ayah memiliki pertanyaan seputar Si Kecil, seperti bagaimana BAB bayi yang sehat atau jika Si Kecil tampak mengalami ruam popok, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak.


Desain-tanpa-judul-1.png
29/Nov/2022

1. Tidak Boleh Meninggalkan Bayi Di Dalam Ember Mandinya
Hal paling penting dan tak boleh Bunda lupakan ketika memandikan si kecil adalah Bunda tidak boleh meninggalkan si kecil tanpa pengawasan di dalam ember mandinya. Hal tersebut untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan pada si bayi.

2. Menyiapkan Semua Peralatan Mandinya
Sebelum mulai memandikan si kecil, sebaiknya Bunda siapkan semua peralatan mandinya, seperti sabun, shampo, handuk kecil, terlebih dahulu. Jika Bunda masih melupakan perlengkapannya di saat memandikan si kecil dan ingin mengambilnya, bawa si kecil bersama Bunda.

3. Selalu Hati-Hati Saat Memandikan Bayi
Selalu hati-hati ketika memandikan si kecil ya Bunda. Gunakan kain untuk menutup keran air yang ada di atas kepala si kecil agar ia tidak terbentur.

4. Menempelkan Alas Anti Selip Di Dasar Ember Mandi Si Kecil
Saat memandikan bayi, sebaiknya Bunda juga menempelkan alas anti selip di dasar ember mandi si kecil, agar embernya tidak licin dan si kecil aman dari bahaya tergelincir.

5. Pastikan Suhu Air Yang Di Gunakan Pas Untuk Memandikan Si Kecil
Pastikan suhu air yang Bunda gunakan untuk memandikan si kecil tidak terlalu panas atau pun tidak terlalu dingin. Air yang hangat, atau pada suhu sekitar 400C bisa memberikan rasa nyaman pada si kecil ketika ia mandi. Setelah mandi pun si kecil tidak akan merasa kedinginan.

6. Jangan Memandikan Si Kecil Jika Ia Baru Selesai Makan
Sebisa mungkin, jangan memandikan si kecil jika ia baru saja selesai makan. Biasanya, bayi baru lahir akan muntah setiap kali selesai makan. Jika Bunda memandikannya selepas makan, bukan tidak mungkin si kecil akan muntah di dalam ember mandinya. Bunda jadi harus memandikannya ulang dengan air hangat yang baru.

7. Memandikan Bayi Baru Lahir Dengan Baby Bather
Cara memandikan bayi baru lahir dengan baby bather merupakan pilihan lain yang bisa Bunda gunakan ketika memandikan si kecil. Baby bather adalah ember mandi alternatif untuk si kecil yang terbuat dari besi yang berlapis kain sebagai alasnya. Menggunakan baby bather jelas akan lebih mudah, karena si kecil akan terbebas dari bahaya tergelincir akibat dasar ember mandi yang licin.

8. Gunakanlah Sabun Khusus Untuk Bayi
Agar kulit si kecil tetap lembut dan wangi, gunakan sabun yang khusus diciptakan untuk kulit bayi yang sensitif ya, Bunda. Apabila si kecil baru saja lahir, Bunda bisa menggunakan Zwitsal Baby Bath Classic.atau Zwitsal Baby Bath 2 in 1. Jika rambut si kecil sudah mulai tumbuh Bunda bisa mulai menggunakan Zwitsal Shampoo Aloe Vera, Kemiri, Seledri agar rambutnya tumbuh sehat dan tebal.

9. Menjemur Si Kecil
Setelah mandi, Bunda bisa mengajak si kecil ke luar. Sinar matahari pagi sangat bagus untuk kulit si kecil, sehingga Bunda bisa menjemur si kecil selama 5 menit.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak