Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
WhatsApp-Image-2025-02-05-at-10.34.31.jpeg
05/Feb/2025

Senam ibu hamil membantu mempersiapkan tubuh Bunda agar persalinan berjalan lebih lancar. Rutin berolahraga bisa membuat otot-otot tubuh, terutama di area panggul, menjadi lebih kuat dan lentur, sehingga mempermudah proses kelahiran Si Kecil. Beberapa gerakan yang direkomendasikan, seperti senam ringan, senam jongkok, child’s pose, dan butterfly pose, dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot yang diperlukan saat melahirkan. Yuk, simak lebih lanjut untuk mengetahui gerakan-gerakan ini dan cara melakukannya dengan benar.

Senam Ringan

Senam ringan adalah salah satu cara yang efektif untuk membantu tubuh Bunda mempersiapkan persalinan, terutama saat memasuki trimester ketiga. Gerakan sederhana yang bisa Bunda coba termasuk goyangan pinggul dan langkah kecil di tempat. Caranya, Bunda bisa berdiri tegak dengan kaki sedikit terbuka, lalu perlahan goyangkan pinggul dari sisi ke sisi sambil bernapas dalam-dalam. Langkah kecil di tempat sambil menggerakkan lengan secara perlahan juga bisa membantu menjaga kelenturan dan mengurangi ketegangan pada otot. Mainkan lagu-lagu lembut yang Bunda suka untuk memberikan semangat dan membuat suasana lebih rileks. Senam ringan ini membantu membuka panggul dan mempersiapkan jalan lahir bayi. Saat Bunda bergerak dengan ritme yang nyaman, tubuh mulai menemukan pola alami yang mendukung proses persalinan. Selain itu, senaman ringan dapat membantu aliran darah lebih baik ke panggul, yang akan menurunkan Si Kecil ke posisi yang paling tepat untuk lahir. Selain itu, gerakan yang teratur, rileks, dan rileks membantu Bunda tetap tenang, yang sangat penting untuk menangani kontraksi dengan lebih baik.

Senam Jongkok

Senam jongkok dapat membantu memperkuat otot paha dan panggul, yang berperan langsung dalam proses persalinan. Untuk memulai, ikuti langkah-langkahnya berikut ini:

  1. Berdiri dengan posisi tegak, lalu letakkan tangan di pinggang.
  2. Secara perlahan, turunkan tubuh ke posisi jongkok sambil menjaga punggung tetap lurus.
  3. Tahan posisi ini selama 8-10 detik, sambil memastikan napas teratur. Setelah menahan posisi jongkok, naik kembali ke posisi berdiri dengan perlahan.
  4. Gerakan ini bisa diulang sebanyak 3 kali atau hingga Bunda merasa cukup lelah.

Dengan rutin melakukan senam jongkok, otot-otot yang terlibat dalam persalinan akan menjadi lebih kuat dan siap mendukung kelancaran proses kelahiran Si Kecil. Pastikan Bunda mendengarkan tubuh dan tidak memaksakan diri, ya!

Butterfly Pose

Butterfly pose dapat membantu membuka area panggul dan meningkatkan fleksibilitas tubuh, yang dapat mempermudah proses kelahiran. Selain itu, pose ini juga melatih Bunda untuk merasakan dan mengontrol kurva alami punggung bawah, yang dapat membantu selama fase dorongan persalinan. Cara melakukan butterfly pose:

  1. Duduklah di lantai dengan lutut terbuka lebar dan telapak kaki saling bertemu.
  2. Tempatkan tangan di bawah lutut untuk memberikan dukungan.
  3. Saat menghirup napas, duduk tegak dengan punggung bawah membentuk kurva alami (mirip seperti Cow Pose) dan dorong dada ke depan dan ke atas.
  4. Saat menghembuskan napas, turunkan dagu, condongkan tubuh ke belakang, dan bulatkan punggung (mirip seperti Cat Pose).
  5. Ulangi gerakan ini lima hingga sepuluh kali, atau selama terasa nyaman.

Pose ini membantu Bunda merasakan kurva alami punggung bawah dan mengakses kekuatan lebih saat mendorong, yang dapat meningkatkan efisiensi selama proses persalinan. Gerakan senam hamil ini juga dipercaya mengurangi risiko bengkak pada kaki selama masa kehamilan

Child’s Pose

Child’s pose adalah salah satu gerakan senam yoga yang sangat bermanfaat selama kehamilan untuk membantu meredakan ketegangan di area panggul dan mempersiapkan tubuh untuk persalinan. Selain itu, pose ini juga ideal untuk beristirahat di antara kontraksi menjelang persalinan, sehingga dapat membantu Bunda menghemat energi dan tetap rileks.

Cara melakukan child’s pose dengan bantuan bantal:

  1. Letakkan bantal atau tumpukan bantal di depan Bunda di atas matras.
  2. Berlututlah dengan jari-jari kaki saling menyentuh, dan pisahkan lutut sedikit lebih lebar dari matras.
  3. Secara perlahan, turunkan tubuh ke arah depan, dengan dada dan kepala disangga oleh bantal, sehingga perut Bunda memiliki ruang yang cukup.
  4. Rilekskan lengan di kedua sisi bantal.
  5. Tarik napas dalam 6-8 siklus pernapasan, lalu dorong tubuh perlahan kembali ke posisi duduk.

Memanfaatkan bantal untuk menopang tubuh membuat gerakan ini lebih nyaman dan aman. child’s pose membantu Bunda menjaga ketenangan dan fleksibilitas, serta memberikan dukungan selama kehamilan dan menunggu waktu persalinan.

Itulah beberapa gerakan senam ibu hamil untuk memperlancar persalinan dan juga berkontribusi pada kesehatan umum selama kehamilan, seperti menjaga kelenturan tubuh, memperkuat otot-otot inti, meningkatkan postur tubuh, serta membuat Bunda merasa lebih nyaman dan bugar sepanjang kehamilan dan lebih siap secara fisik untuk menghadapi persalinan.


WhatsApp-Image-2025-02-05-at-10.21.51.jpeg
05/Feb/2025

Ketahui cara menjaga kesehatan mental ibu setelah melahirkan agar mereka tidak mengalami depresi setelah melahirkan. Mulai dari menjaga pola tidur yang sehat hingga mendapatkan bantuan profesional. Setelah melahirkan, seorang ibu pasti bahagia dengan kehadiran buah hatinya. Sebaliknya, setelah melahirkan, banyak ibu mengalami perubahan fisik dan mental yang signifikan. Karena itu, menjaga kesehatan fisik dan mental ibu setelah melahirkan sangat penting untuk memaksimalkan peran barunya. Selain itu, seorang ibu lebih cenderung mengalami masalah kesehatan mental setelah melahirkan, seperti baby blues atau depresi pascapersalinan.

Perbedaan Baby Blues dan Depresi Pascapersalinan

Pada dasarnya, baby blues dan depresi pascapersalinan memiliki ciri-ciri yang mirip, seperti muncul perasaan sedih sepanjang hari, khawatir, mudah emosi, tidak berenergi, sulit tidur, dan sulit berkonsentrasi. Namun, baby blues dan depresi pascapersalinan berbeda. Ini disebabkan oleh waktu dan intensitas gejala yang dialami pasien. Baby blues biasanya memiliki gejala yang mereda dan hilang dalam waktu dua minggu setelah persalinan. Namun, pada depresi pascapersalinan, gejala cenderung bertahan lebih dari dua minggu. Pasca persalinan juga dapat menyebabkan depresi yang lebih parah, seperti muncul pikiran untuk bunuh diri, merasa diri tidak berharga, kehilangan nafsu makan atau menjadi berlebihan, dan gerakan yang lebih lambat. Oleh karena itu, ibu yang mengalami depresi pascapersalinan tidak dapat menjalankan kehidupan sehari-hari dengan cara yang normal dan membutuhkan bantuan medis.

Cara Menjaga Kesehatan Mental Ibu Setelah Melahirkan

Menurut informasi dari situs WHO, sekitar 13% ibu yang baru saja melahirkan mengalami masalah kesehatan mental, khususnya depresi. Di negara-negara berkembang, angka ini bahkan mencapai 19,8%. Untuk menjaga mental ibu setelah melahirkan dan mencegah depresi pascapersalinan, ada beberapa hal yang bisa diterapkan ibu setelah melahirkan si Kecil. Ini dia cara menjaga kesehatan mental ibu setelah melahirkan:

  • Pastikan mendapatkan tidur yang cukup

Saat baru melahirkan, jadwal tidur mungkin menjadi sangat tidak teratur karena bayi sering terbangun di malam hari. Namun, penting untuk memahami bahwa kurang tidur bisa memengaruhi suasana hati, bahkan menyebabkan stres atau depresi. Tipsnya adalah dengan memanfaatkan waktu tidur bayi. Cobalah untuk tidur saat bayi juga sedang tertidur, meskipun hanya dalam waktu yang singkat. Selain itu, jangan ragu untuk meminta bantuan pasangan, keluarga, atau teman dekat untuk menjaga bayi selama beberapa saat agar ibu bisa mendapat tidur yang cukup.

  • Berbicara dengan orang yang dipercaya

Saat baru melahirkan, mungkin banyak keluh kesah yang dirasakan seorang ibu, mulai dari rasa sakit, lelah, atau perasaan cemas dengan kesehatan dan perkembangan bayi. Cobalah untuk berbicara tentang perasaan Anda secara terbuka dengan orang yang dipercaya, baik itu pasangan, keluarga, atau sahabat. Berbicara dengan seseorang yang dapat memahami dan mendukung Anda sangat penting untuk menjaga kesehatan mental ibu setelah melahirkan.

  • Percaya pada diri sendiri dalam merawat bayi

Saat baru melahirkan, mungkin akan ada banyak orang yang memberi saran mengenai bagaimana cara merawat bayi. Untuk menghindari stres, fokuslah pada apa yang dibutuhkan oleh Anda dan sang bayi, bukan pada apa yang dikatakan orang lain. Terlebih lagi jika terdapat pendapat negatif dari orang lain mengenai sang bayi, sebaiknya jangan terlalu terpengaruh oleh pendapat negatif, melainkan fokus pada kesehatan dan kebahagiaan Anda serta sang bayi

  • Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Sebagai seorang ibu yang baru melahirkan, Anda mungkin merasa terbebani ketika melihat ibu yang lainnya tampak begitu sempurna dalam menjalani peran mereka. Sebaiknya, hindarilah membandingkan diri Anda dengan orang lain, terutama dengan apa yang Anda lihat di media sosial. Perlu diingat bahwa setiap ibu dan bayi memiliki proses perjalanan yang berbeda. Apa yang berhasil untuk orang lain belum tentu akan sama hasilnya untuk Anda. Jadi, fokuslah pada proses Anda sendiri, karena hanya Anda yang tahu apa yang terbaik untuk Anda dan si Kecil.

  • Jaga pola makan dan rutin berolahraga

Menjaga pola makan tidak hanya penting untuk kesehatan fisik, tetapi juga untuk kesehatan mental. Pastikan Anda mengonsumsi makanan yang seimbang, seperti buah, sayur, protein, dan karbohidrat. Selain itu, usahakan untuk berolahraga secara teratur, karena kegiatan ini dapat membantu meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres. Lakukan olahraga ringan yang disukai, seperti berjalan kaki, yoga, atau senam kegel. Selain berkontribusi pada kesehatan tubuh, aktivitas fisik juga dapat meningkatkan produksi hormon endorfin yang membantu menjaga kesehatan mental.

  • Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional

Cara menjaga mental ibu setelah melahirkan yang terakhir adalah dengan meminta bantuan tenaga profesional. Merasa emosional dan kelelahan setelah melahirkan adalah hal yang normal. Namun, berbeda halnya jika seorang ibu yang baru melahirkan mengalami depresi pascapersalinan. Jika Anda merasa cemas, stres, sedih yang berkepanjangan, tidak dapat berpikir jernih, atau merasa tidak menikmati momen bersama bayi, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

Itu dia berbagai infomasi mengenai tips cara menjaga mental ibu setelah melahirkan.


WhatsApp-Image-2025-02-05-at-10.03.09.jpeg
05/Feb/2025

Balita selalu menantang untuk diasuh. Meskipun mereka ingin mulai mandiri dan melakukan banyak hal, mereka tidak selalu bisa bergerak secepat yang mereka inginkan atau mengatakan apa yang mereka inginkan dengan jelas. Selain itu, balita cenderung mengalami kesulitan saat berurusan dengan batasan, kompromi, dan kekecewaan. Karena itu, tidak mengherankan jika emosi mereka kemudian bergejolak atau tantrum. Ya, terima kasih, sayangi, dan asuh mereka dengan baik. Pola pengasuhan yang tepat dapat membantu Si Kecil belajar berperilaku baik, mematuhi aturan, dan menjadi bahagia.

Metode Pengasuhan untuk Balita

Balita selalu menantang untuk diasuh. Meskipun mereka ingin mulai mandiri dan melakukan banyak hal, mereka tidak selalu bisa bergerak secepat yang mereka inginkan atau mengatakan apa yang mereka inginkan dengan jelas. Selain itu, balita cenderung mengalami kesulitan saat berurusan dengan batasan, kompromi, dan kekecewaan. Karena itu, tidak mengherankan jika emosi mereka kemudian bergejolak atau tantrum. Ya, terima kasih, sayangi, dan asuh mereka dengan baik. Pola pengasuhan yang tepat dapat membantu Si Kecil belajar berperilaku baik, mematuhi aturan, dan menjadi bahagia.

1. Tunjukkan Cinta

Pastikan kucuran kasih sayang untuk anak melebihi jumlah konsekuensi atau hukuman. Dengan menunjukkan cinta, seperti memeluk, mencium, memuji, dan memberi perhatian, anak akan paham bahwa orangtuanya mencintainya. Jadi, ketika ia harus dihukum akan sesuatu atau diminta mematuhi aturan, ia akan tahu bahwa itu adalah demi kebaikannya.

2. Prioritaskan Keselamatan

Alih-alih membebani anak dengan aturan sejak awal, yang mungkin hanya membuatnya frustasi, lebih prioritaskanlah untuk mengarahkan mereka pada keselamatan terlebih dahulu. Kemudian secara bertahap tambahkan aturan sedikit demi sedikit.

3. Cegah Amarah yang Meledak-ledak

Normal bagi seorang balita untuk memiliki amarah yang meledak-ledak. Terlebih jika ia belum pandai berbicara untuk mengutarakan maksudnya. Namun, ajarilah ia untuk mengatur emosinya. Kurangi frekuensi, durasi, atau intensitas kemarahan anak dengan cara berikut:

  • Ketahui batasan anak. Ia mungkin berperilaku salah karena dia tidak mengerti atau tidak dapat melakukan apa yang kamu minta. Jangan paksakan jika hal ini terjadi
  • Jelaskan cara mengikuti aturan. Daripada selalu berkata “Jangan!”, ajarkan dengan kalimat yang bernada positif. Misalnya, ketika anak bertengkar karena berebut mainan, katakan padanya “Mengapa kalian tidak bergantian?”
  • Terima jawaban ‘tidak’ dengan tenang. Jangan bereaksi berlebihan saat anak mengatakan tidak pada apa yang kamu katakan. Ulangi permintaan dengan tenang dan sabar, tanpa membentak. Coba juga untuk mengalihkan perhatian anak atau membuat permainan dari perilaku yang baik. Anak akan lebih cenderung melakukan apa yang kamu katakan jika kamu membuat suatu kegiatan menyenangkan.
  • Tawarkan pilihan, bila memungkinkan. Dorong kemandirian anak dengan membiarkannya memilih piyama atau cerita pengantar tidur.
  • Hindari situasi yang dapat memicu atau kemarahan. Misalnya, hindari jalan-jalan panjang di mana anak harus duduk diam atau tidak bisa bermain, atau membawa aktivitas.
  • Tetap pada jadwal. Pertahankan rutinitas harian agar anak tahu apa yang diharapkan.
  • Dorong komunikasi. Ingatkan anak untuk menggunakan kata-kata dalam mengungkapkan perasaannya.

4. Terapkan Konsekuensi

Terlepas dari upaya terbaik yang bisa kamu lakukan, anak biasanya akan tetap melanggar aturan. Untuk mendorong anak bekerja sama, pertimbangkan untuk menggunakan metode ini:

  • Konsekuensi alami. Biarkan anak melihat konsekuensi dari tindakannya, selama itu tidak berbahaya. Misalnya, jika anak melempar dan memecahkan mainan, jangan langsung memberinya mainan baru. Biarkan ia menyadari bahwa ia tidak akan memiliki mainan untuk dimainkan.
  • Konsekuensi logis. Buat konsekuensi untuk tindakan anak, dengan memberitahunya jika dia tidak mengambil mainannya, kamu akan mengambil mainan itu selama sehari. Bantu anak dengan tugas itu, jika perlu. Jika anak tidak mau bekerja sama, ikuti konsekuensinya.
  • Hak istimewa yang ditahan. Jika anak tidak berperilaku baik, balas dengan mengambil sesuatu yang disukai anak, seperti mainan favorit atau sesuatu yang terkait dengan kelakuan buruknya. Jangan mengambil sesuatu yang dibutuhkan anak, seperti makanan.
  • Batas waktu. Ketika anak bertindak buruk, turun ke levelnya dan dengan tenang menjelaskan mengapa perilaku itu tidak dapat diterima. Ajak ia melakukan kegiatan yang lebih tepat. Jika perilaku buruk berlanjut, terapkan batas waktu sampai anak tenang dan dapat mendengarkan kamu. Setelah itu, yakinkan kembali anak tentang cintamu padanya dan bimbinglah dia ke aktivitas positif.

5. Beri Contoh yang Baik

FAnak-anak belajar bagaimana bertindak dengan memperhatikan orangtuanya. Jadi, salah satu cara terbaik untuk menunjukkan pada anak bagaimana berperilaku adalah dengan memberikan contoh positif baginya untuk diikuti.

 


WhatsApp-Image-2025-02-05-at-09.44.46.jpeg
05/Feb/2025

Meningkatkan kekebalan tubuh seseorang, baik orang dewasa maupun anak balita, seringkali dapat dicapai dengan mengonsumsi vitamin. Vitamin dapat ditemukan dalam makanan dan minuman sehat, bukan hanya dalam bentuk suplemen. Seberapa banyak vitamin yang diperlukan untuk balita, dan apa saja jenisnya? Ini adalah informasinya.

Seberapa penting vitamin untuk balita?

Tubuh manusia adalah mesin kuat yang dapat melakukan segalanya sendiri. Namun, vitamin diperlukan untuk membantu tubuh mempertahankan nutrisi tertentu untuk melawan bakteri dan penyakit. Menurut laman Kids Health, balita dapat mendapatkan jumlah vitamin yang mereka butuhkan melalui makanan. Semakin banyak variasi makanan yang dikonsumsi, semakin bervariasi pula jumlah vitamin yang diterima. Sebenarnya, si Kecil tidak perlu suplemen vitamin jika dia mendapatkan cukup vitamin dari makanannya sehari-hari. Namun, balita harus mengonsumsi suplemen dalam beberapa situasi, seperti yang berikut ini.

  • Balita tidak mendapatkan gizi seimbang dari makanan yang dikonsumsi.
  • Si Kecil cenderung susah makan.
  • Anak-anak dengan kondisi kronis tertentu, seperti asma dan masalah pencernaan
  • Balita yang terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji dan olahan.
  • Anak-anak vegetarian yang memerlukan suplemen zat besi.
  • Balita terlalu banyak minum soda yang membuat tubuh melepaskan vitamin dan mineral dari tubuh.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum Anda memberikan suplemen vitamin kepada balita Anda.Hal ini penting untuk menjaga kondisi kesehatan anak tetap baik.

Seberapa banyak vitamin yang diperlukan untuk balita?

Ada banyak jenis vitamin yang dibutuhkan tubuh. Meski manfaatnya sangat banyak, bukan berarti harus mengonsumsi dalam jumlah banyak. Ada takaran saji vitamin untuk balita agar kesehatan tubuhnya tidak terganggu. Berikut anjuran takaran vitamin berdasarkan angka kecukupan gizi 2019.

Balita usia 1—3 tahun

  • Vitamin A: 400 mcg
  • Vitamin B1: 0,5 mg
  • Vitamin B2: 0,5 mg
  • Vitamin B3: 6 mg
  • Vitamin B4 (kolin): 200 mg
  • Vitamin B5: 2 mg
  • Vitamin B6: 0,5 mg
  • Vitamin B7 (biotin): 8 mcg
  • Vitamin B9: 160 mcg
  • Vitamin B12: 1,5 mcg
  • Vitamin C: 40 mg
  • Vitamin D: 15 mcg
  • Vitamin E: 6 mg
  • Vitamin K: 15 mcg

Balita usia 4—6 tahun

  • Vitamin A: 450 mcg
  • Vitamin B1: 0,6 mg
  • Vitamin B2: 0,6 mg
  • Vitamin B3: 8 mg
  • Vitamin B4 (kolin): 250 mg
  • Vitamin B5: 3 mg
  • Vitamin B6: 0,6 mg
  • Vitamin B7 (biotin): 12 mcg
  • Vitamin B9: 200 mcg
  • Vitamin B12: 1,5 mcg
  • Vitamin C: 45 mg
  • Vitamin D: 15 mcg
  • Vitamin E: 7 mg
  • Vitamin K: 20 mcg

Ketika Anda dianjurkan oleh dokter untuk memberikan vitamin pada balita, pastikan melihat angka kecukupan gizi pada label di produk suplemennya. Kemudian cocokkan dengan daftar di atas agar asupan vitamin untuk si Kecil tepat sesuai dengan usianya.

Jenis vitamin yang diperlukan untuk balita usia 2—5 tahun

Vitamin larut air dan vitamin larut lemak adalah dua kelompok yang berbeda dari vitamin yang sudah dijelaskan sebelumnya. Ada apa? Berikut ini adalah penjelasan dan pilihan makanan yang dapat Anda berikan kepada si Kecil.

1. Vitamin larut air

Vitamin yang termasuk ke dalam kelompok ini yaitu vitamin B dan vitamin C. Kelompok vitamin larut air merupakan jenis vitamin yang lebih mudah diproses di dalam tubuh. Ini karena tubuh menyerap vitamin B dan C langsung ke dalam peredaran darah, dan kemudian vitamin ini akan beredar bebas dalam darah. Tubuh lebih mudah mengeluarkan kelompok vitamin larut air melalui penyaringan di ginjal. Selanjutnya, ginjal akan mengeluarkan vitamin yang berlebihan ke dalam urine. Menurut Kids Health, vitamin B sangat penting untuk metabolisme anak balita dan memberikan energi yang mereka butuhkan. Salah satu tugas penting vitamin B adalah untuk meningkatkan sel darah merah yang membawa oksigen dalam darah. Untuk menjaga kesehatan balita Anda, Anda harus mengonsumsi makanan berikut yang mengandung banyak vitamin B.

  • Ikan dan makanan laut.
  • Daging.
  • Telur.
  • Susu dan produk olahannya.
  • Sayur berdaun hijau.
  • Kacang-kacangan.

Selain itu, vitamin C membantu tubuh menghindari infeksi dan menjaga jaringan tubuh seperti gusi, tulang, dan pembuluh darah tetap sehat. Vitamin C bahkan membantu penyembuhan luka pada balita. Berikut adalah beberapa makanan yang mengandung vitamin C.

  • Kelompok buah sitrus seperti jeruk dan lemon.
  • Stroberi.
  • Tomat.
  • Brokoli.
  • Kiwi.
  • Sawi.

2. Vitamin larut lemak

Ini adalah kelompok vitamin A, D, E, dan K. Setelah masuk ke dalam usus, mereka akan masuk ke sistem limfatik dan kemudian masuk ke dalam darah. Untuk alasan apa disebut vitamin larut lemak? Ini karena tubuh balita kekurangan lemak, yang mengurangi penyerapan vitamin. Setelah vitamin diserap oleh tubuh, mereka disimpan di sel lemak dan hati. Karena berfungsi sebagai stok untuk digunakan tubuh ketika membutuhkannya, vitamin A, D, E, dan K tahan lama. Namun, banyaknya vitamin larut lemak yang dikonsumsi balita dapat membahayakan tubuh karena dapat tersimpan lama di dalam tubuh. Misalnya, kelebihan vitamin A dapat menyebabkan sakit kepala, mual, sakit perut, hingga gangguan penglihatan. Berikut adalah beberapa jenis vitamin larut lemak dan sumber makanannya yang dapat Anda berikan kepada balita Anda. Karena berfungsi sebagai stok untuk digunakan tubuh ketika membutuhkannya, vitamin A, D, E, dan K tahan lama. Namun, banyaknya vitamin larut lemak yang dikonsumsi balita dapat membahayakan tubuh karena dapat tersimpan lama di dalam tubuh. Misalnya, kelebihan vitamin A dapat menyebabkan sakit kepala, mual, sakit perut, hingga gangguan penglihatan..


WhatsApp-Image-2025-02-05-at-09.20.46.jpeg
05/Feb/2025

Memenuhi kebutuhan gizi anak tidak hanya saat dia mulai MPASI tetapi juga saat dia sudah masuk usia balita. Balita mulai memahami apa yang ia sukai dan tidak sukai saat mereka tumbuh lebih besar. Saat ini, ibu harus mencari cara agar anak mereka tetap mau makan, tetapi dengan nutrisi yang baik untuk balita. Untuk memastikan bahwa perkembangan balita berjalan dengan baik, berikut panduan tentang kebutuhan gizi seimbang.

Kebutuhan gizi balita usia 1-3 tahun

Sebagai acuan, menurut angka kecukupan gizi tahun 2013, status kebutuhan gizi makro harian balita usia satu sampai tiga tahun meliputi:

  • Energi: 1125 kilo kalori (kkal)
  • Protein: 26 gram
  • Karbohidrat: 155 gram
  • Lemak: 44 gram
  • Air: 1200 milimeter (ml)
  • Serat: 16 gram

Sementara kebutuhan zat gizi mikro harian anak, meliputi:

Vitamin

Jenis vitamin yang perlu didapatkan oleh anak usia 1-3 tahun yaitu:

  • Vitamin A: 400 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 15 mcg
  • Vitamin E: 6 miligram (mg)
  • Vitamin K: 15 mcg

Sementara takaran dan jenis mineral yang beri diperoleh si kecil usia 1-3 tahun, seperti:

Mineral

  • Kalsium: 650 gram
  • Fosfor: 500 gram
  • Magnesium: 60 mg
  • Natrium: 1000 mg
  • Besi: 8 mg

Kebutuhan gizi makro dan mikro balita dari satu tahun hingga tiga tahun harus dipenuhi dengan berbagai mineral di atas untuk menjaga kesehatan mereka.

Panduan untuk menu dan pola makan yang sehat untuk balita 1 – 3 Tahun

Menurut Healthy Children, anak-anak berusia antara satu dan tiga tahun harus mengonsumsi makanan sehat tiga kali sehari dan dua kali sehari. Namun, anak-anak harus tetap makan makanan yang sehat. Menu makanannya dapat disesuaikan dengan anggota keluarga lainnya. Di usia dua tahun, balita mulai berbicara lebih banyak dan membutuhkan nutrisi yang seimbang.

Karbohidrat

Makanan mengandung karbohidrat kompleks dan sederhana. Menurut Kids Health, karbohidrat sederhana adalah nama lain untuk gula yang ada di gula putih, buah, susu, madu, permen, dan sebagainya. Karbohidrat kompleks, di sisi lain, adalah jenis karbohidrat yang lebih sulit dicerna dan menyebabkan anak kenyang lebih cepat. Beberapa makanan yang mengandung karbohidrat kompleks adalah umbi-umbian (kentang dan ubi), roti, pasta, jagung, gandum, dan singkong. Makanan-makanan di atas tidak hanya mengandung karbohidrat yang membantu balita makan, tetapi juga mengandung vitamin, mineral, dan serat yang membantu pencernaan.

Protein

Dalam kadar yang berbeda, berbagai jenis makanan, yaitu produk hewani dan nabati, dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan protein balita.Produk hewani memiliki tingkat protein yang lebih tinggi; beberapa jenisnya termasuk susu, telur, daging, ayam, dan makanan laut. Di sisi lain, produk nabati, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran, memiliki jumlah protein yang lebih rendah. Berikut adalah penjelasan tentang jenis protein mana yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi balita.

Lemak

Untuk meningkatkan asupan lemak balita, pastikan untuk meningkatkan kualitas lemak dan menyesuaikannya dengan kebutuhan kalori mereka. Selain itu, pastikan sumber lemaknya sehat. American Heart Association menyarankan anak usia dua hingga tiga tahun mengonsumsi sekitar tiga puluh hingga tiga puluh lima persen dari kalorinya berupa lemak. Anak-anak berusia 4-18 tahun mengonsumsi 25-35 persen kalori setiap hari. Minyak sayur, ikan, dan kacang-kacangan adalah beberapa sumber lemak tak jenuh.

Serat

Beberapa jenis makanan mengandung serat, tetapi survei yang diterbitkan dalam Journal of Human Nutrition and Dietetics menemukan bahwa 95% orang dewasa dan balita tidak mengonsumsi cukup serat. Bahkan anak-anak dan balita seringkali tidak memenuhi kebutuhan serat harian mereka. Meskipun demikian, pilihan makanan yang kaya serat dapat membantu mengontrol rasa lapar, menjaga kadar gula darah tetap stabil, dan menjaga berat badan balita pada tingkat yang ideal. Sesuaikan menu Anda dengan porsi makan si kecil, seperti pisang, apel, wortel, oatmeal, atau roti gandum, yang mengandung banyak serat. Untuk meningkatkan nafsu makan balita Anda, tambahkan jenis makanan yang mengandung berbagai nutrisi lainnya.

Cairan

Usia, ukuran tubuh anak, kesehatan, tingkat aktivitas, dan kondisi cuaca memengaruhi jumlah cairan yang diperlukan balita, menurut laman kesehatan anak. Ketika anak balita bergerak aktif, seperti bermain permainan atau berolahraga, mereka biasanya minum lebih banyak. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2013, anak-anak berusia 2-5 tahun membutuhkan jumlah cairan berikut:

  • Balita usia 1-3 tahun: 1200 ml
  • Balita usia 4-6 tahun: 1500 ml

Jumlah cairan yang diperlukan anak balita di atas tidak harus berasal dari air putih atau air mineral; mereka dapat menggunakan susu UHT atau formula yang mereka konsumsi setiap hari. Anda dapat memberi mereka air putih setelah makan, saat bangun pagi, atau setelah berolahraga. Anak memerlukan cairan untuk mengisi kembali keringatnya yang hilang saat beraktivitas atau berolahraga. Ketika si kecil ingin tidur atau sebagai selingan, susu bisa diberikan. Anak balita berusia 1-5 tahun sangat aktif dan membutuhkan banyak air untuk memenuhi kebutuhan cairan mereka. Karena balita sering mengabaikan rasa haus saat bermain, mereka lebih cenderung mengalami dehidrasi.

Zat besi

Menurut Angka Kecukupan Gizi yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan, kebutuhan zat besi harus dipenuhi anak usia 1-5 tahun:

  • 1 – 3 tahun sebesar 7 mg/hari
  • 4– 6 tahun 10 mg/hari

Tanpa zat besi, tubuh tidak mampu membuat hemoglobin dan tidak bisa memproduksi sel darah merah yang cukup. Ini berarti sel-sel di dalam tubuh tidak akan mendapatkan cukup oksigen. Kalau sudah begini, anak bisa mengalami anemia atau kurang darah.Gizi penting yang mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah anemia adalah zat besi. Menurut ICHWB 2023, anak yang memenuhi kebutuhan zat besi setiap harinya mengalami peningkatan tinggi 0,5 cm. Ini dapat dicapai melalui asupan gizi yang seimbang, terutama protein hewani yang tinggi zat besi. Salah satu pilihan makanan tambahan untuk memenuhi kebutuhan zat besi Anak adalah susu. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian si Kecil, berikan susu pertumbuhan yang difortifikasi dengan zat besi dan vitamin C. Untuk mencegah anemia defisiensi besi, kombinasi zat besi dan vitamin C dapat membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik.

Kebutuhan gizi balita usia 4-5 tahun

Berdasarkan tabel Angka Kecukupan Gizi 2013 status kebutuhan gizi makro harian balita usia pra sekolah (4-5 tahun) meliputi:

  • Energi: 1600 kilo kalori (kkal)
  • Protein: 35 gram
  • Karbohidrat: 220 gram
  • Lemak: 62 gram
  • Air: 1500 milimeter (ml)
  • Serat: 22 gram

Sementara kebutuhan zat gizi mikro harian anak, meliputi:

Vitamin

Jenis vitamin yang perlu didapatkan oleh anak prasekolah usia 4-5 tahun yaitu:

  • Vitamin A: 450 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 15 mcg
  • Vitamin E: 7 miligram (mg)
  • Vitamin K: 20 mcg

Sementara takaran dan jenis mineral yang beri diperoleh anak prasekolah usia 4-5 tahun, seperti:

Mineral

  • Kalsium: 1000 gram
  • Fosfor: 500 gram
  • Magnesium: 95 mg
  • Natrium: 1200 mg
  • Besi: 9 mg

Kebutuhan gizi makro dan mikro balita harus dipenuhi jika mereka ingin tetap sehat. Untuk informasi lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter anak Anda.


Desain-tanpa-judul-5-2.png
04/Sep/2024

Manfaat Menjaga Kesehatan

Menjaga stamina Pernahkan Anda merasa mudah lelah ketika sedang menjalani aktivitas sehari-hari? Hal ini mungkin menandakan bahwa Anda memiliki stamina yang kurang baik. Salah satu manfaat hidup sehat adalah stamina tubuh yang dapat tepat terjaga. Mengonsumsi makanan bergizi dengan pola makan yang baik terbukti dapat meningkatkan stamina seseorang.
Jika seorang anak mengembangkan kesadaran akan dirinya sendiri, individu dapat mengatasi banyak rintangan dalam kehidupan pribadi mereka, memperoleh kepercayaan diri, dan menetapkan nilai diri mereka. Sebenarnya, masing-masing dari mereka merupakan variabel penting dalam kesejahteraan mental.

  • Menjaga berat tubuh ideal

Menghindari lemak atau berat badan juga merupakan salah satu keuntungan utama dari gaya hidup sehat. Menjaga berat badan yang optimal penting untuk kinerja dan kesejahteraan. Berbeda dengan individu yang berjuang dengan kelebihan berat badan, individu yang memiliki fisik yang luar biasa umumnya menderita penyakit yang lebih serius.

  • Terhindar berbagai penyakit

Seperti yang disebutkan sebelumnya, menjaga gaya hidup yang aktif dapat membantu kita mempertahankan fisik yang sempurna yang tidak rentan terhadap penyakit. Kehidupan yang seimbang memiliki keuntungan dalam menghindari berbagai penyakit seperti diabetes, osteoporosis, penyakit kardiovaskular, dan banyak lagi. Selain berfungsi sebagai strategi penghindaran, makan dengan baik juga dapat meningkatkan tingkat vaksinasi tubuh Anda. Jika sistem kekebalan tubuh berfungsi dengan baik, tubuh akan terlindungi dari berbagai infeksi yang dapat menyebabkan kerusakan.

  • Mencegah cedera

Cedera bisa terjadi saat kita berpartisipasi dalam olahraga seperti angkat beban atau berolahraga. dibandingkan dengan menjadikan tubuh Anda tidak dapat diperbarui, gaya hidup sehat juga membuatnya perlu bagi orang-orang untuk lebih berhati-hati saat melakukan berbagai aktivitas. Seperti berlatih metode duduk yang baik, menggunakan alat yang aman saat bersenang-senang, atau memperhatikan dengan seksama cara yang benar dalam mengangkat beban. Ya, jumlah kehidupan yang begitu kecil adalah komponen penting dari kehidupan yang aktif dan dapat memberikan banyak keuntungan bagi kesehatan mental dan fisik Anda

  • Baik untuk kesehatan mental

Selain berbagai keuntungan bagi tubuh, menjalani kehidupan yang aktif juga memberikan manfaat bagi pikiran. Mempertahankan gaya hidup yang sehat dapat meningkatkan kesehatan mental seseorang dan mencegah depresi, serta memperbaiki ingatan dalam jangka pendek. Mempertahankan gaya hidup sehat mengharuskan kita untuk mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, yang jelas bermanfaat bagi kesejahteraan fisik dan mental kita. Selain itu, olahraga secara rutin juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan suasana hati. Ketika Anda berolahraga, tubuh Anda memproduksi hormon endorfin, yang dapat memicu kecemasan atau kekhawatiran.

  • Mengajarkan hidup sehat untuk generasi selanjutnya

Keuntungan berolahraga bagi generasi berikutnya adalah untuk mendidik orang-orang muda tentang cara hidup yang baik. Yang berikutnya selalu dibentuk oleh cara hidup mereka yang datang sebelumnya. Ketika Anda sebagai orang tua gagal untuk memimpin kebiasaan sehat, akan sangat sulit bagi anak Anda untuk mengamati cara hidup yang sehat. Sangat penting untuk menunjukkan kepada anak-anak bagaimana cara makan dengan baik agar terhindar dari obesitas di masa kanak-kanak. Ketika Anda mengabaikan kebiasaan baik dalam masyarakat secara umum, Anda mungkin akan membenci hal itu di kemudian hari.

  • Panjang umur

Panjang umur juga merupakan manfaat hidup sehat yang tidak boleh dilewatkan. Gaya hidup sehat dapat menghindarkan Anda dari berbagai penyakit berbahaya yang sangat berpotensi menjadi penyebab kematian. Maka dai itu, harapan hidup orang yang menerapkan pola hidup sehat dapat lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak menerapkannya.


artikel-2024-02-23T131327.006.png
23/Feb/2024

Permainan sensorik merupakan kegiatan yang dapat memperkuat panca indera bayi di usia muda, terutama sentuhan (kulit), rasa (mulut), penglihatan (mata), pendengaran (telinga), dan penciuman (hidung). Namun, permainan sensorik dapat membantu anak mengembangkan dua indera lagi: sensitivitas vestibular (keseimbangan) dan proprioseptif (gerakan). Permainan sensorik untuk bayi terbukti memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Meningkatkan fungsi motorik
    Aktivitas sensorik merangsang dua sistem: sistem proprioseptif dan vestibular. Sistem proprioseptif adalah sensasi yang ada pada otot dan persendian manusia. Sistem ini memengaruhi kepekaan tubuh anak Anda terhadap keberadaannya di dalam ruangan dan bagaimana berbagai bagian tubuhnya berinteraksi satu sama lain.
    Sedangkan sistem vestibular memberikan sensasi keseimbangan dan pergerakan. Hasilnya, saat melakukan berbagai aktivitas, anak Anda menunjukkan keseimbangan dan koordinasi yang baik. Setelah mengembangkan keterampilan proprioseptif dan vestibular ini, anak Anda akan mampu mengelola kekuatan otot dan koordinasi tubuhnya secara efektif.
  • Meningkatkan fungsi kognitif
    Pada fase eksplorasi ini, anak Anda akan dihadapkan pada beragam pengalaman baru, seperti mempelajari tekstur kain yang lembut dan kasar, memahami dinginnya suhu es, mendengarkan suara-suara indah binatang dari buku suara, dan lain sebagainya.
  • Mengembangkan Keterampilan Pemecahan Masalah
    Saat bermain sensorik, ibu secara tidak langsung akan mendorong Si Kecil untuk memecahkan berbagai jenis permasalahan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mendasar, menjelaskan cara kerja suatu benda, melakukan eksperimen singkat, dan menganalisis keadaan.
  • Meningkatkan perhatian anak
    Ibu dapat membantu anak mengendalikan emosinya dengan memberikan kesempatan bermain sensorik. Karena anak Anda akan “sibuk” dengan rangsangan sensorik baru, ia akan belajar fokus pada satu tugas. Demikian pula, permainan sensorik dapat digunakan untuk memotivasi anak-anak yang terlihat tidak tertarik dalam menyelesaikan tugas.
    Permainan sensorik dibedakan menjadi lima kategori tergantung pada kepekaan panca indera yang akan dikembangkan, yaitu:

    • Tacticle
      Permainan taktil adalah aktivitas sensorik yang membantu anak Anda mengembangkan indera perabanya. Para ibu dapat mendorong anak-anak mereka untuk mengeksplorasi berbagai benda dengan tangan mereka. Permainan taktil mengajarkan anak-anak tentang beragam tekstur, tekanan, suhu, dan getaran suatu benda.
    • Auditory
      Meski bersuara keras, permainan sensorik pendengaran sangat penting untuk mengembangkan kemampuan pendengaran anak dalam membedakan suara yang berbeda. Ketika bakat pendengaran anak tumbuh, ia dapat membedakan suara keras dan pelan, suara televisi, suara Ibu, mobil Ayah, suara orang asing, dan lain sebagainya.
    • Visual Play
      Permainan sensorik visual adalah stimulasi yang mengenalkan anak pada berbagai warna, tingkat kecerahan cahaya, pergerakan benda, dan rangsangan visual lainnya. Hasilnya, penglihatan anak membaik.
    • Vestibular
      Dimanfaatkan untuk meningkatkan keseimbangan anak. Sistem vestibular adalah mekanisme berbasis telinga bagian dalam untuk mengoordinasikan gerakan tubuh. Untuk membuatnya lebih kuat dan sensitif, sebaiknya ibu merencanakan berbagai aktivitas fisik yang mengharuskan anak menggerakkan kepalanya dalam berbagai posisi. Tummy time, misalnya, melibatkan mendorong anak-anak untuk berguling.
    • Proprioseptif
      Proprioception, atau kesadaran tubuh Permainan sensorik membantu anak Anda mengembangkan kepekaan terhadap lingkungannya serta kekuatan fisik yang diperlukan untuk tugas-tugas seperti mendorong, menarik, dan mengangkat benda.

Ada beberapa pilihan latihan sensorik untuk bayi baru lahir berdasarkan usia dan keuntungan melakukannya. Bakat sensorik penting untuk perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Selain menyediakan nutrisi yang tepat, meningkatkan kapasitas ini juga penting dalam meningkatkan kehidupan anak-anak.


artikel.png
11/Nov/2023

Mungkin para ibu belum mengetahui mengapa pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil itu perlu dilakukan. Apalagi jika sang ibu sedang menantikan kehamilan pertamanya. Alasan mendasarnya adalah perawatan prenatal dapat membantu ibu mendapatkan kehamilan yang sehat. Rutin melakukan pemeriksaan ini mungkin bisa membuat ibu lebih sadar akan pertumbuhan kesehatan ibu dan janinnya.

Pentingnya pemeriksaan kehamilan bagi ibu hamil juga dibuktikan dalam sebuah penelitian yang menemukan bahwa ibu yang tidak melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin cenderung memiliki anak dengan berat badan kurang. Tak hanya itu, bayi baru lahir lima kali lebih mungkin meninggal dibandingkan ibu hamil yang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

 

Kira-kira Apa Saja Kah Manfaatnya?

Tak hanya penting, berikut beberapa manfaat yang bisa ibu peroleh jika sering melakukan pemeriksaan kehamilan:

  • Memahami Status Janin dalam Kandungan Secara Langsung
    Pada pemeriksaan kesehatan, dokter akan menilai kesehatan ibu dan janin dalam kandungan, dimulai dari detak jantung ibu hingga posisi dan pertumbuhan janin. Selain itu, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui apakah terdapat kelainan pada janin sehingga ibu dapat diberitahu dan mendapat penanganan segera jika terjadi masalah pada calon anaknya.
  • Membantu persiapan persalinan dan kedatangan bayi
    Persalinan adalah saat yang menegangkan dan menyenangkan bagi semua wanita. Maklum, para ibu tidak sabar menunggu kedatangan buah hati mereka. Nah, inilah keuntungan menjadwalkan pemeriksaan prenatal Anda berikutnya. Para ibu dapat mempelajari segala hal yang perlu mereka ketahui tentang persalinan dan membuat rencana sebelumnya. Tentunya para ibu akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai cara merawat bayi baru lahirnya.
  • Mengurangi kemungkinan komplikasi saat melahirkan
    Ibu hamil lebih rentan mengalami masalah kehamilan seperti diabetes, kekurangan kalsium, dan hipertensi. Inilah sebabnya mengapa wanita hamil harus melakukan pemeriksaan kehamilan agar mereka dapat mengetahui seberapa serius risiko masalah kehamilan tertentu dan bagaimana pengaruhnya terhadap janin dalam kandungan.
  • Tingkatkan Pengetahuan Anda
    Para ibu mempunyai kendala-kendala saat hamil, seperti apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan, makanan apa saja yang boleh dikonsumsi dan apa yang harus dihindari, dan masih banyak lagi. Informasi ini mungkin tampak kecil, namun jelas penting bagi perempuan untuk memperolehnya agar dapat meningkatkan kehamilan serta kesehatan ibu dan janin.

Desain-tanpa-judul-2023-02-13T101137.658.png
27/Jan/2023

Di zaman seperti sekarang ini makanan cepat saji (fast food) tidak asing bagi kita semua. Fast food adalah makanan yang mudah dan cepat pengolahannya. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini yang dianjurkan untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan selalu menyediakan stok makanan cepat saji seperti mie instan, frozen food dan lain-lain. Pada saat pandemi juga lebih sering memesan makanan lewat aplikasi online dan lebih sering memesan fast food.

Makanan cepat saji dapat bertahan lama seperti mie instan dan frozen food makanan- makanan ini terbilang praktis dan tidak mudah busuk. Tapi, kita semua tahu bahwa makanan cepat saji rendah kandungan nutrisinya dan mengandung zat berbahaya seperti pengawet dan penyedap rasa seperti micin yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Beberapa penelitan menyatakan bahwa mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) tidak menimbulkan dampak langsung. Banyaknya makanan siap saji yang menumpuk pada tubuh seseorang bisa menimbulkan penyakit tertentu di kemudian hari.

Dampak terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, diantaranya :

1. Dapat menimbulkan penyakit serius

Makanan cepat saji banyak mengandung gula, mengonsumsi gula berlebihan berbahaya karena meningkatan kadar kolesterol. Akibatnya, seseorang yang mengonsumsi gula dalam jumlah berlebih berisiko tinggi terkena penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan kanker.

2. Menyebabkan obesitas

Makanan cepat saji juga mengandung lemak yang berdampak buruk bagi tubuh dan jika obesitas akan berisiko terkena kolesterol dan penyakit lainnya.

3. Kekurangan nutrisi

Jika terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, maka semakin sedikit nutrisi dan vitamin yang didapat oleh tubuh dan tubuh menjadi kekurangan nutrisi dan mudah jatuh sakit sertamenurunkan daya tahan tubuh.

Oleh karena itu, demi menjaga kesehatan tubuh kurangi mengonsumsi makanan cepat saji dan lebih banyak mengonsumsi makanan bergizi seperti sayur, buah, ikan dan lain-lain agar daya tahan tubuh kita kuat apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini yang harus menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Junk Food mengandung kalori yang berlebih

Makanan merupakan bahan bakar bagi tubuh kita. Ia memiliki dampak langsung pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Junk food kebanyakan merupakan makanan cepat saji yang didalamnya mengandung karbohidrat, gula, lemak sehat, dan garam (natrium). Satu porsi junk food menawarkan sejumlah besar kalori, akan tetapi nilai gizi di dalamnya hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.

Sebuah studi 2013 yang diterbitkan di JAMA Pediatrics menunjukkan bahwa banyak anak-anak dan remaja yang lebih memilih mengambil resiko mendapatkan kalori lebih dalam makanan cepat saji dan restoran daripada makanan yang disajikan di rumah. Menurut National Institutes of Health, beberapa makanan cepat saji secara keseluruhan hanya mengandung kalori dalam jumlah yang tinggi, di mana hal tersebut sangat berdampak pada kelebihan berat badan yang merupakan salah satu faktor peningkatan risiko untuk berbagai masalah kesehatan kronis.

Terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji untuk menggantikan makanan bergizi dapat menyebabkan gizi buruk serta kesehatan yang buruk bagi kita.

Resiko penyakit diabetes

Salah satu faktor utama yang menyebabkan terjangkitnya penyakit diabetes adalah karena diet yang tidak sehat, salah satunya karena makanan yang kita konsumsi merupakan makanan sampah. Ketika tubuh menyerap asupan gizi dari yang berasal dari makanan sehat, hal ini berarti tubuh mendapatkan pasokan glukosa yang membantu menjaga sensitivitas insulin. Sedangkan ketika tubuh menyerap asupan makanan junk food, hal ini bisa mengakibatkan stres yang berlebihan pada metabolisme tubuh sehingga mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin dengan benar. Karena junk food tidak memiliki kandungan serat, konsumsi secara langsung menghasilkan lonjakan kadar gula. Selanjutnya, konsumsi junk food menyebabkan obesitas, salah satu alasan utama untuk resistensi insulin dan pengembangan diabetes.

Masalah pada sistem pencernaan

Bagi para pecandu junk food, mereka akan lebih beresiko mengalami gangguan pencernakan seperti penyakit gastroesophageal reflux (GERD) dan sindrom iritasi usus (IBS). Seperti yang kita ketahui bahwa junk food lebih banyak mengandung kalori daripada nilai nutrisi. Saat kita mengkonsumsi junk food yang digoreng, kandungan minyaknya akan tersimpan dalam dinding lapisan perut. Hal ini dapat meningkatkan produksi asam. Lalu rempah-rempah yang ada di dalamnya dapat mengiritasi lapisan lambung, sehingga dapat memperburuk resiko GERD dan gangguan pencernakan. Kurangnya serat dalam kandungan junk food dapat menghambat pencernaan, meningkatkan masalah seperti sembelit dan wasir.

elelahan dan kelemahan

Junk food tidak memiliki jumlah nutrisi penting yang diperlukan untuk pemeliharaan kesehatan serta fungsi dari semua sistem dalam tubuh secara keseluruhan seperti protein dan vitamin. Meskipun jenis makanan ini bisa membuat perut terasa kenyang dan puas, namun ia gagal dalam memberikan asupan energi instan. Sehingga membuat tubuh terasa lemah dan lelah beberapa saat setelah mengkonsumsinya. Jika tubuh hanya menyerap semua jenis makanan yang tergolong junk food selama periode waktu tertentu, maka hal tersebut bisa mengakibatkan kelelahan kronis. Junk food dapat menurunkan tingkat energi tubuh ke tingkat yang mungkin menjadikan tubuh sulit atau bahkan tidak bisa melakukan rutinitas sehari-hari.

Junk food memang mungkin murah, mudah tersedia, lebih cepat untuk memasak dan lezat, tetapi jenis makanan tersebut justru malah berdampak bahaya bagi kesehatan. Bukan hanya kekurangan nutrisi penting bagi tubuh, tetapi juga memberikan kontribusi untuk beberapa penyakit berbahaya. Pilihan untuk kembali mengikuti pola hidup sehat mencakup pilihan makanan yang lebih alami dan lebih sehat.” Beliau menyarankan untuk mengurangi asupan makanan olahan agar hidup kita lebih sehat.


Untitled-design-36.png
16/Nov/2021

Tak terasa penghujung tahun 2021 sudah hampir tiba,Pasti para moms banyak yang sudah merencanakan pergi berlibur bersama keluarga menjelang akhir tahun ini. Memang liburan di momen pergantian tahun akan lebih berkesan jika bersama keluarga.Bagi beberapa ibu baru, liburan kali ini mungkin menjadi liburan pertamanya bersama bayi.Berlibur bersama bayi tentunya memberikan tantangan lebih untuk orangtua.

Berikut beberapa tips liburan bersama bayi tanpa khawatir harus ribet dan rencana liburan berjalan sesuai harapan :

1.bawa peralatan sesuai kebutuhan

Buatlah daftar barang yang perlu dibawa dan kemas barang beberapa hari sebelum liburan. Jangan lupa untuk menyiapkan beberapa baju ganti dan popok untuk diganti selama perjalanan.Selain itu,siapkan juga minyak telon, tisu kering, tisu basah hingga bedak dan popoknya, atau bahkan stroller dan gendongan, serta mainan kesayangan si kecil untuk membuatnya tetap tenang.

2.Pilih akomodasi dan destinasi wisata yang cocok buat si kecil

akan lebih aman dan nyaman jika membawa si kecil ke tempat wisata, di mana mereka juga bisa menikmati suasananya.Pertimbangkan  kondisi dan lokasi tempat liburan yang akan di tuju karena dengan begitu akan mempermudah dan tidak membuat Moms stres di perjalanan.

3.Buat jadwal yang longgar

Hal ini untuk berjaga-jaga saat membawa bayi. Orangtua wajib mengikuti jadwal makan dan istirahat bayi agar bayi tidak rewel dan stress.Bayi atau anak kecil membutuhkan waktu makan khusus, waktu istirahat yang juga tidak sedikit dan juga perhatian ekstra.Buatlah itinerary perjalanan yang ramah dengan setiap kemungkinan.

4.Berbagi tugas dan tanggung jawab

Sudah menjadi keharusan sebagai pasangan untuk saling menjaga dan membantu satu sama lain. Penting melkukan kerja sama satu sama lain untuk saling meringankan tugas dan tanggung jawab, sekaligus memaksimalkan waktu yang ada.Misal, waktunya baby mandi. Ayah  bisa membantu memandikan sementara istri bisa menyiapkan makanan untuk si kecil.

5.Bawa mainan yang paling berkesan

untuk mencegah bayi bosan saat perjalanan bawa hal-hal yang dapat menenangkannya, seperti boneka, selimut kesayangan, atau buku. Orang tua tidak perlu membawa seluruh mainan, cukup bawa yang kira-kira menarik perhatiannya.

 

 


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak