Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com

Asam Lambung pada Bayi Menyebabkan Bayi Sering Muntah

November 28, 2020 by 3Dpotret Team0
portrait-young-family-1200x800.jpg

Bagi orangtua, gangguan kesehatan sekecil apapun bisa memicu kekhawatiran. Diantaranya adalah bayi sering muntah. Kemungkinan gejala ini disebabkan oleh gangguan asam lambung pada bayi.
Bayi sering muntah merupakan hal yang biasa, terutama setelah menyusu. Namun jika bayi muntah dengan diiringi rewel, sesak napas, sering muntah hingga pertumbuhannya terganggu dan berat badannya tidak bertambah, kemungkinan si bayi mengalami gangguan pada asam lambungnya.

Refluks Asam Lambung Menyebabkan Bayi Sering Muntah

Jika bayi sering muntah setelah habis makan, hal ini perlu diselidiki lebih lanjut. Kemungkinan bayi mengalami penyakit asam lambu

Refluks terjadi ketika lingkaran otot antara kerongkongan dan lambung tidak berfungsi maksimal, sehingga asam lambung dan makanan dari lambung kembali ke kerongkongan. Hal ini terjadi karena fungsi cincin otot yang berfungsi seperti katup pada kerongkongan bagian bawah bayi belum sempurna. Kabar baiknya katup tersebut akan berfungsi  ketika bayi berusia 4-5 bulan hingga 1 tahun. Saat itu bayi akan berhenti muntah. Bayi mengalami refluks juga disebabkan karena ukuran lambungnya yang masih kecil sehingga mudah terisi penuh.

 

Selain bayi sering gumoh atau muntah, gejala lain yang mengiri GERD pada bayi antara lain adalah:

  • Rasa sakit atau perih di tenggorokan dan dada. Sehingga sering menolak menyusu atau makan.
  • Menangis saat atau setelah menyusu atau diberi makan.
  • Banyak mengeluarkan air liur.
  • Sering batuk
  • Gangguan pernapasan
  • Gangguan tumbuh kembang.
  • Kolik pada bayi.
  • Sakit perut
  • Menangis usai menyusu dan makan.

Mengatasi Asam Lambung pada Bayi

Sangat penting untuk segera memeriksakan ke dokter apabila bayi sering muntah  dengan diiringi gejala GERD. Untuk menentukan diagnosis, dokter akan meminta keterangan dari orangtua serta melihat catata kesehatan bayi dan pada akhirnya melakukan pemeriksaan fisik pada bayi. Kemungkinan dokter juga melakukan serangkaian tes tambahan untuk memastikan kondisi GERD.

Pada umumnya, dokter akan memberikan obat-obatan yang akan mengurangi gas dalam lambung. Obat yang diberikan dapat sekaligus menurunkan kadar asam lambung. Meski demikian, penelitian menunjukkan adanya kemungkinan bahwa pemakaian obat penurun asam lambung tidak dapat sepenuhnya mengurangi risiko terjadinya refluks pada bayi. Memberi obat-obatan pada bayi harus sangat berhati-hati, karena ada kemungkinan akan menimbulkan efek samping.

Mencegah Naiknya Asam Lambung pada Bayi

Untuk mencegah bayi sering muntah karena mengalami GERD, alangkah baiknya mencoba beberapa hal yang dapat membantu bayi merasa nyaman.  Seperti memberi ekstra bantal dibagian kepala, bunda juga bisa menggendong bayi  dalam posisi tegak sekitar setengah jam usai menyusu dan makan. Selain itu , usahakan bayi bersendawa tiap kali usai menyusu dan makan.

Tindakan selanjutnya seperti mengentalkan susu yang diberikan dengan menambah sereal, untuk bayi yang sudah dapat mengonsumsi makan padat, dapat diberikan makanan yang bertekstur lebih padat. Namun, tindakan ini tidak boleh dilakukan sembarangan, karena harus dengan persetujuan dokter.

3d potret team

3Dpotret Team


Leave a Reply

Your email address will not be published.


3DPotret 2020. All rights reserved.