Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com

Apakah Normal Bila Bayi Mengeluarkan Banyak Air Liur?

November 18, 2020 by 3Dpotret Team0
25844_alasan-bayi-ngiler-berlebihan.jpg

Bila bayi mengeluarkan air liur, ini merupakan hal yang wajar. Tapi, bagaimana jika bayi mengeluarkan air liur yang berlebihan?. Apakah kondisi ini atau tidak?  Mari simak penjelasannya dibawah ini.

Kelenjar liur pada bayi sebenarnya sudah aktif sejak si kecil masih berada di dalam rahim. Namun, kelenjar air liur mulai aktif pada beberapa bulan pertama. Pada usia ini, bayi masih  belum bisa menelan semua air liurnya yang telah diproduksi. Akibatnya, Si Kecil mengalami lebih banyak mengeluarkan air liur.
Normal saja bila Si Kecil banyak mengeluarkan air liur. Namun, bisa juga pertanda adanya gangguan kesehatan pada bayi, terutama jika disertai gejala lain. Jadi, orangtua perlu memperhatikan kondisi Si Kecil jika air liur yang ia keluarkan jumlahnya jauh melebihi dari biasanya.

 Apa Penyebab Bayi Mengeluarkan Air Liur  Yang Berlebihan?

Berikut adalah beberapa penyebab bayi mengeluarkan air liur berlebihan yang perlu para orangtua ketahui:

Perlindungan Diri

Ketika bayi berusia 2-6 bulan, ia akan lebih sering mengeluarkan air liur. Walaupun penyebab ini belum diketahui secara pasti, air liur yang berlebihan bisa jadi merupakan perlindungan diri.

Pada usia ini, bayi sering mengeksplorasi benda-benda disekitarnya, bahkan memasukkan semua benda yang ia pegang kedalam mulutnya. Protein yang terkandung didalam air liurnya dapat melindunginya dari kuman dan kotoran yang mungkin ada pada benda benda disekitarnya.

Selain itu, bayi akan mulai mengalami pertumbuhan gigi saat berusia 6 bulan. Kondisi ini juga biasanya juga menyebabkan bayi mengeluarkan air liur yang banyak. Hal ini terjadi karena meningkatnya gerak di mulut memicu kinerja kelenjar ludah menjadi lebih aktif.

 

Refluks

Kelebihan air liur  juga dapat disebabkan karena refluks asam lambung. Asam lambung pada bayi terjadi apabila otot penutup jalan menuju lambung di kerongkongan bagian bawah belum sepenuhnya berkembang dan bekerja dengan baik, sehingga asam lambung naik kembali ke kerongkongan dan menyebabkan produksi air liur meningkat.

Gejala lain yang dapat muncul akibat refluks pada bayi adalah sering batuk, cegukan, gumoh, sulit makan dan penurunan berat badan.

 

Kelainan Saraf

Bayi yang lahir dengan kelainan saraf,  seperti cerebral palsy lebih cenderung untuk mengeluarkan air liur yang berlebih. Hal ini terjadi karena bayi tidak mampu untuk menutup mulut dan menelan ludah yang diproduksinya. Selain mengeluarkan banyak air liur, bayi dengan cerebral palsy dapat mengalami beberapa gejala, seperti otot kaku, tremor , dan keterlambatan dalam perkembangan motorik seperti merangkak atau menggenggam barang.

 

Beberapa Tips Menangani Air Liur Berlebihan pada Bayi

Untuk menangani air liur yang berlebihan pada bayi, bunda perlu melakukan hal ini :

Segera bersihkan air liur

Air liur dapat menyebabkan iritasi dan ruam merah pada kulit bayi. Untuk menghindari ruam pada kulit bayi yang diakibatkan oleh air liur berlebihan, Bunda perlu membiasakan diri untuk rajin mengelap air liur Si Kecil.

Membersihkan air liur dengan kain lembut yang bersih akan lebih baik daripada menggunakan tisu yang mungkin dapat mengiritasi kulitnya.

Memberikan bayi mainan gigi

Bila air liur terus mengalir karena ada gigi yang tumbuh, Bunda dapat mencoba memberi sesuatu yang dingin seperti mainan untuk digigit atau lap basah yang sudah didinginkan, pada area gusi bayi untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakannya. Dan jangan lupa untuk mengeringkan kembali mulut bayi setelahnya.

3Dpotret Team


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


3DPotret 2020. All rights reserved.