Kesalahan Mencuci tangan yang perlu diperhatian

Kesalahan Dasar Saat Mencuci Tangan
- Mencuci tangan dalam waktu yang terlalu sebentar
Kebanyakan orang mencuci tangan dalam waktu singkat, yaitu sekitar enam detik saja. Padahal, menurut studi dari Center for Disease Control, diperlukan waktu selama minimal 20 detik (berkisar 20-60 detik) agar proses mencuci tangan menjadi efektif untuk membunuh bakteri dan virus.
- Tangan dibiarkan basah
Memastikan tangan benar-benar kering sebelum meninggalkan kamar mandi dapat menghindari risiko virus kembali bersarang ke tangan yang telah bersih.
- Mengabaikan celah-celah jari dan kuku
Menggosok telapak atau punggung tangan saja tidak cukup untuk higienitas tangan yang optimal. Celah-celah jari dan kuku seringkali jadi tempat bersarangnya virus dan bakteri. Oleh karena itu, disarankan untuk selalu menggosok seluruh bagian tangan mulai dari telapak, punggung tangan, celah antara jari, dan kuku untuk kebersihan tangan optimal.
- Tidak pakai sabun
Air saja tidak seluruhnya efektif untuk menghilangkan bakteri yang menempel pada tangan. Agar lebih maksimal, mencuci dengan sabun dan air mengalir sangat ampuh dalam melawan kuman dan bakteri .
- Tidak langsung mencuci tangan setelah beraktivitas di ruang publik
Mencuci tangan biasa dilakukan setelah aktivitas tertentu, seperti sebelum-setelah menyiapkan makanan, setelah dari toilet, mencuci tangan harus dilakukan sesering mungkin terutama setelah beraktivitas di ruang publik dan menyentuh fasilitas umum
- Langsung menyentuh keran wastafel dan benda lain setelah cuci tangan
Kita mungkin kerap langsung menyentuh benda-benda lain setelah cuci tangan, termasuk menutup keran wastafel. Padahal, keran wastafel yang kita sentuh bisa jadi tidak higienis sehingga dapat membuat tangan Anda kembali terpapar bakteri atau virus. Cobalah untuk menutup keran air dengan siku atau menggunakan tisu toilet.

