Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Desain-tanpa-judul-30.png
14/Dec/2022

Pada usia ini peran ibu sangat diperlukan guna untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi diri anak tersebut. Ibu akan menanamkan nilai-nilai moral, akhlak, agama, dan lain sebagainya.

1.Biarkan Anak Bermain

Ada beberapa manfaat bermain untuk anak, seperti melatih kemampuan sosial, melatih kemampuan motorik halus dan motorik kasar, serta membangun karakter anak. Lebih lanjut, ketika anak bermain, ia juga akan belajar cara membuat sesuatu dan kemampuan memecahkan masalah.

2.Tidak Membandingkan Anak

setiap anak berbeda satu sama lain. Mereka memiliki kelebihan dan kekurangan, dan sebagai orangtua, ibu harus memerhatikan keduanya. Bukan cuma fokus ke kekurangan anak saja.

Sebagai contoh, ada anak yang memiliki kelebihan di kecerdasan intelektual dan ada anak yang memiliki kelebihan di bidang kecerdasan emosional. Ibu tak boleh membandingkannya, karena ini dikhawatirkan akan berdampak buruk untuk anak.

3. Biarkan Anak Menjadi Dirinya Sendiri

Selain berbagai tips tadi, cara membangun karakter anak adalah membiarkannya menjadi dirinya sendiri. Pasalnya, Ibu bisa saja secara tidak sengaja memaksakan impian dan kehendak pribadinya kepada anak-anaknya.

4. Biarkan Anak Menjadi Dirinya Sendiri

Selain berbagai tips tadi, cara membangun karakter anak adalah membiarkannya menjadi dirinya sendiri. Pasalnya, Ibu bisa saja secara tidak sengaja memaksakan impian dan kehendak pribadinya kepada anak-anaknya.

5. Memberikan Contoh

Cara membentuk karakter anak yang lain adalah dengan memberikan contoh yang baik. Anak pada usia dini suka mengikuti perilaku, perkataan dan sikap orang tuanya. Oleh karena itu, ibu bisa memberikan contoh yang baik agar anak bisa meniru atau mengikuti perilaku yang baik.

Itulah sedikit penjelasan mengenai pentingnya peran ibu dalam membentuk karakter anak dan tips yang mungkin dapat membantu. Selain karakter anak, penting juga bagi ibu untuk memerhatikan kesehatan anak. Namun, tenang saja, ibu dapat gunakan aplikasi Halodoc untuk membeli obat jika anak sakit.


Desain-tanpa-judul-28.png
13/Dec/2022

Menggendong merupakan aktivitas yang tak akan ketinggalan terutama untuk orang tua yang  baru saja menyambut kelahiran putra-putrinya. Tapi tahukah jika menggendong pun memiliki standar keamanan yang direkomendasikan pakar? Yuk intip, apa saja yang harus diperhatikan saat kita menggendong buah hati kita.

1. (In) View at All Times

Pastikan kita selalu dapat melihat bayi ya Parents. Cek apakah bayi kita tenggelam, atau leher menekuk. Bayi harus selalu terlihat loh saat kita gendong dan jalan nafasnya tidak terhalang.

2. (T)ight (ketat)

Pilih gendongan yang ketat dan erat menopang tubuh bayi Anda, seperti saat memeluk bayi. Menggendong dengan erat dapat menciptakan bounding antara orang tua dan anak loh.

3. (S)upported Back

Terakhir nih, gendongan yang dipakai wajib menopang punggung bayi hingga dapat menjadi dudukan bayi sampai bahwa lutut membentuk M-Shape. Agar aman dan nyaman baik untuk penggendong dan bayi.

4. (K)eep Chin of the Chest

Penggendong perlu memperhatikan dagunya agar tidak tertekuk ke dadanya ya. Karena bisa menghalangi pernapasan bayi.

Nah, selain hal di atas, pertimbangkan usia bayi, posisi penggendong, dan tentu jenis gendongan yang dipakai. Selamat menggendong dengan penuh cinta dengan kaidah TICKS. Aman, nyaman, ergonomis.


Desain-tanpa-judul-26.png
12/Dec/2022

Sebagian Ibu hamil, umumnya akan mengalami banyak perubahan pada tubuhnya. Mulai dari munculnya stretch mark, beberapa bagian tubuh yang menghitam, hingga kerontokan pada rambut.

Tahukah Ibu? Faktanya, baik pria maupun wanita rata-rata akan kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut setiap hari, lho! Selama kehamilan, peningkatan kadar estrogen memperlambat siklus alami kerontokan folikel rambut.

Hal ini membuat beberapa wanita mungkin akan mengalami kerontokan rambut yang lebih sedikit. Tapi, kondisi tersebut nggak selalu terjadi ya, Bu, karena tiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda-beda.

Kondisi Kesehatan Tertentu

Rambut rontok saat hamil juga bisa diakibatkan oleh kondisi kesehatan tertentu. Misalnya saja seperti Ibu hamil dengan diabetes gestasional hingga kekurangan hormon tiroid.
Apalagi hormon tiroid memiliki fungsi penting untuk menjaga metabolisme sistem pencernaan, mengatur berat badan, menjaga kesehatan mental, hingga kesehatan kulit, kuku, serta rambut. Nggak hanya itu, jika Ibu hamil kekurangan hormon tiroid bisa menyebabkan gangguan perkembangan pada otak calon buah hati, lho!

Kurang Nutrisi

Asupan nutrisi dan vitamin selama hamil sangat penting untuk dipenuhi. Apalagi Ibu hamil memerlukan asupan nutrisi yang lebih banyak, untuk mendukung tumbuh kembang calon bayi di dalam kandungan.

Adanya Perubahan Hormon

Kehamilan terkadang membuat Ibu sering mengalami morning sickness berupa mual, muntah hingga bahkan sekadar minum air putih saja, rasanya sulit tertelan. Salah satu yang menyebabkan morning sickness adalah adanya perubahan hormon saat hamil.

Nah, selain itu perubahan hormon saat hamil juga seringkali membuat rambut mengalami penipisan hingga menyebabkan kerontokan. Kondisi ini mungkin hanya akan dialami oleh sebagian wanita hamil saja.

bu tetap harus melakukan perawatan khusus di rumah, guna mengurangi kerontokan rambut yang dialami. Berikut ini adalah beberapa cara tepat untuk mengatasi rambut rontok saat hamil yang bisa dicoba:

  • Gunakan sampo dan kondisioner yang bisa menambah volume rambut. Sampo jenis ini biasanya mengandung bahan seperti protein dan biotin yang berfungsi untuk
  • melapisi rambut, membuat rambut tampak lebih bervolume.
  • Gunakan kondisioner yang diformulasikan khusus untuk rambut yang lebih ringan.
  • Gunakan kondisioner terutama pada ujung rambut. Sebaiknya, jangan gunakan kondisioner pada kulit kepala ya Bu! Hal ini hanya akan membebani rambut dan membuat rambut mudah rontok.
  • Berikan sedikit pijatan lembut saat menggunakan shampoo. Diamkan kurang lebih 1-2 menit, baru kemudian bilas hingga bersih.
  • Hindari mewarnai rambut saat hamil, karena bisa membuat rambut jadi lebih kering dan rentan rontok.
  • Hindari mengikat rambut terlalu kencang.
  • Pastikan hidrasi tubuh tercukupi dengan baik.
  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan yang kaya akan zat flavonoid dan mikronutrien penting yang dapat membantu menjaga kesehatan akar rambut.

Desain-tanpa-judul-24.png
11/Dec/2022

Momen ini juga menyadarkan kita pentingnya menjaga kesehatan mental, disamping tetap menjaga kesehatan fisik secara menyeluruh sehingga kita bisa tetap fit. Nah, berbicara soal kesehatan mental, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memiliki keseimbangan hidup yang lebih baik.

Lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan jauh dari teman-teman serta orang terkasih merupakan salah satu hal tersulit di masa pandemi. Kondisi yang tidak mudah ini pun membuat banyak orang yang mengalami stres, gelisah, cemas dan depresi.

Memasak
Kalau ditanya, apa hubungan memasak dengan menjaga kesehatan mental? Jawabannya sederhana, memasak dapat membantu mengembangkan diri, meningkatkan kreativitas, meningkatkan kesabaran dan tentunya dapat menjadi penyalur stres yang positif.

Terlebih lagi saat kamu berhasil dengan suatu resep, perasaan positif itu bisa mendominasi dan mengurangi perasaan negatif lain. Untuk yang satu ini, kamu bisa mulai memasak makanan atau membuat kue favorit kamu.

Yoga
Yoga dan meditasi adalah dua hal yang sangat berkaitan. Yoga merupakan salah satu olahraga yang mengkombinasikan latihan pernapasan, meditasi dan juga pose. Selain membuat tubuh lebih fleksibel dan bugar, yoga juga menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental di masa pandemi ini karena bisa membantu mengendalikan stres.

Ada banyak jenis yoga yang bisa kamu lakukan, mulai dari yoga di pagi hari sampai gerakan yoga untuk membantu tidur di malam hari. Terdapat berbagai tutorial di internet yang bisa kamu coba sendiri di rumah.

Menghabiskan Waktu Bersama Keluarga
Menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang-orang tersayang merupakan salah satu cara yang juga bisa menjaga kesehatan mental dan mengurangi stres. Terdengar sangat sederhana mungkin, namun dengan mengelilingi diri dengan orang yang suportif dan penuh dengan kasih sayang dapat membuat kita merasa lebih tenang, dan tentunya bisa membantu di masa sulit.


Desain-tanpa-judul-22.png
10/Dec/2022

Anak suka berteriak belum tentu menandakan ia anak yang nakal. Terkadang penyebab anak suka teriak cukup banyak dan sebaiknya kita mulai amati perilakunya.

Teriakan anak-anak bisa jadi satu hal yang Ibu hindari karena cukup terdengar mengganggu ditelinga. Alih-alih memarahinya, sebaiknya Ibu kenali dulu penyebab anak suka teriak.

Normalnya, anak-anak akan meminta sesuatu dengan suaranya yang lembut dan lucu. Atau ketika ia sedang butuh diperhatikan, kemungkinan ia akan merengek.
Akan tetapi, beberapa anak justru memilih berteriak dengan lantang sampai orang tua mendatanginya.

Kontrol impulsi yang masih belum stabil

Balita terkadang masih sangat impulsif dan belum memiliki kontrol yang tepat dan benar layaknya orang dewasa. Anak suka berteriak juga termasuk tanda bahwa mereka sedang mengasah kesabarannya, dan belajar bagaimana berperilaku baik di depan umum.

Si kecil sedang melakukan eksperimen

Berteriak merupakan salah satu cara untuk melepaskan beban yang ada dalam pikiran dan hati kita. Ini terbukti pada beberapa orang dewasa yang lebih suka berteriak kencang saat berada di alam bebas untuk merasakan sensasi lega.
Saat anak suka berteriak bisa jadi karena ia sedang melakukan eksperimen baru yang dianggapnya menyenangkan dan penuh tantangan. Tapi sebenarnya ini bukan bentuk kenakalan, jadi tak perlu risau ya Bu!

Simbol kegembiraan

Penyebab anak suka berteriak bisa jadi ia sedang mengekspresikan kebahagiaan yang ia sedang rasakan, misalnya saat itu ia sedang melihat kucing yang lucu, kupu-kupu yang indah, pelangi yang cantik, dan masih banyak lagi. Biasanya anak suka berteriak untuk menunjukkan kebahagiaan akan ditandai dengan tawa dan senyum ceria.
Ibu mungkin sering penasaran saat anak suka berteriak apakah ia sedang merasakan hal yang tidak nyaman atau justru sebaliknya. Faktanya, beberapa anak justru menunjukkan simbol kegembiraannya melalui teriakan.

Cara MengatasiNya

Mengajarkan teknik ekspresi emosi pada anak

Cara yang tepat untuk menghadapi hal ini adalah dengan memvalidasi perasaan mereka, melabeli emosi, dan berunding bagaimana cara yang sesuai untuk mengatasi emosi tersebut daripada harus berteriak. Lakukan cara ini saat si kecil sedang tenang dan tidak sedang berteriak kencang, karena kemungkinan ia tak akan mendengarkan Ibu bila hal ini dilakukan bersamaan.

Buat mereka sibuk

Saat sedang berbelanja, mintalah Ia untuk memasukan belanjaan sesuai yang Ibu minta atau arahkan. Ibu bisa juga memintanya untuk mendorong troli yang tampak menyenangkan baginya, atau lakukan apa saja agar ia sibuk dan lupa bahwa ia harus berteriak saat itu.

Apakah anak suka berteriak ketika sedang diajak berbelanja atau pergi ke luar? jika anak suka berteriak saat momen yang tidak pas, misalnya sedang berada dikeramaian, Ibu bisa menyiasatinya dengan cara membuat balita Ibu tetap sibuk dan terlibat dengan apa yang Ibu kerjakan.

Bawa ke tempat yang lebih tenang

Jika anak suka berteriak bahkan dikeramaian, hindari memarahinya saat itu juga karena akan melukai perasaannya. Alih-alih memarahinya, Ibu bisa mencoba untuk membawa si kecil ke tempat yang lebih tenang dan memeluknya atau memberikan apa pun yang sedang ia butuhkan.

Katakan padanya dengan lembut bahwa yang sedang ia lakukan adalah hal yang buruk dan cukup mengganggu. Jangan lupa untuk berikan kasih sayang dan perhatian yang cukup untuk si kecil.


Desain-tanpa-judul-21.png
09/Dec/2022

Mengapa kontak mata dengan anak penting?

Kontak mata sebenarnya sudah digunakan para bayi untuk bertahan hidup, lho. Secara alami mereka mencari kontak mata dengan orang terdekat mereka untuk mendapatkan rasa aman, makan (menyusui atau minum dari botol), nyaman dan berlindung.

Inilah mengapa kontak aman dengan anak penting dilakukan karena merupakan bentuk koneksi kuat antara anak dan orang tua. Sebagaimana kita ketahui bahwa orang tua lah dunia pertama anak-anak mereka.

Dari dunia pertama inilah, kepercayaa diri dan kemampuan dasarnya dalam fisik maupun sosial emosi dibangun dan dikuatkan. Anak belajar tentang lingkungannya dan bagaiman berinteraksi dengan sekitar mulai dari orang tuanya lewat komunikasi dengan kontak mata.

Agar saat mereka menghadapi dunia luar mereka tahu harus bagaimana dan yakin ke mana harus kembali. Cinta, kepercayaan, hubungan yang erat dan komunikasi yang baik bermula dari kontak mata.

Cara melakukan kontak mata dengan anak

Sejajarkan pandangan mata dengan anak

Berlututlah dan cari mata anak, baru kemudian sampaikan pesannya. Keadaan tubuh yang merendah ini juga otomatis membuat nada bicara jadi lebih lembut dan tenang.

Dalam melakukan kontak mata dengan anak, anak seringkali kesulitan karena orang tua jauh lebih tinggi dibanding mereka. Orang tua perlu sejajarkan pandangan agar kontak mata dengan anak lebih efektif.

Lakukan bersama dengan 3 kata ajaib

Ucapkan maaf, tolong dan terima kasih sambil melakukan kontak mata dengan anak. Lambat laun anak akan mencontoh dan terbiasa melakukan kontak mata saat berbicara.

3 kata ajaib penting diajarkan sejak dini untuk menumbuhkan simpati dan empati yang positif bagi anak. Karena ini juga mempengaruhi pola komunikasi dan interaksi anak dengan orang lain, maka kontak mata juga baik diajarkan bersamaan dengan 3 kata ajaib.

Hentikan sejenak aktivitas untuk fokus berbicara dengan anak

Saat anak mengajak bicara, hentikan dulu aktivitas apapun yang sedang kita lakukan. Berikan beberapa menit untuk mendengarkan apa yang anak sampaikan dan respon dengan baik.

Ucapkan juga terima kasih karena anak sudah mau menceritakan hal yang ia sampaikan pada orang tua. Ini akan berguna sampai anak dewasa nanti, karena merasa dihargai saat berbicara. Ini juga akan membuat anak percaya orang tuanya bisa menjadi sahabat dekatnya.

Pilih waktu-waktu seru untuk melakukan kontak mata dengan anak

Untuk bayi juga bisa saat pijat bayi bersama Ibu atau Ayah, saat menyusu atau minum dari botol, serta saat ganti popok. Kontak mata dengan anak yang seperti ini juga mendukung kemampuan bahasanya berkembang optimal. Karena tak hanya menjadi lancar berkomunikasi, anak juga memahami lawan bicaranya dengan baik.

Kapan waktu-waktu seru itu? Saat menemaninya makan, bermain bersama anak, sebelum tidur, membacakan buku, membangunkan anak dari tidur, berpamitan sebelum ke sekolah, sepulang anak dari sekolah, bahkan saat mandi.

Ajak anak bermain games kontak mata

Jenis-jenis games kontak mata ini baik untuk membuat anak terbiasa melakukan kontak mata saat berbicara. Ibu dan Ayah bisa mengajak bermain games tahan tawa. Saling melihat mata masing-masing dan menahan tawa. Yang tertawa lebih dulu akan dihukum, misalnya dengan dicoret bedak.

Berikutnya tebak kata. Tempelkan kata yang harus ditebak di dahi orang tua, lalu minta anak untuk menjelaskan kata tersebut. Orang tua yang harus menebak apa katanya dari petunjuk yang dijelaskan anak.

Dalam menerapkan kontak mata dengan anak memerlukan proses yang lama dan mungkin juga sulit. Untuk itu disarankan terbiasa melakukan ini bahkan dari bayi, saat jarak pandang anak hanya beberapa senti saja. Konsistensi akan membuahkan hasil di masa yang akan datang. Anak jadi mudah melakukan kontak mata saat berbicara dengan orang lain.


Desain-tanpa-judul-19.png
08/Dec/2022

Melihat bayi yang baru lahir memang kerap membuat orang-orang merasa gemas dan ingin menciumnya. Meski ini menjadi bentuk rasa sayang, mencium bayi baru lahir tidak boleh sembarangan karena bisa menjadi sumber penyakit.

Cuci tangan
Penyakit infeksi paling sering menyebar lewat melalui sentuhan. Inilah mengapa mencuci tangan sangat penting sebelum menyentuh bayi baru lahir. Cucilah tangan dengan menggunakan sabun dan air hangat.

Hindari terlalu lama berada di lingkungan ramai
Bunda boleh membawa Si Kecil keluar rumah. Namun, pada beberapa minggu pertama, sebaiknya hindari terlalu lama membawa bayi baru lahir ke lingkungan yang terlalu ramai, misalnya toko, pasar, atau mal. Cara ini bisa menghindari bayi dari orang-orang yang ingin menyentuh dan menciumnya.

Gunakan larutan antiseptik
Hand sanitizer atau cairan pembasmi kuman yang mengandung alkohol dapat menjadi alternatif ketika tidak ada air dan sabun untuk mencuci tangan. Untuk menggunakannya, usaplah seluruh permukaan tangan selama 15−20 detik.

Membatasi orang lain untuk berinteraksi dengan bayi baru lahir memang tidak mudah ya, Bun. Namun, hal ini harus dilakukan supaya kesehatan Si Kecil bisa tetap terjaga. Jika dirasa perlu, Bunda juga bisa berkonsultasi lebih lanjut mengenai cara menjaga kesehatan bayi baru lahir ke dokter.

Selain larangan mencium bayi baru lahir, kebiasaan menyentuh atau mencium area sekitar tangan bayi baru lahir juga sebaiknya dihindari. Soalnya, bayi memiliki kebiasaan menghisap jari tangannya, sehingga kemungkinan bakteri dan virus masuk ke mulutnya bisa saja terjadi.


Desain-tanpa-judul-16.png
07/Dec/2022

Memberi Susu Soya untuk Bayi, Boleh atau Tidak?
Meski bernutrisi, susu soya bukanlah jenis susu yang dapat digunakan sebagai sumber nutrisi utama bayi. Susu soya untuk bayi umumnya baru direkomendasikan jika bayi memiliki alergi terhadap susu formula biasa yang berbahan dasar susu sapi.

Susu soya juga tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi yang terlahir prematur atau bayi berusia kurang dari 6 bulan. Selain itu, susu formula soya sebaiknya tidak diberikan pada bayi yang sedang mengalami kolik dan berisiko tinggi memiliki alergi makanan.

Merusak gigi bayi
Kandungan bahan tambahan, seperti gula atau pemanis buatan, di dalam susu soya tidak baik untuk bayi. Jika susu formula mengandung jenis gula laktosa, maka susu soya biasanya berisi glukosa.

Meningkatkan risiko reaksi alergi
Memberikan susu soya untuk bayi berusia di bawah 6 bulan dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko terjadinya reaksi alergi kedelai di dalam tubuhnya.

Menimbulkan masalah pada organ reproduksi bayi
Susu soya yang diolah dari kacang kedelai mengandung senyawa alami fitoestrogen yang menyerupai hormon estrogen.

Hal ini membuat pemberian susu soya secara berlebihan dikhawatirkan dapat memengaruhi perkembangan organ reproduksi bayi.

Aturan Memberi Susu Soya pada Anak
Susu soya boleh diberikan sebagai alternatif bila anak atau bayi alergi terhadap laktosa atau susu formula yang terbuat dari susu sapi. Susu soya juga boleh diberikan pada bayi yang mengalami gangguan metabolik, seperti galaktosemia. Namun, pemberian susu soya pada bayi tentunya perlu didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter anak, ya, Bun.

Jika hendak memberikan susu soya kepada Si Kecil, Bunda perlu memerhatikan beberapa hal berikut ini:

Jika ingin membeli susu soya untuk bayi, pilihlah susu yang terbuat dari kedelai utuh (whole).
Untuk anak di bawah 2 tahun, lemak sangat penting untuk berkembangan otaknya. Pastikan juga jika susu soya tersebut diperkaya dengan vitamin A, vitamin D, omega-3, dan kalsium.
Apabila Si Kecil minum susu soya, disarankan untuk meningkatkan asupan kalsiumnya. Susu soya mengandung zat alami phytate yang mampu mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium dan mineral lainnya.
Terakhir, pastikan asupan vitamin B12 Si Kecil tetap terpenuhi. Hal ini dikarenakan susu soya terbuat dari tanaman, sedangkan vitamin B12 hanya terdapat pada makanan hewani, termasuk susu sapi.


Desain-tanpa-judul-14.png
06/Dec/2022

 

Bila hal ini terjadi terus-menerus, Bunda dan Ayah pun bisa kurang tidur dan tentunya ini tidak baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab Si Kecil terbangun di malam hari, agar Ayah dan Bunda bisa mengatasinya.

Kedinginan
Saat merasa kedinginan, bayi yang terlelap tidur di malam hari bisa saja terbangun dan sulit untuk tidur kembali. Oleh karena itu, Bunda perlu untuk memperhatikan pengaturan suhu kamar agar Si Kecil tidak merasa kedinginan. Jika ia menangis, Bunda bisa melakukan metode kangguru untuk menenangkannya.

Lapar
Salah satu tanda bahwa bayi lapar adalah terbangun ketika ia sedang tidur. Malahan, menangis sebenarnya adalah tanda bahwa ia sudah sangat lapar. Ketika rasa laparnya masih ringan, bayi akan terbangun dan menunjukkan tanda lain, misalnya mengisap tangannya atau mencoba meraih payudara Bunda.

Siklus tidur yang belum teratur
Tidak semua bayi memiliki siklus tidur yang teratur, terutama yang baru lahir. Bayi baru lahir umumnya belum bisa mengenal perbedaan pagi dan malam, sehingga mereka bisa saja terbangun di malam hari tanpa alasan tertentu dan baru terlelap lagi di pagi hari.

Sakit
Ketika merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya, misalnya karena sedang sakit, tumbuh gigi, atau demam setelah imunisasi, bayi bisa saja terbangun di malam hari dan menjadi rewel. Ini adalah hal yang normal terjadi pada bayi.

Tidur adalah momen penting untuk mengistirahatkan tubuh bagi semua orang, tak terkecuali untuk bayi. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa tidur cukup pada bayi sangat bermanfaat untuk proses tumbuh kembangnya dan sistem kekebalan tubuhnya.

Umumnya, bayi yang hanya diberikan ASI memang akan lebih mudah lapar dibandingkan bayi yang minum susu formula. Alasannya, karena ASI lebih mudah dicerna, sehingga lambung bayi akan cepat kosong dan “minta” diisi kembali.

Agar tidak sering terbangun di malam hari karena lapar, Bunda perlu mencatat kebiasaan waktu menyusu buah hati, khususnya di malam hari. Tujuannya supaya Bunda bisa memberikan susu sebelum Si Kecil mulai terbangun karena lapar.


Desain-tanpa-judul-12.png
05/Dec/2022

Memberiankan air putih untuk bayi di bawah usia 6 bulan sebaiknya tidak dilakukan karena lebih banyak risikonya ketimbang manfaatnya. Lagi pula, kebutuhan nutrisi dan cairan tubuh bayi sebetulnya sudah tercukupi dengan pemberian ASI atau susu formula.

Perut kembung
Memberikan air putih kepada bayi dapat membuat perutnya terasa kembung karena sistem pencernaannya belum mampu menyerap cairan dengan baik. Selain itu, kapasitas perut bayi yang baru lahir masih belum maksimal, sehingga belum bisa menerima terlalu banyak asupan cairan.

Keracunan air (intoksikasi air)
Meski jarang terjadi, memberikan terlalu banyak air putih dapat menyebabkan bayi mengalami keracunan air. Hal ini terjadi ketika kadar garam dalam darahnya menurun terlalu banyak, sehingga mengganggu keseimbangan elektrolit di dalam tubuh.

Gejala yang muncul apabila bayi mengalami keracunan air adalah muntah, diare, dan tubuhnya terlihat membengkak.

Diare
Bayi yang diberikan air putih berisiko menyebabkan diare. Namun, kalau Si Kecil mengonsumsi susu formula yang perlu dicampur dengan air putih, gunakanlah air yang telah dimasak hingga matang dengan suhu minimal 80°C, lalu dinginkan sebelum diberikan kepada Si Kecil.

Kehausan
Setelah berusia 6 bulan, bayi boleh diberi air putih saat ia haus. Namun, dianjurkan tidak memberikannya lebih dari 8 sendok makan atau setengah gelas air putih per hari. Tetap utamakan ASI sebagai asupan nutrisi utama meski bayi sudah berusia di atas 6 bulan.

Kekurangan gizi
Memberikan air putih dapat membuat bayi merasa kenyang, sehingga keinginannya untuk minum ASI atau susu formula menjadi berkurang.

Hal ini dapat membuat bayi tidak memperoleh asupan nutrisi yang cukup dari ASI atau susu formula untuk tumbuh kembangnya.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak