Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Desain-tanpa-judul-2023-02-27T084559.584.png
04/Feb/2023

Menghadapi anak susah makan memang diperlukan kesabaran dan strategi tersendiri. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk mengetahui penyebab anak susah makan dan cara mengatasinya, sehingga kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi.

Mengenali Penyebab Anak Susah Makan dan Cara Mengatasinya

Saat menghadapi anak susah makan, orang tua perlu mengenali dulu apa penyebabnya. Setiap penyebab memiliki pendekatan atau cara mengatasi yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa penyebab anak susah makan:

Hanya memilih makanan tertentu

Untuk balita, mengonsumsi makanan padat adalah hal atau kemampuan yang baru bisa ia lakukan. Oleh karena itu, diperlukan waktu agar mereka terbiasa dengan ragam warna, rasa, dan tekstur makanan.

Saat ini, anak juga bisa belajar untuk makan secara mandiri, termasuk makanan apa saja yang masuk ke dalam mulutnya.

Menolak makan

Bagi anak, makan adalah keterampilan yang baru dikuasainya. Memilih makanan apa yang ingin ia masukkan ke mulut menjadi hal yang sangat penting.

Tidak heran bila sebagian anak bisa melahap habis makanan yang disediakan oleh orang tua pada hari pertama, tapi menolak pada keesokan harinya. Ketika pikiran atau minatnya berubah, selera makannya pun bisa ikut berubah.

Tidak mau makan makanan favorit secara tiba-tiba

Bunda mungkin bingung saat Si Kecil tiba-tiba menolak jenis makanan yang biasanya lahap dia santap, atau tidak lagi mau minum susu yang biasa dikonsumsi tiap hari.

Makan satu jenis makanan saja

Bukan hal aneh jika tiba-tiba anak susah makan selama berhari-hari atau hanya mau makan satu jenis makanan saja. Salah satu alasannya adalah anak tidak tertarik dengan makanan baru yang rasanya belum ia kenali.

Tips Menghadapi Anak Susah Makan
Bagi anak-anak, makan termasuk dalam proses belajar dan eksplorasi. Untuk menambah selera makan pada anak yang susah makan, ada beberapa hal yang dapat Bunda lakukan, di antaranya:

  • Adakan acara makan keluarga secara rutin dan biarkan Si Kecil melihat orang sekitarnya mengonsumsi beragam jenis makanan sehat.
  • Buatlah jadwal makan yang tetap, yaitu 3 kali waktu makan utama dan 2 kali makan camilan setiap hari, serta batasi waktu sekitar 30 menit untuk setiap waktu makan.
  • Biarkan Si Kecil makan sendiri dan berikan makanan yang mudah dipegang dan dimasukkan ke dalam mulutnya.
  • Berikan dalam porsi kecil terlebih dahulu dan puji Si Kecil ketika berhasil menghabiskannya.
  • Gunakan perlengkapan makan dengan gambar dan warna menarik atau yang ia sukai.
  • Undang anak-anak lain untuk makan bersama.

Jangan lupa juga untuk rutin menimbang berat badannya untuk memastikan bahwa asupan nutrisinya terpenuhi. Jika berat badannya seimbang atau sesuai dengan usianya, ini artinya asupan gizinya masih tercukupi.

Anak susah makan bisa menjadi perkara yang tidak mudah ditangani. Sebagai orang tua, Bunda perlu lebih bersabar dan kreatif untuk mengubah kebiasaan Si Kecil yang susah makan.

Menghadapi anak susah makan memang bukan perkara mudah. Bila Bunda sudah mencoba berbagai upaya di atas tetapi Si Kecil masih saja susah makan, atau jika ia mengalami kekurangan nutrisi hingga membuat berat badannya sulit naik, sebaiknya konsultasikan hal ini dengan dokter.


Desain-tanpa-judul-2023-02-27T093439.138.png
03/Feb/2023

  • Nafsu Makan Baik

Saat waktu makan tiba, anak yang sehat cenderung antusias dan lahap menyantap makanan yang akan dikonsumsi. Si kecil juga tidak mengalami gangguan mengunyah, terutama saat berusia di atas satu tahun.

Sementara itu, kesehatan anak di bawah satu tahun dapat terlihat dari keinginan menyusu. Hal ini menunjukkan anak memiliki nafsu makan dan sistem pencernaan yang baik.

  • Berkembang Sesuai Tingkat Usia

Kenali ciri fisik anak dan tahapan perkembangan si kecil sesuai usianya. Perhatikan perkembangan kemampuan motorik, sensorik, dan kognitif si kecil. Mama-Papa bisa menyimak kapan anak mulai bisa duduk, merangkak, berjalan, dan bergumam untuk berbicara.

  • Tumbuh dengan Baik

Ciri-ciri anak sehat berikutnya, yaitu tumbuh dengan baik. Artinya, anak Mama-Papa tumbuh dengan berat dan tinggi badan sesuai usianya. Selain itu, anak dapat tumbuh baik karena terbebas dari penyakit kronis.

  • Mata Terlihat Bersih dan Berbinar

Ketika diajak bicara, anak yang sehat menunjukkan kontak mata yang responsif. Untuk menstimulasi hal tersebut, ajak anak berbicara setiap ada kesempatan, baik saat makan, mandi, bermain, atau sebelum tidur. Peran orangtua dan anggota keluarga lainnya sangat berpengaruh terhadap kemampuan kontak mata anak.

  • Napas Tidak Bau

Tanda anak sehat berikutnya, yaitu napasnya tidak berbau. Bila napas anak berbau, biasanya akibat kurang terawatnya gigi dan mulut sejak kecil.

  • Gigi Bersih dan Kuat

Anak yang sehat memiliki gigi bersih dan kuat. Ciri-ciri anak sehat ini menandakan si kecil memiliki asupan kalsium yang cukup. Kalsium diperlukan untuk perkembangan gigi dan tulang anak.

  • Tidur Nyenyak

Tidur yang nyenyak bisa mendukung perkembangan anak. Waktu tidur yang cukup dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak untuk berpikir, mengolah informasi, dan belajar bahasa.

Jumlah waktu tidur anak berbeda-beda tergantung usia, yaitu:

  • Bayi usia 0-3 bulan: 14-17 jam per hari
  • Bayi usia 4-11 bulan: 12-15 jam per hari
  • Batita usia 1-2 tahun: 11-14 jam per hari
  • Balita 3-5 tahun: 10-13 jam per hari

Ciri-ciri anak sehat di atas bisa dijadikan patokan untuk mengetahui kondisi kesehatan si kecil. Bila anak Mama dan Papa mengalami kelainan atau keterlambatan perkembangan, segera konsultasikan pada dokter anak untuk memahami penyebab dan memperoleh rekomendasi perawatan yang sesuai.


gigi.png
03/Feb/2023

Saat mengalami kehamilan, Ibu harus menjaga kesehata gigi dan mulut. Ini dikarenakan Ibu hamil memiliki risiko yang tinggi terhadap kerusakan gigi. Hal ini dikarenakan terjadinya perubahan fisiologis dan hormonal dimana terjadi fluktuasi dari hormon estrogen dan progesteron yang mungkin berpengaruh terhadap cairan servikular, serum, saliva (air liur), dan jaringan gingiva, serta adanya perubahan pola makan, kurangnya kebersihan mulut, mual dan muntah dapat menyebabkan erosi pada gigi. Hal ini mengingat dampak yang ditimbulkan dapat berpengaruh terhadap kehamilan. Salah satu kepedulian tentang kesehatan gigi ibu hamil adalah dengan menyebarluaskan informasi bagaimana merawat gigi dengan benar sejak sebelum hamil dan saat kehamilan. Perawatan kesehatan gigi yang benar akan membantu meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi.

Alasan Pentingnya Kesehatan gigi dan mulut saat kehamilan

Ada beberapa alas an kenapa penting sekali bagi Ibu hamil untuk menjaga Kesehatan mulut dan gigi, antara lain :

  • Ibu yang tengah hamil membutuhkan banyak asupan gizi
  • Perubahan hormon baik itu progesteron maupun estrogen
  • Meningkatnya risiko terjadinya pembengkakan gusi maupun pendarahan pada gusi
  • Gigi yang terkena infeksi pada ibu hamil dapat menginfeksi janin dalam kandungan
  • Ibu hamil dengan keadaan gigi yang rusak cukup parah akan merangsang keluarnya hormon prostaglandin.

Cara untuk menjaga Kesehatan gigi dan mulut saat kehamilan

  1. Penuhi kebutuhan kalsium sesuai dengan anjuran dokter atau bidan
  2. Pilih pasta gigi yang tidak merangsang terjadinya alergi, terutama untuk gusi yang sensitive
  3. Konsumsi buah buahan berserat yang banyak mengandung vitamin C
  4. Gunakan sikat gigi yang lembut dan ukuran yang sesuai
  5. Bila ada gangguan Kesehatan pada mulut yang perlu menggunakan obat kumur, sebaiknya memperhatikan label pada kemasan tentang keterangan kontra indikasi untuk ibu hamil
  6. Konsultasi ke dokter gigi

anak-musim-hujan.png
02/Feb/2023

Musim penghujan adalah musim di mana penyakit mulai berkeliaran. Di konsisi yang seperti ini sangatlah penting untuk menjaga daya taha tubuh, terutama bagi anak-anak yang daya tahan tubuhnya masih belum terbentuk sempurna. Di musim hujan anak dapat rentan terhadap berbagai jenis penyakit, seperti pilek, batuk, flu, demam, dan diare. Oleh karena itu, sebagai orang tua harus berperan besar dalam menjaga daya tahan tubuh anak untuk bisa melawan penyakit.

Tips Untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak

Untuk membantu para orang tua yang ingin menjaga daya tahan buah hati mereka, berikut adalah tips untuk menjaga daya tahan anak :

  • Mengatur jam tidur mereka

Kurangnya waktu tidur dapat melemahkan daya tahan tubuh anak sehingga mereka akan mudah terkena penyakit. Untuk waktu tidur yang optimal bagi anak dibutuhkan 9 sampai 11 jam per hari. Mulai biasakan untuk anak mulai tidur jam 8 malam untuk mencukupi kebutuhan jam tidur dan membuat tubuh mereka lebih segar di pagi hari.

  • Bersihkan rumah secara rutin

Lingkungan yang bersih adalah kunci dari kesehatan. Maka karena itu, lakukanlah pembersihan secara rutin rumah agar bakteri dan kotoran tidak menempel di seluruh bagian rumah. Pembersihan rutin juga dapat menghindarkan nyamuk yang mengakibatkan demam berdarah.

  • Pola makan yang teratur

Pola makan yang teratur dilakukan untuk menjaga anak agar tidak kekurangan asupan makan. Pola makan yang dibutuhkan anak ada tiga yaitu makan pagi (sarapan), makan siang dan makan malam. Pastikan makan yang disajikan bersih dan memiliki zat-zat yang dibutuhkan anak. Hal ini dilakukan agar anak tidak terkena diare dan maag.

  • Biasakan untuk mencuci tangan

Setelah beraktivitas, biasakan anak untuk mencuci tangan. Hal ini dilakukan agar kotoran dan bakteri yang berada di tangan anak-anak tidak menyebar dan berkembang yang bisa menjadi bakteri penyakit.

  • Penuhi kebutuhan vitamin

Vitamin sangat penting untuk pemerkuat kekebalan tubuh dari penyakit. Pastikan anak mendapatkan asupan vitamin yang dibutuhkan setiap harinya.


Desain-tanpa-judul-2023-02-27T085900.051.png
02/Feb/2023

TELAPAK tangan berkeringat meski tidak sedang beraktifitas sering dikaitkan dengan gejala penyakit jantung.

Stigma ini rupanya tidak sepenuhnya benar. Ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan terlebih dulu guna memastikan. Sebab, penyebab tangan berkeringat bisa jadi urea dalam tubuh berlebih.

Kondisi tangan berkeringat merupakan salah satu tanda hiperhidrosis, yakni kondisi ketika seseorang mengeluarkan keringat secara berlebih meskipun tidak sedang melakukan aktivitas ataupun kepanasan.

Kondisi tangan berkeringat berlebih ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal. Salah satu penyebab yang paling umum adalah kondisi psikologis, seperti rasa cemas atau stress.

Stress dan cemas dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah serta merangsang saraf tubuh yang dapat meningkatkan produksi keringat.

Area tangan, telapak kaki, ketika dan wajah merupakan lokasi yang sering mengalami keringat berlebih. Hal ini terjadi karena area-area tersebut memiliki kelenjar keringat paling banyak.

Namun, jika kondisi ini secara terus menerus terjadi disertai dengan keluhan nyeri dada, sesak napas, dada sering berdebar dan penurunan berat maka hal ini perlu diwaspadai.

Untuk memastikan kondisi tersebut, maka diperlukan pemeriksaan yang lengkap oleh dokter. Pasalnya, jika kondisi keringat berlebih terbukti adanya penyakit, maka dibutuhkan penanganan atau obat-obatan yang harus dilakukan pasien.

  • Hiperhidrosis idiopatik primer

Hiperhidrosis idiopatik primer yaitu ketika hiperhidrosis tidak diketahui pasti penyebabnya. Idiopatik memiliki arti tanpa sebab yang diketahui. Jenis hiperhidrosis ini muncul sebagai focal hyperhidrosis, yaitu keringat berlebih terjadi pada telapak tangan atau telapak kaki.
Meski tidak diketahui penyebabnya, beberapa studi mengungkapkan jika hiperhidrosis ini terjadi karena faktor genetik atau keturunan. Mayoritas penderita memiliki orang tua atau saudara kandung yang memiliki kondisi serupa.

  • Hiperhidrosis sekunder

Berbeda dengan hiperhidrosis primer, hiperhidrosis sekunder terjadi ketika seseorang memiliki kondisi medis tertentu. Seperti asam urat, diabetes melitus, obesitas, menopause, hipertiroid, dan tumor. Beberapa penyakit tersebut bisa menyebabkan munculnya keringat berlebih pada penderitanya.
Whenever you know, or suspect, that you have been in contact with someone or something infectious, you should wash your hands. One particular example is after visiting a hospital ward: failing to wash your hands means that you are putting yourself and your community at risk. The same principle also applies to handling unclean materials such as household rubbish or dirty nappies.

  • Stres atau gangguan kecemasan lainny

Jika telapak tangan berkeringat karena sedang stres, penat, gugup, dan cemas; sebaiknya Anda rileks dan menghindari hal-hal yang memicu stres. Lakukanlah hal-hal yang membuat Anda merasa senang dan jauhkan pikiran yang menyebabkan stres.
Jika cara tersebut tidak berhasil, Anda bisa mengonsultasikannya kepada dokter untuk mendapat perawatan yang lebih baik.

Berikut beberapa cara untuk mengatasi keringat berlebih:

  • Mengendalikan stres atau kondisi yang dapat memicu kecemasan
  • Melakukan aktivitas di tempat sejuk dan mengenakan pakaian yang mudah menyerap keringat
  • Menghindari hal-hal yang dapat merangsang aktivitas kelenjar keringat, merokok, mengonsumsi obat-obatan yang dapat meningkatkan denyut jantung

Faktanya bahwa tidak ada kaitannya sama sekali antara tangan basah dengan fungsi jantung dalam tubuh. Kondisi telapak tangan yang basah ini disebabkan oleh produksi keringat berlebih dari kelenjar keringat kita atau biasa disebut Hiperhidrosis.


Desain-tanpa-judul-2023-02-27T090931.174.png
01/Feb/2023

Kesalahan Dasar Saat Mencuci Tangan

  • Mencuci tangan dalam waktu yang terlalu sebentar

Kebanyakan orang mencuci tangan dalam waktu singkat, yaitu sekitar enam detik saja. Padahal, menurut studi dari Center for Disease Control, diperlukan waktu selama minimal 20 detik (berkisar 20-60 detik) agar proses mencuci tangan menjadi efektif untuk membunuh bakteri dan virus.

  • Tangan dibiarkan basah

Memastikan tangan benar-benar kering sebelum meninggalkan kamar mandi dapat menghindari risiko virus kembali bersarang ke tangan yang telah bersih.

  • Mengabaikan celah-celah jari dan kuku

Menggosok telapak atau punggung tangan saja tidak cukup untuk higienitas tangan yang optimal. Celah-celah jari dan kuku seringkali jadi tempat bersarangnya virus dan bakteri. Oleh karena itu, disarankan untuk selalu menggosok seluruh bagian tangan mulai dari telapak, punggung tangan, celah antara jari, dan kuku untuk kebersihan tangan optimal.

  • Tidak pakai sabun

Air saja tidak seluruhnya efektif untuk menghilangkan bakteri yang menempel pada tangan. Agar lebih maksimal, mencuci dengan sabun dan air mengalir sangat ampuh dalam melawan kuman dan bakteri .

  • Tidak langsung mencuci tangan setelah beraktivitas di ruang publik

Mencuci tangan biasa dilakukan setelah aktivitas tertentu, seperti sebelum-setelah menyiapkan makanan, setelah dari toilet, mencuci tangan harus dilakukan sesering mungkin terutama setelah beraktivitas di ruang publik dan menyentuh fasilitas umum

  • Langsung menyentuh keran wastafel dan benda lain setelah cuci tangan

Kita mungkin kerap langsung menyentuh benda-benda lain setelah cuci tangan, termasuk menutup keran wastafel. Padahal, keran wastafel yang kita sentuh bisa jadi tidak higienis sehingga dapat membuat tangan Anda kembali terpapar bakteri atau virus. Cobalah untuk menutup keran air dengan siku atau menggunakan tisu toilet.


Desain-tanpa-judul-2023-02-13T094359.173.png
30/Jan/2023

Kayaknya susah banget menolak gorengan, apalagi kalau dimakan hangat-hangat. Nah di balik kenikmatannya, ada penyakit berbahaya yang menghantui akibat gorengan. Kira-kira apa saja ya penyakit yang bisa muncul jika kebanyakan mengonsumsi gorengan?

Penyakit Jantung

Jika di dalam tubuh kita memiliki kadar kolesterol yang tinggi, hal ini dapat memicu penyakit jantung. Penyebabnya adalah minyak dari gorengan tadi akan menciptakan lemak trans yang kemudian menghambat kinerja jantung. Sebuah penelitian mengungkapkan orang yang gemar makan gorengan akan berisiko terkena penyakit jantung koroner 22% lebih tinggi ketimbang orang yang tidak makan gorengan.

Kolesterol Tinggi

Gorengan mengandung kadar minyak yang sangat tinggi. Bayangkan saat kamu membeli gorengan di pinggir jalan, minyak yang digunakan sangat berlebihan dan kita tidak tahu sudah berapa kali minyak tersebut digunakan untuk menggoreng. Minyak yang banyak ini mengindikasikan gorengan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang sangat tinggi sehingga bisa meningkatkan risiko kolesterol.

Diabetes

Gorengan mengandung kalori yang sangat tinggi sehingga memicu kenaikan gula darah. Jika pola makanmu tidak beraturan, sering mengonsumsi gorengan, maka kamu wajib hati-hati karena diabetes bisa saja menghampiri.

Kanker

Kanker merupakan penyakit paling parah yang mengintai jika kamu sering makan gorengan berlebih. Zat berbahaya yang terdapat di dalam gorengan adalah akrilamida, yakni senywa karsinogenik atau zat yang memicu kanker. Opsi yang dapat kamu pilih adalah menggoreng sendiri gorenganmu di rumah dengan minyak sekali pakai.

Ganti dengan minyak yang lebih sehat

Cara terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengganti minyak goreng Anda dengan jenis minyak yang lebih sehat, seperti minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak alpukat. Sementara itu, jenis minyak yang tidak disarankan untuk menggoreng makanan adalah minyak yang tinggi asam lemak tak jenuh, seperti minyak kedelai, minyak jagung, minyak kanola, minyak wijen, dan minyak bunga matahari. Hal yang juga tak kalah penting dalam meminimalisir bahaya dari makanan yang digoreng adalah dengan menghindari penggunaan minyak secara berulang.

Perhatikan cara menggoreng

Agar minyak tidak menyerap ke dalam makanan yang digoreng, disarankan untuk menggoreng makanan pada suhu 176–190°C. Anda bisa menggunakan termometer khusus penggorengan untuk mengetahui ini. Suhu menggoreng penting untuk diperhatikan, karena suhu minyak terlalu tinggi bisa merusak minyak dan menghasilkan radikal bebas yang berpengaruh buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Ganti cara memasak

Agar lebih sehat, alih-alih menggoreng makanan, cobalah untuk memanggangnya. Makanan yang dipanggang juga bisa menjadi renyah dan sama lezatnya dengan gorengan. Sebelum memanggang, lapisi makanan dengan bumbu atau rempah-rempah agar rasanya lebih lezat. Sebagian besar protein hewani, seperti daging sapi, daging ayam, dan ikan, juga mengandung banyak lemak yang bisa keluar saat dipanaskan di wadah masak yang antilengket.

Untuk menimalisir kemungkinan penyakit berbahaya, yuk mulai jaga pola makan dan lakukan tes kesehatan secara berkala bersama Bumame Medical Checkup yang bisa kamu akses di 21 lokasi di Jadetabek, Bandung, dan Surabaya secara Walk-in atau dengan opsi layanan Home Care yang lebih fleksibel, tanpa biaya transportasi dan tanpa minum pemesanan.


Desain-tanpa-judul-2023-02-13T093338.678.png
28/Jan/2023

Saat ini pencemaran sampah plastik di laut kian hari semakin memprihatinkan. Beberapa penelitian menyebutkan, jika produksi sampah plastik tidak bisa ditekan, diperkirakan tahun 2050 sampah plastik di laut akan lebih banyak daripada ikan.

Untuk itu, saat ini sangat penting mengenalkan pengelolaan sampah kepada anak sejak dini. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cahaya Insani Jakarta, Evi Sulfiana. Ia mengungkapkan, bahwa pembelajaran tentang sampah, pengelolaan dan ancaman bahaya sampah telah diajarkan kepada anak didiknya.

Oleh karena itu, sejak usia dini, anak-anak harus mulai diajarkan, dibiasakan serta diberi contoh untuk membuang sampah pada tempatnya. Lebih bagus, kata dia, jika anak mulai diajarkan untuk memilah sampah.

emang tidak mudah mengajarkan anak untuk membuang sampah dan memilahnya. Namun secara garis besar, kata dia, anak-anak sudah diberi pemahaman ke mana dia harus membuang sampah kertas, plastik atau sisa makanannya.

Ajak anak mengenal benda sekitar
Usia 1-3 tahun kerap dianggap sebagai golden age atau usia emas. Usia ini bisa jadi momen orang tua untuk mengenalkan benda-benda sekitar sekaligus memberikan stimulasi demi tumbuh kembangnya.

Berikan petunjuk verbal maupun visual
Saat masuk usia TK, anak mulai memiliki inisiatif. Berkaitan dengan sampah, anak ingin buang sampah sendiri. Namun orang tua perlu memberikan bimbingan dengan menyediakan tempat sampah berbeda menurut jenis dan mengolah sampah menjadi benda baru. Anda pun bisa membantu anak dengan memberikan petunjuk verbal maupun visual.

Apresiasi
Saat anak mulai praktik dan bisa melakukan secara berulang misal 2-3 kali benar memasukkan sampah sesuai jenis, berikan apresiasi. Reti mengingatkan apresiasi harus spesifik seperti, ‘Wah hebat ya sudah betul masukan sampahnya!’, ‘Terima kasih ya sudah buang sampah kertas ke tempatnya’.

Diskusi
Anak yang sudah beranjak SD, paparan nilai tak hanya hadir dari orang tua tetapi juga teman sebaya, tontonan juga lingkungan.
Orang tua tetap bisa menanamkan nilai positif lewat sarana diskusi. Anak diajak diskusi mengenai pemilahan sampah, membuat kompos, juga aktivitas-aktivitas sederhana demi kelestarian lingkungan hidup.

Ajarkan konsekuensi, bukan hukuman
Biasanya orang tua mengajarkanreward and punishment atau hadiah dan hukuman. Akan tetapi Reti berpendapat sebaiknya anak juga diberitahu konsekuensi, bukan serta merta menghukum akibat melakukan kesalahan. Konsekuensi yang perlu diajarkan meliputi konsekuensi logis dan natural.

Orang tua harus kompak
Perlu kekompakan orang tua jika ingin anak bisa mengelola sampah. Orang tua yang tidak kompak akan menimbulkan kebingungan pada anak. Sebagai contoh, ibu benar-benar membuang sampah pada wadah sesuai jenisnya. Namun ayah membuang sampah asal saja.

Manfaat pengolahan sampah dengan baik dapat pula menghemat sumber daya alam yang ada. Sehingga bahan alam dapat terawat dengan baik. Seperti penggunaan tissue yang terbuat dari serat pohon yang membuat hutan menjadi rusak yang kemudian berpengaruh terhadap ekosistem yang ada didalamnya.


Desain-tanpa-judul-2023-02-13T095623.059.png
26/Jan/2023

Menginjak usia 1 tahun, anak terkadang jadi susah makan sehingga membuat Bunda khawatir dan bertanya-tanya. Apakah si Kecil bosan dengan menu-menu yang itu saja atau jangan-jangan, ia justru sedang sakit sehingga tidak mau makan?

Jangan panik dulu, Bun. Sebetulnya, sangat normal, kok, anak mengalami fase menolak makan. Sebetulnya, selama energi anak masih tinggi, dalam artian ia masih aktif bermain dan kurva pertumbuhannya stabil, Bunda sebetulnya tidak usah terlalu khawatir.

Terlebih, setelah melalui lonjakan pertumbuhan yang sangat cepat (growth spurt) di tahun pertama kehidupannya, berat badan anak perlahan mulai bertambah lambat.

Biasanya, anak yang susah makan akan menunjukkan reaksi atau perilaku sebagai berikut:

  • Si Kecil akan menjauhkan wajahnya dari sendok.
  • Memalingkan kepalanya dan menjauhi makanan.
  • Menutup mulut saat Bunda hendak menyuapi atau menyendoki makanan.
  • Menumpahkan atau memuntahkan makanannya.
  • Menyemburkan makanan yang sudah masuk ke dalam mulutnya.
  • Tidak mau mengunyah atau menelan makanan.
  • Menolak mengonsumsi makanan tertentu berdasarkan warna atau teksturnya.
  • Memilih jenis makanan baru dan hanya mau mengonsumsi makanan tersebut.
  • Tidak mau mencoba makanan baru.
  • Tidak tertarik lagi pada makanan yang sebelumnya jadi favorit.
  • Hanya mau makan dengan sendok atau garpu.

Merasa “Asing” dengan Makanan yang Baru

Pada bayi yang berusia 1 tahun, penyebab anak susah makan paling utama bisa jadi karena ia masih merasa “asing” dengan makanan yang mungkin masih baru baginya, baik dari segi aroma, bentuk, tampilan, tekstur, atau rasa makanan.

Anak-anak di usia ini mungkin masih terbiasa dengan makanan lunak atau yang dicincang halus dari MPASI-nya. Padahal di usia 1 tahun, anak bayi sudah harus mulai dibiasakan dengan makan makanan yang sama dengan anggota keluarga lainnya.

Bukan berbentuk bubur halus (puree) atau makanan yang dilunakkan (mashed), tetapi makanan padat yang kaya gizi.

Sebagai cara menaikkan tekstur makanannya, Bunda bisa membuat makanan si Kecil dengan cara dicincang kasar dalam beberapa minggu pertamanya mencoba makanan keluarga.

 

Terlalu Sering Dipaksa Makan

Misalkan, mungkin karena tampilan makanan yang kurang menarik, rasa yang kurang enak di lidah, aroma yang mengganggu, atau si Kecil pernah mencobanya tapi tidak suka.

Selain itu, alasan lain yang mungkin juga menjadi penyebab anak 1 tahun susah makan adalah karena Bunda memberi makan bayi dengan cara marah-marah.

Frustrasi adalah emosi yang sangat wajar dialami setiap orang tua ketika melihat anaknya menolak makan, tapi emosi Bunda yang terlalu tinggi juga bisa membuat si Kecil jadi takut sehingga menghubungkan waktu makan dengan hal yang menyeramkan.

Latar belakang kebiasaan keluarga itu sendiri juga bisa berpengaruh, Bun. Sebagai contoh, bayi terus-terusan diberikan minum jamu-jamuan yang dipercaya dapat menambah nafsu makan.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hal ini justru bisa menimbulkan trauma mendalam pada psikologis anak yang berakibat semakin sulit makan.

Anak Tidak Nyaman

Bukan hanya orang dewasa yang bisa stres, Bun. Bayi juga bisa stres terutama karena ia merasa tidak nyaman berlama-lama berada lingkungan yang berisik atau terlalu panas dan gerah.

Stres juga bisa terjadi ketika bayi merasa kesepian, bosan, atau ketakutan bertemu dengan orang baru. Tanda bayi sedang mengalami stres salah satunya adalah kesulitan makan.

Anak Sedang Sakit

Penyebab anak 1 tahun susah makan bisa jadi karena ia sedang merasakan sesuatu pada tubuhnya, Bun.

Misalnya, mengantuk, merasa lelah setelah bermain, alergi makanan, sedang tumbuh gigi, mengalami masalah pencernaan, atau bosan dengan makanan yang Bunda sajikan.

 Anak Teralihkan dengan Hal Lain
Anak yang dibebaskan untuk makan sambil main HP atau menonton televisi akan lebih mudah terpecah perhatiannya. Alhasil, ia akan menjadi lebih susah makan dan cenderung mengemut makanannya karena lebih tertarik kepada gawai atau televisi.

Sebagai solusinya, berikut adalah beberapa cara mengatasi anak susah makan usia 1 tahun yang bisa Bunda lakukan di rumah.

1. Buat Jadwal Makan yang Teratur dan Konsisten

Salah satu cara mengatasi anak susah makan usia 1 tahun adalah dengan menerapkan jadwal makan yang teratur. Hal ini dilakukan agar si Kecil bisa belajar dan memahami kapan ia merasakan lapar dan kenyang dalam satu hari.

Jadi, Bunda hanya perlu lebih telaten membantu bayi terbiasa makan sesuai dengan jadwal. Umumnya, dalam sehari anak perlu makan 3 kali sehari dengan 1-2 kali makanan selingan (snack), dan ASI atau susu sesuai dengan kebutuhan usianya.

Langkah ini juga sekaligus mengajarkannya tentang rutinitas sehari-hari. Dengan demikian, anak jadi tahu kapan waktunya untuk makan, tidur, bermain, dan lainnya.

Pastikan Bunda memberi anak makan sesuai jadwal, ya. Sebab, jika anak terlalu lelah berkegiatan, mungkin ia akan menolak makan dan memilih untuk tidur. Alhasil, anak bisa jadi susah makan. Sebaiknya, berikan makanan kecil atau susu sebelum anak tidur siang.

2. Beri Makanan dalam Porsi Kecil Tapi Sering

Daripada menyajikan makanan langsung dalam porsi besar dan memaksa si Kecil untuk menghabiskannya dalam satu kali duduk, cobalah sajikan porsi yang lebih sedikit tapi diberikan lebih sering.

Setelah anak berhasil menghabiskan makananya sendiri, pantau sebentar dan berikan sekali lagi jika si Kecil masih terlihat lapar dan masih mau makan.

3. Jangan Berlama-Lama Menyuapi Anak Makan

IDAI juga menyarankan untuk membiasakan memberi makan maksimal 30 menit saja, karena terlalu lama ditakutkan akan membuat anak bosan dan semakin tidak mau makan.

Coba dulu beri jeda sekitar 10-15 menit. Jika anak masih belum mau makan lagi, lebih baik segera sudahi memberi makanan, Bun.

Jangan pula biasakan anak ngemil di luar jadwal makan camilannya karena hal ini akan menyebabkan anak tidak merasa lapar saat waktu makan tiba.

4. Sajikan Makanan dengan Tampilan Menarik

Menyajikan makanan dengan tampilan menarik juga bisa menjadi cara mengatasi anak yang susah makan. Jadi, jika selama ini Bunda selalu memberikan anak makan dengan tampilan biasa, cobalah cara lain untuk menyajikannya.

Misalnya, berikan anak sepiring makanan dengan tampilan menarik dengan membentuk bulatan nasi goreng menjadi bentuk wajah. Kemudian, gunakan sayuran dan lauk pauk menjadi rambut atau potongan tubuh.

Mama bisa membentuk selada hijau sebagai sebuah mahkota atau rambut, serta wortel, tomat, atau mentimun sebagai badan atau tangan.

5. Variasikan Makanan Sekreatif Mungkin

Ketika anak sedang sakit dan tidak mau makan, Bunda bisa meningkatkan nafsu makannya dengan memberikan makanan-makanan favoritnya. Lalu, campur atau kombinasikan makanan favoritnya tersebut dengan jenis makanan lain agar asupan nutrisi anak lebih beragam.

Misalnya, Bunda bisa memberikan makanan dengan tekstur yang mirip dengan makanan favoritnya. Contoh, kentang atau ubi yang dihaluskan.

Berikan juga berbagai variasi jenis makanan bergizi dan biarkan si Kecil memilih dan mengeksplor makanan yang diinginkan.

Jangan memaksa ia untuk mencicipi makanan baru sebagai cara mengatasi anak susah makan usia 1 tahun. Bunda mungkin perlu beberapa kali menawarkan makanan baru sebelum si Kecil mau mencobanya.

6. Berikan Makanan dengan Varian Rasa Berbeda

Terkadang, anak tidak mau makan karena bosan dengan rasa satu makanan yang itu-itu saja dan ingin mencoba rasa makanan lain yang baru.

Nah, Bunda bisa memberi variasi makanan dengan rasa yang beragam saat menyajikan makanan atau camilan sehat di siang dan sore hari. Coba berikan rasa makanan yang gurih, atau yogurt, dessert, dan buah-buahan yang manis.

Semakin banyak variasi makanan yang dimakan anak, tentu akan melengkapi nutrisi yang dibutuhkan anak, serta anak bisa mencoba rasa makanan lain yang belum pernah dicicipinya.


Desain-tanpa-judul-2023-02-13T094324.216.png
25/Jan/2023

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki keterbatasan fisik, intelektual, emosi, dan sosial. Anak-anak ini dalam perkembangannya mengalami hambatan, sehingga tidak sama dengan perkembangan anak sebayanya. Hal ini menyebabkan anak berkebutuhan khusus membutuhkan suatu penanganan yang khusus.

Namun, apabila seorang anak mempunyai keterbatasan intelektual, emosi, dan sosial, biasanya mempunyai keterbatasan fisik. Tidak mudah untuk mengetahui bahwa seorang anak dikategorikan sebagai anak berkebutuhan khusus, sehingga diperlukan derajat dan frekuensi penyimpangan dari suatu norma. Seorang anak berkebutuhan khusus adalah mereka yang berbeda dari norma sedemikian signifikan dan sedemikian sering sehingga merusak keberhasilan mereka dalam aktivitas sosial, pribadi, atau pendidikan.

Seseorang yang tidak mampu (disabled) adalah seseorang yang mempunyai keterbatasan karena adanya kekurangan fisik yang akan mengganggu masalah belajar atau penyesuaian sosial, misalnya dalam penglihatan (low vision), pendengaran, atau cacat fisik (orthopedic impairments dan health impairments), dan masalah kesehatan lainnya (epilepsy, juvenile diabetes mellitus, hemophilia, cystic fibrosis, sickle cell anemia, jantung, cancer). Seseorang yang mempunyai kesulitan (impaired) dalam fisiknya juga akan mempunyai masalah yang sama dengan orang yang tidak mampu (disabled). Seseorang yang terganggu (disordered) dalam hal belajar, sehingga dapat disebut mempunyai gangguan belajar.

kategori anak berkebutuhan khusus sebagai berikut :

  • Cacat penginderaan, misalnya kerusakan pendengaran, atau penglihatan
  • Penyimpangan mental, termasuk di dalamnya yang sangat berbakat ataupun yang terbelakang mentalnya
  • Gangguan komunikasi, misalnya masalah-masalah bicara dan bahasa
  • Ketidakmampuan belajar, yaitu masalah-masalah belajar yang serius akan tetapi tanpa adanya cacat fisik
  • Gangguan perilaku, termasuk di dalamnya masalah emosi
  • Cacat fisik dan kesulitan dalam kesehatan, seperti kerusakan mneurologis, kondisi-kondisi oropedik, penyekit seperti leukimia dan anemia karena sel-sel yang sakit, cacat
  • bawaan, dan ketidakmampuan dalam perkembangan

Sebelum menangani anak, tentunya pihak orang tua sendiri haruslah lebih terbuka pemikirannya mengenai anak-anak berkebutuhan khusus ini. Sikap keterbukaan ini tentunya harus anda tunjukkan dari rasa menerima segala kondisi anak anda saat ini. Dari sikap keterbukaan ini lah anda bisa mencari usaha dan cara yang tepat untuk mendidik anak anda. Tanamkan ke dalam diri anda jika anak berkebutuhan khusus bukanlah aib yang harus ditutupi. Jika hal ini anda lakukan hanya akan memperparah kondisi anak anda ketika sudah dewasa.

Anak-anak kebutuhan khusus tentunya membutuhkan pengawasan yang lebih dibandingkan anak-anak pada umumnya, Untuk itu pentingnya pengawasan sedari dini terkait tumbuh kembang anak. Cara ini dilakukan agar orang tua dapat mengetahui setiap tahap perkembangan anak. Sehingga nantinya bisa sedikit waspada bila terjadi pertumbuhan fisik dan mental yang tidak mengalami perubahan dalam waktu yang lama.

Berikan Motivasi, Perhatian dan Bimbingan

Anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus tentunya membutuhkan motivasi, perhatian, serta bimbingan yang lebih dibandingkan dengan anak-anak lainnya. Dengan perhatian dan motivasi yang besar dan intens tentunya membantu anak bisa berkembang menjadi lebih baik lagi. Tentu butuh kesabaran yang ekstra bagi orang tua yang menangani anak-anak berkebutuhan khusus namun semua ini demi perkembangan anak yang lebih maksimal.

Dibutuhkan adaptasi antara pengasuh, orang tua, serta anak-anak kebutuhan khusus sendiri. Jika adaptasi tersebut tidak berjalan dengan lancar, tentu segala cara yang dilakukan tidak akan membantu perkembangan anak. Ketika proses adaptasi bisa berjalan dengan baik, tentu membuat segala proses selanjunya berjalan dengan mudah. Adaptasi yang baik tentu akan membantu anda memahami kondisi serta potensi anak.

Orang tua dengan anak-anak berkebutuhan khusus tentunya membutuhkan energi ekstraketika mendidik anak-anaknya. Meskipun anak-anak anda memiliki kebutuhan khusus namun sudha emnjadi sebuah kewajiban bagi orang tua untuk mendampingi dan mendidiknya. Anda bisa mengisi waktu luangnya untuk rekreasi atau membuat ketrampilan yang dapat membantu fokus serta kosentrasi anak. Dari hal-hal semacam ini, anda bisa mengetahui potensi yang dimiliki anak sehingga membuat anak menjadi lebih produktif.

Pada dasarnnya anak-anak kebutuhan khusus sama saja seperti anak-anak umum lainnya. Sehingga anda tak perlu memanjakan anak terlalu berlebihan. Tanamkan kemandirian pada anak sedari dini sehingga anak bisa bertahan di lingkungannya. Ajari anak-anak kebutuhan khusus ketrampilan-ketrampilan dasat seperti makan, mandi, berangkat , dan lainnya. Jika hal-hal seperti ini terus anda ajarkan kepada anak-anak anda tentunya bukan tidak mungkin jika anak kebutuhan khusus dapat hidup selayaknya anak lainnya.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak