Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Desain-tanpa-judul-40.png
20/Dec/2022

Temperamen anak adalah gaya perilaku yang terjadi pada anak. Gaya perilaku ini akan menentukan reaksi mereka terhadap situasi tertentu serta bagaimana anak mengekspresikan dan mengatur emosi mereka. Tak hanya itu, temperamen bahkan sudah terbentuk sejak sang anak lahir.

Temperamen easy child

Anak dengan temperamen ini biasanya sangat mudah merasa aman sehingga mereka mudah akrab dengan orang yang baru dikenalnya. Untuk anak dengan tipe temperamen ini, ada baiknya jika Moms mengenalkan berbagai batasan kepada sang anak atau hal apa saja yang harus sang anak hindari ketika dihadapkan dengan orang asing

Temperamen difficult child

Difficulut Child merupakan tipe temperamen anak yang kerap bereaksi secara negatif terhadap suatu hal. Anak dengan temperamen ini dapat terbilang sangat lambat dalam menerima perubahan. Tak hanya itu, anak yang memiliki temperamen ini tidak dapat mengatur emosinya dengan baik. Sehingga ia cenderung akan meledak-ledak saat suasana hatinya sedang enggak baik.

Temperamen easy child

Anak dengan temperamen ini biasanya sangat mudah merasa aman sehingga mereka mudah akrab dengan orang yang baru dikenalnya. Untuk anak dengan tipe temperamen ini, ada baiknya jika Moms mengenalkan berbagai batasan kepada sang anak atau hal apa saja yang harus sang anak hindari ketika dihadapkan dengan orang asing

Temperamen slow to warm up

Anak dengan tipe temperamen slow to warm up merupakan anak yang membutuhkan waktu untuk mengenal lingkungannya terlebih dahulu. Saat anak sudah merasa nyaman, ia akan dapat beradaptasi. Bagi para Moms yang memiliki anak dengan temperamen seperti ini, ada baiknya jika Moms memberikan sedikit waktu dan bersabar sampai anak merasa nyaman dan bisa beradaptasi dengan sendirinya.

Temperamen adalah kombinasi keturunan dan lingkungan sehingga bisa berbeda pada tiap individu. Sementara temperamental adalah sifat mudah marah dalam menghadapi berbagai hal. Sifat ini berbahaya bagi kehidupan pribadi, sosial, bahkan kesehatan Anda.

Orang dengan temperamen yang buruk akan lebih dulu ngomel dibanding dengan duduk mendengat. Seseorang seperti ini biasanya kesulitan untuk kompromi dan cenderung impulsive. Kalau kamu termasuk cepat bertindak tanpa berpikir, bisa jadi kamu termasuk memiliki temperamen yang buruk.


Desain-tanpa-judul-38.png
19/Dec/2022

Tak hanya itu, anak juga mulai tak ingin orang tuanya tahu apa yang ia lakukan. Bahkan tak jarang anak mengunci pintu kamarnya karena tak mau ada yang mengganggu. Pada dasarnya perilaku anak yang seperti ini masih terbilang wajar sehingga Moms tak perlu khawatir atau takut akan tindakannya.

Berikan batasan privasi

Memberikan privasi memang penting, tetapi jangan sampai terlalu bebas, ya. Terutama saat anak sering menggunakan internet. Lebih baik jangan berikan anak bermain internet sendirian di dalam kamarnya. Letakkan gadget atau berikan aturan pada anak untuk tak bermain internet di dalam kamar.

Berikan ruang untuknya sendiri

Memasuki usia remaja penting memberikan mereka ruang untuk mereka sendiri. Mereka bisa menjadi lebih bebas berekspresi tanpa dilihat oleh orang lain. Perlu diingat, jika anak menutup pintunya, Moms jangan langsung membuka pintu. Ketuklah terlebih dahulu dan tunggu sejenak sebelum membuka pintu

Sering mengobrol

Jika Moms khawatir dan takut dengan kondisi anak, cobalah tanya padanya secara pelan-pelan. Perlu diingat, jangan menuntut apalagi memaksanya untuk menceritakan segalanya. Moms harus menjadi pendengar yang baik dan memberikan solusi yang terbaik bagi anak. Sering-seringlah berkomunikasi bersama agar anak dapat menjadi lebih terbuka dan dekat dengan orang tua

Hormati keputusan anak

Semakin bertambah umur anak mulai dapat mengutarakan apa yang ia suka dan apa yang enggak mereka sukai. Misalnya saja saat mandi atau ganti baju, anak enggak suka dilihat dalam keadaan telanjang. Untuk itu, Moms harus memberikan mereka privasi dan jangan berpikir bahwa ia masih anak bayi.

Jika Moms khawatir dan takut dengan kondisi anak, cobalah tanya padanya secara pelan-pelan. Perlu diingat, jangan menuntut apalagi memaksanya untuk menceritakan segalanya. Moms harus menjadi pendengar yang baik dan memberikan solusi yang terbaik bagi anak. Sering-seringlah berkomunikasi bersama agar anak dapat menjadi lebih terbuka dan dekat dengan orang tua.
Nah bagi orang tua, periode waktu ini juga bisa menjadi penyesuaian besar. Namun, ibu perlu ingat bahwa saat anak menginginkan lebih banyak privasi tidak selalu berarti anak menyembunyikan sesuatu. Hanya jika ada kerahasiaan yang ekstrem, barulah ibu perlu curiga. Namun, memberikan dan menghargai privasi anak adalah hal yang penting. Dengan begini, Ibu dapat membesarkan remaja yang sehat, dapat dipercaya, dan mandiri.


Desain-tanpa-judul-36.png
17/Dec/2022

 

Percaya atau enggak, rupanya gak semua anak suka dipeluk. Tentu saja, ada banyak alasan mengapa anak enggan dipeluk oleh orang tuanya. Tetapi penting bagi orang tua untuk tak berkecil hati jika anak mereka tak suka dipeluk. Jangan tersinggung ya moms! berikut ini adalah sederet kemungkinan mengapa anak tak suka dipeluk:

Posisi Pelukan yang Salah

Percaya atau enggak, terkadang bayi menjadi rewel karena posisi orang tuanya saat memeluk tak ditempat yang benar. Mereka mungkin tak keberatan dengan pelukan, tetapi mungkin mereka enggak menyukai posisi atau lokasi tempat yang dipeluk.

Beberapa bayi suka digendong sambil berlutut, sementara bayi yang lain lebih suka duduk diam di pelukan orang tua mereka. Beberapa anak bahkan suka dipeluk di kamar tidur, tetapi begitu mereka meninggalkan kamar, inilah waktunya untuk bermain.

Suasana Hati yang Tak Baik

Seperti orang dewasa, anak juga dapat mengalami hari yang buruk. Menurut Thriving Relationships, anak rentan mengalami hari-hari buruk seperti halnya orang dewasa.

Hal ini umum terjadi jika sang ibu tengah mengalami hari yang kurang menyenangkan. Anak-anak sangat pandai menangkap stres dan emosi yang dirasakan ibu. Jika ibu sedang mengalami hari yang buruk, maka anak mungkin juga mengalami hal yang sama

Terlalu Sering Dilakukan

Alasan terakhir yang mungkin menjadi alasan anak enggan dipeluk karena orang tua terlalu sering melakukannya. Menurut Raising Children, anak bisa merasa terbebani jika dipeluk oleh terlalu banyak orang dan dalam waktu yang terlalu lama.

Merasa Sakit

Mengapa anak saat masih bayi kadang-kadang menendang, menjerit dan menangis? Itulah satu-satunya bentuk komunikasi mereka sampai bisa belajar berbicara. Sama seperti bagaimana orang dewasa merengek dan mengeluh ketika mereka tak nyaman atau sakit, seorang bayi melakukan hal yang persis sama dengan caranya sendiri.

Pastikan untuk membaca tanda-tanda bayi rewel dan waspadai pergerakan usus dan suhu tubuhnya. Ini bisa jadi mengapa mereka terlalu sensitif untuk dipeluk.


Desain-tanpa-judul-35.png
16/Dec/2022

Setiap pasangan yang sudah menikah pasti ingin cepat-cepat mendapatkan momongan. Ternyata, memiliki banyak anak berpengaruh pada usia orangtua, lho.

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa berkat dukungan dari anak-anak yang orangtua miliki, stres dari orangtua lanjut usia cenderung lebih rendah. Nah, karena alasan itulah orangtua jadi memiliki potensi panjang umur

Hal tersebut diungkapkan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam BMJ, Journal of Epidemiology & Community Health menemukan bahwa memiliki anak berhubungan erat dengan umur panjang orangtua.

bahwa orangtua yang memiliki dua anak biologis mampu hidup lebih lama dibandingkan yang enggak memiliki anak atau hanya satu anak.

Panjang umur enggak hanya dirasakan oleh ibu, tapi ayah juga memiliki hidup yang lebih panjang. Hal tersebut juga dibuktikan dalam penelitian yang sama.

Perempuan yang mengadopsi dua anak memiliki harapan hidup yang lebih panjang dibandingkan ibu kandung.

Ketika membandingkan jumlah anak angkat dan umur panjang, orang tua dengan dua anak selalu berkembang dibandingkan dengan mereka yang hanya memiliki satu atau mereka yang memiliki 4 anak angkat.

Kesimpulan lain yang cukup menarik adalah bahwa mengadopsi anak tampaknya menambah 3 tahun harapan hidup seorang ibu.

Mengadopsi 2 atau 3 anak menambah 5 tahun tambahan dalam hidup mereka.

Hal ini juga dapat dijelaskan dengan dukungan yang diberikan anak-anak kepada orang tua di hari tua.

Jadi, kalau Bunda dan pasangan sudah menikah dan berencana memiliki anak, mungkin memiliki anak lebih dari satu bisa dipertimbangka


Desain-tanpa-judul-33.png
15/Dec/2022

Acapkali menghargai harus dilakukan pada orang yang lebih tua, padahal siapapun berhak untuk dihargai meskipun usianya masih belia.

1. Berikan Apresiasi
TerkKadang seiring berjalannya usia ada saja orang tua yang jadi gengsi untuk mengekspresikan perasaannya. Tunjukkan saja Moms, jangan sungkan.

2. Berempati terhadap Perasaannya
Empati merupakan proses psikis untuk mengenali dan berbagi emosi. Misalnya, tak melarang anak untuk bersedih karena perasaan itu adalah wajar.

3. Berhenti Membandingkannya
Alih-alih ingin memberikannya motivasi, membandingkannya dengan orang lain justru bisa menurunkan kepercayaan diri serta tak menghargai perasaannya.

Jangan meralat kesalahan yang ia lakukan, apresiasi apa yang ia lakukan dan koreksi dengan bijak tanpa menyakiti perasaannya.

4. Dengarkan dan Hormati Pilihannya
Moms, orang tua hanya mengarahkan bukan menuntutnya. Ia berhak untuk memilih dan memutuskan apa yang ia sukai dan ia inginkan.

5. Menjaga Mulut
Melihat si kecil melakukan kesalahan memang kerap memancing emosi sampai ingin memarahinya. Tapi, pada beberapa fase akan sangat wajar ia banyak melakukan kesalahan karena ia baru memulai menjalani kehidupan ini.

Mengndari mengkritik si kecil dan ubahlah kalimat negatif tersebut menjadi kalimat positif dan mengganti ancaman dengan dorongan semangat.


Desain-tanpa-judul-30.png
14/Dec/2022

Pada usia ini peran ibu sangat diperlukan guna untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi diri anak tersebut. Ibu akan menanamkan nilai-nilai moral, akhlak, agama, dan lain sebagainya.

1.Biarkan Anak Bermain

Ada beberapa manfaat bermain untuk anak, seperti melatih kemampuan sosial, melatih kemampuan motorik halus dan motorik kasar, serta membangun karakter anak. Lebih lanjut, ketika anak bermain, ia juga akan belajar cara membuat sesuatu dan kemampuan memecahkan masalah.

2.Tidak Membandingkan Anak

setiap anak berbeda satu sama lain. Mereka memiliki kelebihan dan kekurangan, dan sebagai orangtua, ibu harus memerhatikan keduanya. Bukan cuma fokus ke kekurangan anak saja.

Sebagai contoh, ada anak yang memiliki kelebihan di kecerdasan intelektual dan ada anak yang memiliki kelebihan di bidang kecerdasan emosional. Ibu tak boleh membandingkannya, karena ini dikhawatirkan akan berdampak buruk untuk anak.

3. Biarkan Anak Menjadi Dirinya Sendiri

Selain berbagai tips tadi, cara membangun karakter anak adalah membiarkannya menjadi dirinya sendiri. Pasalnya, Ibu bisa saja secara tidak sengaja memaksakan impian dan kehendak pribadinya kepada anak-anaknya.

4. Biarkan Anak Menjadi Dirinya Sendiri

Selain berbagai tips tadi, cara membangun karakter anak adalah membiarkannya menjadi dirinya sendiri. Pasalnya, Ibu bisa saja secara tidak sengaja memaksakan impian dan kehendak pribadinya kepada anak-anaknya.

5. Memberikan Contoh

Cara membentuk karakter anak yang lain adalah dengan memberikan contoh yang baik. Anak pada usia dini suka mengikuti perilaku, perkataan dan sikap orang tuanya. Oleh karena itu, ibu bisa memberikan contoh yang baik agar anak bisa meniru atau mengikuti perilaku yang baik.

Itulah sedikit penjelasan mengenai pentingnya peran ibu dalam membentuk karakter anak dan tips yang mungkin dapat membantu. Selain karakter anak, penting juga bagi ibu untuk memerhatikan kesehatan anak. Namun, tenang saja, ibu dapat gunakan aplikasi Halodoc untuk membeli obat jika anak sakit.


Desain-tanpa-judul-28.png
13/Dec/2022

Menggendong merupakan aktivitas yang tak akan ketinggalan terutama untuk orang tua yang  baru saja menyambut kelahiran putra-putrinya. Tapi tahukah jika menggendong pun memiliki standar keamanan yang direkomendasikan pakar? Yuk intip, apa saja yang harus diperhatikan saat kita menggendong buah hati kita.

1. (In) View at All Times

Pastikan kita selalu dapat melihat bayi ya Parents. Cek apakah bayi kita tenggelam, atau leher menekuk. Bayi harus selalu terlihat loh saat kita gendong dan jalan nafasnya tidak terhalang.

2. (T)ight (ketat)

Pilih gendongan yang ketat dan erat menopang tubuh bayi Anda, seperti saat memeluk bayi. Menggendong dengan erat dapat menciptakan bounding antara orang tua dan anak loh.

3. (S)upported Back

Terakhir nih, gendongan yang dipakai wajib menopang punggung bayi hingga dapat menjadi dudukan bayi sampai bahwa lutut membentuk M-Shape. Agar aman dan nyaman baik untuk penggendong dan bayi.

4. (K)eep Chin of the Chest

Penggendong perlu memperhatikan dagunya agar tidak tertekuk ke dadanya ya. Karena bisa menghalangi pernapasan bayi.

Nah, selain hal di atas, pertimbangkan usia bayi, posisi penggendong, dan tentu jenis gendongan yang dipakai. Selamat menggendong dengan penuh cinta dengan kaidah TICKS. Aman, nyaman, ergonomis.


Desain-tanpa-judul-26.png
12/Dec/2022

Sebagian Ibu hamil, umumnya akan mengalami banyak perubahan pada tubuhnya. Mulai dari munculnya stretch mark, beberapa bagian tubuh yang menghitam, hingga kerontokan pada rambut.

Tahukah Ibu? Faktanya, baik pria maupun wanita rata-rata akan kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut setiap hari, lho! Selama kehamilan, peningkatan kadar estrogen memperlambat siklus alami kerontokan folikel rambut.

Hal ini membuat beberapa wanita mungkin akan mengalami kerontokan rambut yang lebih sedikit. Tapi, kondisi tersebut nggak selalu terjadi ya, Bu, karena tiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda-beda.

Kondisi Kesehatan Tertentu

Rambut rontok saat hamil juga bisa diakibatkan oleh kondisi kesehatan tertentu. Misalnya saja seperti Ibu hamil dengan diabetes gestasional hingga kekurangan hormon tiroid.
Apalagi hormon tiroid memiliki fungsi penting untuk menjaga metabolisme sistem pencernaan, mengatur berat badan, menjaga kesehatan mental, hingga kesehatan kulit, kuku, serta rambut. Nggak hanya itu, jika Ibu hamil kekurangan hormon tiroid bisa menyebabkan gangguan perkembangan pada otak calon buah hati, lho!

Kurang Nutrisi

Asupan nutrisi dan vitamin selama hamil sangat penting untuk dipenuhi. Apalagi Ibu hamil memerlukan asupan nutrisi yang lebih banyak, untuk mendukung tumbuh kembang calon bayi di dalam kandungan.

Adanya Perubahan Hormon

Kehamilan terkadang membuat Ibu sering mengalami morning sickness berupa mual, muntah hingga bahkan sekadar minum air putih saja, rasanya sulit tertelan. Salah satu yang menyebabkan morning sickness adalah adanya perubahan hormon saat hamil.

Nah, selain itu perubahan hormon saat hamil juga seringkali membuat rambut mengalami penipisan hingga menyebabkan kerontokan. Kondisi ini mungkin hanya akan dialami oleh sebagian wanita hamil saja.

bu tetap harus melakukan perawatan khusus di rumah, guna mengurangi kerontokan rambut yang dialami. Berikut ini adalah beberapa cara tepat untuk mengatasi rambut rontok saat hamil yang bisa dicoba:

  • Gunakan sampo dan kondisioner yang bisa menambah volume rambut. Sampo jenis ini biasanya mengandung bahan seperti protein dan biotin yang berfungsi untuk
  • melapisi rambut, membuat rambut tampak lebih bervolume.
  • Gunakan kondisioner yang diformulasikan khusus untuk rambut yang lebih ringan.
  • Gunakan kondisioner terutama pada ujung rambut. Sebaiknya, jangan gunakan kondisioner pada kulit kepala ya Bu! Hal ini hanya akan membebani rambut dan membuat rambut mudah rontok.
  • Berikan sedikit pijatan lembut saat menggunakan shampoo. Diamkan kurang lebih 1-2 menit, baru kemudian bilas hingga bersih.
  • Hindari mewarnai rambut saat hamil, karena bisa membuat rambut jadi lebih kering dan rentan rontok.
  • Hindari mengikat rambut terlalu kencang.
  • Pastikan hidrasi tubuh tercukupi dengan baik.
  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan yang kaya akan zat flavonoid dan mikronutrien penting yang dapat membantu menjaga kesehatan akar rambut.

Desain-tanpa-judul-22.png
10/Dec/2022

Anak suka berteriak belum tentu menandakan ia anak yang nakal. Terkadang penyebab anak suka teriak cukup banyak dan sebaiknya kita mulai amati perilakunya.

Teriakan anak-anak bisa jadi satu hal yang Ibu hindari karena cukup terdengar mengganggu ditelinga. Alih-alih memarahinya, sebaiknya Ibu kenali dulu penyebab anak suka teriak.

Normalnya, anak-anak akan meminta sesuatu dengan suaranya yang lembut dan lucu. Atau ketika ia sedang butuh diperhatikan, kemungkinan ia akan merengek.
Akan tetapi, beberapa anak justru memilih berteriak dengan lantang sampai orang tua mendatanginya.

Kontrol impulsi yang masih belum stabil

Balita terkadang masih sangat impulsif dan belum memiliki kontrol yang tepat dan benar layaknya orang dewasa. Anak suka berteriak juga termasuk tanda bahwa mereka sedang mengasah kesabarannya, dan belajar bagaimana berperilaku baik di depan umum.

Si kecil sedang melakukan eksperimen

Berteriak merupakan salah satu cara untuk melepaskan beban yang ada dalam pikiran dan hati kita. Ini terbukti pada beberapa orang dewasa yang lebih suka berteriak kencang saat berada di alam bebas untuk merasakan sensasi lega.
Saat anak suka berteriak bisa jadi karena ia sedang melakukan eksperimen baru yang dianggapnya menyenangkan dan penuh tantangan. Tapi sebenarnya ini bukan bentuk kenakalan, jadi tak perlu risau ya Bu!

Simbol kegembiraan

Penyebab anak suka berteriak bisa jadi ia sedang mengekspresikan kebahagiaan yang ia sedang rasakan, misalnya saat itu ia sedang melihat kucing yang lucu, kupu-kupu yang indah, pelangi yang cantik, dan masih banyak lagi. Biasanya anak suka berteriak untuk menunjukkan kebahagiaan akan ditandai dengan tawa dan senyum ceria.
Ibu mungkin sering penasaran saat anak suka berteriak apakah ia sedang merasakan hal yang tidak nyaman atau justru sebaliknya. Faktanya, beberapa anak justru menunjukkan simbol kegembiraannya melalui teriakan.

Cara MengatasiNya

Mengajarkan teknik ekspresi emosi pada anak

Cara yang tepat untuk menghadapi hal ini adalah dengan memvalidasi perasaan mereka, melabeli emosi, dan berunding bagaimana cara yang sesuai untuk mengatasi emosi tersebut daripada harus berteriak. Lakukan cara ini saat si kecil sedang tenang dan tidak sedang berteriak kencang, karena kemungkinan ia tak akan mendengarkan Ibu bila hal ini dilakukan bersamaan.

Buat mereka sibuk

Saat sedang berbelanja, mintalah Ia untuk memasukan belanjaan sesuai yang Ibu minta atau arahkan. Ibu bisa juga memintanya untuk mendorong troli yang tampak menyenangkan baginya, atau lakukan apa saja agar ia sibuk dan lupa bahwa ia harus berteriak saat itu.

Apakah anak suka berteriak ketika sedang diajak berbelanja atau pergi ke luar? jika anak suka berteriak saat momen yang tidak pas, misalnya sedang berada dikeramaian, Ibu bisa menyiasatinya dengan cara membuat balita Ibu tetap sibuk dan terlibat dengan apa yang Ibu kerjakan.

Bawa ke tempat yang lebih tenang

Jika anak suka berteriak bahkan dikeramaian, hindari memarahinya saat itu juga karena akan melukai perasaannya. Alih-alih memarahinya, Ibu bisa mencoba untuk membawa si kecil ke tempat yang lebih tenang dan memeluknya atau memberikan apa pun yang sedang ia butuhkan.

Katakan padanya dengan lembut bahwa yang sedang ia lakukan adalah hal yang buruk dan cukup mengganggu. Jangan lupa untuk berikan kasih sayang dan perhatian yang cukup untuk si kecil.


Desain-tanpa-judul-21.png
09/Dec/2022

Mengapa kontak mata dengan anak penting?

Kontak mata sebenarnya sudah digunakan para bayi untuk bertahan hidup, lho. Secara alami mereka mencari kontak mata dengan orang terdekat mereka untuk mendapatkan rasa aman, makan (menyusui atau minum dari botol), nyaman dan berlindung.

Inilah mengapa kontak aman dengan anak penting dilakukan karena merupakan bentuk koneksi kuat antara anak dan orang tua. Sebagaimana kita ketahui bahwa orang tua lah dunia pertama anak-anak mereka.

Dari dunia pertama inilah, kepercayaa diri dan kemampuan dasarnya dalam fisik maupun sosial emosi dibangun dan dikuatkan. Anak belajar tentang lingkungannya dan bagaiman berinteraksi dengan sekitar mulai dari orang tuanya lewat komunikasi dengan kontak mata.

Agar saat mereka menghadapi dunia luar mereka tahu harus bagaimana dan yakin ke mana harus kembali. Cinta, kepercayaan, hubungan yang erat dan komunikasi yang baik bermula dari kontak mata.

Cara melakukan kontak mata dengan anak

Sejajarkan pandangan mata dengan anak

Berlututlah dan cari mata anak, baru kemudian sampaikan pesannya. Keadaan tubuh yang merendah ini juga otomatis membuat nada bicara jadi lebih lembut dan tenang.

Dalam melakukan kontak mata dengan anak, anak seringkali kesulitan karena orang tua jauh lebih tinggi dibanding mereka. Orang tua perlu sejajarkan pandangan agar kontak mata dengan anak lebih efektif.

Lakukan bersama dengan 3 kata ajaib

Ucapkan maaf, tolong dan terima kasih sambil melakukan kontak mata dengan anak. Lambat laun anak akan mencontoh dan terbiasa melakukan kontak mata saat berbicara.

3 kata ajaib penting diajarkan sejak dini untuk menumbuhkan simpati dan empati yang positif bagi anak. Karena ini juga mempengaruhi pola komunikasi dan interaksi anak dengan orang lain, maka kontak mata juga baik diajarkan bersamaan dengan 3 kata ajaib.

Hentikan sejenak aktivitas untuk fokus berbicara dengan anak

Saat anak mengajak bicara, hentikan dulu aktivitas apapun yang sedang kita lakukan. Berikan beberapa menit untuk mendengarkan apa yang anak sampaikan dan respon dengan baik.

Ucapkan juga terima kasih karena anak sudah mau menceritakan hal yang ia sampaikan pada orang tua. Ini akan berguna sampai anak dewasa nanti, karena merasa dihargai saat berbicara. Ini juga akan membuat anak percaya orang tuanya bisa menjadi sahabat dekatnya.

Pilih waktu-waktu seru untuk melakukan kontak mata dengan anak

Untuk bayi juga bisa saat pijat bayi bersama Ibu atau Ayah, saat menyusu atau minum dari botol, serta saat ganti popok. Kontak mata dengan anak yang seperti ini juga mendukung kemampuan bahasanya berkembang optimal. Karena tak hanya menjadi lancar berkomunikasi, anak juga memahami lawan bicaranya dengan baik.

Kapan waktu-waktu seru itu? Saat menemaninya makan, bermain bersama anak, sebelum tidur, membacakan buku, membangunkan anak dari tidur, berpamitan sebelum ke sekolah, sepulang anak dari sekolah, bahkan saat mandi.

Ajak anak bermain games kontak mata

Jenis-jenis games kontak mata ini baik untuk membuat anak terbiasa melakukan kontak mata saat berbicara. Ibu dan Ayah bisa mengajak bermain games tahan tawa. Saling melihat mata masing-masing dan menahan tawa. Yang tertawa lebih dulu akan dihukum, misalnya dengan dicoret bedak.

Berikutnya tebak kata. Tempelkan kata yang harus ditebak di dahi orang tua, lalu minta anak untuk menjelaskan kata tersebut. Orang tua yang harus menebak apa katanya dari petunjuk yang dijelaskan anak.

Dalam menerapkan kontak mata dengan anak memerlukan proses yang lama dan mungkin juga sulit. Untuk itu disarankan terbiasa melakukan ini bahkan dari bayi, saat jarak pandang anak hanya beberapa senti saja. Konsistensi akan membuahkan hasil di masa yang akan datang. Anak jadi mudah melakukan kontak mata saat berbicara dengan orang lain.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak