Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com

Stop Bilang “Anak Laki-laki Engga Boleh Nangis”

January 6, 2022 by admin ku
3dpotret14.jpg

“Udah, ah, anak laki-laki, kok, menangis.”stigma bahwa anak laki-laki tidak boleh menangis sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat kita.Seolah menangis adalah hal yang tidak wajar untuk dilakukan anak laki-laki.Budaya yang selama ini berkembang justru mendorong mereka untuk memendam emosinya. Sedangkan emosi yang dipendam akan membuat hubungan antara anak dengan orang tua menjadi jauh dan dalam jangka panjang, emosi yang terpendam akan mudah menimbulkan depresi.

Anak Laki-laki Menangis itu Normal

Menangis itu sepenuhnya normal pada manusia, baik laki-laki maupun perempuan.Menangis adalah sebuah mekanisme pelepasan alamiah yang membantu kita untuk menenangkan diri. Menangis membuat kita melepaskan oksitosin, endorfin, dan hormon penghilang stres. Hormon-hormon ini mampu meningkatkan suasana hati dan menghilangkan rasa sakit.Semua emosi, termasuk yang negatif seperti kesedihan, kekecewaan, frustrasi, kekhawatiran dan kemarahan adalah benar-benar normal dan tidak perlu dihindari.

Dampak Stereotip “Anak Laki-laki Nggak Boleh Nangis!”
Menurut Forman, menekan emosi anak laki-laki kita dan melarang mereka untuk menangis punya dampak panjang, yakni:

  • Kesehatan Mental Terganggu

“Dalam jangka panjang, ini dapat berdampak negatif pada kemampuan mereka untuk mengelola emosi,” ujar Forman. Hal ini menyebabkan kesehatan mental mereka terganggu.

  • Menganggu Perkembangan Emosionalnya

masa kanak-kanak adalah waktu yang penting untuk perkembangan emosional, karena di tahun-tahun awal inilah mereka belajar memahami dan mengatur emosi kuat baru yang mereka coba pahami. Jika kita menyuruh anak laki-laki untuk tidak menangis, mereka akan kesulitan untuk mengenali emosinya.

  • Meningkatkan Risiko Bunuh Diri

Penelitian mengenai bunuh diri menunjukkan bahwa budaya menjadi salah satu alasan untuk mengakhiri hidup. Paradigma bahwa laki-laki harus tabah, kuat, dan tidak emosional ini bersifat destruktif. Menurut survei yang diakan oleh National Suicide Research Foundation pada 2016, angka bunuh diri laki-laki di Irlandia empat kali lebih tinggi dibanding perempuan di sana, dengan didominasi oleh usia 20-24 tahun.

  • Tidak Memiliki Hubungan yang Sehat

Stereotip bahwa anak laki-laki tidak boleh menangis itu di masa dewasa kelak juga akan memengaruhi kemampuan mereka untuk membentuk hubunganyang dekat, terbuka, dan jujur sebagai orang dewasa. Sebab, mereka mungkin akan terpatri pada pemikiran bahwa menjadi laki-laki harus keras dan tangguh. Itu memang benar. Akan tetapi, hubungan yang positif juga membutuhkan kepekaan terhadap emosi orang, empati,dan kelembutan.

Yang Harus Dikembangkan dari Anak Laki-Laki
Ada dua hal penting menurut Forman yang harus dilakukan oleh orang tua, yakni, pertama adalah mengajarkan mereka untuk menerima bahwa s. Setelahnya, yang kedua, orang tua perlu mengajari mereka bagaimana mengekspresikan semua emosi mereka secara konstruktif, bukan destruktif.

admin ku

admin ku

3DPotret 2022. All rights reserved.