Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Untitled-design-14.png
07/Oct/2022

Bermain merupakan aktivitas belajar yang menyenangkan bagi anak. Supaya tumbuh kembang si Kecil semakin optimal, ia perlu belajar bereksplorasi dengan bermain di luar rumah. Akan tetapi, sebelum mengajaknya bermain di luar

Merawat tubuh si Kecil dengan cara terbaik, bisa Ibu lakukan dengan memilih produk perawatan seperti sabun, bedak bayi, atau baby oil yang sudah teruji klinis aman dan lembut untuk kulit anak, ada beberapa hal yang perlu Ibu perhatikan, yaitu:

Perhatikan Jam Bermain Anak

Sama halnya dengan memilih bedak bayi tanpa talc yang aman untuk anak, Ibu juga perlu memerhatikan jam bermain agar tubuh si Kecil tetap sehat dan terlindungi dari paparan sinar matahari. Apabila Ibu ingin mengajak si Kecil ke luar pada pagi hari, lakukanlah sebelum pukul sembilan pagi ketika matahari belum begitu terik. Sedangkan pada sore hari, waktu terbaik untuk bermain adalah antara pukul empat hingga enam.

Pilih Area yang Cukup Aman untuk Anak

Bicara soal keamanan, tak hanya produk bedak bayi si Kecil yang harus terjamin keamanannya, tempat bermainnya pun juga harus aman dan nyaman, seperti halaman rumah atau taman bermain. Sebaliknya, hindari tempat bermain yang cukup dekat dengan jalan raya dimana kendaraan bermotor cukup ramai berlalu lalang.

Selain itu, Ibu juga perlu memastikan bahwa arena bermain si Kecil aman dari benda-benda tajam ataupun kotoran hewan agar ia dapat bermain dengan nyaman dan aman. Satu hal lagi yang perlu Ibu ingat, dimanapun tempat bermain yang Ibu pilih, tetap awasi si Kecil selama beraktivitas ya, Bu.

Pastikan Anak Terhidrasi dengan Baik

Saat bermain, anak pasti berkeringat. Oleh karena itu, pastikan Ibu menyediakan minuman atau buah-buahan sebagai camilan saat si Kecil beraktivitas, ya. Anak lebih rentan terkena dehidrasi karena tubuhnya belum dapat menurunkan panas tubuh secara efisien selayaknya orang dewasa.

Oleh sebab itu, ketika tubuhnya mengeluarkan cairan karena suhu panas, ia harus segera menggantinya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung air atau minuman tanpa kafein. Dengan begitu, aktivitas anak dapat tetap berjalan dengan baik dan ia bisa bermain dengan nyaman.

Siapkan Peralatan Bermain yang Memadai

Saat mengajak si Kecil beraktivitas, Ibu bisa membawa serta peralatan bermain yang sesuai dengan kegiatannya saat itu. Namun, pastikan terlebih dahulu peralatan bermainnya masih dalam kondisi baik ya, Bu.

Pasalnya, dengan alat bermain yang masih layak pakai, risiko si Kecil cedera dapat diminimalisir dan ia bisa bermain dengan lebih nyaman. Sebagai alternatif, Ibu juga bisa memanfaatkan botol bekas bedak atau baby cologne untuk kemudian dijadikan peralatan bermain yang cukup sederhana. Apabila ia merasa senang saat bermain, maka proses belajarnya pun semakin optimal.

Nah, kini Ibu tak hanya bisa memaksimalkan kesehatan kulit si Kecil dengan produk seperti bedak bayi yang tepat, namun juga proses tumbuh kembangnya dengan aktivitas bermain di luar!


Untitled-design-13.png
07/Oct/2022

Penting bagi Si kecil untuk sarapan sehat, sehingga bisa mengisi ulang energi mereka setelah tidur, apalagi otak dan tubuh mereka masih berkembang

Mengapa sarapan penting bagi Si Kecil? Sarapan adalah makanan yang memicu awal hari sekolah. Setelah tidur malam, otak dan tubuh membutuhkan bahan bakar untuk beroperasi. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang makan sarapan sehat memiliki kinerja akademis yang lebih baik daripada anak-anak yang tidak sarapan.

Tips Sarapan Sehat untuk Si Kecil

Jantung yang sehat dimulai dengan sarapan sehat. Sarapan bisa diibaratkan sebagai mengisi “tangki kosong” dengan bahan bakar. Sarapan juga bisa menjadi penentu anak-anak dapat mempertahankan atau menurunkan berat badan. Apalagi anak-anak yang melewatkan sarapan sering mengira rasa lapar karena sakit perut. Untuk mengatasinya, berikut tips sarapan sehat yang perlu diberikan pada Si Kecil:

  • Berikan sereal gandum dan roti dengan setidaknya 4 gram serat.
  • Untuk membuat pancake lebih sehat, cobalah pancake gandum utuh.
  • Sebelum pergi rekreasi saat weekend, sebelumnya makan sarapan dan rencanakan makan siang bersama Si Kecil.
  • Beri anak Si Kecil sarapan yang sehat. Pastikan memiliki setidaknya 3 kelompok makanan yang diwakili.
  • Cobalah irisan melon atau buah lainnya untuk sarapan sebagai variasi.
  • Pastikan setiap anggota keluarga mengisi bahan bakar dengan sarapan sehat setiap hari.
  • Mulailah dengan karbohidrat, protein dan sedikit lemak agar bertahan dalam setiap aktivitas

Pilihan Sarapan yang Sehat untuk Si Kecil

TELUR

Telur adalah Bahan sarapan pokok pokok, karena mudah disiapkan, serbaguna, dan mengandung protein berkualitas tinggi dan nutrisi lainnya.Selain itu, dibandingkan dengan sereal, telur dapat membuat anak-anak merasa lebih kenyang sepanjang pagi

Terlebih lagi, kuning telur adalah sumber antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin, yang bermanfaat bagi kesehatan mata dan otak. Anak-anak usia 8 dan 9 tahun yang makan lebih banyak makanan kaya lutein memiliki kadar lutein yang lebih tinggi di retina mereka ibu bisa menyiapkan sarapan seperti omelet, orak-arik, telur rebus, dan pilihan lainnya

GANDUM

bijian utuh, termasuk beras merah, gandum utuh, gandum, quinoa, sorgum, dan millet, lebih sehat daripada biji-bijian olahan karena mereka lebih tinggi serat, protein, vitamin, dan mineral. Bisa dikatakan gandum atuh baik untuk diet anak yang mengalami obesitas

SARAPAN YANG DAPAT DIMINUM

Sarapan smoothie adalah cara mudah untuk mengemas seluruh makanan menjadi minuman. Mereka juga merupakan cara yang baik untuk menambahkan buah dan sayuran ekstra ke dalam diet anak

Untuk smoothie sarapan sehat, gunakan seporsi kecil buah segar atau beku tanpa pemanis. Tambahkan segenggam sayuran hijau, sesendok mentega kacang untuk lemak sehat, dan susu, yoghurt, atau satu porsi kacang polong untuk protein.

Sekarang, Mama sudah tahu menu sarapan terbaik apa yang akan diberikan pada Si Kecil, bukan? Yuk, bangun terus kebiasaan memulai hari dengan sarapan pada anak ya, Ma! Good luck!


Untitled-design-12.png
07/Oct/2022

Banyak anak yang susah untuk makan sayur karena rasanya yang pahit. Padahal, sayur sangat penting bagi kecerdasan dan tumbuh kembang Si kecil. Kandungan serat di dalamnya juga bisa membantu mencegah konstipasi pada Si kecil.
Para orang tua pasti akan merasa cemas jika Si kecil sudah mulai melakukan gerakan tutup mulut untuk makan sayur. Namun kini jangan khawatir, berikut tips supaya Si kecil doyan makan sayur.

Beri contoh pada Si kecil

Si kecil jadi malas dan tidak suka makan sayur apabila melihat orang tua juga tidak suka memakan sayuran. Karena itu, orang tua bisa menjadi contoh yang baik kepada Si kecil jika memakan sayur itu menyenangkan dan baik bagi kesehatan. Orang tua juga bisa mengajak Si kecil untuk makan sayur bersama.

Kenalkan Si kecil sayur sedini mungkin

Saat Si kecil masih dalam kategori bayi menu utama mereka adalah susu atau ASI, namun setelah usianya mencapai 6 bulan ada baiknya mengenalkan Si kecil pada sayuran. Misalnya, dengan memberikan makanan pendamping ASI yang terdapat sayuran di dalamnya. Apabila Si kecil sudah balita, orang tua juga dapat mengenalkan satu per satu jenis sayuran, sehingga orang tua bisa tahu sayuran apa yang anak sukai.

Sajikan sayur dalam tampilan yang menarik

Bentuk dan tampilan masakan berupa sayuran yang menarik akan menggoda Si kecil untuk mau makan sayur. Sebagai contoh Bunda dapat membuat sayuran seperti wortel dengan bentuk yang menarik seperti bentuk bintang dan sebagainya. Bunda juga dapat menyajikan makan sayur ke dalam wadah atau piring kesukaan Si kecil. Dengan begitu Si kecil akan lebih tertarik untuk makan sayur.

Jika masih merasa kesulitan memberikan sayuran pada Si kecil, Bunda bisa lakukan dengan cara yang satu ini. Berikan suplemen makanan yang bisa memenuhi dan mempengaruhi nafsu makan pada Si kecil.

Jadi, intinya memang harus diperlukan kesabaran dalam mengatasi Si kecil yang susah makan sayur dan dibutuhkan kreativitas dari orang tua untuk menyiasati susah makan sayur untuk Si kecil.


Untitled-design-2.png
05/Oct/2022

Orang tua mana yang ingin Si Kecil tumbuh menjadi orang yang suka berbohong. Jika Bunda sering mendengar istilah “anak kecil tak pernah bohong”, Berikut cara gar Si Kecil tidak berbohong

Ajari Si Kecil minta maaf

Masih berkaitan dengan tips sebelumnya, ada baiknya Si Kecil dididik untuk meminta maaf saat melakukan kesalahan. Cara ini membuat Si Kecil lebih berani menghadapi masalah ketimbang harus berbohong untuk menghindar dari akibat kesalahannya. Memberi contoh langsung saat meminta maaf lebih mudah daripada memaksa Si Kecil meminta maaf, Bun. Jadi, pastikan Bunda juga selalu biasakan untuk meminta maaf setiap melakukan kesalahan kepada Si Kecil ya.

Beri kesempatan untuk menjelaskan

Meski cara bicaranya masih terbata-bata, namun tak ada salahnya Bunda meminta Si Kecil untuk menjelaskan alasan ia melakukan sesuatu. Dengan cara ini, Si Kecil akan terbiasa membicarakan banyak hal ke Bunda sebelum mengambil keputusan yang membuatnya harus berbohong. Mendidik Si Kecil untuk jujur butuh kesabaran ekstra. Maka dari itu, Bunda harus membiasakan kebiasaan jujur sejak dini. Cara ini dilakukan untuk mendidik Si Kecil agar ia tidak tumbuh menjadi orang yang suka mengelak dan menyembunyikan sesuatu dari Bunda.

Berikan contoh langsung

Tak ada yang lebih dibutuhkan Si Kecil ketika memahami pendidikan moral selain contoh dari Bunda dan Ayah. Maka, untuk melatih Si Kecil jujur, tanamkan kejujuran itu di keluarga Bunda, terutama saat di depan Si Kecil. Misalnya, ketika Si Kecil tidak mau makan sayur. Daripada Bunda berbohong dengan mengatakan itu bukan sayur, lebih baik Bunda berkata jujur dan menjelaskan apa manfaat sayur tersebut bagi Si Kecil. Seperti, “Wortel memang rasanya enggak enak, tapi wortel bisa bikin mata kamu lebih sehat, lho.”Begitu juga dengan kejujuran antara Bunda dan Ayah. Meski Si Kecil belum begitu mengerti, namun perkataan Bunda dan Ayah sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan Si Kecil.

Bijak saat Si Kecil salah

Si Kecil tentu sering melakukan kesalahan. Menumpahkan makanan, mengacak-ngacak kamar, melempar barang, atau hal lainnya. Pada saat ini lah, diperlukan sikap bijak Bunda dalam mendidik Si Kecil. Memberikan hukuman boleh saja, asal hindari hukuman yang membuat Si Kecil merasa trauma. Hal inilah yang membuat Si Kecil berbohong ketika melakukan kesalahan yang sama. Ketika Bunda bisa menyikapi kesalahan Si Kecil dengan bijak, ia tentu akan memahami dan mengingat nasihat Bunda dengan baik.

Mendidik Si Kecil untuk jujur butuh kesabaran ekstra. Maka dari itu, Bunda harus membiasakan kebiasaan jujur sejak dini. Cara ini dilakukan untuk mendidik Si Kecil agar ia tidak tumbuh menjadi orang yang suka mengelak dan menyembunyikan sesuatu dari Bunda.


Untitled-design-1.png
05/Oct/2022

Mendisiplinkan Si kecil tidaklah mudah. Selain itu, keterampilan sosial dan emosional Sikecil Anda baru saja mulai berkembang. Dia tentu membutuhkan bantuan untuk melatih kemandiriannya dan keseimbangan antara ketegasan dan kasih sayang orang tua sangat penting saat ini.

 

1. Pahami perasaan anak Anda

Tentu saja, ketika Anda mempraktikkan sesuatu yang baru, Anda perlu mempraktikkannya berulang kali. Anda harus bersabar dan santai saja. Jangan langsung memarahi anak Anda jika dia tidak bekerja. Terutama ketika bayi Anda menangis, ada baiknya Anda bertanya apa yang dirasakan bayi Anda dan apa yang diinginkannya. Sama seperti Anda, anak Anda mungkin lelah dan bosan. Tunjukkan kepada anak Anda bahwa Anda memahami perasaannya sehingga dia dapat berhenti menangis dan dengan senang hati kembali ke pekerjaannya.

2. Pengalihan Perhatian

Ibu menjaga anaknya aman dari bahaya. Namun, jika dia terkejut bahwa anaknya memiliki benda berbahaya, dia tidak boleh berteriak atau melarangnya. Misalnya, ucapkan nama anak Anda untuk mengalihkan perhatian mereka, tunjukkan sesuatu yang aman kepada mereka, atau undang mereka untuk memainkan permainan lain.

3. Bayangkan ibumu sebagai seorang anak kecil

Melihat anak Anda membongkar mainan, grafiti di dinding, dan bernyanyi dengan keras dapat membuat Anda pusing. Tetapi pada titik ini, Anda mungkin berpikir bahwa apa yang dilakukan anak Anda adalah cara untuk belajar dan menemukan hal-hal baru.

4. Tetapkan batasan

Menetapkan batasan dan menjelaskan kepada anak Anda mengapa Anda menetapkannya bisa sangat membantu dalam mendisiplinkan anak Anda. Hindari mengeluarkan larangan atau pembatasan hanya karena itu adalah perintah ibu. Misalnya, anak si kecil tidak boleh membentak kucing.

5. Jaga Si kecil di tempat yang aman

Jangan bereaksi terhadap apa yang dikatakan atau dilakukan anak Anda sampai  selesai. Setelah Sikecil tenang, jelaskan mengapa Anda memberinya waktu untuk beristirahat. Juga, jangan ragu untuk membantah bahwa perilakunya tidak benar Ibu harus kuat. Di sisi lain, ibunya juga harus perhatian. Keduanya harus seimbang dengan ibu.

.

6. Tenang

Disiplin baik untuk anak-anak. Namun, ibu harus selalu tetap tenang selama berolahraga. Setiap anak memiliki kemampuan dan tingkat kenikmatan yang berbeda-beda, jadi hindari tujuan yang justru membuat anda ingin mendisiplinkan anak anda. Jika hari ini tidak berhasil, bukan berarti si kecil tidak bisa disiplin besok atau di masa depan. Konsisten, pertahankan rutinitas, dan selalu ingat untuk menunjukkan kepadanya bahwa ibu akan selalu mendukungnya.

Mendisiplikan si kecil mungkin tak selalu gampang, tapi nilainya sangat berharga untuk perkembangan moral Si Kecil di masa depan. Tak lupa, pastikan Bunda dan Ayah selalu hargai kejujuran Si Kecil dengan apresiasi atau pujian, guna membuatnya percaya bahwa kejujuran bisa membawa kebaikan bagi dirinya. Selain nilai kejujuran, masih banyak nilai Kecerdasan Moral yang perlu ditanamkan ke Si Kecil sejak dini.


Untitled-design.png
05/Oct/2022

Tidur adalah kebutuhan setiap individu, termasuk Si Kecil. Salah satu kunci penting proses tumbuh kembang adalah tidur. Hal ini dikarenakan pada saat Si Kecil tidur aktivitas regenerasi sel tubuh dan tumbuh kembang otak berlangsung pada puncaknya. Kebutuhan tidur anak berbeda untuk tiap tahapan usia, berikut kebutuhan tidur buat si kecil :

Bayi usia  < 1 tahun   : 12 – 16 jam

Anak usia 1 – 2 tahun : 11 – 14 jam

Anak usia 3 – 5 tahun : 10 – 13 jam

Anak usia 6 – 12 tahun: 9 – 12 jam

Remaja 13 – 18 tahun  : 8 – 10 jam

 

Si kecil bisa memenuhi kebutuhan istirahatnya dari tidur siang, tidur di malam hari, bahkan saat sekadar santai di sela-sela aktivitas. Waktu tidur siang ideal yaitu sekitar 2 – 3 jam yang disesuaikan dengan jam tidur di malam hari agar pola tidurnya tidak terganggu.

Sebagai orangtua, perlu memerhatikan keempat hal ini secara seimbang, agar si kecil mendapatkan istirahat yang dibutuhkan. berikut keempat hal yang harus di perhatikan :

  • Jadwal tidur dalam sehari yang teratur
  • Total waktu tidur
  • Tidur siang
  • Konsolidasi tidur yang baik

Akan tetapi, di saat tiga tahun pertama kehidupannya, keempat hal di atas bisa berubah seiring dengan perkembangan kematangan otak anak.

Bukan tanpa alasan mengapa jam tidur yang cukup untuk Si kecil sangat disarankan untuk dipenuhi. Itu karena tidur memiliki deretan manfaat untuk tumbuh kembang Si kecil. Jika pada orang dewasa saat tidur adalah waktu bagi tubuh untuk beregenerasi dan mengganti sel-sel yang rusak dengan sel-sel baru yang lebih fresh, maka bagi Si kecil, tidur adalah saatnya sel-sel tubuh tumbuh dan berkembang. Jadi, tidur bukan hanya sekadar beristirahat.

Nah, pastikan jam tidur Si kecil terpenuhi, ya, Bunda. Tidur yang cukup, dengan kualitas tidur yang baik, akan membantu proses tumbuh kembang buah hati menjadi lebih maksimal. Selain itu, kulit yang bersih dan terawat juga mempengaruhi kualitas tidur buah hati


Untitled-design-4.png
31/Mar/2022

Kompres dingin adalah trik klasik untuk meredakan demam yang diwariskan turun-temurun sejak zaman nenek moyang. Namun tahukah Anda ternyata cara ini salah dan malah bisa membahayakan tubuh?

Demam adalah respon alami tubuh untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Seseorang dikatakan sakit demam ketika suhu tubuhnya lebih tinggi dari 37º Celsius, badannya menggigil atau berkeringat, dan merasa lemas, sakit kepala, hingga nyeri di sekujur tubuhnya.

Cara favorit orang-orang untuk meredakan demam adalah dengan merendam kain ke dalam wadah air berisi es batu dan menempelkannya di dahi. Suhu dingin dianggap dapat menyerap panas tubuh sehingga demam akan cepat turun.

Padahal, dokter dan pakar kesehatan di seluruh dunia tidak pernah menganjurkan kita untuk kompres dingin ketika sedang demam. Demam adalah cara tubuh untuk menjaga suhunya tetap normal. Namun, rangsangan suhu dingin dari kompres tersebut justru dianggap sebagai ancaman oleh sistem imun Anda sehingga tubuh akan semakin meningkatkan suhunya. Akibatnya, demam malah tidak kunjung turun — malah mungkin bisa makin parah.

Itu sebabnya hindari pakai kompres dingin atau berendam air dingin ketika demam. Kompres dingin lebih tepat untuk mengatasi peradangan atau pembengkakan, misalnya kaki yang keseleo atau kepala benjol terbentur pintu.

Cara Mengatasi Demam pada Anak

Ingat, tidak semua demam perlu diobati. Dalam kebanyakan kasus, demam harus diobati hanya jika itu menyebabkan ketidaknyamanan anak. Berikut cara meredakan gejala demam yang bisa dilakukan selain memberikan kompres:

Kompres dengan suhu yang tepat

Air yang diperlukan untuk mengompres anak demam yakni air yang memiliki suhu tidak melebihi suhu tubuh anak. Dengan demikian, suhu air yang paling baik untuk mengompres anak demam biasa adalah 27-34 derajat Celsius. Sementara, apabila anak mengalami demam dengan suhu tubuh mencapai lebih dari 39 derajal Celsius, akan lebih baik jika dikompres dengan air hangat yang lebih panas mencapai 34-37 derajat Celcius.

Obat

Jika anak rewel atau tidak nyaman, ibu bisa memberikan asetaminofen atau ibuprofen berdasarkan rekomendasi dokter. Namun, jangan pernah memberikan aspirin kepada anak karena ini berhubungan dengan sindrom Reye. Pastikan memberikan obat demam dengan dosis yang sudah mendapat persetujuan dari dokter.

Tindakan untuk Membuat Anak Nyaman

Pakaikan anak dengan pakaian yang ringan dan tutupi dengan seprai atau selimut tipis. Memakaikan anak pakaian atau selimut tebal malah dapat mencegah panas tubuh keluar dan dapat menyebabkan suhu terus naik. Pastikan juga kamar tidur anak memiliki suhu yang nyaman — tidak terlalu panas atau terlalu dingin.

Berikan Makanan dan Minuman

Tawarkan banyak cairan untuk menghindari dehidrasi karena demam membuat anak kehilangan cairan lebih cepat dari biasanya. Air, sup, es loli, dan buah adalah pilihan yang baik. Hindari minuman yang mengandung kafein, termasuk cola dan teh, karena dapat memperburuk dehidrasi dengan memperbanyak buang air kecil. Secara umum, biarkan anak-anak makan apa yang mereka inginkan dalam jumlah yang wajar, tetapi jangan memaksanya jika mereka tidak menyukainya.

Istirahat 

Pastikan anak cukup istirahat, tetapi jangan biarkan ia hanya tidur seharian. Hal yang terpenting adalah tetap membuat anak tenang selama demam.


Untitled-design-3.png
30/Mar/2022

Banyak orang tua yang berpikir anak-anak belum stabil secara mental dan emosional. Bila melakukan kesalahan pola asuh, tak akan memengaruhi kesehatan mentalnya. Ternyata, kesehatan mental anak sama pentingnya dengan orang dewasa, lo. Bahkan, bisa berkaitan dengan kemampuan bersosialisasinya ketika dewasa nanti.

Kesehatan mental menjadi isu serius di kalangan anak remaja. Isu stres, depresi, dan bipolar makin sering terdengar datang dari anak remaja tersebut. Bahkan, tak jarang beberapa remaja menjadi rentan bunuh diri karena orang tua tidak mengenali kesehatan mental tersebut sejak awal.

Itu sebabnya, Anda sebagai orang tua perlu mengenali persoalan kesehatan mental sejak anak masih usia balita. Anda pun harus memperhatikan pola asuh dan memberikan kasih sayang supaya anak bertumbuh dengan mentalitas baik.

Tips Mengajarkan Anak untuk Menjaga Kesehatan Mental

Meskipun bukan definisi yang sempurna, namun dari definisi tersebut dapat diketahui poin-poin penting yang membantu orangtua dalam mengajarkan anak tentang menjaga kesehatan mental. Berikut tips-tipsnya:

1.Ajari Anak Cara Mengelola Emosi

Ketika masih bayi, anak memberitahu orangtua bila ia sedang tidak nyaman baik secara fisik maupun emosional dengan menangis. Jadi, ketika bayi menangis, orangtua akan mencoba menghibur anak dengan memeluknya, memberi makan, menenangkannya, dan lain-lain.

Namun, seiring bertambahnya usia, orangtua perlu membiarkan anak untuk menyadari akan perasaan emosional yang membuatnya tidak nyaman dan belajar bagaimana cara menghibur dan membantu diri mereka sendiri. Inilah yang dinamakan dengan regulasi emosional.

Dengan demikian, anak dapat mengenali gangguan emosional yang ia miliki dan dapat memenuhi kebutuhan emosionalnya sendiri tanpa harus mengecewakan orang lain. Regulasi emosional adalah kunci untuk kesehatan mental dan kebahagiaan jangka panjang.

2.Memecahkan Masalah dan Beradaptasi dengan Lingkungan

Orang yang sehat secara mental tahu bahwa ia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, termasuk memahami kapan harus meminta bantuan dari orang lain atau orang yang ahli.

Nah, cara mengajarkan anak tentang menjaga kesehatan mental adalah mendorong anak untuk memecahkan masalah mereka sendiri yang sesuai dengan usianya. Misalnya, anak usia 2 tahun bisa mencari mainan favoritnya yang hilang dengan bantuan ibu, atau anak usia 7 tahun dapat belajar menentukan untuk membeli buku yang ia butuhkan.

Seiring berjalannya waktu, anak dapat belajar bahwa ia mampu memecahkan masalahnya sendiri, dan tumbuh menjadi orang yang terampil memecahkan masalah dengan mengatasi tantangan yang semakin sulit. Si Kecil juga tahu kapan ia membutuhkan ibu sebagai orang yang dapat membantunya.

3.Ajarkan Anak Cara Mengembangkan dan Menjaga Hubungan yang Penuh Kasih, Hormat, dan Bahagia

Ibu sebenarnya tanpa sadar sudah mengajarkan pelajaran ini sejak ibu pertama kali bertemu dengan Si Kecil, alias saat anak dilahirkan. Ibu mencintai dan melindungi anak agar tetap aman. Saat anak bertumbuh, mereka pun dapat berinteraksi dan mengembangkan hubungan penuh kasih dengan keluarga, teman-teman yang terus meluas, serta orang lain di komunitas mereka.

Selain itu, orangtua juga perlu memberi contoh bagaimana bernegosiasi ketika ada perbedaan pendapat di antara orang dewasa dalam sebuah hubungan. Lalu, ibu juga bisa mengajarkan anak-anak bagaimana cara mengatasi konflik ketika mereka memperebutkan mainan yang sama misalnya. Dengan memberikan contoh dan pengajaran, ibu mengajarkan anak bagaimana cara memperlakukan orang lain ketika ada perbedaan pendapat sebelum pertengkaran merusak hubungan yang penting.

4.Memenuhi Kebutuhan Psikologis untuk Keamanan, Kekuatan, Kesenangan, Kebebasan dan Cinta Setiap Hari

Tiap orang dilahirkan dengan instruksi genetik untuk memenuhi kebutuhan psikologis mereka akan keamanan, cinta, kekuasaan, kesenangan dan kebebasan. Meskipun anak dilahirkan dan didorong untuk memenuhi kebutuhan ini, tapi mereka tidak tahu bagaimana cara memenuhi kebutuhan tersebut secara bertanggung jawab dan terhormat.Jadi, tugas orangtua adalah mengajarkan anak-anak untuk memenuhi kebutuhan psikologis mereka dengan cara yang tidak menghalangi orang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka.


Untitled-design-5.png
29/Mar/2022

Gigi susu bayi berfungsi untuk membantu bayi mengunyah makanan dan belajar bicara. Kelak, posisi gigi susu tersebut akan menjadi tempat bagi tumbuhnya gigi tetap. Oleh karena itu, Anda perlu menjaga kesehatan gigi susu Si Kecil sejak dini.

Gigi susu merupakan gigi pertama yang tumbuh saat bayi. Meski akan tanggal dan digantikan dengan gigi permanen, gigi susu bayi tetap harus dijaga kesehatannya. Hal ini karena gigi susu berperan penting dalam tumbuh kembang anak.

Secara keseluruhan, jumlah gigi susu yang akan tumbuh adalah 20 buah. Gigi tersebut terdiri atas 4 gigi seri depan (atas dan bawah), 4 gigi seri samping (mengapit gigi seri tengah), 4 gigi taring, dan 8 gigi geraham.

Tips agar Bayi Tidak Sakit Saat Mulai Tumbuh Gigi

Banyak orang mengaitkan kondisi tumbuhnya gigi dengan demam dan diare. Namun, hingga saat ini, belum ada pembuktian medis untuk hal tersebut. Saat tumbuh gigi, bayi akan merasakan sensasi yang berbeda-beda. Ada beberapa bayi yang tidak menampakkan gejala apa pun, tetapi ada juga yang rewel.

Saat gigi susu bayi mulai tumbuh, Anda tidak perlu cemas. Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan agar bayi lebih nyaman saat menjalani proses tumbuh gigi. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:

1. Berikan camilan

Perhatikan tingkah laku Si Kecil. Apabila ia terlihat sering mengunyah mainan atau barang-barang yang dipegangnya, hal tersebut bisa menjadi tanda giginya mulai tumbuh.

Anda bisa memberinya camilan sehat, seperti irisan kecil wortel, apel, atau roti untuk dikunyah. Jangan lupa untuk selalu mendampingi Si Kecil ketika ia mengunyah agar tidak tersedak.

2. Gunakan teether

Teether dapat membantu Si Kecil ‘melupakan’ gusi yang terasa tidak nyaman karena sedang tumbuh gigi. Agar lebih maksimal, Anda dapat menyimpan teether di lemari es. Sensai dinginnya akan membuat gusi Si Kecil terasa lebih nyaman. Namun, pastikan agar teether tidak terlalu dingin dengan tidak menyimpannya di freezer.

3. Berikan gel khusus gusi

Ketika mulai tumbuh gigi, gusi menjadi bengkak dan kemerahan. Anda dapat memberikan gel khusus gusi. Biasanya, gel gusi bayi mengandung anestesi lokal yang ringan, sehingga gusi menjadi lebih nyaman dan Si Kecil pun lebih tenang. Usahakan untuk memilih produk gel yang tidak mengandung gula.

Cara Merawat Gigi Susu Bayi

Gigi susu bayi harus dirawat sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya kerusakan. Bahkan, Anda dapat merawat gusi Si Kecil sebelum gigi susunya tumbuh.

Berikut ini adalah cara merawat gusi dan gigi susu bayi yang dapat Anda lakukan:

  • Gunakan lap bersih yang lembut dan agak basah untuk membersihkan gusi Si Kecil dan gosoklah secara perlahan.
  • Bersihkan gusi bayi sebelum ia tidur dan setelah makan, sebanyak dua kali sehari.
  • Pilihlah sikat gigi yang lembut bila Anda ingin mengenalkan Si Kecil dengan sikat gigi sejak dini. Sebagai langkah awal, Anda hanya perlu membasahi sikat gigi dengan air bersih saja tanpa menggunakan pasta gigi.
  • Ketika gigi susunya sudah muncul, mulailah memberikan sedikit pasta gigi pada sikat giginya, kira-kira sebesar butiran beras. Saat usia anak mencapai 3 tahun, Anda bisa menambahkan porsi pasta gigi yang digunakan menjadi sebesar kacang polong.
  • Sikatkan gigi Si Kecil sampai ia benar-benar bisa menyikat gigi sendiri, yaitu sekitar usia 6 tahun.
  • Dampingi Si Kecil saat ia menyikat gigi dan ingatkan Si Kecil untuk selalu menyikat giginya dua kali sehari.
  • Kenalkan Si Kecil dengan makanan sehat agar gigi susu dan gigi tetapnya nanti tetap terawat dan terjaga kesehatannya.
  • Kunjungi dokter gigi secara rutin untuk memeriksakan gigi Si Kecil.

Untitled-design-6.png
26/Mar/2022

COVID-19 varian Omicron belakangan ini semakin ‘ngegas’ di Indonesia. Sama seperti varian COVID-19 lainnya, Omicron tak hanya menyerang orang dewasa, lansia, dan komorbid, tetapi juga bisa menyerang anak-anak, termasuk balita dan bayi.

Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa ada salah satu gejala yang khas dari infeksi Omicron pada anak-anak, yaitu batuk parau atau croup. Berikut ini pembahasannya!

Batuk Parau Jadi Gejala Omicron pada Anak

Para peneliti menemukan total 401 pasien anak di UGD yang didiagnosis batuk parau atau croup selama gelombang Delta, dan 107 selama gelombang Omicron. Selama lonjakan Omicron, kasus croup meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

Dalam studi sebelumnya yang diterbitkan pada 21 Desember 2021, peneliti menemukan bahwa 2,4 persen anak-anak berusia 13 tahun ke bawah yang dirawat di rumah sakit di satu daerah Afrika Selatan karena COVID-19 yang disebabkan oleh Omicron juga memiliki diagnosis batuk parau atau croup.

Batuk parau atau croup biasanya disebabkan oleh virus pernapasan parainfluenza. Ini terjadi ketika saluran udara bagian atas mengalami peradangan, sehingga sulit untuk bernapas. Karena anak-anak memiliki saluran udara yang lebih kecil daripada orang dewasa, ini lebih sering terjadi pada anak-anak.

Peradangan di kotak suara, tenggorokan, dan saluran bronkial ini menyebabkan anak mengalami batuk khas yang keras. Beberapa orang menyebut suara batuk ini seperti anjing laut yang menggonggong. Ketika anak bernapas, ia juga bisa mengeluarkan siulan bernada tinggi yang dikenal sebagai stridor.

Dalam beberapa kasus, gejala Omicron pada anak ini bisa hilang setelah sekitar lima hari. Namun, beberapa anak lainnya juga bisa mengalami yang lebih parah, sehingga gejalanya tidak hilang hanya dengan perawatan rumahan.

Waspadai Gejala Lainnya

Selain batuk parau, ada beberapa gejala Omicron pada anak lainnya yang juga perlu diwaspadai, yaitu:

  • Demam.
  • Pilek.
  • Batuk yang terdengar lebih biasa.
  • Ruam.

Gejala Omicron pada anak juga bisa mirip seperti gejala pada orang dewasa. Oleh karena itu, waspadai juga beberapa gejala berikut:

  • Sesak napas atau kesulitan bernapas.
  • Kelelahan.
  • Nyeri otot.
  • Sakit kepala.
  • Hilangnya kemampuan indra penciuman dan perasa.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hidung tersumbat.
  • Mual atau muntah.
  • Diare.

Tips Perawatan Rumahan untuk Batuk Parau

Batuk parau atau croup sebagai gejala Omicron pada anak tentu dapat membuat ibu khawatir. Namun, jika dokter menyatakan bahwa gejala infeksi yang dialami ringan hingga sedang, biasanya cukup dengan perawatan rumahan.

Berikut beberapa tips perawatan rumahan saat anak mengalami batuk parau akibat Omicron:

  • Bawa anak ke udara yang sejuk. Ini dapat membantu menenangkan saluran pernapasan dan memudahkan mereka untuk bernapas.
  • Gunakan alat penguap di kamar anak di malam hari.  Udara hangat dan lembap yang dihasilkan oleh alat penguap membantu mengendurkan pita suara.
  • Mandi air hangat. Uap dari air hangat dapat membantu meringankan gejala batuk yang dialami.
  • Cobalah untuk membuat anak tetap tenang. Anak-anak biasanya dapat bernafas lebih baik saat tidak menangis.

Itulah pembahasan mengenai gejala khas Omicron pada anak. Meski mungkin perlu penelitian lebih lanjut, saat ini diketahui bahwa batuk parau menjadi salah satu gejala khas yang perlu diwaspadai.

Jika anak terinfeksi COVID-19 varian Omicron, berdiskusilah dengan dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik. Jika dokter meresepkan obat untuk diminum di rumah, download aplikasi Halodoc saja untuk cek kebutuhan obat dan vitamin anak dengan mudah.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak