Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Desain-tanpa-judul-1.png
18/Oct/2022

Sikecil membutuhkan asupan makanan yang cukup agar nantinya mereka bisa bersemangat dan bisa beraktivitas di sekolah.

Berikut makanan tidak sehat untuk anak-anak dan orang tua wajib untuk menghindari anak dari makanan tersebut.

Kentang Goreng

Siapa yang tidak suka kentang goreng? Kentang goreng merupakan makanan yang disukai orang dewasa dan juga anak-anak. Namun di balik nikmatnya kentang goreng, ternyata kentang goreng ini harus dihindari oleh anak-anak. Hal tersebut karena kentang yang digoreng tersebut mempunyai kandungan lemak trans yang dihasilkan dari minyak goreng.

Apabila anak Anda ingin mengonsumsi kentang goreng, pastikan Anda juga menambahkan sayur-sayuran pada kentang goreng tersebut.

Mie Instan

Mie instan adalah makanan yang sering kita masak, apabila di rumah tidak ada makanan yang cukup. Mie instan yang rasanya nikmat dan bisa digunakan untuk mengatasi lapar harus dihindari atau tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak. Hal tersebut karena mie instan mengandung sodium, yang mana sodium tersebut dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah yang meningkat membuat anak bisa sakit kepala yang berlebih.

Kandungan sodium pada mie instan, juga dapat meningkatkan resiko kanker pada anak-anak. Kanker ini dapat meningkatkan resiko kematian, pada anak-anak.

Makanan Cepat Saji

Yogurt yang mempunyai rasa biasa dikonsumsi oleh orang yang sudah dewasa maupun anak-anak. Namun yogurt yang mempunyai rasa tersebut, tidak baik untuk kesehatan pada anak-anak.

Apabila anak-anak ingin mengonsumsi yogurt ada baiknya untuk mengonsumsi yogurt yang rasanya tawar. Rasa tawar pada yogurt tersebut tidak berdampak buruk bagi kesehatan pada anak-anak.

Permen

Anak-anak sangat menyukai permen yang rasanya manis. Di balik nikmatnya permen manis tersebut ternyata tidak menyehatkan bagi anak-anak.

Bila anak Anda menginginkan manisan dari buah-buahan, Anda dapat memberikan anak Anda buah-buahan yang asli. Buah-buahan yang asli tersebut sangat menyehatkan tubuh bagi anak-anak

Keju

Anak-anak sangat menyukai keju dan keju ini juga mudah ditemui. Namun keju yang sangat disukai oleh anak-anak ini, ternyata sangat berbahaya bagi anak-anak.

Tidak hanya terdapat lemak jenuh, keju juga terdapat kandungan polutan di dalamnya. Kandungan polutan yang terdapat pada keju tersebut, sangat membahayakan kesehatan anak-anak.

Kue Manis

Kue manis merupakan salah satu makanan yang disukai anak-anak, dan biasanya kue manis ini juga bisa ada pada saat ulang tahun. Namun ternyata kue manis tersebut, tidak menyehatkan bagi tubuh anak anak.

Kue ini harus benar benar di hindari oleh anak-anak, agar anak anak bisa tetap terjaga kesehatan tubuh yang. Orang tua bisa memberikan makanan, yang dapat menyehatkan tubuh anak anak.

Hindari pula makanan yang berpotensi menyebabkan tersedak. Usia 24-36 bulan Meskipun anak sudah lebih banyak mengonsumsi variasi


Desain-tanpa-judul.png
17/Oct/2022

Seiring bertambahnya usia anak, ia akan secara bertahap membangun kekebalan terhadap pilek.Disebut juga infeksi saluran pernapasan atas, pilek kebanyakan terjadi karena virus. Faktanya, ada lebih dari 200 jenis virus yang dapat menyebabkan pilek. Virus penyebab pilek menyebar dan menular melalui bersin, batuk, dan kontak langsung dengan pengidap.

Cuaca dingin sebenarnya tidak menyebabkan pilek. Namun, masalah kesehatan ini lebih sering terjadi pada bulan-bulan musim dingin. Hal ini karena:

  • Kemampuan tubuh untuk melawan virus flu berkurang pada suhu yang lebih rendah.
  • Virus flu tinggal di udara dan di permukaan lebih lama di lingkungan yang dingin dan kering.
  • Orang-orang berada dalam kontak yang lebih dekat satu sama lain karena mereka tinggal di dalam rumah.

Gejala Pilek pada Anak

Gejala pilek sangat bervariasi pada setiap anak, tetapi umumnya akan menunjukkan tanda berikut:

  • Sakit kepala
  • Mata merah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Terkadang disertai dengan demam.
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Sering bersin
  • Sakit tenggorokan dan telinga
  • batuk

Meski begitu, tetap waspada dengan risiko komplikasi seperti infeksi telinga, radang tenggorokan atau croup, atau infeksi pada saluran pernapasan bawah. Jadi, apabila gejala pilek pada anak tidak kunjung membaik, ibu bisa segera bertanya pada dokter anak bagaimana perawatan yang tepat.

 

  • Membantu melegakan hidung tersumbat. Semprotan hidung dengan obat tidak dianjurkan diberikan pada anak kecil. Sebagai gantinya, ibu bisa menggunakan humidifier untuk membantu memecah lendir.
  • Membantu melegakan hidung tersumbat. Semprotan hidung dengan obat tidak dianjurkan diberikan pada anak kecil. Sebagai gantinya, ibu bisa menggunakan humidifier untuk membantu memecah lendir.
  • Berikan makanan atau minuman hangat. Ini akan membantu melegakan tenggorokan dan membuat tubuh lebih nyaman.
  • Jaga agar anak tetap terhidrasi. Cara ini akan membantu mengurangi gejala pilek dan flu serta membuatnya merasa lebih baik. Ibu perlu tahu bahwa demam dapat menyebabkan dehidrasi. Si Kecil mungkin tidak merasa haus seperti biasanya, bisa juga tenggorokan mereka mungkin terasa tidak nyaman saat minum.

Jika cara tadi masih belum membantu mengatasi pilek pada anak, ibu perlu segera memeriksakan sang buah hati ke dokter.


Untitled-design-2-1.png
15/Oct/2022

Agar tumbuh kembangnya optimal, orangtua perlu memastikan asupan nutrisi anak terpenuhi dengan baik. Bila berjalan cukup lama, hal tersebut bisa memicu timbulnya kekurangan gizi pada si kecil. Berikut penjelasan seputar kurang gizi pada anak yang perlu diperhatikan orangtua:

Kondisi Anak Kurang Gizi

kondisi ini dapat dimulai ketika bayi atau masih berada di dalam kandungan.

Kurang gizi adalah dampak dari tidak terpenuhinya kebutuhan gizi anak yang telah berlangsung sejak lama.

Tidak hanya sampai di situ saja, setelah bayi lahir pun pemenuhan gizi untuk anak masih perlu diperhatikan setidaknya sampai ia berusia 2 tahun.

Hal tersebut harus menjadi perhatian utama yang tidak boleh disepelekan.

Gejala Umum Anak Kekurangan Gizi

Gejala bayi kurang gizi

Bayi yang mengalami kurang gizi biasanya akan menunjukkan beberapa ciri-ciri atau tanda fisik.gejala yang tampak saat bayi kekurangan gizi, yaitu:

  • Pertumbuhan bayi tidak berjalan seperti yang seharusnya, misalnya berat badan bayi tidak kunjung bertambah.
  • Bayi mengalami perubahan perilaku, misalnya merasa gelisah dan sering rewel.
  • Mudah merasa lelah karena persediaan energi kurang optimal ketimbang bayi seusianya.
  • Penting juga untuk diketahui bahwa ada kekurangan gizi bisa dibagi menjadi dua, yakni kurang gizi sedang (moderate malnutrition) dan kurang gizi akut (severe acute malnutrition).
  • Jika kurang gizi sedang pada bayi dibiarkan dalam waktu lama, kondisi ini bisa saja berkembang menjadi kekurangan gizi akut.

Gejala anak kurang gizi

Pada anak-anak yang mengalami kurang gizi berbagai tanda-tanda yang muncul, yakni:

  • Nafsu makan rendah
  • Anak mengalami gagal tumbuh (dilihat dari berat badan, tinggi badan, atau keduanya yang tidak sesuai dengan umurnya)
  • Kehilangan lemak dan massa otot tubuh
  • Kekuatan otot tubuh menghilang
  • Sangat mudah untuk marah, terlihat lesu, bahkan dapat menangis secara berlebihan
  • Mengalami kecemasan dan kurang perhatian terhadap lingkungan sekitar
  • Sulit berkonsentrasi dengan baik.
  • Kulit dan rambut kering, bahkan rambut mudah sekali rontok
  • Pipi dan mata tampak cekung
  • Proses penyembuhan luka sangat lama
  • Rentan terserang penyakit, dengan proses penyembuhan yang cenderung lama
  • Bahkan, anak bisa sampai mengalami kesulitan belajar ketika asupan gizi dalam tubuhnya kurang.
  • permasalahan kurang gizi pada anak
  • Berat badan kurang

 

kondisi ini juga menunjukkan ketidakselarasan antara berat dan tinggi badan anak. Dalam arti, berat anak biasanya terlalu ringan untuk ukuran tinggi badan yang dimilikinya.

Anak dikatakan memiliki berat badan kurang ketika nilai pengukuran z score di grafik pertumbuhan berada di antara <-2 SD sampai -3 standar deviasi (SD).

Selain tubuh yang kurus, gejala khas lainnya yang muncul ketika berat badan anak kurang yakni rentan sekali terserang penyakit. Kondisi ini sulit ditentukan sendiri oleh orangtua. Butuh bantuan dokter gizi anak untuk mengeceknya.

Pendek

Stunting tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan sudah terbentuk sejak lama karena tidak tercukupinya kebutuhan nutrisi anak selama masa pertumbuhan.

Selain asupan gizi, stunting juga disebabkan oleh penyakit infeksi berulang serta berat badan lahir rendah (BBLR).

Sejak anak berusia 3 bulan, kondisi stunting umumnya sudah mulai meningkat, hingga prosesnya semakin melambat saat anak berusia sekitar 3 tahun.

Mulai sejak inilah grafik pertumbuhan tinggi badan anak bergerak mengikuti grafik normal, tapi dengan penilaian yang berada di bawah normal.

Kurus

Berbeda dengan berat badan kurang (underweight), anak yang sangat kurus (wasting) memiliki berat yang sangat rendah dan tidak sesuai dengan tinggi badan.

Berat badan anak yang mengalami wasting biasanya jauh berada di bawah rentang normal yang seharusnya.

Indikator yang digunakan untuk menilai kemungkinan wasting pada anak yakni berat badan berbanding dengan tinggi badan (BB/TB).

Kondisi anak kurang gizi berat juga kerap digunakan untuk menggambarkan wasting.

Pasalnya, anak yang bertubuh sangat kurus biasanya sudah tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dalam waktu lama.

Bahkan, anak tersebut juga bisa saja mengalami penyakit yang berhubungan dengan kehilangan berat badan, misalnya diare.

Kekurangan vitamin dan mineral

Bukan anak kurang gizi saja yang bisa mengalami kekurangan vitamin dan mineral, tapi anak dengan berat badan normal pun punya risiko yang sama.

Tanda kekurangan vitamin menjadi salah satu kondisi anak kurang gizi.

Apabila anak Anda menunjukkan tanda-tanda seperti yang disebutkan sebelumnya, sebaiknya segera bawa anak Anda ke dokter.


Untitled-design-3.png
14/Oct/2022

Bukan cuma masalah kekurangan berat badan, bunda juga perlu waspada jika si kecil mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Obesitas anak termasuk kondisi medis serius, karena dapat meningkatkan si kecil terserang berbagai penyakit.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kondisi obesitas anak, seperti faktor pemicu, risiko, serta cara mencegahnya, simak penjelasan berikut ini.

Mengidentifikasi Kondisi Obesitas Anak

Kondisi obesitas diartikan jika si kecil memiliki berat badan di atas normal. Namun perlu diketahui, tidak semua anak yang mengalami kelebihan berat badan langsung dinyatakan obesitas.

Status berat badan pada anak-anak ditentukan oleh Indeks Massa Tubuh (IMT) berdasarkan perhitungan BMI. Anak memiliki kecenderungan obesitas ketika persentil BMI mereka berada pada rentang 23-29,9 sementara jika hasil perhitungan BMI nya lebih dari 30, artinya anak tersebut sudah mengalami obesitas.

Faktor Penyebab Obesitas pada Anak

Makanan dan Minuman

Terlalu sering mengonsumsi makanan berkalori tinggi, seperti makanan cepat saji, makanan yang mengandung banyak penyedap rasa, zat pemis dan pewarna, dapat memicu obesitas pada anak.

Jarang Melakukan Aktivitas Fisik

Anak yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berdiam diri seperti duduk menonton televisi atau bermain video game dan tidak berolahraga akan lebih mudah terkena obesitas.

Faktor Genetik

Apabila Parents maupun pasangan mengalami kelebihan berat badan, ini berpotensi menurun kepada si kecil. Atau jika Parents suka mengonsumsi makanan berkalori tinggi dan tidak banyak melakukan aktivitas fisik, hal ini juga membuat anak ikut meniru kebiasaan tersebut, hingga akhirnya ia mengalami obesitas.

Faktor Psikologi

Stres yang terjadi dapat meningkatkan risiko obesitas. Beberapa anak bahkan cenderung makan berlebihan untuk mengatasi berbagai masalah emosinya, misalnya melawan kebosanan atau rasa suntuk yang menghampiri.

Faktor Sosial Ekonomi

Di beberapa daerah tertentu ternyata masih ada anak-anak yang sulit mendapatkan makanan sehat. Dampaknya, membuat mereka lebih sering mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan mengandung banyak bahan pengawet.

Risiko Penyakit Akibat Kondisi Obesitas

Kolesterol Tinggi dan Tekanan Darah Tinggi

Pola makan buruk yang mengakibatkan obesitas pada anak dapat menyebabkan kolesterol atau tekanan darah tinggi. Hal ini juga berkontribusi pada penumpukan plak di arteri, sehingga arteri menyempit dan mengeras.

Menyebabkan Gangguan Tidur

Obesitas dapat menyebabkan gangguan serius pada pernapasan anak, termasuk saat ia tidur. Selama tidur, napas si kecil bisa saja berulang bisa berhenti dan terganggu. Inilah yang menyebabkan anak tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Risiko Asma

Anak yang mengalami obesitas akan lebih besar kemungkinannya untuk menderita asma.

Cara Mencegah Obesitas pada Anak

Konsumsi Makanan Sehat

Jika Parents selalu menyediakan makanan sehat di rumah, ini dapat mengurangi kemungkinan anak untuk mengonsumsi makanan tidak sehat. Parents juga bisa menyiapkan camilan alami, seperti yoghurt, buah, kacang-kacangan, telur rebus atau sayuran.

Hindari Makanan Olahan

Makanan olahan sering ditambahkan lemak, kalori, dan gula berlebih. Ini juga cenderung menyebabkan kecanduan pada anak untuk membuatnya makan sebanyak-banyaknya.

Jadi, sebisa mungkin hindari makanan olahan, ya. Lebih baik memasak makanan sendiri, karena lebih terjamin dan higienis.

Minum Air Putih yang Cukup

Air putih berguna untuk membantu proses metabolisme tubuh dan mencegah lapar yang berlebihan. Mengonsumsi air putih dapat menggantikan minuman lain yang tinggi kalori dan gula, sehingga baik untuk menurunkan berat badan ataupun menjaga berat badan ideal.

 

Meskipun obesitas anak dapat meningkatkan risiko terkena penyakit, tetapi kondisi ini masih bisa dicegah. Hal yang paling penting adalah tetap memerhatikan pola makan dan aktivitas anak agar obesitas tidak terjadi atau kondisinya tidak semakin parah.


Desain-tanpa-judul-9.png
13/Oct/2022

Selalu aktif dan energik merupakan hal yang umum terlihat pada anak, terutama pada masa prasekolah. Namun, Anda patut waspada bila perilaku aktifnya justru membuat mereka kesulitan untuk menjalani aktivitas sehari-hari atau bahkan menyebabkan gangguan interaksi dengan teman sebayanya. Kondisi ini bisa jadi merupakan gejala attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

Kategori Anak Hiperaktif atau ADHD

Perilaku anak hiperaktif atau anak dengan ADHD dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu kurang memperhatikan (inatensi) dan tidak bisa diam atau hiperaktif-impulsif.

Anak hiperaktif dengan kategori inatensi memiliki gejala sebagai berikut:

  • Mudah teralihkan dan memiliki perhatian yang pendek
  • Seringkali ceroboh dalam mengerjakan sesuatu
  • Mudah lupa atau kehilangan sesuatu
  • Selalu tidak tepat dalam menjalankan sebuah instruksi
  • Sulit mengikuti aktivitas yang menghabiskan terlalu banyak waktu

Sementara itu, anak hiperaktif dengan kategori hiperaktif-impulsif memiliki gejala berikut ini:

  • Tidak bisa duduk diam, terutama dalam lingkungan yang tenang
  • Selalu merasa gelisah
  • Sulit berkonsentrasi saat mengerjakan tugas
  • Suka menggerakkan tubuhnya secara berlebihan
  • Sering atau banyak berbicara
  • Tidak bisa menunggu giliran
  • Sering bertindak tanpa berpikir

Cara Mendampingi Anak Hiperaktif

Jika Anda memiliki anak hiperaktif, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengontrol perilaku anak:

  1. Membangun kehidupan anak yang terorganisir dan terstruktur

Bantulah anak Anda dalam mengelola kehidupannya, seperti mengatur waktu beraktivitas atau menjaga lingkungannya tetap rapi.

2. Menciptakan waktu tidur yang teratur

ADHD dapat menyebabkan masalah tidur yang membuat gejalanya semakin parah. Ciptakan waktu tidur anak yang baik dengan tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya.

3. Menerapkan disiplin positif pada anak

Terapkanlah disiplin yang tegas dengan penuh kasih sayang. Anda dapat melakukannya dengan cara menghargai perilaku baik yang anak lakukan dan mencegah perilaku negatif yang berada di luar kendali.

4. Menghabiskan waktu bersama anak

Luangkan waktu Anda setiap harinya untuk sekadar berbincang dan beraktivitas bersama anak. Berikan anak Anda perhatian penuh dan pujilah perilaku positif yang ia lakukan.

5. Membina hubungan keluarga yang sehat

Hubungan antara semua anggota keluarga berperan besar dalam mengelola atau mengubah perilaku anak hiperaktif. Pasangan suami-istri dengan ikatan yang kuat sering kali merasa lebih mudah menghadapi tantangan menjadi orang tua.

Dukungan penuh dari orang tua, tenaga pengajar, dan orang-orang di sekitarnya sangatlah penting untuk tumbuh kembang anak hiperaktif. Bawalah ia ke dokter secara berkala untuk memastikan perkembangannya. Anda juga bisa meminta bantuan terapis profesional untuk memberikan pelatihan atau bimbingan khusus.


aa5xe-bi3y5.png
12/Oct/2022

Diare pada anak adalah salah satu penyakit yang bisa disembuhkan di rumah, asalkan dengan penanganan yang tepat

Penanganan diare pada anak dari segi makanan harus dilakukan dengan tepat ya, Bun. Yuk, ketahui tips penanganan diare pada anak berikut ini.

Asupan Makanan saat Anak Diare

Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya Bunda pahami mengenai asupan makanan saat anak diare.

  • Tetap makan 3 kali sehari, walau dalam porsi lebih sedikit.
  • Konsumsi makanan yang mengandung garam, misalnya biskuit atau sup.
  • Jika dibutuhkan, penanganan diare pada anak boleh mengikutsertakan beberapa jenis makanan berikut:
  • Daging ayam, ikan, atau sapi yang sudah dimasak dengan baik
  • Telur rebus
  • Pisang
  • Bubur apel

Makanan yang Harus Dihindari saat Anak Diare

  • Makanan yang digoreng dan makanan berminyak
  • Fast food atau makanan olahan seperti nugget dan sosis
  • Jus dalam kemasan yang mengandung banyak gula

Penuhi Kebutuhan Cairan

Diare pada anak sering dibarengi dengan kondisi kekurangan cairan dan dehidrasi. Kehilangan cairan tubuh harus segera diatasi, yaitu dengan meningkatkan konsumsi cairan harian. Produk minuman lain seperti oralit atau pedialit bisa membantu kadar cairan tubuh anak

Sup kaldu, jus buah, dan susu tanpa laktosa juga dapat menjadi pilihan nutrisi. Susu pertumbuhan berbahan dasar kedelai (tanpa kandungan laktosa), dapat diberikan kepada buah hati saat ia diare.

Nah, dengan tips dan panduan asupan makanan saat anak diare, Bunda bisa memastikan nutrisi buah hati tetap terpenuhi dan segera sehat kembali.


Desain-tanpa-judul3.png
11/Oct/2022

Sehari-hari anak bisa terpapar dengan beragam jenis virus dan bakteri yang membuatnya rentan sakit. Namun, Mama tak perlu khawatir karena pada dasarnya setiap anak sudah dibekali sistem imun sejak lahir.

Sistem Imun

Sistem imun atau sistem kekebalan adalah sel-sel dan banyak struktur biologis lainnya yang bertanggung jawab atas perlindungan tubuh dari pengaruh zat asing yang bisa merugikan kesehatan.

Sistem imun anak bekerja dengan mengenali berbagai macam zat asing yang masuk ke dalam tubuh, seperti dari infeksi, bakteri, virus sampai parasit, dan kemudian menghancurkan serta memusnahkan mereka dari agar tubuh anak tetap berfungsi secara normal.

Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Biasakan tidur cukup dan berkualitas

Jadi, biasakan anak tidur yang cukup dan berkualitas. Menurut dr. Marissa, membiasakan anak tidur cukup bisa dijadikan salah satu cara meningkatkan daya tahan tubuh anak agar tidak mudah sakit. Saat tidur bayi bertumbuh dan sistem kekebalannya berkembang.

Membiasakan si Kecil memiliki jadwal tidur yang teratur merupakan salah satu cara meningkatkan imun anak agar tidak mudah sakit. Studi menunjukkan bahwa orang yang tidak memiliki jadwal tidur teratur lebih mudah terserang penyakit.

Hal ini disebabkan karena sel alami yang mampu melawan virus jadi lebih lemah, sementara si Kecil membutuhkan sel tersebut agar terhindar dari serangan mikroba dan sel kanker.

Terus berikan ASI eksklusif

ASI mampu menjaga si Kecil dari alergi, infeksi telinga, diare, pneumonia, meningitis, infeksi saluran kemih dan banyak lagi. Penuhi kebutuhan nutrisi Mama dengan mengonsumsi susu khusus menyusui agar Mama dapat memberikan yang terbaik bagi si Kecil.
Pemberian ASI pada si Kecil sangat banyak sekali manfaatnya, termasuk sebagai cara meningkatkan imun anak agar tidak mudah sakit. ASI mengandung antibodi dan sel darah putih yang mampu meningkatkan imun tubuh si Kecil.

Lindungi dari penyebaran bakteri

Melawan bakteri tidak termasuk sebagai cara meningkatkan imun anak, namun ini adalah upaya terbaik untuk menjaga kualitas imun si Kecil.

Pastikan si Kecil selalu berada di lingkungan yang bersih dan sehat, perhatikan kebersihan dari peralatan makan dan minum yang akan digunakan si Kecil, biasakan mengelap tubuh si Kecil saat sedang berada di luar ruangan dengan tisu basah.
Adapun cara mencuci tangan dengan sabun yang bentar antara lain sebagai berikut:

  • Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian.
  • Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih.
  • Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci.
  • Lakukan selama 20 detik dan bilas dengan air bersih.

Rutin konsumsi buah dan sayuran

Jika bayi Mama sudah bisa makan makanan padat dan MPASI, perbanyaklah porsi buah dan sayuran yang memiliki warna mencolok, di antaranya: wortel, kacang polong, jeruk, stroberi, jeruk, paprika, terong ungu, dan sawi hijau.

Buah dan sayuran tersebut sangat berperan untuk produksi sel darah putih dan antibodi yang melindungi permukaan sel agar kuat melawan virus.

Perbanyak makanan tinggi serat dan vitamin D

Selain makanan tinggi serat, Mama juga perlu rutin memberikan si Kecil vitamin D. Mengapa harus vitamin D?

Vitamin D berperan penting dalam membangun kekebalan dan membantu melawan infeksi dengan mengatur aktivitas sel-sel kekebalan yang menimbulkan respon antivirus, Ma. Jenis vitamin ini juga berikatan dengan reseptor pada sel imun seperti neutrofil, makrofag, dan sel pembunuh alami.
Kacang hijau dan kacang-kacangan tinggi serat bisa dikonsumsi anak sebagai salah satu cara meningkatkan imun anak agar tak mudah sakit. Studi menunjukkan bahwa saat si Kecil mengonsumsi buah dan sayuran tinggi serat, anak akan terhindar dari penyakit kronis seperti kanker dan jantung di usia muda.

Hindari paparan asap rokok

Terdapat banyak kasus anak-anak yang menjadi perokok pasif, dan seringnya hal ini terjadi karena si Kecil memiliki kontak erat dengan orang dewasa yang merokok di sekitarnya
Salah satu cara meningkatkan imun tubuh bayi adalah dengan menghindari anak menjadi perokok pasif. Rokok mengandung lebih dari 4000 jenis racun, yang sebagian besarnya bisa merusak atau membunuh sel di dalam tubuh.
Mama perlu perhatikan dengan baik siapa saja yang berada di sekitar bayi untuk melindunginya dari asap rokok. Dampak menghirup asap rokok akan lebih berbahaya bagi bayi karena ia bernafas lebih cepat dibandingkan orang dewasa.

Meski tak mungkin menghindari semua penyakit, tetapi cara meningkatkan daya tubuh di atas dapat memberikan anak perlindungan ekstra dari serangan penyakit.

Selalu dampingi anak dalam melatih kebiasaan baik dan bersih, mengingat sistem kekebalan individu anak tentunya bervariasi.


imgonline-com-ua-resize-YWybmBEsAtak4a.png
10/Oct/2022

Tidak perlu rekreasi jauh-jauh apalagi jika sampai menguras kantong, cukup quality time dirumah atau di sekitar rumah dengan melakukan aktivitas bersama, seperti memasak, membuat kue, berkebun, membersihkan rumah, merawat binatang piaraan, menonton film, karaoke, olahraga di sekitar komplek atau mengajak anak berbelanja ke pasar tradisional.

Hari Minggu saatnya hari bersama keluarga. Orangtua pada umumnya libur kerja dan anak-anak juga libur sekolah. Akan banyak waktu yang bisa dihabiskan bersama-sama.

Orangtua bisa meluangkan lebih banyak waktu untuk anaknya dan anak dapat memiliki waktu yang lebih banyak bersama orangtuanya

Manfaat Berbelanja ke Pasar Tradisional Bersama Anak

Barangkali kita sudah kerap mengajak anak berbelanja atau hanya sekadar jalan-jalan ke mal atau supermarket.kebanyakan para orangtua dapat memanfaatkan mal untuk menitipkan anak-anak ke pusat bermain saat mereka berbelanja. Jadi, sementara ibunya berbelanja kebutuhan dapur, anak-anak bisa menghabiskan waktu dengan bermain.

Seharusnya, ibu dan anak bisa mendapatkan momen berkasih sayang yang lebih serta momen mengajarkan banyak hal kepada anak. Tapi semua momen berharga itu seolah hilang karena keduanya beraktivitas sendiri-sendiri. Sayang sekali, bukan?

Nah, jika ibu ingin mendapatkan momen berharga bersama anak sembari berbelanja, bisa coba untuk mengajak anak berbelanja ke pasar tradisional. Tidak perlu setiap hari, cukup misalnya mengajaknya di hari Minggu, saat ia libur sekolah. Mengenalkan pasar tradisional adalah salah satu trik cerdas untuk berbelanja

ada begitu banyak manfaat mengenalkan dan mengajak anak ke pasar tradisional. Meski, seringkali ibu tidak menyadarinya, bahwa ketika ibu mengajak anak berbelanja ke pasar, sebenarnya anak sedang belajar banyak hal.

Pertama belajar untuk mengenal sisi lain kehidupan

Pasar tradisional sudah tentu ramai dengan orang. Di pasar tradisional anak akan belajar mengenal berbagai tipikal dan karakter orang lain.

Ia juga akan menyaksikan berbagai macam kondisi kehidupan, seperti adanya pedagang dengan pembeli yang berjubel, pedagang yang sepi, pengemis, pengamen, ibu-ibu yang menawar dagangan, pedagang yang amanah, pedagang yang curang, preman pasar, pembeli dengan beragam karakter, dll.

Kedua belajar bersosialisasi

Di pasar tradisional, secara tidak langsung anak juga tengah belajar bersosialisasi. Bagaimana ia mencoba untuk tersenyum dan menyapa pada nenek penjual serabi, bagaimana ia membeli mainan dengan komunikasi yang baik dengan mamang penjual mainan keliling atau bagaimana ia bersopan santun menanyakan harga buah mangga kepada penjualnya.

Ketiga belajar bernegosiasi

Barangkali ini yang tidak akan ditemukan saat berbelanja di mal. Ya, anak akan belajar bernegosiasi saat ibunya melakukan tawar menawar harga dengan penjual. Ibu tentunya harus berhati-hati saat melakukan tawar menawar harga, karena sudah pasti anak akan melihat dan memerhatikan serta meniru apa yang ibu lakukan. Maka, tawarlah dengan cara yang baik tanpa menjatuhkan harga yang diajukan oleh penjual.

Keempat kontrol ibu terhadap anak

Selain aktivitas berbelanja, mau tidak mau ibu akan melakukan kontrol lebih kepada anak. Kondisi pasar tradisional yang memang tidak “senyaman” mal mengharuskan ibu untuk belajar lebih meningkatkan kontrol terhadap anak.

Kelima komunikasi antara ibu dan anak

Jika berbelanja di mal minim komunikasi, maka berbelanja di pasar tradisional komunikasi antara ibu dan anak akan tercipta lebih baik. Anak akan punya banyak kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan pendapatnya. Dan ibu juga punya kesempatan yang besar untuk menjawab dan menjelaskan segala sesuatu kepada anak.

Nah, itu tadi beberapa manfaat yang bisa diperoleh jika orangtua mengajak anak berbelanja ke pasar tradisional. Meski terlihat sederhana, namun ada nilai-nilai berharga yang seringkali diabaikan, diantaranya adalah terciptanya bonding yang hangat antara orangtua dan anak.


Untitled-design-14.png
07/Oct/2022

Bermain merupakan aktivitas belajar yang menyenangkan bagi anak. Supaya tumbuh kembang si Kecil semakin optimal, ia perlu belajar bereksplorasi dengan bermain di luar rumah. Akan tetapi, sebelum mengajaknya bermain di luar

Merawat tubuh si Kecil dengan cara terbaik, bisa Ibu lakukan dengan memilih produk perawatan seperti sabun, bedak bayi, atau baby oil yang sudah teruji klinis aman dan lembut untuk kulit anak, ada beberapa hal yang perlu Ibu perhatikan, yaitu:

Perhatikan Jam Bermain Anak

Sama halnya dengan memilih bedak bayi tanpa talc yang aman untuk anak, Ibu juga perlu memerhatikan jam bermain agar tubuh si Kecil tetap sehat dan terlindungi dari paparan sinar matahari. Apabila Ibu ingin mengajak si Kecil ke luar pada pagi hari, lakukanlah sebelum pukul sembilan pagi ketika matahari belum begitu terik. Sedangkan pada sore hari, waktu terbaik untuk bermain adalah antara pukul empat hingga enam.

Pilih Area yang Cukup Aman untuk Anak

Bicara soal keamanan, tak hanya produk bedak bayi si Kecil yang harus terjamin keamanannya, tempat bermainnya pun juga harus aman dan nyaman, seperti halaman rumah atau taman bermain. Sebaliknya, hindari tempat bermain yang cukup dekat dengan jalan raya dimana kendaraan bermotor cukup ramai berlalu lalang.

Selain itu, Ibu juga perlu memastikan bahwa arena bermain si Kecil aman dari benda-benda tajam ataupun kotoran hewan agar ia dapat bermain dengan nyaman dan aman. Satu hal lagi yang perlu Ibu ingat, dimanapun tempat bermain yang Ibu pilih, tetap awasi si Kecil selama beraktivitas ya, Bu.

Pastikan Anak Terhidrasi dengan Baik

Saat bermain, anak pasti berkeringat. Oleh karena itu, pastikan Ibu menyediakan minuman atau buah-buahan sebagai camilan saat si Kecil beraktivitas, ya. Anak lebih rentan terkena dehidrasi karena tubuhnya belum dapat menurunkan panas tubuh secara efisien selayaknya orang dewasa.

Oleh sebab itu, ketika tubuhnya mengeluarkan cairan karena suhu panas, ia harus segera menggantinya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung air atau minuman tanpa kafein. Dengan begitu, aktivitas anak dapat tetap berjalan dengan baik dan ia bisa bermain dengan nyaman.

Siapkan Peralatan Bermain yang Memadai

Saat mengajak si Kecil beraktivitas, Ibu bisa membawa serta peralatan bermain yang sesuai dengan kegiatannya saat itu. Namun, pastikan terlebih dahulu peralatan bermainnya masih dalam kondisi baik ya, Bu.

Pasalnya, dengan alat bermain yang masih layak pakai, risiko si Kecil cedera dapat diminimalisir dan ia bisa bermain dengan lebih nyaman. Sebagai alternatif, Ibu juga bisa memanfaatkan botol bekas bedak atau baby cologne untuk kemudian dijadikan peralatan bermain yang cukup sederhana. Apabila ia merasa senang saat bermain, maka proses belajarnya pun semakin optimal.

Nah, kini Ibu tak hanya bisa memaksimalkan kesehatan kulit si Kecil dengan produk seperti bedak bayi yang tepat, namun juga proses tumbuh kembangnya dengan aktivitas bermain di luar!


Untitled-design-13.png
07/Oct/2022

Penting bagi Si kecil untuk sarapan sehat, sehingga bisa mengisi ulang energi mereka setelah tidur, apalagi otak dan tubuh mereka masih berkembang

Mengapa sarapan penting bagi Si Kecil? Sarapan adalah makanan yang memicu awal hari sekolah. Setelah tidur malam, otak dan tubuh membutuhkan bahan bakar untuk beroperasi. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang makan sarapan sehat memiliki kinerja akademis yang lebih baik daripada anak-anak yang tidak sarapan.

Tips Sarapan Sehat untuk Si Kecil

Jantung yang sehat dimulai dengan sarapan sehat. Sarapan bisa diibaratkan sebagai mengisi “tangki kosong” dengan bahan bakar. Sarapan juga bisa menjadi penentu anak-anak dapat mempertahankan atau menurunkan berat badan. Apalagi anak-anak yang melewatkan sarapan sering mengira rasa lapar karena sakit perut. Untuk mengatasinya, berikut tips sarapan sehat yang perlu diberikan pada Si Kecil:

  • Berikan sereal gandum dan roti dengan setidaknya 4 gram serat.
  • Untuk membuat pancake lebih sehat, cobalah pancake gandum utuh.
  • Sebelum pergi rekreasi saat weekend, sebelumnya makan sarapan dan rencanakan makan siang bersama Si Kecil.
  • Beri anak Si Kecil sarapan yang sehat. Pastikan memiliki setidaknya 3 kelompok makanan yang diwakili.
  • Cobalah irisan melon atau buah lainnya untuk sarapan sebagai variasi.
  • Pastikan setiap anggota keluarga mengisi bahan bakar dengan sarapan sehat setiap hari.
  • Mulailah dengan karbohidrat, protein dan sedikit lemak agar bertahan dalam setiap aktivitas

Pilihan Sarapan yang Sehat untuk Si Kecil

TELUR

Telur adalah Bahan sarapan pokok pokok, karena mudah disiapkan, serbaguna, dan mengandung protein berkualitas tinggi dan nutrisi lainnya.Selain itu, dibandingkan dengan sereal, telur dapat membuat anak-anak merasa lebih kenyang sepanjang pagi

Terlebih lagi, kuning telur adalah sumber antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin, yang bermanfaat bagi kesehatan mata dan otak. Anak-anak usia 8 dan 9 tahun yang makan lebih banyak makanan kaya lutein memiliki kadar lutein yang lebih tinggi di retina mereka ibu bisa menyiapkan sarapan seperti omelet, orak-arik, telur rebus, dan pilihan lainnya

GANDUM

bijian utuh, termasuk beras merah, gandum utuh, gandum, quinoa, sorgum, dan millet, lebih sehat daripada biji-bijian olahan karena mereka lebih tinggi serat, protein, vitamin, dan mineral. Bisa dikatakan gandum atuh baik untuk diet anak yang mengalami obesitas

SARAPAN YANG DAPAT DIMINUM

Sarapan smoothie adalah cara mudah untuk mengemas seluruh makanan menjadi minuman. Mereka juga merupakan cara yang baik untuk menambahkan buah dan sayuran ekstra ke dalam diet anak

Untuk smoothie sarapan sehat, gunakan seporsi kecil buah segar atau beku tanpa pemanis. Tambahkan segenggam sayuran hijau, sesendok mentega kacang untuk lemak sehat, dan susu, yoghurt, atau satu porsi kacang polong untuk protein.

Sekarang, Mama sudah tahu menu sarapan terbaik apa yang akan diberikan pada Si Kecil, bukan? Yuk, bangun terus kebiasaan memulai hari dengan sarapan pada anak ya, Ma! Good luck!


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak