Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
25/Mar/2021

Kuku bayi memang masih sangat lembut dan rapuh. Namun, penting untuk bunda ketahui bahwa pertumbuhan kuku bayi yang lembut dan juga rapuh itu tergolong sangat cepat.

 

Mungkin banyak orang tua yang takut memotong kuku bayi, khususnya yang baru lahir. Meski begitu, kuku bayi harus tetap dipotong, karena bila terlalu panjang, kukunya bisa melukai kulit yang tidak sengaja tergaruk .

 

Tak hanya karena kukunya yang kecil dan lunak, memotong kuku bayi juga dapat menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena bayi bisa saja tiba-tiba bergerak saat kukunya dipotong, sehingga tak sengaja terluka .

 

Untuk mencegah kuku bayi terluka berikut tips  memotong kuku bayi :

 

 

  1. Gunakan gunting kuku khusus

 

Agar lebih aman dan tidak mencederai kuku si Kecil yang masih lembut dan rapuh, sebaiknya bunda menggunakan gunting kuku khusus bayi. Gunting yang baik memiliki bentuk yang unik, ujungnya dibuat membulat sehingga tidak akan melukai kulit di sekitar kuku.

 

Ukuran dan bentuk gunting kuku khusus bayi ini sudah disesuaikan dengan ukuran jemari bayi yang kecil. Dengan begitu, kemungkinan bunda tidak akan membuatnya terluka.

 

Selain itu, perlu bunda ingat alangkah lebih baik bila bunda membersihkan terlebih dahulu segala peralatan yang akan digunakan untuk memotong kuku si Kecil. bunda bisa membersihkannya dengan menggunakan alkohol 70 persen, agar peralatan yang digunakan untuk memotong kuku itu menjadi steril dan higienis.

 

Bersihkan gunting setelah dipakai dengan alkohol kemudian simpan di tempat khusus yang tertutup agar tidak kotor atau tercecer.

 

  1. Cari posisi dan tempat yang nyaman

 

Saat menggunting kuku bayi baru lahir, carilah posisi yang aman dan nyaman untuk melakukannya. Posisi yang dapat dikatakan ideal adalah posisi yang memudahkan Bunda untuk mencapai tangan Si Kecil.

 

Salah satu posisi yang dapat dipilih adalah menggunting kuku bayi sambil menempatkannya di atas pangkuan. Selain itu, pastikan juga Bunda menggunting kuku Si Kecil dengan penerangan yang cukup. Hal ini untuk mencegah jari Si Kecil cedera akibat tergunting atau tertusuk secara tidak sengaja.

 

  1. Cari momen yang tepat

 

Hindari memotong kuku bayi ketika mereka sedang terjaga dan banyak bergerak. Tunggu hingga bayi merasa mengantuk, lebih tenang, atau bahkan tertidur. Pada momen-momen ini, bunda bisa memotong kuku bayi dengan lebih tenang dan hati-hati.

 

  1. Tekan bantalan jari

Saat gunting kuku bayi

 

Tekan bantalan jari menjauh dari kuku untuk mengurangi risiko cedera. Apalagi, kuku bayi masih sangat lembut dan rentan menempel pada bantalan kuku.

 

  1. Jaga jarak dengan mata

 

Sebisa mungkin, potong kuku bayi jauh dari matanya. Jika bayi tidak sedang tidur, sebaiknya posisi tubuh bayi tegak sehingga potongan kuku tidak rentan mengenai matanya.

 

  1. Pastikan bayi rileks

 

Memotong kuku bayi baru lahir membutuhkan kewaspadaan yang lebih. Bayi pasti mengepalkan jari mereka. Ini akan membuat potong kuku lebih sulit. Jadi, pastikan memotong kuku ketika bayi sedang rileks.

 

Waktu yang tepat untuk memotong kuku bayi adalah setelah dia mandi. Bayi akan lebih santai dan kukunya lebih lunak setelah mandi.

 

Kalau bayi tegang dan rewel, biarkan dia istirahat dulu supaya tenang. Bunda juga bisa bersenandung untuk membantunya lebih tenang.

 

  1. Jangan panik saat menggunting kuku

 

Apabila tidak sengaja melukai ujung jari Si Kecil, Bunda tidak perlu panik. Segera bersihkan lukanya dengan air dingin, lalu balut dengan tisu, dan berikan sedikit tekanan pada lukanya. Dalam hitungan menit, perdarahannya akan berhenti.

 

Hindari menempelkan plester pada luka di jari bayi, karena bayi sering memasukkan jarinya ke mulut. Bila plester pembalut luka terlepas dan tertelan, bayi dapat tersedak.

 

Bunda dapat melakukan beberapa tips di atas untuk memotong kuku bayi dengan aman. Mengingat kuku bayi tumbuh dengan cepat, disarankan untuk menggunting kuku setidaknya seminggu sekali.


24/Mar/2021

Bedak bayi adalah produk yang tidak terpisahkan dari perawatan bayi . Meski ada yang meragukan manfaat dan keamanannya, sebenarnya jika digunakan dengan benar dan bunda pun pandai dalam memilih bedak bayi yang aman, maka bedak bayi dapat memberikan manfaat yang baik bagi perawatan kulit si bayi .

 

Membedaki bayi sehabis mandi merupakan hal yang sering dilakukan oleh para orang tua. Meski sudah menjadi kebiasaan, nyatanya masih banyak orang tua yang belum paham cara yang benar untuk memakaikan bedak ke tubuh bayi.

 

Seperti penggunaan produk perawatan bayi lainnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memakaikan bedak pada bayi

 

Berikut tips memakaian bedak yang benar untuk bayi :

 

 

  1. Pilih bedak bayi yang tidak mengandung talc atau free talc

 

sebaiknya cari yang berbahan utama alami dan organik, sebab cenderung lebih aman seperti Cornstarch.

 

  1. Pastikan kulit bayi kering sebelum menggunakan bedak

 

Biasanya, bedak diaplikasikan ke tubuh bayi setelah mandi. Ibu memakaikan bedak supaya kulit bayi lembut dan wangi. Sayangnya, ibu sering menggunakannya saat kulit bayi masih basah dan lembap. Akibatnya, bedak menempel di kulit bayi dan menjadi lengket. Hal ini dapat membuat kulit si kecil gatal-gatal, bahkan iritasi.

 

Untuk itu, pastikan kuliit bayi sudah kering dengan sempurna saat mengaplikasikan bedak. Terutama di bagian lipatan-lipatan tubuh bayi. Tepuk-tepuk handuk ke seluruh bagian tubuh si kecil secara perlahan. Tunggu sekitar 5 menit hingga kelembapannya berkurang. Cara ini lebih efektif untuk mengeringkan kulit bayi.

 

  1. Jangan beri bedak saat bayi berkeringat.

 

Memakaikan  bedak ketika kulit bayi tengah berkeringat dikhawatirkan dapat memicu biang keringat. Sehingga tunggu sesaat sampai keringat bayi menghilang dahulu sebelum memakaikan bedak pada bayi .

 

  1. Hindari daerah selaput lender dan wajah

 

Prinsip pemberian bedak bayi yang aman adalah tidak boleh mengenai daerah selaput lendir, yaitu seperti area kelamin. Untuk lebih amannya, hindari penggunaan di area popok. Begitupun dengan penggunaan di bagian wajah, karena dikhawatirkan akan terhirup.

 

  1. Taburkan Bedakbke tangan bunda

 

Taburkan sedikit bedak ke tangan bunda, lalu usapkan pada tubuh bayi yang ingin dibedaki, seperti di bagian perut, dada, punggung, ketiak, dan leher. Tak perlu berlebihan dan tak perlu ditepuk-tepuk dengan spons agar bedak tidak berterbangan.

 

  1. Hindari juga menggunakan bedak bayi di area luka

 

Terkadang, kulit bayi mudah sekali terkena luka karena masih tipis dan sensitif. Umumnya, luka terjadi karena garukan ataupun gesekan pakaian yang dialami si kecil. bunda zaman dulu berpikir bedak bayi bisa meredakan luka-luka tersebut. Padahal, kenyataannya justru terjadi sebaliknya.

 

Ketika bagian yang luka ditaburi bedak, si kecil akan merasa perih dan gatal. Bahkan, bayi bisa mengalami peradangan. Ini karena residu bedak bayi yang tersisa membuat kuman-kuman ikutan mengendap. Sebaiknya, bila bayi terluka, bunda bisa memberikan krim anti-ruam untuk meredakan rasa nyeri dan perihnya.

 

  1. Bersihkan dengan saksama

 

Bagian tubuh yang dipakaikan bedaki (terutama di bagian lipatan) harus digosok dengan lembut hingga bersih saat bayi dimandikan.

 

Jangan lupa untuk  selalu menutup wadah bedak dengan rapat setiap selesai digunakan dan simpan di tempat yang sejuk dan kering.


24/Mar/2021

Keramas  mungkin bukan kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian bayi .  Mereka bisa berteriak-teriak bahkan menangis saat bunda mencoba mengeramasi dan membilas rambutnya. Penyebab paling umum hal ini adalah rasa tidak nyaman saat sampo atau air bilasan mengenai mata si kecil. Beberapa sampo bisa menyebabkan mata si kecil pedih .

 

 

Rambut bayi sangat lembut dan memerlukan perawatan sedari dini. Banyak orang tua merasa cemas tentang seberapa sering harus mencuci rambut bayi atau keramas dalam seminggu.

 

Rambut bayi mungkin saja tampak sehat dan tidak menimbulkan keluhan, namun hal itu bukan berarti bunda bisa mengabaikan kondisi rambutnya,  Perawatan rambut bayi dimulai dengan keramas. Bunda harus mencuci rambut bayi secara teratur.

 

Berikut tips keramas yang benar dan nyaman untuk bayi :

 

  1. Hindari penggunaan air panas untuk keramas

 

Kulit bayi masih sangat sensitif, sehingga tidak disarankan untuk menggunakan air panas saat mandi. Sebaiknya, gunakan air hangat atau suam-suam kuku untuk keramas bayi.

 

Menurut National Health Service, bunda bisa menguji air dengan siku atau bagian dalam pergelangan tangan. Jika terlalu panas untuk bunda , maka juga akan terlalu panas untuk bayi.

 

  1. Atasi cradle cap atau kerak di kulit kepala bayi

 

Cradle cap pada bayi mirip kerak yang besar, berminyak, dan berwarna kuning atau kecokelatan yang menempel di kulit kepala. Seiring waktu berjalan, kerak akan rontok sedikit demi sedikit dan meninggalkan bekas kemerahan. Terkadang, rambut ikut rontok bersama serpihan kerak tersebut.

 

Ini disebabkan oleh kelenjar sebaceous bayi yang distimulasi oleh hormon bunda selama kehamilan, sehingga mengakibatkan terlalu banyak sebum di kepala. Cradle cap mungkin tidak enak dipandang mata tapi ini tidak membahayakan bagi bayi.

 

Ketika mandi, bersihkan kulit kepala dengan shampo khusus bayi dalam gerakan memijat berputar secara lembut selama dua sampai tiga menit sebelum dibilas dengan air bersih. Sisa kulit yang menempel di rambut dapat disisir secara perlahan. Kerak dari cradle cap akan berangsur-angsur menghilang seiring dengan waktu.

 

Bunda juga bisa menggunakan baby oil untuk memijat kepala bayi dengan lembut sehingga keraknya melunak dan lepas.

 

Dr. Fenny D’Silva dari IDAI memaparkan bahwa rambut yang sehat tidak terlepas dari pemenuhan nutrisi lengkap seimbang. Ketika bayi mulai diberi makanan pendamping ASI penting untuk memperhatikan kecukupan makro dan mikronutrien. Dengan mencukupi kebutuhan nutrisi dan perawatan kulit kepala yang baik, bayi dapat memiliki rambut yang sehat pula.

 

 

  1. Jangan keramas berlebihan

 

Rambut bayi tidak perlu dicuci setiap hari ya bunda , Mencuci rambut terlalu sering dapat menyebabkan kulit kering dan menjadikan bayi tidak nyaman.

 

bunda harus mencuci rambut bayi 2-3 kali seminggu .

 

  1. Aktivitas harian bayi juga menentukan aturan keramas pada bayi

 

Bayi dengan aktivitas harian yang lebih aktif, tentu lebih banyak mengeluarkan keringat disertai produksi kelenjar sebum atau kelenjar minyak yang meningkat. Apabila bayi masih banyak tidur, dan belum banyak beraktivitas, bayi tidak perlu dikeramas setiap hari menggunakan shampoo.

 

Apabila bunda memandikan bayi, cukup gunakan air hangat untuk membilas kepala bayi tanpa menggunakan shampoo. Membilas kepala bayi dengan air hangat tanpa shampoo untuk bayi yang belum banyak beraktivitas dan berkeringat dinilai cukup efektif untuk mengangkat sel kulit mati dan membersihkan kulit kepala bayi.

 

  1. Aturan keramas bayi berdasarkan tebal tipisnya rambut

 

Bayi dengan rambut yang lebih tebal perlu dikeramas lebih sering. Apabila bayi belum banyak beraktivitas, bayi dengan rambut tebal dapat dikeramas dua kali seminggu. Namun apabila bayi sudah banyak beraktivitas atau bertempat tinggal di lingkungan dengan suhu lebih panas dan lembab, bayi dapat dikeramas tiga kali seminggu atau bahkan setiap hari; apalagi apabila bayi bunda sudah aktif berjalan atau bermain.

 

  1. Aturan keramas bayi untuk bayi berambut ikal

 

Rambut bayi yang ikal cenderung lebih kering daripada rambut bayi yang lurus. Sehingga pada bayi berambut ikal, keramas sebaiknya dilakukan lebih jarang. Rambut yang ikal apabila dikeramas terlalu sering akan membuat rambut menjadi terlalu kering dan rapuh.

 

Pemilihan shampoo dan hair lotion untuk bayi berambut ikal juga sebaiknya yang mengandung bahan yang bersifat melembabkan rambut dan kulit kepala, seperti minyak almond, avocado, minyak zaitun, atau madu. Frekuensi keramas pada bayi berambut ikal dapat dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu.


v-3-1200x791.png
22/Mar/2021

Menidurkan bayi merupakan salah satu hal yang paling sulit untuk dilakukan.

 

Bayi belum memiliki kemampuan untuk membedakan siang dan malam. Hal itu membuat pola tidurnya kerap kali tak teratur.

 

Fase tidur bayi masih sering kacau. Ia sering terbangun di malam hari, susah tidur begitu dibaringkan di kasur, dan sedikit-sedikit harus digendong.

 

Terkadang orangtua kerap kebingungan mencari cara agar bayi cepat tidur pulas .

 

Berikut tips membuat bayi cepat mengantuk dan tertidur pulas

 

  1. Perhatikan tanda-tanda mengantuk

 

Pertanda ngantuk seperti menguap biasanya menjadi isyarat agar orangtua mulai menidurkan bayi. Selain menguap, ada beberapa tanda mengantuk lainnya yang perlu diperhatikan, seperti menggosok mata, menangis, hingga rewel. Jangan tunggu hingga bayi kelelahan untuk menidurkannya. Pertahankan rutinitas tidur serta perhatikan tanda-tanda ngantuk tersebut agar aktivitas tidur bayi dapat berjalan cepat.

 

  1. Membentuk rutinitas tidur yang baik

 

Agar bayi cepat tidur dan tidak rewel, moms perlu membuat rutinitas yang teratur untuk bayi. Bentuk rutinitas bayi agar cepat tidur yang sebaiknya moms terapkan sejak dini antara lain:

– Tidur siang pada waktu yang sama

– Menghindari tidur saat hari menjelang sore

– Menidurkan di ruang/tempat tidur yang sama, supaya terbentuk mindset lokasi istirahat

 

  1. Susui bayi

 

Salah satu penyebab bayi tidur gelisah di malam hari adalah dia lapar. Untuk itu, para moms disarankan memberinya dream feed. Ini istilah untuk ibu menyusui bayinya di antara jam 10 malam sampai tengah malam. Cara membuat bayi tidur ini bisa dicoba karena dream feed dapat membuat bayi tidur lebih lama .

 

Saat menyusui bayi, bila dia ada di boks, tetap redupkan lampu dan angkat dia pelan-pelan dari boksnya. Lalu, posisikan dengan tepat sehingga bayi bisa melakukan pelekatan dengan baik. Dalam kondisi setengah mengantuk, moms bisa memastikan mulut bayi berada di puting, kemudian susui. Setelah itu, taruh bayi pelan-pelan di boksnya. Ini bisa jadi cara menidurkan bayi setelah menyusu di malam hari yang efektif buat moms .

 

  1. Tidur siang

 

Anggapan bahwa tidak tidur siang membuat tidur malam menjadi nyenyak adalah salah. Tidur siang tetap menjadi hal yang penting bagi bayi.

Turgeon mengatakan, tidak tidur siang membuat bayi akan merasa lelah. Dan, saat lelah, hormon stres pada bayi akan meningkat. Hormon stres akan membangunkan bayi saat mereka sedang tertidur.

 

  1. Ajak berbaring , jangan terlalu banyak di gendong

 

Jika moms terbiasa menggendong bayi sampai ia mengantuk, ketika dipindahkan ke kasur malah membuatnya terbangun. Meski proses pemindahan sudah dilakukan selembut mungkin, ia bisa mengenali perbedaannya. Hal inilah yang membuatnya kurang tenang.

 

Sebaiknya ajak bayi berbaring sambil mengajaknya berinteraksi. Lama-lama ia akan mengantuk dengan sendirinya karena suasana di sekitar terasa nyaman.

 

  1. Ajak bayi lebih aktif di siang hari

 

Ajak bayi bermain dan lebih aktif di siang hari. Moms juga bisa mencoba melakukan baby gym atau senam bayi. Hal ini bisa membuatnya lebih cepat tidur di malam hari. Namun ingat ya moms ,  jangan mengajak Si Kecil bermain di malam hari atau menjelang waktu tidur.

 

  1. Pastikan popok dalam keadaan kering

 

Popok yang penuh atau cukup basah juga berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan. Sebelum menidurkan bayi di kasur, pastikan popoknya dalam kondisi kering.

 

Bisa juga balurkan minyak telon di bagian pantat dan perutnya untuk memunculkan sensasi hangat.


v-2-1200x791.png
22/Mar/2021

Semua orangtua pastinya ingin mengabadikan momen kelucuan si buah hati sejak ia masih bayi.

 

Memotret foto bayi sebenarnya sangat banyak tantangan yang akan Anda temui. Butuh kesabaran yang ekstra serta kreatifitas yang tinggi agar menghasilkan foto bayi dengan ekspresi dan momen yang lucu .

 

Berikut tips dan trik memotret bayi :

 

  1. Tentukan waktu yang tepat

 

Salah satu keuntungan melakukan fotografi bayi sendiri, moms bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukannya. Ingat, tidak mudah untuk membuat bayi diam atau duduk tenang untuk pemotretan.

 

Bila moms foto di studio, moms harus menyesuaikan jadwal dengan fotografernya. Dengan melakukannya sendiri, moms bebas menentukan kapan sesinya bisa dilakukan. Bahkan dengan dekorasi berbeda di hari yang berbeda.

 

Moms bisa melakukan persiapan selama beberapa hari, beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan. Tergantung kesiapan moms sebagai orangtua, dan kesiapan bayi.

 

  1. Siapkan Properti Foto Sebelum Sesi Dimulai

 

Moms harus mennyiapkan properti memotret, termasuk perlengkapan, baju, dan aksesories lain yang mendukung foto menjadi keren.

 

Bantal ini bisa menjadi penyangga untuk bayi agar posenya keren. Tutup bantal menyusui dengan kain polos atau bermotif lembut, kemudian tidurkan si Bayi di atasnya. Gunakan lekukan bantal sebagai peyangga leher bayi .

 

  1. Pastikan bayi sudah makan / menyusuin dan ganti popok

 

Hal pertama yang harus diperhatikan saat akan memotret bayi adalah Moms harus memastikan bayi sudah menyusu, makan, dan menggunakan popok. Bertujuan untuk mencegah sesi foto terhenti hanya untuk melakukan hal-hal tersebut.

 

Hal ini juga akan sangat membantu untuk membuat si bayi lebih nyaman dan tenang sepanjang sesi pemotretan

 

4 . Pastikan keamanan bayi

 

Kapan dan di manapun tempat moms melakukan sesi foto, pastikan faktor keamanan menjadi hal diutamakan. Jangan sampai, hanya demi foto yang bagus Anda mengabaikan hal penting satu ini.

 

Ingat, tubuh bayi masih ringkih dan rentan. Jangan memaksa badan kecilnya untuk melakukan pose mustahil, yang bisa membahayakan kesehatannya. Mintalah bantuan suami untuk memastikan semua pose dan tempat dilakukannya foto aman bagi si bayi .

 

  1. Memotret ketika sedang tidur

 

Tidur dapat menjadi momen yang paling tepat untuk memotret bayi baru lahir. Karena sepanjang si kecil tertidur, Moms dapat mengubah pose-nya sesuka hati.

 

Tetapi ini akan menjadi masalah besar jika Si Kecil sudah berusia beberapa minggu atau bulan. Akan membutuhkan perjuangan ekstra untuk membuatnya tertidur lelap sepanjang sesi pemotretan. Jadi, perhatikan tips selanjutnya.

 

  1. Pilih aksesoris lucu sebagai pemanis

 

Beberapa orang akan kesulitan membedakan bayi laki-laki dan perempuan karena saat baru lahir mereka memang sulit dibedakan. Jadi, gunakan aksesoris lucu untuk menandakan jenis kelamin mereka.

 

Jangan pakai benda besar yang“menutupi” si Bayi, pilih saja benda kecil lucu, misalnya memakaikan bando untuk bayi perempuan atau hadirkan mobil-mobilan kecil untuk bayi laki-laki moms .

 

  1. Pose bayi

 

Sebenarnya ada banyak cara untuk membantu Moms mendapatkan lebih banyak foto dengan berbagai pose selama sesi pemotretan. Berinteraksi dengan bayi dari belakang kamera misalnya atau bermain-main dengan suara dan wajah lucu untuk membuatnya tersenyum dan terkekeh.

 

Ini adalah cara yang paling mudah dan menyenangkan untuk mendapatkan berbagai pose dan ekspresi dari Si Kecil. Moms juga bisa memanfaatkan alat peraga atau mainan di sekitar Si Kecil.

 

Bagi bayi yang sudah banyak bergerak, ambil foto selama Si Kecil melakukan berbagai aktivitas favoritnya. Misalnya seperti, ketika sedan merangkak, berdiri, belajar berjalan, meraih mainan, dan sebagainya. Selama apa yang dilakukan Si Kecil aman dan tetap dalam pengawasan.


v-1200x791.png
21/Mar/2021

Gizi adalah asupan yang sangat penting untuk tumbuh kembang si kecil. Gizi baik membantu perkembangan anak secara maksimal. Sebaliknya jika terjadi kekurangan gizi atau dikenal dengan istilah malnutrisi bisa menyebabkan berbagai risiko kesehatan pada si kecil, seperti adanya hambatan pada pertumbuhan tulang, degeneratif otak, lemah otot, bahkan gangguan mental. Jadi orang tua harus bisa memahami kebutuhan gizi si kecil agar selalu terpenuhi dengan baik .

 

Bayi merupakan individu yang berusia 0-12 bulan yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. Perkembangan yang pesat ini kerap diistilahkan sebagai periode emas sekaligus periode kritis. Periode emas dapat diwujudkan apabila pada masa ini bayi memperoleh asupan gizi yang sesuai untuk tumbuh kembang optimal. Sebaliknya apabila bayi tidak memperoleh kebutuhan gizinya, maka periode emas akan berubah menjadi periode kritis. Periode kritis akan mengganggu tumbuh kembang bayi dan anak, baik pada saat ini maupun masa selanjutnya .

 

Awal masa kehidupan bisa dikatakan sebagai masa-masa penting di mana pertumbuhan si kecil berkembang dengan sangat pesat. Itu sebabnya, nutrisi si kecil harus diperhatikan dan dipenuhi dengan baik, termasuk aturan pemberian makanan yang tidak boleh sembarangan.

 

Lalu, bagaimana cara tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi setiap harinya?

 

  1. Zat Besi

 

Jenis mineral satu ini memberikan peranan penting khususnya produksi hemoglobin. Zat besi mempunyai fungsi yang digunakan untuk memperlancar sel darah merah yang bekerja sebagai pembawa oksigen untuk seluruh tubuh. Zat besi juga membantu perkembangan si kecil untuk bagian motorik dan memori pada otak. Jadi pastikan jika si kecil bisa mendapatkan paling tidak 11 mg zat besi yang bisa diperoleh dari berbagai makanan seperti ayam, daging sapi, ikan, brokoli, telur dan masih banyak lainnya

 

  1. Vitamin D dan Kalsium

 

Kalsium sendiri memang sangat baik dalam mengembangkan tulang kuat dan kebutuhan vitamin D membantu tubuh si kecil dalam menyerap kebutuhan kalsium. Susu formula dan ASI memang sudah bisa memberikan kebutuhan kalsium untuk si kecil. Namun anda tetap perlu menyediakan asupan kedua kebutuhan gizi tersebut yang bisa didapatkan dari ikan dan telur.

 

  1. Lemak dan Minyak

 

Kelompok ini sebaiknya diberikan untuk melengkapi, bukan menggantikan makanan dari kelompok lain. Yang termasuk kelompok ini adalah sumber lemak yang berupa minyak seperti minyak zaitun, minyak sayur, minyak kedelai, mentega. Lemak dan minyak memberikan energi, asam lemak omega 3 dan 6, dan vitamin A, E dan D. Kelebihan lemak dan minyak bisa menyebabkan obesitas, jadi gunakan dengan bijaksana.

 

  1. Karbohidrat

 

Yang termasuk karbohidrat: Produk roti, sereal (termasuk mie dan beras) serta kentang. Kelompok ini memberikan energi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang. Berikan seporsi karbohidrat di setiap makan dan saat makan makanan selingan.

 

  1. Omega 3

Kandungan satu ini memang sudah dikenal fungsinya untuk kesehatan jantung. Untuk kebutuhan si bayi, nutrisi satu ini mempunyai fungsi lainnya yaitu bisa membantu perkembangan mata dan otak. Terdapat berbagai penelitian juga mengatakan jika kandungan omega 3 juga bisa membantu tubuh anda dalam menyerap kebutuhan vitamin E dan A. Omega 3 sendiri bisa anda dapatkan dari olahan tuna, alpukat, salmon, minyak zaitun, dan masih banyak lainnya.


5-Tips-Hidup-Sehat-Untuk-Wanitaa-1200x791.png
04/Mar/2021

Selain kecantikan, kesehatan juga faktor penting yang harus diperhatikan oleh para wanita. Berbeda dengan pria, ada beberapa penyakit yang lebih rentan dialami oleh wanita. Berikut ini enam tips sederhana untuk menjaga diri tetap sehat, jauh dari berbagai penyakit.

 

  1. Pola Makan Natural

“Sedapat mungkin hindari makanan olahan pabrik dan perbanyak makanan alami, seperti ikan segar, buah dan sayur yang juga segar,” kata Donald Novey, MD, dokter pengobatan integratif dari Advocate Medical Group in Park Ridge, Illinois. Konsumsilah biji-bijian dan kacang-kacangan, makanan berserat tinggi, pilih daging dan ikan segar rendah lemak. Hindari makanan dan minuman yang tinggi kalori, gula, garam, dan lemak jenuh. Pola makan sehat akan membantu Anda mempertahankan berat badan ideal dan ini sangat penting karena obesitas dapat memicu penyakit kardiovaskular, seperti jantung dan stroke. Obesitas juga meningkatkan risiko diabetes. Sementara makanan olahan, terutama daging, telah dipastikan oleh WHO sebagai penyebab utama kanker. Untuk camilan, cobalah untuk mengonsumsi sayuran mentah, seperti seledri, wortel, brokoli, mentimun, dan zucchini. Sayur-sayuran ini akan bertambah lezat jika Anda konsumsi bersama dengan madu murni.

 

 

 

  1. Olahraga Rutin

Penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama kematian selain kanker. Olahraga teratur adalah salah satu senjata utama menjaga agar penyakit jantung tetap jauh. Anda disarankan untuk olahraga selama 30 menit setiap hari, lima hari dalam seminggu atau setiap hari. Latihan aerobik, seperti berjalan, renang, bersepeda, dan dansa, adalah jenis olahraga yang bagus untuk jantung Anda, jelas Sabrena Merrill, pelatih fitnes dan juru bicara American Council on Exercise.

 

 

 

  1. Hindari Kebiasaan yang Berisiko

 

Misalnya tidak merokok dan menjauhi lingkungan yang terpapar asap rokok, tidak memakai narkoba, dan minum alkohol tidak melebihi takaran yang dianjurkan. Beberapa studi menunjukkan, wanita masih aman mengonsumsi alkohol sebanyak 12-14 gram sehari atau setara dengan sekitar 350 ml bir kadar alkohol 4,5 ml atau 150 ml wine kadar alkohol 12 persen.

 

 

 

  1. Hindari Mengalami Stres

 

Tidak peduli apa pun posisinya, sebagai anak, ibu atau seorang nenek, ibu rumah tangga atau wanita karier, seorang wanita kerap harus berjuang dengan banyak tekanan dan stres. “Luangkan waktu beberapa menit sehari untuk rileks agar pikiran Anda tenang kembali,” saran Novey. “Relaksasi tidak memakan waktu lama dan kesehatan mental akan sangat memengaruhi kesehatan fisik Anda,” katanya lagi. Pelajari teknik relaksasi dari buku, teman, pelatih yoga, atau video di internet.

 

 

 

5.Gunakan Tabir Surya

Eksposur sinar matahari bisa menyebabkan kanker kulit yang mematikan. Gunakan losion dengan SPF minimal 15 setiap hari, terutama saat bepergian ke luar rumah. Waspadai tanda-tanda seperti perubahan ukuran dan warna tahi lalat atau tanda lahir. Jika Anda menemukan ada bintik aneh di kulit, periksakan diri ke dokter


nebulizer-videoblockscom-1-edited-a5f2bfbe3bc21d36ee431a82d137c330_600xauto.jpg
02/Mar/2021

Paru-paru dan hidung bayi masih beradaptasi dengan lingkungan baru yang berbeda dengan di dalam rahim. Maka dari itu, organ pernapasannya tersebut harus mulai terbiasa dengan lingkungan yang kering dan menghirup udara.

 

Napas bayi berbunyi yang terlihat mirip seperti sesak napas ini kemungkinan akan terjadi selama beberapa minggu dan tidak perlu dirisaukan.Umumnya napas berbunyi pada Si Kecil terjadi akibat adanya penumpukan lendir di saluran pernapasan. Kondisi ini memang umum terjadi, terutama pada bayi baru lahir, karena saluran pernapasannya belum berkembang sempurna. Namun seiring bertambahnya usia Si Kecil, keluhan tersebut akan menghilang dengan sendirinya.

 

Jenis suara yang normal terjadi pada bayi antara lain:

 

– Suara seperti kumur-kumur, terjadi karena air liur yang terkumpul di bagian mulut dan tenggorokannya.

– Suara seperti mengendus, terjadi saat bayi sedang tidur nyenyak.

– Suara cegukan. Bayi yang baru lahir rentan mengalami cegukan ketika ia minum susu terlalu banyak atau cepat, atau menelan banyak udara.

– Suara seperti siulan, terjadi karena saluran hidung bayi masih sempit sehingga mengeluarkan suara siul ketika menarik napas.

 

Namun jika keluhan napas berbunyi disertai dengan napas tersengal-sengal dan cepat, demam, ata batuk terus-menerus, bisa jadi Si Kecil mengalami pneumonia, asma, bronkitis, atau sumbatan saluran napas oleh benda asing. Kondisi-kondisi ini sering berlanjut menjadi sesak napas.

 

Lakukan penanganan awal sebelum membawa bayi ke dokter , lakukan beberapa hal berikut ini :

 

  1. Memberikan ASI lebih banyak

 

Berikan ASI lebih sering karena ASI mengandung zat pembentuk kekebalan tubuh yang dapat mencegah Si Kecil terkena infeksi. Pemberian ASI yang cukup juga dapat mencegah Si Kecil mengalami dehidrasi.

 

Moms perlu waspada dan segera bawa Si Kecil ke dokter atau IGD terdekat bila napasnya berbunyi disertai dengan tanda-tanda berikut ini:

 

– Bernapas lebih dari 60 kali dalam semenit.

– Tampak kesulitan bernapas. Tandanya adalah jika ia mendengus terus-menerus dan lubang hidungnya – kembang kempis saat bernapas.

– Mengeluarkan suara serak bernada tinggi dan batuk terus-menerus.

– Otot-otot di dada dan leher tampak naik turun atau tertarik kencang saat bernapas.

– Napasnya terhenti selama lebih dari 10 detik.

– Bibir, mulut, dan kulitnya tampak kebiruan. Ini menandakan bahwa kadar oksigen dalam tubuhnya mulai berkurang.

– Tidak nafsu makan

– Terlihat lesu

– Demam

 

  1. Menjaga Kelembapan Udara

 

Moms dapat meletakkan humidifier di ujung ruangan untuk menjaga kelembapan udara, sehingga mukosa hidung dan bibir si Kecil tidak mudah kering. Tidak hanya untuk alasan tersebut, humidifier juga berguna untuk menjaga kualitas udara yang ada.

 

Jangan lupa untuk mengganti air humidifier setiap hari dan selalu buka jendela, agar terjadi sirkulasi udara yang optimal. Hindari merokok di dalam ruangan karena paparan asap rokok dapat memperburuk kondisi si Kecil.

 

  1. Longgarkan pakaian bayi

Cobalah untuk melonggarkan pakaian bayi. Dengan melonggarkan pakaiannya, si Kecil pun bisa merasa lebih nyaman dan juga napasnya bisa lebih lancar dan lega.

 

Bukan hanya itu, cara ini juga bisa membantu si Kecil melonggarkan pernapasannya, sehingga gangguan pernapasan yang dialaminya bisa teratasi dengan mudah.

 

  1. Usapkan minyak penghangat di perut bayi

 

Salah satu cara efektif yang bisa dilakukan untuk mengatasi sesak napas pada bayi adalah dengan mengusapkan sedikit minyak telon atau kayu putih di bagian perut.

 

Dengan bantuan minyak kayu putih, bayi pun akan merasa lebih hangat dan nyaman.

 

Mama juga bisa mengoleskan sedikit minyak penghangat di bagian bawah hidungnya, agar sistem pernapasannya bisa menjadi lebih lancar dan lega.

 

  1. Bimbing Si Kecil untuk bernapas dengan mulutnya

 

Bila Si Kecil sudah cukup besar, Moms bisa memintanya untuk bernapas melalui mulut. Bila perlu, berikan contoh. Teknik pernapasan ini dapat meringankan sesak napas yang dialami Si Kecil, serta membantunya untuk bernapas lebih dalam dan lebih efektif.


Bayi-Tabung-1-1200x791.png
01/Mar/2021

Memiliki anak adalah dambaan setiap pasangan menikah. Sudah berbagai program kehamilan dilakukan sesuai dengan saran dokter. Namun, ada juga yang masih belum bisa memiliki seorang anak.

 

Program bayi tabung merupakan salah satu metode untuk pasangan suami istri yang menginginkan kehamilan dan biasanya metode ini merupakan pilihan  terakhir karena telah melakukan berbagai hal pengobatan kesuburan selama beberapa tahun, namun tidak kunjung berhasil. Pahami proses bayi tabung sebelum mengambil keputusan.

 

Apa itu bayi tabung?

Bayi tabung adalah suatu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh perempuan, tepatnya di dalam sebuah tabung pembuahan. Setelah sel telur sudah berhasil dibuahi dan menghasilkan embrio, maka akan dipindahkan ke dalam rahim. Secara medis proses bayi tabung disebut dengan in vitro fertilization (IVF).

 

Prosedur bayi tabung digunakan untuk mendapatkan kehamilan bagi pasien yang mengalami masalah kesuburan. Namun biasanya, sebelum prosedur bayi tabung dipilih, dokter akan terlebih dulu menyarankan metode lain, seperti pemberian obat-obatan penyubur kandungan dan inseminasi buatan.

 

Selain untuk mendapatkan kehamilan, prosedur bayi tabung juga dapat dilakukan untuk mencegah kelainan genetik yang diderita oleh orang tua menurun kepada janin.

 

Prosedur ini juga dapat dilakukan pada pasien wanita yang akan menjalani pengobatan, seperti radioterapi dan kemoterapi. Melalui prosedur bayi tabung, pasien bisa menyimpan sel telur yang sehat sebelum menjalani pengobatan tersebut.

 

beberapa kondisi yang kemungkinan menyebabkan sulit hamil dan disarankan menggunakan prosedur bayi tabung, seperti:

 

– Gangguan pada tuba falopi atau rahim berupa kerusakan atau sumbatan jalur sel telur.

– Gangguan ovulasi yang membuat produksi sel telur minimal.

Endometriosis.

– Produksi sperma dengan kuantitas yang rendah.

– Masalah sistem kekebalan tubuh yang mengganggu sel telur atau sperma.

– Sperma yang tidak mampu melewati cairan leher rahim.

– Alasan dari masalah ketidaksuburan yang tidak diketahui.

– Memiliki risiko penyakit keturunan

 

Bagaimana proses bayi tabung ?

 

  1. Induksi ovulasi

 

Induksi ovulasi adalah pemberian hormon sintetis dan obat-obatan, seperti:

 

– Follicle-stimulating hormone (FSH),luteinizing hormone (LH), atau kombinasi keduanya untuk merangsang ovarium (indung telur)

– Human chorionic gonadotropin (hCG), umumnya diberikan 8–14 hari setelah suntikan perangsang ovarium, untuk membantu proses pematangan sel telur jika sel telur sudah siap untuk diambil

– Obat penekan ovulasi prematur, untuk mencegah sel telur lepas terlalu cepat dari indung telur

– Suplemen hormon progesterone yang diberikan pada hari pengambilan sel telur, untuk mempersiapkan dinding rahim menjadi tempat penempelan embrio

Induksi ovulasi umumnya memerlukan waktu 1–2 minggu sebelum sel telur dapat diambil. Selama proses ini, pasien juga akan menjalani USG transvaginal untuk memastikan sel telur tumbuh, serta tes darah guna memastikan hormon estrogen dan progesteron dalam kadar yang tepat.

 

2.Pengambilan telur

 

Proses pengambilan telur dilakukan 34–36 jam setelah suntikan hormon terakhir dan sebelum ovulasi. Sebelum prosedur ini dilakukan, pasien akan diberikan suntik obat penenang dan antinyeri untuk mengurangi rasa sakit yang muncul selama proses pengambilan telur berlangsung.

 

Berikut ini adalah tahapan dalam proses pengambilan telur:

 

Sel telur akan diambil dari rahim menggunakan jarum kecil, dengan panduan USG transvaginal. Jika tidak memungkinkan, dokter akan membuat sayatan sebesar lubang kunci di dinding perut dan memasukkan jarum kecil dengan bantuan USG abdomen.

Beberapa sel telur akan disedot melalui jarum tersebut selama kurang lebih 20 menit. Telur yang sudah matang akan disimpan di inkubasi yang berisi cairan khusus, untuk dibuahi sperma. Namun perlu diingat, proses pembuahan tidak selalu berhasil.

 

  1. Pengambilan sperma

Untuk mengambil sampel sperma, dokter akan meminta pasien pria melakukan masturbasi. Cara lain yang dapat dilakukan adalah mengambil sampel sperma langsung dari testis dengan menggunakan jarum.

 

4.Pembuahan

 

Proses pembuahan dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu:

 

– Inseminasi

Proses ini dilakukan dengan mencampur sperma dan sel telur yang sehat dalam waktu semalaman hingga menjadi embrio.

– Intracytoplasmic sperm injection (ICSI)

ICSI dilakukan dengan menyuntikkan satu sperma sehat ke masing-masing sel ICSI umumnya dilakukan ketika kualitas sperma buruk atau proses pembuahan dengan cara inseminasi gagal dilakukan. Perlu diingat, tidak semua embrio dapat bertahan setelah proses pembuahan terjadi.

 

  1. Transfer Embrio

 

Tahap terakhir ini dilakukan 3–5 hari setelah proses pengambilan telur, di mana embrio sudah mulai berkembang. Akan tetapi, sebelum embrio dipindahkan ke dalam rahim, dokter akan menjalankan tes untuk memeriksa apakah terdapat kelainan kromosom atau penyakit menular tertentu.

 

Tahapan dalam proses transfer embrio adalah sebagai berikut:

 

– Pasien akan diberikan bius ringan untuk meredakan nyeri, meskipun beberapa pasien mungkin akan merasakan kram perut ringan.

– Dokter memasukkan selang fleksibel (kateter) ke dalam rahim melalui vagina.

– Satu atau beberapa embrio akan disuntikkan ke dalam rahim melalui kateter.

Proses ini dinyatakan berhasil jika embrio tertanam di dinding rahim dalam waktu 6–10 hari setelah embrio ditransfer.

 

Risiko lain dari prosedur bayi tabung, yaitu:

 

– Risiko keguguran

– Kehamilan kembar, jika embrio yang ditanamkan ke dalam rahim lebih dari satu.

– Kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah.

– Kehamilan ektopik atau di luar rahim.

– Bayi lahir dengan cacat fisik.

– Stres karena prosedur bayi tabung dapat menguras tenaga, emosi dan keuangan.


mengatasi-pilek-pada-bayi-baru-lahir-1.jpg
01/Mar/2021

Sistem daya tahan tubuh yang belum sempurna, membuat bayi rentan mengalami beragam penyakit, termasuk pilek. Sistem imunitas pada Si Kecil yang belum sempurna membuatnya lebih rentan terserang penyakit. Terlebih jika cuaca sedang tidak menentu membuat berbagai virus maupun bakteri mudah berkembang biak.

 

Ingus yang keluar ketika Si Kecil terserang pilek adalah salah satu cara untuk menyingkirkan kuman pada tubuh. Namun, apabila ingus yang keluar terlalu banyak hingga menyumbat hidung, keadaan tersebut dapat mengganggu pernapasan Si Kecil. Menurut Kids Health, pilek pada Si Kecil akan hilang dengan sendirinya tanpa perawatan medis khusus.

 

Pemberian obat tidak bisa menyembuhkan pilek, tetapi mampu meredakan gejala seperti sakit otot, sakit kepala, dan demam. Adapun sejumlah perawatan yang bisa ibu lakukan untuk meringankan gejala pilek dan membuat Si Kecil lebih nyaman.

 

Berikut tips perawatan untuk meringankan gejala pilek Si Kecil, yaitu:

 

1.Banyak Istirahat

 

Perawatan utama mengatasi pilek pada Si Kecil adalah dengan memastikannya untuk banyak beristirahat atau tidur yang cukup. Seseorang yang kekurangan istirahat, terutama pada Si Kecil, dapat membuat tubuhnya semakin lemah, sehingga mudah terserang penyakit. Selalu pastikan Si Kecil ibu mendapatkan lebih banyak istirahat ketika pilek.

 

  1. Tempatkan si kecul di ruangan ber Ac

 

Tempatkan bayi di ruangan tanpa AC untuk mengurangi hidung tersumbat. Bila bayi lebih nyaman dalam ruangan AC, gunakan mesin pelembap udara atau manfaatkan uap air panas.  Anda dapat menambahkan minyak esensial seperti mentol.

 

3.Perbanyak Cairan

 

Air akan mengencerkan lendir di hidung, sekaligus mencegah dehidrasi. Untuk bayi berusia di atas 6 bulan, Anda dapat mencukupi cairan si Kecil dengan memberinya banyak air putih dan kandungan air lainnya dari buah dan sayur sebagai makanan pendamping ASI.

Sedangkan untuk bayi berusia di bawah 6 bulan, perbanyak asupan ASI atau susu formulanya untuk mencukupi cairan si Kecil saat pilek. Selain itu, hindari jus atau air soda yang mengandung banyak gula. Perhatikan juga warna urine untuk memastikan asupan air untuk bayi saat pilek sudah lebih dari cukup.

 

  1. Sedot Lendir

 

Bayi pilek akan mengalami kesulitan bernafas jika hidung tersumbat. Siasati dengan alat sedot ingus khusus bayi yang bisa Anda dapatkan dengan mudah di apotik atau toko bayi. Pastikan alat dan tangan Anda sudah bersih serta gunakan alat tersebut dengan hati-hati sesuai aturan.

 

  1. Madu

 

Jika anak sudah berusia lebih dari 1 tahun, madu bisa menjadi cara untuk meredakan batuk di malam hari. Studi menunjukkan kalau 1 sendok teh madu sebelum tidur bisa membuat anak tidur tanpa dirundung batuk. Pastikan anak sudah melewati usia 1 tahun untuk menghindari penyakit botulisme. Selain madu, Anda juga bisa menggunakan bahan alami lainnya seperti jeruk nipis hingga lemon untuk anak yang telah berusia 1 tahun ke atas.

 

  1. Bantuan Alat Humidifier

Kadar kelembaban ruangan akan membantu mengatasi pilek pada bayi, termasuk batuk dan hidung tersumbat. Untuk melembapkan ruangan, Anda dapat menggunakan alat pelembap udara atau humidifier. Udara yang lembap dan tidak kering akan membantu melegakan pernapasan si Kecil dan membuatnya tidur lebih nyenyak. Saat menggunakan alat ini, pastikan alat humidifier bersih dan jauh dari jangkauan bayi.

 

  1. Atur Posisi Tidur

Web MD menjelaskan bahwa posisi tidur bisa jadi cara meredakan pilek pada bayi. Anda bisa mengatur posisi kepala lebih tinggi dari badan bayi saat tidur. Posisi ini akan membuat tidurnya jadi lebih nyenyak karena terhindar dari gangguan ingus.

Anda bisa menggunakan tumpukan buku yang dibalut dengan handuk sebagai pengganti bantal. Web MD melarang Anda menggunakan bantal sebagai cara meredakan pilek pada bayi karena bisa menyebabkan sudden infanth death syndrome atau SIDS.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak