Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Untitled-design-38.png
11/Nov/2021

Apa Penyebab Bayi Susah Makan?

Bayi susah makan tentu saja hal itu membuat para ibu merasa tidak tenang.Penyebab bayi tidak mau makan bisa berasal dari berbagai faktor. Untuk mengatasinya, Anda perlu mengetahui penyebab umum bayi susah makan karena kondisi ini ditakutkan dapat membuat kebutuhan gizi bayi tidak tercukupi dengan baik.

Berikut adalah beberapa penyebab bayi susah makan dan cara mengatasinya:

Tumbuh Gigi

Tumbuh gigi adalah penyebab paling sering bayi kehilangan nafsu makan.Rasa nyeri di gusi anak biasanya akan bertambah ketika ia makan langsung atau minum dari botol. Jadi wajar saja kalau ia merasa tidak nyaman makan saat tumbuh gigi.Pada saat tumbuh gigi, gusi anak akan bengkak dan menyebabkannya susah makan.

Memilih-milih makanan

memilih-milih makanan atau fase picky eating merupakan salah satu penyebab bayi susah makan yang paling umum terjadi. Kemungkinan bayi  masih merasa asing dengan rasa atau tekstur dari  makanan yang baru diperkenalkan sehingga menolak untuk diberi makan.Memperkenalkan jenis makanan baru kepada si kecil memang butuh waktu, kadang beberapa hari, minggu, bahkan bulan.Selain itu bisa juga bayi menolak makan karena belum siap untuk makan makanan padat, atau tidak selera.

Diare

Ketika mengalami  diare, bayi dapat mengalami demam, muntah, lemas, susah makan, atau kurang mau menyusu dan bunda harus mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya dengan memberikannya ASI atau susu formula serta air putih lebih sering untuk mencegah dehidrasi.Namun, jika hal itu terajadi dalam waktu yang cukup lama sebaiknya segera periksakan kondisinya ke dokter

Alergi dan Intoleransi Makanan

Hampir 88% bayi mengalami problem alergi makanan dengan gejala gatal, diare, muntah, atau sakit perut sampai masalah pernapasan serta pembengkakan pada wajah atau area tubuh lain. Beberapa makanan yang berisiko memicu alergi mencakup susu, gandum, kacang-kacangan,dan kerang-kerangan.

Sedangkan intoleransi makanan lebih sering terjadi daripada alergi makanan.Gejalanya bisa berupa kembung, perut terasa penuh, dan sakit perut ringan. Kondisi ini bahkan bukan hanya mengakibatkan bayi susah makan tapi juga menjadikannya lebih rewel.

 Kolik

Sekitar 2 dari 5 bayi akan menderita kolik atau penyakit menangis secara terus menerus tanpa penyebab yang jelas.Saat bayi terus menerus menangis, maka akan terjadi refluks, gumoh atau muntah karena kembung.Tetapi jika bayi menunjukkan gejala  seperti muntah, diare, demam, penurunan berat badan, atau buang air besar berdarah. Ini bukan merupakan gejala kolik umum dan bisa menjadi pertanda penyakit lain.

Cara Mengatasi Bayi Susah Makan

  • Buat menu makanan yang bervariasi: Variasi makanan yang diberikan pada bayi dapat mencegahnya bosan dengan menu MPASI yang berikan, sehingga napsu makannya dapat meningkat.
  • Menyuapinya pada waktu yang tepat: Bayi cenderung menolak untuk makan ketika dia merasa ngantuk. Oleh karena itu, perhatikan waktu yang tepat dan terapkan jadwal makan yang teratur
  • Jauhkan dari makanan pemicu alergi: usahakan untuk menghindari makanan pemicu alergi pada bayi Anda. Makanan pemicu alergi itu bisa berupa susu, kacang, kedelai, gandum, seafood, atau telur.
  • Ciptakan suasana makan yang menyenangkan: Ciptakan suasana makan yang menyenangkan agar si Kecil tidak menghindari aktivitas tersebut. Untuk bisa membuat waktu makan menjadi dinanti-nanti, Anda bisa mengajak bayi makan sambil bermain.

 

 

 

 


Untitled-design-39.png
09/Nov/2021

Pengaruh Kemampuan Motorik Anak

anak terlambat jalan dapat dipengaruhi kemampuan motorik dan faktor genetik.Kemungkinan besar ada anggota keluarga yang mengalami hal sama sebelumnya.Hal Ini bukanlah sebuah kelainan dan berbahaya hanya saja anak cenderung terlambat dibanding anak lain Orang tua, tidak perlu risau karna tiap anak memiliki tahap tumbuh kembang yang berbeda.

berikut  tahapan perkembangan gerakan motorik anak:

  • 6 hingga 8 bulan: duduk dan merangkak.
  • 12 hingga 18 bulan : berdiri sendiri; berjalan merambat sambil memegangi tembok, kursi, atau meja; berjalan hingga beberapa menit tanpa pegangan.
  • 18 hingga 24 bulan: berjalan sendiri tanpa kesulitan, membawa mainan atau benda apapun yang cukup besar tanpa dibantu, dan dapat naik turun/turun tangga dengan bantuan.
  • 24 hingga 36 bulan: bisa berlari, memanjat, naik/turun tangga tanpa bantuan, dan berjalan jinjit.

 Apabila salah satu dari hal tersebut mengalami keterlambatan, hal lainnya pun akan ikut terlambat.Hal ini dapat terjadi akibat anak fokus akan pengembangan diri yang lain, seperti kemampuan berbicara, mendengar, dan memperhatikan sekelilingnya. 

Kelainan Otot

Penyebab anak terlambat berjalan lainnya adalah adanya kelainan otot yang dinamakan hypertonia.Hypertonia merupakan kondisi peningkatan tonus otot akibat lesi pada otak maupun batang otak.Kondisi hypertonia ada pada penderita cerebral palsy.oleh karena itu, kondisi anak terlambat jalan mampu menjadi indikasi awal cerebral palsy dalam kondisi ringan.

Rakitis

Rakitis adalah kelainan pertumbuhan tulang pada anak yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D.Studi melaporkan ada hubungan antara rakitis dengan keterlambatan anak berjalan.Kondisi ini bersifat reversibel.Artinya pengobatan tepat waktu bisa membantu anak berjalan.

Riwayat kesehatan anak

Ketika anak terlambat jalan, faktor riwayat kesehatan anak juga bisa berpengaruh. 

  • Masalah saat kehamilan.
  • Anak lahir prematur
  • Penyakit kuning.
  • Kelainan Fisik dari Lahir
  • Kurang nutrisi yang dapat mendukung tumbuh kembang.
  • Rekam jejak orang tua saat berjalan pertama kali (apakah mengalami keterlambatan juga atau tidak).

Cara Melatih Anak Berjalan

  • Pancing anak berjalan dengan mainan 
  • Menggunakan alat bantu seperti push walker untuk memicu anak untuk percaya diri berjalan
  • Apresiasi anak saat mulai belajar berjalan 
  • Hindari penggunakan baby walker  
  • Stimulasi anak berjalan dengan menuntunnya dan membantu menyeimbangkan badannya

 

 


Untitled-design-40.png
05/Nov/2021

Berenang memang menjadi salah satu olahraga yang paling banyak digemari,Selain menyenangkan, rutin berenang juga dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. kini balita pun banyak yang sudah mahir dalam olahraga air ini.Mengajarkan berenang sejak dini juga bisa membantu perkembangan motorik pada anak. Pasalnya saat bayi, otak memiliki kecenderungan meniru dan menyerap semua hal seperti informasi dan stimulasi yang diberikan.

lantas, umur berapakah yang tepat untuk bayi berenang?

Pada dasarnya tidak ada batasan umur yang jelas kapan bayi boleh mulai diajak berenang, Bahkan Bayi sebenarnya sudah bisa berenang sejak ia lahir. Meski begitu, Menurut beberapa ahli kunjungan pertama ke kolam renang bisa dimulai saat bayi berusia 4-5 bulan. Dengan catatan kolam renang tersebut aman, memiliki ventilasi yang baik dan suhu airnya paling tidak 29 derajat C, atau lebih baik 30-31 derajat C.

Buatlah suasana yang nyaman agar bayi tidak merasa panik dan takut.Durasi berenang juga harus diperhatikan dengan akurat.Jangan sampai anak berendam di dalam air lebih dari 10 menit dan bisa ditingkatkan seiring berjalannya waktu.

Mengenalkan bayi pada air dapat dilakukan dengan berbagai cara.Orang tua bisa memulainya dengan gerakan lembut.Berayun ke sisi kanan dan kiri, atau atas dan bawah.Menjaga keamanan bayi saat mulai berenang juga aspek yang sangat penting.Pegangi dan terus awasi bayi sepanjang waktu.

 


Untitled-design-41.png
03/Nov/2021

Bedak tabur bayi biasanya terbuat dari bubuk talcum atau tepung jagung.Pemakaian bedak tabur dapat menjaga kulit bayi tetap kering,halus,dan wangi. Orang tua juga biasanya memakai bedak bayi untuk mencegah risiko biang keringat dan  ruam popok  di sekitar bokong dan area kelamin bayi. 

Risiko Pemakaian Bedak Bayi

-Iritasi Kulit

Bayi yang masih dalam masa perkembangan mempunyai kulit yang masih sensitif.Kondisi kulit yang masih rentan dan sensitif ditambah pemakaian bedak bayi berisiko mengakibatkan iritasi kulit.Penggunaan bedak yang tak diiringi dengan usaha menjaga kebersihan dengan baik akan menyebabkan atau memperparah ruam popok.

-Gangguan Pernapasan 

Partikel bedak yang kecil dengan tekstur yang sangat halus bisa dengan mudah mengepul pada udara dan mudah terhirup oleh bayi.Partikel yang terhirup dapat memicu iritasi di saluran pernapasan bayi serta menyebabkan gangguan pernapasan, seperti batuk-batuk, sesak napas,hingga problem pernapasan yang cukup serius

-Kanker

Bedak tabur yang berasal dari bubuk talcum dinilai bisa memicu risiko kanker,sebab bedak tabur talcum umumnya mengandung zat berbahaya bernama asbes, yaitu zat karsinogenik yang mengakibatkan pertumbuhan sel kanker. Saat zat asbes ini terhirup dalam jangka waktu lama,bayi akan beresiko terkena kanker paru-paru.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) masih memperbolehkan penggunaannya dengan beberapa syarat berikut:

  • Pilih bedak yang terbuat dari bahan talkum.
  • Tuang bedak pada telapak tangan Anda, kemudian usapkan tipis dan merata sebelum menggunakannya pada bayi Anda.
  • Utamakan bagian lipatan tubuh bayi yang sudah kering.
  • Hindari penggunaan bedak bayi pada sekitar wajah karena berisiko terhirup.
  • Hindari penggunaan bedak dengan kapas atau puff powder karena menyebabkan partikel bedak beterbangan dan berisiko terhirup.
  • Bedak cair dapat menjadi pilihan.

Untitled-design-42.png
29/Oct/2021

Ruam merupakan bentuk dari adaptasi kulit bayi dengan lingkungannya yang baru. Anak yang baru lahir dan di bawah 1 tahun cenderung sering mengalami munculnya ruam merah pada kulit bayi ,hal tersebut dikarenakan perlindungan kulit bayi belum sempurna sebelum berusia 1 tahun.

Menurut Ketua Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI), Dr. Srie Prihianti, SP.KK, struktur ikatan kulit bayi masih belum kuat dan cenderung berongga. Hal ini membuat kulit bayi menjadi 40-60% lebih sensitif dibanding kulit orang dewasa.Gejala ruam biasanya ditandai dengan timbulnya rasa gatal, kemerahan, bentol, mengelupas, bersisik, atau iritasi yang terjadi pada kulit.

 Cara Mengatasi Ruam Pada Kulit Bayi 

  • Pilihlah pakaian bayi yang yang berbahan katun karena lembut dan tidak menimbulkan alergi. 
  • Rajinlah Membersihkan kasur dan tempat tidur bayi dari serangga atau kuman penyebab ruam kulit
  • Patikan Popok yang digunakan cocok degan anak dan tidak terlalu ketat
  •  mengganti popok sesering mungkin untuk memastikan area tersebut bersih dan tidak dalam keadaan lembab 
  • Gunakan pembersih ringan untuk membersihkan area yang mengalami ruam.
  • Hindari makanan yang memicu timbulnya alergi.
  • Krim, salep, dan bedak adalah produk-produk yang bertujuan untuk menenangkan kulit bayi yang sakit atau menciptakan penghalang pelindung untuk kulit yang teriritasi.

Meskipun ruam kulit pada bayi adalah kondisi yang normal dan tidak berbahaya, akan lebih baik ibu waspada dan memeriksakan anak ke dokter jika ruam bertambah parah atau tidak merespons pengobatan dalam 2 atau 3 hari.

Terutama bila bayi sampai mengalami ruam kulit disertai demam atau mengalami pergerakan yang lambat. Jika ibu melihat ada benjolan kuning, berisi cairan (pustula) dan daerah kerak berwarna madu. Ini mungkin infeksi bakteri yang membutuhkan antibiotik.

Sedangkan gejala infeksi ragi, biasanya menunjukkan tanda-tanda ruam merah bengkak dengan sisik dan lesi putih, jerawat merah kecil di luar area popok, serta kemerahan di lipatan kulit bayi. Terkadang perubahan sederhana justru membawa kesembuhan pada ruam kulit bayi.


Untitled-design-43.png
27/Oct/2021

Kejang demam atau bisa disebut step biasanya dipicu oleh demam tinggi yang dialami oleh anak,bukan kelainan di otak.. Namun, tidak menutup kemungkinan juga anak akan mengalami kejang sekalipun demamnya tidak terlalu tinggi. Beberapa hal yang dapat membuat anak menderita penyakit step, yakni: Infeksi, baik infeksi virus maupun bakteri.

Gejala Kejang Demam

Kejang demam ditandai oleh terjadinya kejang saat demam. Gejala kejang demam adalah hentakan pada tungkai dan lengan yang berulang (kelojotan), mata mendelik ke atas, dan anak kehilangan kesadaran.

Kejang demam biasanya terjadi kurang dari 2 menit. Namun pada beberapa kasus, kejang demam dapat terjadi hingga 15 menit. Anak yang mengalami kejang demam akan langsung sadar setelah kejang reda, walaupun tampak bingung atau lelah. Biasanya kejang juga tidak berulang dalam kurun waktu 24 jam. Kejang demam seperti ini disebut kejang demam sederhana.

Berikut Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan saat Anak Mengalami Step:

  • Letakkan anak di tempat yang aman,jauhkan dari benda-benda tajam
  • Longgarkan Pakaian terutama di sekitar leher. Jika memungkinkan, lepaskan pakaian dari pinggang ke atas.
  • memasukkan apapun ke dalam mulut anak.
  • Jangan memaksa untuk menahan gerakan tubuh anak. Cukup jaga agar posisi tubuhnya tetap aman.
  • Posisikan anak miring atau tengkurap. Ini juga penting dilakukan jika lidah tampak menghalangi pernapasan.

Kondisi Kejang Demam yang Membutuhkan Penanganan Darurat

  • Kejang selama lebih dari 5 menit.
  • Kejang hanya pada beberapa bagian tubuh, bukan seluruhnya.
  • Kesulitan bernapas dan wajah atau bibirnya menjadi kebiruan.
  • Kejang berulang dalam waktu 24 jam.

Baca Juga : List Digital Marketing Tools Dasar Yang Harus Kalian Ketahui!

 


Untitled-design-44.png
22/Oct/2021

Penyebab Anak Terlambat Bicara 

  • Kelainan pada rongga mulut atau kelinan pada lidah.Dalam kondisi yang disebut ankyloglossia (pengikat lidah) ini, lidah anak terhubung ke dasar mulut.Kondisi ini dapat mempersulit pembuatan suara tertentu, terutama: D L R S T Z th. 
  • Gangguan Pendengaran.
  • Kurangnya stimulasi.Lingkungan memainkan peran penting dalam perkembangan bicara dan bahasa.
  • Gangguan spektrum autisme
  • Disabilitas intelektual

Cara Mengatasinya

1. Terapi wicara-bahasa Pengobatan lini pertama adalah terapi wicara-bahasa.

Jika bicara adalah satu-satunya keterlambatan perkembangan, ini mungkin satu-satunya pengobatan yang diperlukan.Dengan intervensi dini, anak Anda mungkin memiliki kemampuan bicara yang normal pada saat mereka masuk sekolah. Terapi wicara-bahasa juga bisa efektif sebagai bagian dari keseluruhan rencana perawatan jika ada diagnosis lain. Terapis wicara-bahasa akan bekerja secara langsung dengan anak Anda, serta menginstruksikan Anda tentang cara membantunya.

2. Mengobati kondisi yang mendasarinya

Saat keterlambatan bicara terkait dengan kondisi yang mendasari, atau terjadi dengan gangguan yang hidup berdampingan, penting juga untuk mengatasi masalah tersebut.Seperti gangguan pendengaran,masalah pada mulut dan lidah.

Cara mendorong anak dalam berbicara yang dapat dilakukan oleh orang tua:

  • Ajak Si Kecil sering berbicara atau bercerita.Hal ini bisa membantu Si Kecil memahami objek tertentu melalui perkataan Bunda. Terapkanlah hal ini pada kegiatan lainnya, seperti saat mandi, memberikan makan, atau mengganti popok.
  • Belajar sambil bermain.Bermain adalah cara paling ampuh untuk mengajak Si Kecil berinteraksi sambil memberikan pelajaran agar lebih tanggap atas apa yang Anda ucapkan.
  • Nyanyikan lagu sederhana yang mudah diulang.
  • Ajak Sikecil Bersosialisasi dengan lingkungan di luar rumah.
  • Puji perkembangannya.Selalu beri pujian, senyuman, dan pelukan tiap kali Si Kecil mengeluarkan suara atau kosakata baru yang baik. Pada umumnya, bayi belajar berbicara dari reaksi orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga : Ini Alasannya Mengapa Membuat Mailing List Itu Penting!


21/Oct/2021

1.Sajikan makanan dengan tampilan yang menarik

Menyiasati sajian makanan juga bisa menjadi jalan tempuh sebagai cara mengatasi anak yang susah makan. Namun tetap perhatikan porsi makan anak sesuai dengan usianya.Seperti membuatnya lebih warna-warni ,membentuk nasi menjadi berbentuk wajah, kemudian menggunakan sayur dan lauk sebagai pemanisnya.Berkreasilah dengan cara Anda sendiri untuk menemukan variasi tampilan yang menarik di piring makan anak.

2. Buat waktu makan yang teratur

Buatlah jadwal makan yang tetap, yaitu 3 kali waktu makan utama dan 2 kali makan camilan setiap hari,berikan waktu Si Kecil makan selama 30 menit.Ini juga sekaligus mengajarkan anak tentang rutinitas. Dengan begitu, anak tahu apa yang harus dilakukannya pada waktu-waktu tertentu.

3.Buat waktu makan senyaman mungkin

Cara lain yang mungkin bisa mengatasi anak susah makan adalah dengan mengundang beberapa temannya ke rumah untuk makan bersama.Biasanya, saat makan bersama teman, anak menjadi lebih bersemangat.Jauhkan anak dari televisi, hewan peliharaan, dan mainan saat makan agar ia lebih berkonsentrasi. Biarkan anak mengambil makanannya sendiri dengan tangannya jika ingin. Ini memberikannya kesempatan untuk belajar berbagai tekstur makanan.Anak juga akan merasa lebih nyaman untuk makan sendiri dan ini merupakan suatu pembelajaran tanggung jawab pada anak.

4.Perkenalkan makanan baru secara perlahan

Kadang kala, kondisi anak susah makan dikarenakan ia belum terlalu terbiasa dengan makanan yang Anda sajikan.Perkenalkan makanan baru dengan bertahap. Perkenalkan sedikit demi sedikit dahulu baru kemudian dilanjutkan ke porsi yang agak banyak setelah anak mulai terbiasa.

5.sabar

Ingatlah bahwa ternyata 30 persen anak-anak melalui fase tidak menginginkan makanan apapun. Banyak alasan seperti gigi tumbuh, perut tidak enak, hingga tidak suka dengan menu yang dihidangkan.

Baca Juga: Manfaat Virtual Account untuk Bisnis Toko Online Anda

 


Desain-tanpa-judul7.png
19/Oct/2021

Perilaku membentak anak hampir tak bisa lepas dari kehidupan orang tua.Walaupun marah adalah hal yang manusiawi, namun sebaiknya kita sebagai orang tua sedapat mungkin menahan diri untuk tidak melakukannya kepada anak.Terlebih jika luapan itu dikeluarkan dalam bentuk kata-kata kasar, omelan hingga membentak Si Kecil.

Menurut penelitian National Institutes of Health, berteriak atau membentak anak dapat membuat anak-anak lebih agresif, secara fisik dan verbal. Berteriak atau membentak anak adalah bentuk meluapkan emosi. Hal ini membuat takut anak-anak dan membuat mereka merasa tidak aman.

Dampak Buruk dari Perilaku Membentak Anak

dampak membentak anak:

  • Anak akan takut untuk mencoba hal yang baru
  • Anak akan mempunya pribadi yang tidak percaya diri
  • Memiliki sifat pemarah dan egois
  • Menjadi pribadi yang tertutup
  • Memiliki sifat yang keras kepalamdan suka membantah

Cara Menghindari Perilaku Membentak:

  • Kenali emosi dan perasaan.Agar terhindar dari bahaya membentak anak, pahamilah apa yang membuat Anda lepas kendali dan terbawa emosi. Misalnya, ketika merasa lelah sepulang kerja atau situasi lainnya di mana Anda menjadi lebih sensitif.
  • Ingat bahwa kepribadia anak adalah hasil dari didikan dan bimbingan orang tua,bahkan jika itu berbentuk bentakan.
  • Tarik napas dalam dalam

Baca Juga :4 Hal Harus Diperhatikan Pada Motor Setiap Bulan


Desain-tanpa-judul8.png
18/Oct/2021

MPASI atau Makanan Pendamping Air Susu Ibu adalah makanan atau minuman bergizi seimbang yang diberikan kepada bayi berusia 6-24 bulan dengan takaran tertentu guna memenuhi kebutuhan gizi bayi. MPASI juga makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga namun tidak serta merta menggatikan peran ASI.Untuk mengolah MPASI pun tidak boleh sembarangan, karena pengolahannya berbeda dengan makanan orang dewasa.

Tanda-Tanda Bayi Siap Makan 

Bunda harus tau, MPASI wajib diberikan kepada bayi di atas usia enam bulan ya. Memasuki usia ini, anak membutuhkan nutrisi tambahan agar pertumbuhannya lebih optimal.Selain itu umumnya bayi menunjukkan beberapa tanda seperti duduk sendiri tanpa bantuan dan dapat menegakkan kepala. Si kecil menunjukkan 

Hal yang Harus Diperhatikan saat Memulai Pemberian MPASI

1. Tepat waktu

ESPGHAN (Asosiasi Dokter Anak Khusus Nutrisi dan Pencernaan di Eropa) merekomendasikan pemberian MPASI paling cepat pada usia 12 minggu, dan tidak lebih lambat dari usia 26 minggu (6 bulan). Pemberian MPASI terlalu dini berisiko menyebabkan infeksi saluran cerna, alergi, dan obesitas. Sedangkan jika terlalu lambat akan menyebabkan kekurangan asupan gizi hingga stunting. Oleh karena itu, konsultasikan ke dokter anak untuk menilai apakah Si Kecil sudah boleh mulai diberikan makanan pendamping ASI.

2. Cukup (adequate)

Menu MPASI yang diberikan disarankan mengandung kebutuhan nutrisi yang tidak dapat dipenuhi lagi oleh ASI, terutama jumlah energi, protein, zat besi, dan zinc. Tidak ada satu jenis makanan yang dapat memenuhi semuanya. Oleh karena itu, berikan MPASI yang bervariasi dan mencukupi sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak, serta mikronutrien, yaitu vitamin dan mineral. Menu seperti ini dikenal dengan menu lengkap. Kenalkan buah dan sayur dalam jumlah kecil dengan memerhatikan asupan dan komposisi karbohidrat, protein, dan lemak pada MPASI. Berikanlah MPASI dari bahan makanan yang biasa keluarga makan. Contohnya ikan kembung, yang ternyata memiliki kandungan protein yang tidak jauh berbeda dari ikan salmon. Dan bahkan, kandungan zat besi dan DHA ikan kembung lebih tinggi dibanding ikan salmon yang cukup favorit menjadi menu MPASI.

3. Aman dan higienis (safe)

Perhatikan kebersihan tangan, bahan, dan peralatan MPASI selama proses persiapan, pembuatan, penyimpanan, dan penyajian MPASI. Pisahkan talenan untuk memotong bahan makanan mentah dan bahan makanan matang. Cucilah tangan sebelum mempersiapkan MPASI, dan sebelum menyuapi Si Kecil.

Bakteri penyebab kontaminasi dapat tumbuh di makanan, simpan MPASI di kulkas dengan suhu kurang dari 5 derajat Celcius (kulkas bawah). Simpan daging dan ikan dalam plastik, dan letakkan terpisah dari makanan yang telah dimasak. Makanan yang disimpan dalam suhu ruang (5-60 derajat Celcius), hanya dapat bertahan selama 2 jam.

MPASI yang matang dapat disimpan di lemari es (dengan suhu kurang dari 5 derajat Celcius), untuk pemberian makan selama sehari setelah disimpan dalam wadah tertutup. Lama penyimpanan tergantung dari jenis bahan makanan yang digunakan. MPASI yang disimpan beku dapat dihangatkan dengan direndam air bersama plastik pembungkus makanan, dan pastikan mengganti air setiap 30 menit. MPASI dapat juga dihangatkan menggunakan microvawe, namun perlu diperhatikan bahwa panas yang dihasilkan tidak tersebar merata. Perlu diingat, makanan beku yang telah dihangatkan tidak baik untuk dibekukan kembali.

4. Diberikan dengan cara yang tepat (properly fed)

Pemberian MPASI diberikan dengan cara yang responsif (responsive feeding), artinya pemberian MPASI ini harus konsisten sesuai sinyal lapar dan kenyang dari Si Kecil. Walaupun diberikan dengan cara yang responsif, pemberian MPASI tetap perlu jadwal yang teratur, yaitu tiga kali makanan utama dan dua kali makanan kecil di antaranya, dengan waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit.

Dalam memberikan MPASI, ciptakan suasana makan yang menyenangkan (tidak ada paksaan), serta tidak ada distraksi (mainan, televisi, perangkat permainan elektronik). Tawarkan selalu jenis makanan yang baru. Terkadang butuh pengenalan 10-15 kali agar makanan dapat diterima dan dimakan oleh Si Kecil. Sajikan jenis makanan baru bersama dengan makanan yang disukai Si Kecil.

Baca Juga: Modal Usaha: Pengertian,Jenis,Hingga Cara Mendapatkannya


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak