Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Desain-tanpa-judul9.png
16/Oct/2021

Tantrum adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan dan, dalam beberapa kasus, kekerasan.

Seorang psikolog perkembangan anak, Belden, tantrum adalah hal yang normal terjadi pada setiap anak sebagai bagian dari proses perkembangannya.Namun, orangtua perlu mengetahui tanda tantrum pada anak yang sudah melebihi batas. Berikut tandanya:

  • Memiliki frekuensi mengamuk yang sering.
  • Mengamuk dalam waktu yang lama.
  • Saat mengamuk, melakukan kontak fisik dengan orang lain.
  • Marah sampai melukai diri sendiri.

Tanda di atas bisa menjadi risiko gangguan emosional pada anak. Oleh sebab itu, jika sudah dirasa berlebihan Anda bisa berkonsultasi pada dokter.

Penyebab Tantrum pada Anak

1.Lingkungan

Tantrum bisa saja disebabkan karena anak merasa kewalahan oleh sesuatu. Jadi, bila Si Kecil sering tantrum ketika berada di lingkungan tertentu, berhentilah sejenak dan perhatikan hal apa di lingkungan tersebut yang menyebabkan anak mengamuk. Apakah mungkin karena tempat tersebut terlalu banyak orang? Atau lingkungan tersebut terlalu berisik? Terlalu sempit? Terlalu banyak warna? Atau apakah anak mengamuk karena terlalu sering disentuh orang lain?

2.Ketakutan

Kemungkinan lain penyebab tantrum pada anak adalah ketakutan. Bila kamu takut laba-laba, coba bayangkan bagaimana perasaanmu bila suatu hari nanti bertemu dengan laba-laba? Tentunya kamu akan merasa takut yang luar biasa bukan? Bila penyebab tantrum pada anak kamu adalah rasa takut, pikirkanlah cara bagaimana kamu dapat membantu anak untuk belajar mengendalikan rasa ketakutannya saat melihat bahaya.

3.Orang Tertentu

Tantrum pada anak kadang-kadang juga dapat dipicu oleh orang tertentu. Misalnya, Si Kecil mungkin baru saja bertengkar dengan saudaranya. Pada kebanyakan kasus, anak-anak yang tantrum karena hal ini dapat membaik dengan sendirinya tanpa campur tangan orangtua. Namun, bila amarahnya tidak kunjung membaik dan malah memburuk, segeralah lakukan sesuatu untuk menenangkan anak.

4.Waktu Tertentu

Perhatikan juga apakah tantrum anak terjadi pada waktu-waktu tertentu? Bila iya, kemungkinan anak bergumul dengan sesuatu yang berkaitan dengan apa yang terjadi pada waktu itu. Misalnya, Si Kecil tantrum setiap kali ayah atau ibu akan pergi meninggalkan rumah untuk bekerja. Bila demikian, cobalah memberi pengertian pada anak mengenai hal itu dan berilah waktu perpisahan yang sedikit lebih lama bagi anak.

5.Kata-Kata Tertentu

Coba pikirkan apakah ada kalimat yang ayah atau ibu ucapkan yang menjadi pemicu tantrum pada anak? Misalnya, ayah atau ibu mungkin melarang Si Kecil melakukan sesuatu dengan menakut-nakutinya atau mengancamnya, sehingga membuat anak mengalami tantrum. Bila kata-kata ayah atau ibu yang menjadi penyebab tantrum anak, cobalah untuk memikirkan kalimat atau cara mendisiplinkan anak yang lebih baik.

6.Ke-Plin-Plan-an Orangtua

Menjadi orangtua memang sangat menyibukkan dan melelahkan, sehingga wajar saja bila orangtua mudah kehilangan konsistensi alias menjadi plin-plan. Jadi, ketika ayah atau ibu mengatakan pada anak bahwa ia boleh bermain sekarang juga, lalu tiba-tiba berubah pikiran dan mengatakan pada anak bahwa ia baru boleh main setelah makan malam, hal ini bisa membuat anak marah dan akhirnya mengalami tantrum.

Baca Juga : Pentingnya marketing dalam bisnis!


Desain-tanpa-judul10.png
14/Oct/2021

1. Orangtua selalu menganggap anak sebagai anak-anak

Tentu secara usia sebagai orangtua kamu lebih dewasa dibandingkan anak-anakmu. Akan tetapi, bukan berarti kamu bisa terus menganggapnya sebagai anak kemarin sore. Dia akan terus tumbuh dan menjadi remaja hingga dewasa.Memperlakukan dia seperti anak-anak terus hanya akan membuatnya tidak diakui. Kalau sudah begitu, mana bisa anakmu merasa nyaman untuk terbuka sama kamu?

2.Malas dan acuh terhadap cerita anak

Giliran anaknya lebih aktif dalam berkomunikasi, kamu sebagai orang tua jangan sampai malah menunjukan respon yang malas atau acuh saat mendengarkannya bercerita ya. Seaktif apapun anak, jika sering kamu cuekin saat ia sedang bercerita, jangan heran kalau anakmu tidak akan lagi mau bercerita.Jangan pula kecewa kalau kamu selalu jadi orang paling akhir yang mengetahui tentang masalah apapun tentang anakmu.

Baca Juga: Peran Orang Tua dalam Stimulasi Anak

3. Menyepelekan pendapat anak meskipun masukannya ada benarnya

Merasa superior hanya karena posisimu sebagai orang yang lebih dewasa, itu sih salah besar. Jika demikian kamu akan terus meremehkan pendapatnya. Padahal bisa saja apa yang dia sampaikan ada benarnya juga. Terus disepelekan oleh orangtuanya sendiri seperti itu, jangan heran kalau anakmu jadi semakin tertutup dan takut berpendapat. Lebih lanjut, efeknya bisa membuat kepribadian dia menjadi tidak percaya diri, lho. Fatal juga kan!

4. Kurangnya Afeksi Kepada Anak

Afeksi adalah keterkaitan emisi atau perasaan pada anggota keluarga, baik secara negatif maupun positif. Afeksi terbaik yang harus ditunjukkan adalah afeksi positif. Afeksi jenis ini berisi hubungan yang hangat, memiliki kasih sayang dan sensitivitas. Orangtua dapat menjaganya dengan melakukan skinship pada anak. Walaupun kebanyakan anak usia puber mulai tidak nyaman dengan hal ini, tapi memberikan sedikit pelukan dan ciuman akan membuat sang anak memahami bahwa dirinya sangat berarti. Berikan juga pujian bagi anak seusai ia berpendapat atau berkarya sehingga ia lebih termotivasi untuk meningkatkan performa kerjanya.

5.Negative thinking

Anak bercerita, bukan untuk mendapat penghakiman atau vonis bersalah darimu. Ia kerap sudah menyadari betul jika bersalah. Justru anak berbagi cerita dengan harapan ia akan mendapat keberanian saat mengakui kesalahan, dan mendapat ‘suntikan’ motivasi dari orang tuanya agar hatinya bisa merasa jauh lebih baik.

Baca Juga: Tips Sukses Digital Marketing


jonathan-borba-RWgE9_lKj_Y-unsplash-1200x800.jpg
12/Oct/2021

Mempunyai anak yang bertumbuh dan berkembang secara optimal tentunya menjadi dambaan bagi orang tua, selain mencukupi kebutuhan nutrisi dan memantau tumbuh kembang anak setiap harinya,orang tua berperan dalam memberikan stimulasi untuk perkembangan anak, mulai dari stimulasi motorik halus, motorik kasar, bahasa, dan sosialnya. Anak yang secara konsisten diberikan stimulasi tepat sesuai usianya, tentu akan mencapai potensi tumbuh kembangnya secara optimal.

Lakukan stimulasi untuk perkembangan kemampuan kognitif, motorik, komunikasi, dan sosial, dengan cara:

  • Kognitif
    Kognitif merupakan kemampuan intelektual, seperti kemampuan membedakan suara, tekstur, mengingat, dan menganalisis masalah. Kemampuan kognitif dapat dilatih dengan mengajak anak bermain sambil belajar.
  • Motorik
    Motorik mencakup kemampuan bergerak dan keterampilan koordinasi anggota tubuh. Anak yang bermasalah dalam kemampuan motorik mungkin akan kesulitan dalam belajar menulis, berenang, menggambar, menari, berbicara, atau melakukan gerakan yang memerlukan ketepatan, seperti menangkap bola. Melatih kemampuan motorik juga dapat dilakukan sambil bermain.
  • Komunikasi
    Kemampuan komunikasi anak terkait dengan kemampuan menulis, membaca, dan menjalin hubungan interpersonal, baik saat ini maupun saat dewasa nanti. Cara melatih kemampuan ini yaitu dengan mengajak anak bicara, menyanyikan lagu, dan membacakan dongeng, bahkan sejak Si Kecil hanya mampu berkomunikasi dengan cara tersenyum atau menangis.
  • Sosial
    Merangsang kemampuan sosial anak bisa dilakukan dengan cara membiarkan anak bermain dengan anak lain, dan mengajarkan anak mengenali serta mengendalikan emosi. Berbagai permainan yang melibatkan imajinasi juga dapat menstimulasi kemampuan ini, misalnya bermain boneka dan masak-masakan.

di luar itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menstimulasi anak:

Baca Juga: Tips Agar Bayi Cepat Merangkak

1. Stimulasi bertahap sesuai umur

  • 0-3 bulan: paparkan dengan suara, misalnya lewat suara ibu dan ayah atau musik. Aktivitas menyusui, sentuhan, pelukan, kontak mata, dan senyuman juga akan membantu. Perlihatkan mainan berwarna terang atau hitam-putih yang bergerak/berputar.
  • 3-6 bulan: panggil nama anak, ajak bermain, ajak bercermin, dukung bayi untuk tengkurap, tarik tubuh bayi ke posisi duduk.
  • 6-9 bulan: ajari melambaikan tangan, tepuk tangan, bersalaman, menunjuk benda, duduk.
  • 9-12 bulan: ajari anak untuk mengucapkan kata-kata ‘mama’, ‘papa’, ‘bobo’, dan ‘mimi’. Ajak berdiri, memegang cangkir dan minum dari cangkir, atau meniru tindakan.
  • 12-18 bulan: ajari menunjuk gambar, mengombinasikan kata, menyusun kubus secara vertikal, menggunakan sendok. Ajak secara bertahap untuk berjalan, naik tangga,  berlari-menendang bola.
  • 18-24 bulan: ajari untuk menyebutkan nama gambar, nama bagian tubuh, serta nama aktivitas sehari-hari. Ajak mencuci dan mengeringkan tangan, memakai pakaian, menggosok gigi.
  • 2-3 tahun: anak distimulasi untuk dapat menyebutkan nama saudara atau temannya, menyebutkan warna, mengenal kata sifat, menghitung mainan, membuat garis vertikal mengikuti contoh, menggosok gigi, serta membantu pekerjaan rumah.
  • 3-5 tahun: toilet training, menggambar lingkaran/persegi mengikuti contoh serta mulai kenalkan pada huruf dan angka. Stimulasi untuk dapat menyampaikan pendapat dan berdiskusi mengenai suatu hal sederhana, misalnya cerita pendek.

2. Observasi kemampuan anak.

memerhatikan perilaku dan kondisi anak ketika bermain. Hal ini penting karena bisa untuk memantau perkembangan kemampuan motorik anak. Jika nantinya membutuhkan bantuan, Moms dapat mendiskusikan dengan ahli melalui screening tumbuh kembang anak.

3. Waktu

Perkembangan otak terpesat terjadi sampai usia dua tahun. Pada masa ini stimulasi sangat penting. Stimulasi harus dilakukan setiap hari dan sesering mungkin. Lakukan saat anak dalam kondisi nyaman; misalnya: saat anak tidak sedang lapar, haus, atau mengantuk.

Baca Juga: 5 Kesalahan Penyebab Bisnis Gagal


30/Mar/2021

Merangkak adalah salah satu tahap perkembangan pada bayi, sebelum mereka beranjak untuk berjalan, bertumpu dengan kedua kakinya yang mungil.

Proses belajar merangkak menjadi hal yang cukup rumit namun di saat yang sama juga terasa mudah.

Sebenarnya merangkak adalah perkembangan alami pada bayi yang terjadi saat bayi sudah siap.

Namun, perlu diketahui, perkembangan setiap bayi berbeda beda , jadi bunda tidak perlu terlalu khawatir dan membandingkan tahapan perkembangan si kecil dengan yang lainnya.

 

berikut beberapa tips and trik agar bayi cepat merangkak :

 

 

  1. Mainan

 

Bermain dengan mainan favoritnya

Ajaklah bayi bermain dengan mainan favoritnya, gunakan mainan kesukaan yang mempunyai warna yang mencolok. Bermainlah dengan bayi dengan cara menggeser-geser mainan hingga bayi bisa meraihnya sambil merangkak. Ini sangat berguna untuk melatih agar bayi bisa merangkak dengan lancar.

 

  1. Ajak bayi merangkak di lantai

 

Bayi lebih cepat mempelajari cara merangkak saat dia melihat orangtua atau saudaranya melakukannya. Bayi bisa meniru gerakan dan berusaha untuk merangkak. Orangtua juga bisa memancingnya dengan mainan agar dia mau bergerak ke arah mainan itu.

 

  1. Tummy time / latihan tengkurap

 

Saat bayi dalam keadaan bangun, biarkan ia tengkurap. Latihan tengkurap bisa dilakukan jauh sebelum bayi siap untuk merangkak.

 

Kemudian, bermainlah dengannya dalam posisi yang tersebut. Saat tengkurap sambil mengangkat kepala maupun kaki itulah secara otomatis bayi akan melatih otot perut yang berguna dalam tahapan merangkak nantinya.

 

  1. Sediakan ruang yang nyaman untuk merangkak

 

Atur ruangan yang cukup nyaman dan lantai yang bersih supaya dapat dijelajahi dengan aman oleh bayi bunda. Karpet yang lembut akan membantu bayi untuk bergerak lebih mudah.

 

  1. Melakukan pijat

 

Jika bayi Bunda sulit mendapatkan stimulasi untuk merangkak, ada baiknya bunda melakukan pijat seperti terapi okupasi, senam, dll. Jika ini tidak bekerja, langsung berkonsultasi dengan dokter yang ahli dibidangnya.

 

  1. Pancing dengan suara

 

Saat Si Kecil merangkak, ia juga mulai untuk mengeksplorasi segalanya, termasuk mulutnya. Bayi akan mencari apa saja untuk dimasukkan ke mulut dan ini adalah hal normal. Bayi akan mencoba mengenal ukuran, rasa, tekstur, lewat mulutnya. Jadi, siap-siap jika segala hal yang ada di rumah akan mengandung air liur si kecil .

 

Untuk mengimbangi eksplorasi mulutnya, latihlah pendengarannya dengan suara. Bisa dengan musik, panggilan, maupun tepuk tangan. Selain itu, memancing anak dengan benda berwarna mencolok juga bisa melatih matanya untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

 

Untuk mengimbangi eksplorasi mulutnya, latihlah pendengarannya dengan suara. Bisa dengan musik, panggilan, maupun tepuk tangan. Selain itu, memancing anak dengan benda berwarna mencolok juga bisa melatih matanya untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.


29/Mar/2021

Menangis adalah cara bayi berkomunikasi untuk menyampaikan rasa tidak nyaman atau saat ia membutuhkan sesuatu. Oleh karena itu, bayi menangis atau rewel bisa disebabkan oleh berbagai hal.

 

Cara menenangkan bayi terkadang masih belum diketahui beberapa orang tua. Pada umumnya, bayi memang lebih sering menangis tiba-tiba .

 

Ada saat-saat tertentu ketika bayi cenderung banyak menangis dan tidak bisa ditenangkan ,  Umumnya ini terjadi di sore atau malam hari .

 

Tapi, tak perlu panik, karena biasanya bayi menangis untuk mencari kenyamanan, maka cobalah lakukan sesuatu yang bisa membuatnya nyaman .

 

Berikut beberapa  tips menenangkan bayi ketika rewel :

 

 

  1. Membedong bayi

 

Caranya adalah dengan menempatkan kain bedong atau selimut pada tubuh bayi, lalu lipat secara perlahan hingga ia merasa nyaman. Namun, membedong bayi baru lahir perlu dilakukan dengan teknik yang tepat agar bayi tidak merasa kesakitan.

 

Hindari kebiasaan membedong bayi terlalu kencang karena bisa membuatnya merasa kurang nyaman dan mengganggu pertumbuhan tulang tubuhnya, misalnya tulang panggul.

 

Perlu diingat pula bahwa membedong bayi sebaiknya mulai dihentikan ketika usianya sudah mencapai 2 bulan. Hal ini dikarenakan saat usia tersebut, bayi mulai belajar berguling sehingga ia bisa merasa kurang nyaman untuk bergerak apabila ia dibedong. Selain itu, bayi juga berisiko tercekik kain bedongnya ketika berguling .

 

  1. Menciptakan suara bising atau white noise

 

Di dalam rahim terdapat berbagai suara. Menciptakan suara bising kecil atau white noise dapat membantu bayi merasa seperti kembali ke dalam rahim.

Hal ini dapat dilakukan sebagai cara mendiamkan bayi menangis. Bunda dapat menciptakan suara bising dengan menyalakan kipas angin, penyedot debu, shower, keran air, atau radio.

Suara geraman penyedot debu mungkin terdengar mengganggu bagi bunda . Namun, banyak bayi yang tenang saat mendengar suara itu karena mirip dengan deru suara tubuh yang didengarnya dalam rahim.

 

  1. Mengayun bayi

 

Di dalam rahim, bayi terbiasa dengan banyak gerakan. Mengayun bayi dalam ayunan dapat membantunya tenang dan tertidur.

Selain itu, goyangan dalam kereta bayi, kursi goyang, atau mobil juga dapat membuatnya tenang karena mengingatkannya dalam rahim.

 

  1. Memijat lembut

 

Memijat bayi secara lembut dapat membuatnya merasa tenang dan berhenti menangis. Sebab, sebagian besar bayi senang disentuh.

Bunda mungkin merasa khawatir salah dalam memijat bayi. Selama dilakukan secara lembut dan pelan-pelan, ini biasanya tidak apa-apa dan akan memberi kenyamanan pada bayi.

Sebaiknya, hindari menggunakan minyak atau losion apapun hingga bayi berusia 1 bulan karena dikhawatirkan menyebabkan iritasi. Selain itu, bunda dapat meminta petunjuk pada bidan atau dokter anak untuk memijat bayi .

 

  1. Miringkan tubuh bayi

 

Miringkan tubuh bayi

Salah satu cara menenangkan bayi yang paling mudah dilakukan adalah dengan memposisikan bayi berbaring miring ke samping. Posisi tubuh ini menyerupai posisi bayi ketika ia masih berada di dalam rahim. Oleh karena itu, saat Si Kecil menangis, Bunda dan Ayah bisa coba memiringkan posisinya agar ia merasa lebih tenang dan nyaman.

 

Namun, Bunda dan Ayah tidak boleh meninggalkannya dalam posisi tersebut sendirian, apalagi bila Si Kecil sampai tertidur. Ketika tangisnya mulai mereda dan ia terlihat seakan mulai terlelap, baringkan ia kembali ke posisi telentang.

 

  1. Menghibur bayi

 

Bahkan bayi muda bisa bosan – dan jika mereka melakukannya, itu dapat menyebabkan mereka rewel. Untuk membuat si kecil terhibur, cobalah menceritakan tindakan bunda, penuh dengan suara-suara konyol dan ekspresi animasi. Anda juga dapat mencoba duduk di lantai dengannya dan menunjukkan kepadanya bagaimana mainannya berputar dan berputar.

 

Beberapa bayi suka melihat dan mendengarkan bunda membaca buku papan berima sederhana, sementara yang lain mendapatkan cekikikan jika bunda menyalakan beberapa lagu dan menari bersama mereka.

 

  1. Menyusui bayi

 

Menyusu bisa dilakukan sebagai cara menenangkan bayi menangis. Sebab, terkadang bayi menangis karena mereka lapar. Untuk itu, pemberian ASI mampu membuat mereka kenyang dan berhenti menangis.


29/Mar/2021

Tindik telinga bayi perempuan sudah jadi tradisi dalam masyarakat kita. Namun hal ini tidak bebas risiko.

Para orangtua memilih untuk menindik telinga bayi mereka dengan berbagai alasan , ada yang menganggap agar identifikasi jenis kelamin lebih mudah dilakukan, sehingga orang asing akan langsung tahu bahwa si bayi adalah perempuan.

 

Ada juga yang menganggapnya sebagai adat atau kebiasaan keluarga yang harus dilakukan.

 

Tidak dimungkiri, tindik bayi memang menjadi kebiasaan yang sudah dilakukan sejak dahulu kala. Meski tidak ada larangan mengenai hal itu, setiap orang tua tetap perlu berhati-hati saat melakukannya. Selain itu, orang tua juga harus tahu cara merawat tindik bayi, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan .

 

Berikut tips and trik ketika hendak menindik telinga bayi :

 

 

  1. Kondisi bayi

 

Pastikan saat bunda hendak menindik bayi, tubuhnya dalam kondisi sehat dan bugar. Hal itu untuk mengurangi risiko iritasi atau rasa sakit yang bisa dirasakan bayi nantinya. Setiap kali menusuk kulit bayi,  ada kemungkinan si kecil terserang infeksi. Ini karena bayi masih mengembangkan sistem kekebalan tubuhnya sehingga tubunya sebenarnya belum terlalu kuat.

 

  1. Memilih anting bayi

 

Untuk anting pertamanya, pilih yang bentuknya tusuk, bukan seperti cincin. Pilih yang ukurannya cukup kecil dan rata, sehingga nggak gampang disentuh dan ditarik oleh bayi. Pastikan bagian penutupnya terlindungi dengan baik. Disarankan agar bayi menggunakan anting-anting yang terbuat dari baja khusus (baja ini tidak mengandung nikel) atau emas setidaknya 14 karat. Hal ini untuk menghindari reaksi alergi.

 

  1. Usia

 

Sebagian dokter, akan menyarankan tindik telinga bayi, untuk mengurangi rasa sakit yang akan dirasakan anak, pendapat lainnya adalah bayi tidak mudah nggak berontak ketika ditindik, sehingga lebih aman dan tindik telinga pada anak akan mengurangi risiko tumbuhnya jaringan parut. Namun, di Amerika misalnya, American Academy of Pediatrics atau AAP, menyarankan anak ditindik telinganya ketika ia sudah bisa merawat dirinya sendiri, yaitu usia dua tahun. Atau setidaknya, menunggu hingga usia bayi dua sampai enam bulan. Saran lainnya adalah setelah bayi mendapatkan vaksin tetanus.

 

Pastinya, jika Anda ingin melakukan tindik telinga bayi, Anda mesti lebih dulu berkonsultasi dengan dokter, pastikan semua dilakukan di bawah arahannya.

 

  1. Vaksin tetanus

 

Banyak orangtua yang tidak sabar untuk menunggu sampai 2 tahun untuk menindik bayinya. Kalau bunda adalah salah satunya sebenarnya tidak dilarang. Asalkan bunda tunggu sampai bayi mendapatkan imunisasi pertamanya, yaitu imunisasi tetanus. Saran ini dikeluarkan langsung oleh AAP.

 

Biasanya, vaksin diberikan pada anak sebanyak 4 kali, yaitu di usia 2, 4, 6, dan 15 bulan. Tunggulah sampai usia bayi 2 bulan dan sudah disuntik vaksin, baru ditindik telinganya.

 

  1. Tindik keduanya

 

Meski masih bayi, si kecil sudah bisa merasakan sakit dan trauma, termasuk saat ditindik jarum. Untuk hindari itu, ketika hendak menindik telinga bayi, langsung saja tindik kedua teinganya jangan satu per-satu. Hal itu juga lebih hemat dan memudahkan bunda sehinga tidak perlu bolak-balik .

 

  1. Konsultasi pada tenaga ahli terpercaya

 

Menindik telinga bayi tidak boleh sembarangan. Ketika sudah memenuhi beberapa syarat di atas, ibu juga harus berkonsultasi dengan tenaga ahli untuk masalah ini. Tenaga ahli di sini maksudnya selain dokter adalah orang yang sudah ahli dalam bidang menindik telinga anak. Jangan sekali-kali menindik sendiri telinga bayi .

 

Setelah semua proses menindik selesai , inilah yang perlu bunda terapkan seperti perawatan tindik bayi sebagai berikut :

 

 

  • Bersihkan Anting Anak Secara Rutin

Anda bisa membersihkan anting sebanyak satu sampai dua kali dalam seminggu. Caranya, lepas anting secara perlahan dari telinga anak, lalu bersihkan dengan alkohol atau cairan desinfektan.

 

Anda bisa menggunakan kapas atau cotton bud sebagai alat bantu untuk membersihkannya.

 

  • Perhatikan Kebersihan Telinga si Kecil

Selain membersihkan anting, Anda juga diminta untuk membersihkan telinga bayi secara berkala. Gunakan sabun khusus bayi atau sabun antibakteri yang dioleskan ke cotton bud, lalu bersihkan bagian telinga yang ditindik.

 

Setelah itu, bilas dengan air bersih dan seka menggunakan handuk yang lembut hingga kering sempurna. Lakukan kebiasaan ini secara rutin, agar telinga bayi tidak terinfeksi.

 

  • Waspada Tanda Bahaya

Segera lepas anting bayi jika telinganya terlihat memerah, berkerak, atau meruam. Bisa jadi, anak alergi dengan bahan anting yang digunakan.

 

Jika ruam bayi semakin parah, segera bawa si kecil ke rumah sakit agar infeksi tidak menyebar ke dalam telinga ataupun bagian tubuh lainnya.


27/Mar/2021

Popok memang menjadi perlengkapan yang tidak bisa dipisahkan dari bayi  ataupun balita. Bagaimana tidak, dalam sehari saja bayi bisa berganti popok hingga 10 kali atau bisa lebih dari itu.

 

Memang harus diakui jika popok tidak bisa lepas dari balita. Popok menjadi kebutuhan utama yang harus ada setiap harinya.

 

Pemasangan popok pada balita memang terlihat gampang dan mudah dilakukan, tapi siapa sangka masih banyak persepsi masyarakat Indonesia yang salah paham dalam pemakaian popok pada balita.

 

Selain itu, mengganti popok secara rutin harus diperhatikan Moms secara benar-benar. Jika tidak, kulit balita akan timbul iritasi karena kulit balita lebih sensitif.

 

berikut kesalahan yang sering dilakukan saat mengganti / menggunakan popok bayi :

 

  1. Jarang mengganti popok bayi

 

Berdasarkan hasil riset, rata-rata orang Indonesia mengganti pokok nyaantara 3-6 kali sehari. Namun ternyata frekuensi pergantian popok tersebut masih dikatakan jarang.

 

Menurut dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, dokter spesialis anak mengungkapkan bahwa popok harus diganti setiap kali terisi. Hal ini disebabkan struktur kulit balita sangatlah tipis karena ikatan antar yang masih lemah dan halus. Di Jepang, pergantian popok minimal dilakukan 8 kali sehari.

 

  1. Popok terlalu ketat

 

Seringkali bunda memakaikan popok terlalu ketat agar tidak berceceran saat buang kotoran. Namun siapa sangka jika popok yang terlalu ketat, dapat membuat balita merasa tidak nyaman.

 

Selain itu, timbul guratan pada kulit bagian perut balita. Jika hal itu terjadi, Moms dapat meregangkan perekat popok agar lebih longgar dan pas.

 

  1. Tidak menyesuaikan ukuran popok

 

Bunda, pilihlah popok sesuai dengan berat badan si kecil ya. Karena si baby terus tumbuh dan berkembang, beratnya pun juga akan terus bertambah. Karena itulah, jangan membeli popok yang sama tanpa mengetahui dengan pasti berat badannya.

 

  1. Salah memilih popok

 

Memilih popok untuk bayi bukan perkara yang mudah! Bunda memang harus teliti dalam membelinya dan memperhatikan kenyamanan si Kecil saat memakainya sebab tak semua popok cocok untuk digunakan.

 

Karena itu, jika bunda melihat adanya ruam pada area perut atupun kaki, ada baiknya segera mengganti popok yang digunakan. Sebab, ada kemungkinan  kulit  bayi sensitive terhadap bahan yang digunakan oleh popok tersebut.

 

  1. Membersihkan dengan cara yang salah

 

Kesalahan yang sering dilakukan dalam mengganti popok bayi berikutnya adalah mengenai membersihkan kemaluan bayi sebelum menggunakan popok baru. Bunda harus membersihkan area kemaluan bayi dengan tisu atau kapas basah hingga benar-benar bersih.

 

Pada bayi perempuan misalnya, perhatikan cara membersihkannya dengan baik. Disarankan untuk membersihkan kemaluan bayi dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya. Sebab membersihkan dari area anus ke kemaluan bisa meningkatkan risiko bayi terkena infeksi saluran kemih.

 

Untuk bayi laki-laki, jika belum disunat, bunda harus membuka kulit kemaluannya dan membersihkan sela-selanya agar tidak meninggalkan kuman dan menyebabkan infeksi .

 

  1. Lupa cuci tangan

 

Hal yang paling sering dilupakan saat mengganti popok adalah cuci tangan. Jangan hanya peduli dengan kesehatan balita, pedulilah juga dengan kesehatan diri sendiri.

 

Saat mengganti popok, bunda terpapar kuman. Jika tidak cuci tangan yang kotor tersebut bisa mengenai benda lain yang bisa berakibat buruk bagi kondisi bunda dan orang lain karena penyebaran kumannya.


26/Mar/2021

Kalau membahas produk perawatan bayi, pasti bunda akan memberikan yang terbaik untuk si buah hati kan? Termasuk saat memilih popok bayi yang aman dan nyaman untuknya.

 

Popok merupakan kebutuhan dasar bayi. Biasanya banyak orangtua memilih popok sekali pakai karena lebih praktis. Meski terbilang mudah, bunda perlu memperhatikan bahan dan ukuran yang cocok utuk si kecil.

 

Banyak orang tua yang memilih popok bayi sekali pakai karena dinilai lebih praktis dan mudah digunakan. Namun, di sisi lain, tidak sedikit orang tua yang meragukan keamanan jenis popok bayi tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis popok yang aman agar bayi terhindar dari risiko ruam popok.

 

Berikut tips penggunaan popok bayi yang aman :

 

  1. Bahan penyerap pada popok bayi

 

Bagian tengah popok mengandung olahan ampas kayu yang diberi pemutih dan penyerap polimer. Bahan-bahan tersebut memiliki daya serap tinggi.

 

Akan tetapi, beberapa popok bayi ada yang mengandung senyawa kimia dioksin atau klorin untuk memutihkan ampas kayu. Bahan kimia tersebut sempat menjadi perhatian karena dikhawatirkan dapat menyebabkan kanker.

 

Meski demikian, kadar senyawa dioksin yang terdapat pada popok bayi umumnya sangat rendah, sehingga dianggap aman untuk bayi.

 

Bagian popok yang memiliki daya serap tinggi juga biasanya mengandung bahan polimer, yaitu natrium poliakrilat. Walaupun tidak beracun dan tidak menyebabkan iritasi kulit, bahan ini bisa mengganggu pernapasan bila terhirup.

 

Selain itu, bahan penyerap pada popok bayi sekali pakai juga ada yang mengandung phthalate. Bunda sebaiknya tidak memilih produk popok bayi sekali pakai yang mengandung zat kimia tersebut karena berisiko menimbulkan gangguan pada kesehatan Si Kecil.

 

  1. Parfum

 

Popok sekali pakai ada yang mengandung bahan pewangi atau parfum. Reaksi alergi terhadap bahan pewangi jarang terjadi, namun mungkin saja dialami oleh beberapa bayi yang kulitnya sensitif terhadap parfum.

 

Sebagai alternatif, Bunda dapat menggunakan popok sekali pakai yang terbukti bebas klorin atau menggunakan kapas organik. Selain itu, Bunda juga bisa memilih popok sekali pakai yang bebas lateks, parfum, dan pewarna.

Namun, jika Bunda khawatir dengan popok sekali pakai yang digunakan saat ini, mungkin Bunda bisa beralih ke popok kain. Walau kurang mampu menyerap urine bayi, popok kain memiliki keunggulan, yaitu bebas pewarna dan bahan kimia lainnya.

 

  1. Pilih popok sesuai ukuran bayi

 

Menentukan ukuran popok yang tepat sangat penting. Bila memilih memakaikan popok sekali pakai, pilihlah popok yang sesuai dengan ukuran bayi. Karena popok yang terlalu ketat akan membuat bayi tidak nyaman, dan bisa membuat pantat menjadi lebih lembab. Inilah yang berisiko membuat iritasi pada kulitnya.

 

Bila bunda menemukan ada bekas karet popok pada kulit si kecil, itu menandakan ukuran popoknya terlalu kecil. Cobalah utuk menggantinya dengan ukuran yang lebih besar, atau melonggarkan ikatan karetnya.

 

  1. Sesuaikan harga popok dengan anggaran

 

Soal harga tentu bunda akan mempertimbangkan dengan seksama untuk memilih harga yang cukup ekonomis. Pasalnya, keperluan popok bayi akan meningkat seiring pertumbuhan si kecil.

Untuk itu, pilihlah popok yang sesuai dengan anggaran, namun cocok untuk si kecil.

 

  1. Bahan lapisan popok bayi

 

Lapisan luar biasanya dilapisi dengan plastik yang terbuat dari film polietilena atau bioplastik. Sementara itu, bagian dalam popok yang bersentuhan dengan kulit terbuat dari polipropilena. Kedua bahan tersebut dianggap aman untuk kulit bayi.

 

  1. Pilih bahan popok yang aman bagi kulit si kecil

 

Beberapa bayi mungkin lebih sensitif terhadap merek popok tertentu. Ini bisa ditandakan dengan munculnya kemerahan atau ruam pada kulitnya, seperti di area pantat, dan selangkangan.

 

Disarankan untuk menggunakan popok sekali pakai yang tidak mengandung pewangi apa pun. Jika memilih popok kain, disarankan untuk tidak mencucinya menggunakan detergen yang mengandung pewangi. Sebab, pewangi dapat menyebabkan ruam pada kulit bayi, terlebih pada kulit bayi yang sensitif.


26/Mar/2021

Melihat bayi yang gemuk, tentu saja membuat siapapun merasa gemas. Tangan dan kaki yang empuk, pipi yang gembul, orangtua mana yang tak bangga dengan si kecil yang lucu. Tetapi, di balik gemuknya si kecil, bukan hanya rasa bangga yang muncul, melainkan juga ada bahaya kesehatan yang mengintainya.

 

Obesitas merupakan kondisi yang ditandai dengan berat badan berlebih akibat penumpukan lemak di dalam tubuh. Tak hanya orang dewasa, anak-anak / bayi juga bisa terkena obesitas.

 

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan bayi obesitas, mulai dari faktor keturunan, penyakit tertentu, hingga pola makan tidak sehat. Kondisi ini perlu diperhatikan oleh setiap orang tua, karena obesitas pada anak – anak atau bayi yang tidak ditangani dengan baik bisa memicu berbagai penyakit serius.

 

berikut ini tips mencegah obesitas pada bayi :

 

  1. Beri makanan padat yang sehat

 

Segera setelah bayi bunda siap makan makanan padat, perkenalkan ia dengan buah-buahan dan sayuran, biji-bijian, ikan, dan daging. Percayalah, bayi bunda sebetulnya mau kok mencoba semuanya. Manfaatkan momen ini sebaik-baiknya sebelum nanti tiba masanya ia mulai menjadi picky eater dan membangun preferensinya sendiri terhadap makanan yang disukainya.

 

Meskipun bubur bayi fortifikasi dinilai sehat, jangan berlebihan pula memberikannya dan tetap variasikan dengan bahan makanan lain .

 

  1. . Memberi makan sebelum diminta

 

Kadang beberapa ibu harus menunggu sampai si bayi memberi sinyal lapar. Solusi terbaik untuk menghindari obesitas adalah dengan mengatur waktu makan. Berilah bayi bunda ayahmakan secara teratur.

 

Mengontrol nafsu makan anak menjadi cara terbaik untuk mengatasi obesitas. Ini tentu bukan masalah sepele. Obesitas memiliki banyak efek buruk terhadap kesehatan bayi dan bunda .

 

  1. Kontrol porsi susu formula

 

Beberapa bayi mungkin merasa enggan untuk minum ASI. Dalam hal ini, para orang tua biasanya memberi susu formula sebagai alternatif susu bayi.

 

bayi minum susu formula sebenarnya tidak ada masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika porsi susu formula yang dikonsumsi bayi sudah berlebihan.

 

Oleh karena itu, sebagai orang tua, bunda tetap harus mengontrol porsi susu formula demi menjaga kesehatan bayi dan menghindari bayi dari kegemukan

 

  1. Memantau berat badan bayi ideal

 

Buat para orang tua, rutin memantau status gizi dan tingkat pertumbuhan anak dengan menimbang berat badan si kecil penting dilakukan setiap bulan.

 

Alasan mengapa memantau berat badan bayi secara teratur sangat penting dilakukan karena memberi manfaat, di antaranya :

 

– Menjadi gambaran umum perkembangan fisik bayi

– Mencegah kekurangan gizi atau gizi buruk pada anak

– Mengetahui kelengkapan imunisasi anakMendeteksi gangguan atau penyimpangan tumbuh kembang anak sejak dini

– Mencegah obesitas pada bayi

– Memastikan bayi mendapatkan cukup ASI

 

  1. Hindari merespon tangisan dengan makanan

 

Bayi menangis karena berbagai alasan. Kadang karena lapar, kadang juga karena alasan lain yang mungkin tidak bisa dimengerti langsung oleh bunda. Apabila bayi menangis setelah menyusu, cobalah menghiburnya dengan cara lain, bukan dengan memberikannya susu lagi. Sebab, tidak selamanya bayi menangis karena lapar. Dengan cara ini, bunda dapat menciptakan hubungan yang sehat antara anak dengan makanan, yang akan dibawanya hingga dewasa nanti.

 

  1. Perbanyak aktivitas fisik

 

Ajak bayi bergerak sejak dini. Tidak hanya tiduran sepanjang hari. Bawa si Kecil ke lantai, lakukan tummy time, dorong ia agar bergerak. Buat tempat yang aman bagi mereka untuk menjelajah, belajar berjalan, dan berlari. Ketika ia nanti mulai belajar berjalan, ajak mereka jalan-jalan sesering mungkin, bahkan jika itu hanya mengelilingi penjuru rumah.

 

Jika bunda membangun kebiasaan aktif secara fisik, apalagi didukung oleh seluruh anggora keluarga, anak akan merasa bahwa kegiatan fisik adalah bagian dari keseharian yang normal.

Tidak hanya membantu anak mengelola berat badan yang seimbang, tetapi juga membangun kebiasaan aktif bergerak sampai dewasa nanti.

 

Memulai gaya hidup sehat tak perlu menunggu batas umur tertentu. Sedini mungkin, bayi perlu dibiasakan. Ini tidak hanya membantu anak-anak di masa sekarang, tetapi juga selamanya .


25/Mar/2021

Salah satu faktor paling penting untuk perkembangan bayi yang sehat dan bahagia adalah sentuhan penuh kasih dari ibu. Penelitian menunjukkan bahwa sentuhan dan pijat bayi rutin dari orang tua atau pengasuh adalah faktor yng krusial untuk pertumbuhan, komunikasi, serta proses belajar si kecil .

 

Pijatan lembut terbukti memberikan banyak manfaat baik bagi bayi, apabila dilakukan secara tepat dan rutin.

 

Tidak hanya melalui pijatan, bayi juga dapat merasakan manfaat pijat bayi saat ia bersentuhan langsung atau mendapatkan kontak kulit dengan orang yang memijatnya. Sentuhan fisik ini dapat membuat bayi merasa senang dan nyaman.

 

Waktu yang tepat untuk memijat bayi adalah saat si Kecil tidak terlalu kenyang dan tidak terlalu lapar. Bila si Kecil sedang dalam mood yang baik, ini merupakan waktu yang tepat untuk berinteraksi melalui pijatan.

Memijat sebelum waktu tidur malam juga baik untuk menenangkan dan membuatnya rileks sebelum waktu tidur.

 

Beberapa hal yang perlu bunda siapkan sebelum memijat :

 

– Ruangan yang nyaman dan bebas gangguan untuk melakukan aktivitas pijat bayi.

– Menyiapkan segala keperluan: krim/minyak pijat, handuk, baju ganti.

Memainkan musik yang rileks untuk stimulasi.

 

Berikut manfaat memijat bayi :

 

  1. Membuat bayi merasa lebih tenang dan nyaman

 

Pijatan pada bayi dapat merangsang sistem saraf pusat. Sentuhan fisik pada bayi akan mengirim sinyal ke otaknya untuk memproduksi lebih banyak endorfin dan serotonin, yaitu hormon yang dapat membuat perasaan lebih bahagia dan nyaman.

Kedua hormon ini juga bermanfaat dalam membantu mengurangi nyeri yang dirasakan bayi.

 

  1. Membuat Bayi Merasa Lebih Tenang

 

Tidak ada salahnya bunda mencoba melakukan pijatan sederhana di rumah pada bayi. Proses pijat yang dilakukan bunda bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan ikatan kedekatan antara ibu dan anak. Gunakan minyak yang aman untuk kulit bayi, lakukan pijatan saat bunda dalam keadaan nyaman dan tenang. Sentuhan dari bunda bisa membuat otak bayi meningkatkan hormon endorfin dan serotonin. Kedua hormon ini dapat membuat bayi lebih tenang, bahagia, dan nyaman.

 

  1. Melancarkan Pencernaan

 

Pijat untuk bayi dapat dilakukan untuk mengatasi sembelit atau konstipasi yang dialami oleh bayi-bayi yang baru dilahirkan. Sebelum melakukan pijatan pada bagian perut bayi, sebaiknya bunda mencari tahu informasi mengenai proses pemijatan bayi yang baik dan aman.

 

  1. Mengurangi risiko bayi mengalami kolik dan kembung.

 

Efek pijatan bagi perut bayi lainnya adalah mengurangi risiko bayiv mengalami kolik dan kembung. Keduanya merupakan gangguan yang sering dialami oleh bayi baru lahir yang disebabkan oleh sistem pencernaan yang belum berkembang sempurna. Pijatan akan melancarkan pergerakan usus dan pencernaan. Dengan begitu, bayi mengalami kembung dan kolik pun dapat diminimalisir.

 

  1. Melatih indra dan sensitivitas.

 

Pijat bayi juga dapat melatih indra peraba dan sensitivitas berkat sentuhan lembut dan berirama yang ia terima. Bayi akan mampu membedakan mana sentuhan yang tepat dan yang terlalu keras.

 

  1. Menaikkan berat badan.

 

Berdasarkan sebuah penelitian, bayi yang mendapatkan pijatan menunjukkan kenaikan berat badan dibandingkan dengan bayi yang tidak pernah mendapatkan pijatan. Manfaat ini dapat lebih optimal jika diiringi dengan penggunaan minyak pijat, karena adanya efek hangat yang diberikan minyak tersebut mampu membuat bayi mencerna ASI secara lebih maksimal.

 

  1. Meningkatkan kepadatan tulang.

 

Bagi bayi prematur, pijat bayi dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kepadatan tulang. Selain itu, pijatan lembut juga akan membuat otot-otot bayi menjadi lebih fleksibel dan kuat.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak