Obesitas pada anak merupakan masalah kesehatan yang sering kali dialami saat ini.
Saat tubuh anak terlihat berisi dan subur, mungkin orang tua akan bahagia, namun sebenarnya risiko obesitas pada Si Kecil semakin meningkat.
Gejala Obesitas Anak
Namun, menurut Menteri Kesehatan Nila Moeloek kala itu, hal ini bukan disebabkan oleh perbaikan gizi, melainkan akibat angka stunting yang turun.
Tanda awal obesitas pada anak bisa diketahui dengan mudah, yaitu seperti:
- Bentuk pipi yang tembem
- Dagu yang berisi
- Leher yang tertutup atau pendek
- Perut buncit
- Kedua tungkai umumnya berbentuk x
- Paha dalam saling menempel
- Jangan pernah ragu untuk konsultasi ke dokter apabila mendapat Si Kecil mengalami kondisi seperti ini, ya, Moms!
Penyebab Obesitas pada Anak
Obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan energi yang masuk dengan energi yang dipakai.
Genetik
Penyebab obesitas pada anak yang pertama adalah genetik. Masyarakat umumnya percaya jika kegemukan menurun dalam keluarga.
Maka, anak-anak yang berasal dari keluarga dengan orang-orang yang kelebihan berat badan, lebih mungkin untuk mengalami kondisi yang sama.
Peranan Orang Tua
Orang tua juga ternyata berperan sebagai penyebab obesitas pada anak. Hal ini karena orang tua bertindak sebagai penyedia dan pembuat makanan dalam lingkungan rumah tangga.
Moms dan Dads memainkan peran penting dalam menentukan tidak hanya makanan apa yang dikonsumsi, tetapi juga seberapa banyak makanan yang dikonsumsi anak.
Pola Makan Buruk
Cara orang tua menawarkan makanan juga berpengaruh terhadap persepsi anak.
Persepsi yang positif terbentuk jika orang tua memberi kesempatan kepada anak untuk memilih makanannya sendiri dengan menyediakan porsi makanan sehat yang cukup.
Pembatasan konsumsi makanan cepat saji yang dipaksakan malah meningkatkan keinginan anak untuk mengonsumsi junkfood, lho.
Konsumsi Makanan Cepat Saji
Konsumsi makanan cepat saji juga merupakan penyebab obesitas pada anak. Makanan cepat saji mengandung kalori tinggi, namun memiliki nilai gizi yang rendah.
Gaya hidup masyarakat urban perlu diwaspadai, di mana sering kali kedua orang tua bekerja sehingga memiliki waktu lebih sedikit untuk mempersiapkan makanan bagi keluarga di rumah.
Ditambah lagi, kemudahan untuk membeli makanan cepat saji melalui layanan ojek daring. Ini jadi salah satu penyebab anak mengalami obesitas.
Konsumsi Minuman Tinggi Gula
Konsumsi minuman yang mengandung gula tinggi juga jadi penyebab anak obesitas.
Minuman golongan ini tidak hanya minuman bersoda, tetapi juga minuman kemasan, seperti jus buah, yoghurt, bahkan susu.
Pola makan dan minum buruk yang mengandung kadar lemak atau gula yang tinggi dan sedikit nutrisi ini tentu saja dapat menyebabkan berat badan anak bertambah dengan cepat.
Untuk menghindari obesitas pada anak, perhatikan kadar gula di masing-masing kemasan minuman sebelum memberikannya kepada Si Kecil ya, Moms.
Maka, pastikan anak telah mendapatkan tidur yang cukup ya, Moms.
Anak-anak berusia 1-2 tahun disarankan untuk tidur sebanyak 11-14 jam per hari. Sementara anak 3-5 tahun disarankan untuk tidur sebanyak 10-13 jam per hari.
Sedangkan pada remaja usia 14-17 tahun membutuhkan waktu tidur selama 8-10 jam per hari.
Ingatlah untuk selalu menjadi contoh yang baik bagi anak di rumah ya, Moms.
Terapkanlah gaya hidup yang sehat agar anak bisa menirunya dan terhindar dari obesitas.
Jangan lupa juga untuk berkonsultasi ke dokter gizi anak ya Moms untuk tahu panduan pemberian makan yang sehat.







