Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Untitled-design-22.png
17/Jan/2022

Anak-anak tidur bersama orang tua mungkin menjadi hal yang biasa kita jumpai.Namun banyak  dari orang tua yang tidak tahu sampai di titik mana mereka akan terus mengizinkan anak tidur bersama mereka.Ada banyak hal yang menjadi kekhawatiran, misalnya adanya mimpi buruk, takut si Kecil tak bisa tidur, dan lain sebagainya. Jadi, kapan waktu yang tepat untuk anak tidur sendiri?

Sebagian berpendapat bahwa usia yang tepat dimulai sejak 8 tahun, namun ternyata sebaiknya sudah dimulai sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar (SD).Meski ada anak yang mampu beradaptasi dengan cepat, umumnya proses transisi ini akan cukup sulit dilakukan.Bunda bisa mulai menerapkannya secara perlahan dan bertahap.Berikan pengertian bahwa anak sudah besar dan belajar madiri.

Lalu apa saja manfaat membiasakan anak tidur sendiri?Berikut manfaat membiasakan anak tidur sendiri.

Melatih anak mandiri

Manfaat dari membiasakan anak tidur sendiri adalah menjadikannya lebih mandiri.Salah satu contoh yang paling simpel bisa dimulai dari mereka berani tidur sendiri di kamarnya.Kemudian nanti juga akan terlihat dan terbiasa saat mereka menata kamarnya sendiri. Meskipun mungkin tidak serapi Mama saat membereskannya, namun dari hal kecil ini ternyata berdampak sangat besar bagi tumbuh kembang anak, lho.

Meningkatkan kepercayaan diri anak

kebiasaan ini juga dapat sekaligus meningkatkan kepercayaan diri anak yang dimulai sejak mereka berani tidur sendiri. Terbentuknya kepercayaan diri ini nantinya akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak kelak. Terutama dalam hal bersosialisasi.

Melatih disiplin

ternyata membiasakan anak tidur sendiri juga akan membantu anak melatih disiplin. Maksud disiplin di sini adalah saat mereka bisa tahu dan belajar kapan jam tidur dan jam bangun pagi sendiri. Saat tidur sendiri si Kecil akan belajar menyesuaikan pola tidur dengan sendirinya.

Mengenal adanya privasi

Begitupun dengan ruang privasinya.kebiasaan ini akan mengenalkan mereka ruang privasi, baik untuk dirinya maupun orang lain.Menjadikan pembelajaran untuk si kecil menghargai privasi dan setiap orang memiliki privasi.


Untitled-design-23.png
14/Jan/2022

Saat bayi baru Lahir, orangtua pada umumnya telah menyiapkan serangkaian perlengkapan bayi baru lahir, salah satunya kain bedong. Membedong bayi merupakan salah satu tradisi yang masih dipakai masyarakat luas. Banyak pendapat pro dan kontra mengenai pemakaian kain bedong pada bayi, lalu apa sih manfaat dari membedong bayi? Bagaimana cara bedong bayi yang benar? Yuk simak artikel nya!

Membedong bayi dengan cara yang benar dapat membantu bayi tidur lebih tenang dan lebih nyaman. Berikut beberapa manfaat membedong bayi:

  • Tidur Bayi Menjadi Lebih Nyenyak

Membedong bayi bermanfaat untuk membuat bayi tidur lebih nyenyak, nyaman dan menenangkan bayi bila dilakukan dengan benar.

  • Mengurangi Risiko Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

Membedong bayi bermanfaat untuk mengurangi risiko terjadinya SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) pada bayi yang baru lahir. Namun dengan catatan bahwa bayi harus diletakkan pada posisi telentang menghadap atas.

Membedong bayi berguna untuk membatasi pergerakan bayi saat tidur, sehingga hal ini dapat melindunginya dari hal-hal berbahaya yang dapat menyebabkan SIDS saat tidur.

  • Waktu Tidur Bayi Menjadi Lebih Lama

Pada umumnya bayi mudah terbangun karena suatu hal kecil yang mengganggu dan mengagetkannya. Dengan membedong bayi, bayi bisa tidur menjadi lebih nyaman, tenang dan waktu tidur yang lama.

  • Membantu Menenangkan Bayi

Membedong bayi dapat membuat bayi merasa lebih hangat. Hal ini mengingatkan mereka pada saat berada didalam rahim.

Cara Bedong Bayi yang Benar

Ketika hendak membedong bayi, pastikan Bunda tahu bagaimana cara membedong yang benar. Berikut langkah-langkah dan cara membedong bayi yang benar:

  1. Letakkan kain di permukaan datar dan lipat sedikit salah satu sudutnya.
  2. Letakkan bayi pada lipatan selimut, bahu bayi berada tepat diatas lipatan tersebut
  3. Pastikan kedua tangan bayi berada di bawah mengapit tubuhnya
  4. Tarik sudut selimut dekat lengan kirinya menutupi lengan kiri dan dadanya, kemudian selipkan sudut selimut tersebut di bawah sisi kanan tubuhnya (berikan sedikit kelonggaran agar bayi dapat bebas bergerak).
  5. Tarik sudut selimut dekat lengan kanannya menutupi lengan kanan dan dadanya, kemudian selipkan sudut selimut tersebut di bawah sisi kiri tubunya (berikan sedikit kelonggaran agar bayi dapat bebas bergerak).
  6. Putar atau lipat ujung bawah selimut tersebut dan selipkan ke bagian belakang bayi. Pastikan kedua kakinya agak menekuk ke atas, serta kaki dan pinggulnya dapat bebas bergerak

Hindari membedong bayi terlalu ketat. Hal ini dapat menyebabkan persendian pada kaki bayi melonggar karena kaki terlalu diluruskan. Selain itu, cara ini juga dapat merusak tulang rawan lunak dari rongga pinggul yang mengarah pada hip dysplasia.ru


Untitled-design-24.png
12/Jan/2022

Keamanan si kecil adalah hal utama yang perlu di perhatikan ketika memandikan si kecil. Apalagi jika Bunda baru pertama kali melakukannya, pasti akan terasa kaku dan bingung.Moms yang pertama kali melakukannya, pasti menjadi momen yang mendebarkan. Tak sedikit moms yang merasa gugup dan takut melukai bayi, mengingat tulang dan struktur tubuh mereka yang masih rapuh.

Sebelum memulai memandikan bayi, kumpulkan semua perlengkapan seperti handuk, sampo, shower gel, pelembap, pakaian, popok.Selain itu, berikut tujuh hal yang perlu dihindari saat memandikan bayi :

  1. Meninggalkan bayi sendirian

Bayi belum mampu menahan lehernya, sehingga air di dalam bak mandi bisa berbahaya bagi bayi yang baru lahir.Jika moms harus meninggalkan ruangan, gendonglah bayi atau minta seseorang untuk menemani dan mengawasi bayi sementara moms meninggalkannya.

  1. Tidak perlu air banyak

Jika bayi berusia di bawah tiga bulan, moms dapat memandikannya bergantian, sehari cukup dilap baru keesokannya dimandikan dengan air. Jangan menyiramkan terlalu banyak air pada bayi karena bisa membuatnya merasa tercekik.

  1. Mengabaikan rasa tidak nyaman pada bayi

Rasa tidak nyaman yang terkadang ditunjukkan ketika merasa tidak suka untuk dimandikan.Tips memandikan bayi baru lahir yang menangis saat akan mandi ini adalah dengan melakukan alternatif seperti mengusap mata dan wajah bayi dengan menggunakan waslap yang sebelumnya dicelupkan ke dalam air hangat. Setelah bagian wajah, Moms bisa melanjutkan untuk membasuh bagian tubuh bayi lainnya dengan trik yang sama.

  1. Cek temperature air

Supaya aman sangat penting untuk moms mengecek suhu air sebelum memasukan si bayi ke dalam air. Air untuk mandi sebaiknya jangan terlalu hangat, dan juga jangan terlalu dingin, cara untuk mengujinya yaitu dengan lengan atau siku Bunda. Jangan menuangkan air lagi setelah bayi sudah berada didalam air.

  1. Tidak Menggunakan Sabun Khusus Bayi

Hal ini tentunya harus moms hindari kalau tak mau kulit Si kecil gatal-gatal atau sampai iritasi. Menggunakan sabun seadanya atau sabun orang dewasa untuk memandikan bayi merupakan cara yang benar-benar salah. Hal ini karena kulit bayi tentunya sangat berbeda dengan orang dewasa, dimana masih sangat rentan dan sensitif terhadap benda yang masuk atau menempel pada kulitnya. Nah, moms harus memerhatikan betul penggunaan sabun yang digunakan untuk memandikan Si kecil yaa

  1. Tidak lama-lama

Bayi sebaiknya juga tidak dimandikan terlalu lama. Secara bertahap dengan bertambahnya usia, waktu mandi dapat diperpanjang hingga maksimal 10 menit. Mengingat waktu yang demikian pendek, maka sebelum memandikan tepatnya sebelum melepaskan baju bayi siapkanlah perlengkapan mandi terlebih dahulu.

  1. Jangan Memandikan Si Kecil Jika Ia Baru Selesai Makan

Sebisa mungkin, jangan memandikan si kecil jika ia baru saja selesai makan. Biasanya, bayi baru lahir akan muntah setiap kali selesai makan. Jika moms memandikannya selepas makan, bukan tidak mungkin si kecil akan muntah di dalam ember mandinya. Moms jadi harus memandikannya ulang dengan air hangat yang baru.

  1. Jangan biarkan bayi kedinginan

Setelah memandikan, segera tepuk-tepuk bayi Anda. Tutupi kepalanya dengan handuk kering baru agar bayi tidak kedinginan. Menutup kepala penting karena rambut di kepala lebih sedikit dan lebih cepat masuk angin.Ketika bayi mandi, mulailah dengan membasuh tubuh bayi terlebih dahulu baru diakhiri dengan mencuci rambut agar kepalanya tidak basah dalam waktu yang lama.


Untitled-design-25.png
10/Jan/2022

Pada umumnya Ibu yang sedang mengandung tidak diperbolehkan Banyak Gerak karena beresiko pada Janin. Namun University of Montreal, Kanada , menunjukkan fakta sebaliknya. Hasil penelitian yang dijelaskan di konferensi Neuroscience di San Diego, Amerika Serikat,  pada tahun 2013  menyebutkan Ibu yang sedang mengandung / hamil harus lebih aktif untuk bergerak.

Penelitian yang melibatkan 60 Ibu  hamil ini dikelompokkan menjadi dua. Kelompok pertama adalah 30 Ibu  hamil yang berolahraga secara rutin seperti berjalan / Jogging lama 20 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu. Dan Kelompok kedua adalah Ibu hamil yang tidak melakukan Olahraga secara rutin seperti Kelompok pertama.

Setiap bulan, 2 kelompok ibu hamil tersebut  menjalani pemeriksaan di University of Montreal untuk bisa diukur tingkat kebugarannya. Enam bulan setelahnya di mana bayi telah lahir, penelitian pun melibatkan para bayi tersebut. Tepatnya,pada saat bayi berusia 8 – 12 hari.

“Kami mengukur aktivitas otak bayi yang berusia 8 – 12 hari setelah dilahirkan yang dilakukan secara langsung sehingga penelitian ini memiliki hasil lebih terperinci mengenai kemampuan kognitif janin,” ujar Elise Labonte-LeMoyne, dari University of Montreal. Kemudian para bayi dipakaikan alat menyerupai  topi yang dilengkapi monitor untuk merekam aktivitas elektrik di otaknya. Lalu para peneliti memutar bunyi-bunyian dengan volume suara yang rendah secara berulang kali. Sesekali, peneliti juga menyelingi bunyi-bunyian tersebut dengan suara bergemuruh.

“Bayi dengan perkembangan otak yang belum matang akan merespons suara ini dan terekam dalam grafiknya melonjak. Tetapi, bayi yang dilahirkan oleh Kelompok ibu hamil yang pertama yang rutin berolahraga cenderung memiliki grafik yang tumpul. Dapat  disimpulkan bahwa otak bayi tersebut lebih matang,” papar Labonte-LeMoyne.

Pada umumnya setelah bayi berusia 4 bulan, lonjakan pada grafik tersebut baru hilang. “Ibu yang hamil dan rutin berolahraga akan memproduksi zat-zat kimiawi. Zat ini  mengalir melalui darah dan akhirnya bersatu dengan darah bayi melalui plasenta. “Zat kimiawi yang dihasilkan saat berolahraga bermanfaat bagi kesehatan otak bayi. Pada akhir nya, bayi yang lahir dari Kelompok Ibu hamil  pertama yang bergerak aktif, ternyata memiliki perkembangan otak yang lebih optimal dibandingkan Kelompok Ibu hamil kedua yang tidak aktif bergerak,” ujar Labonte LeMoyne.

Dave Ellemberg, PhD., dari University of Montreal sekaligus pemimpin penelitian tersebut Berpendapat “Olahraga akan meningkatkan suplai oksigen ke otak bayi sehingga meningkatkan jumlah zat kimiawi yang memengaruhi tumbuh kembangnya janin. Bayi Anda pun memiliki kemampuan bahasa dan motorik yang lebih pesat.”

Selain berjalan dan Jogging, olahraga semacam aerobik juga menunjukkan hasil yang positif. Menurut spesialis obstetri dan ginekologi, Jennifer Ashton, MD., aerobik akan meningkatkan aktivitas di otak Ibu yang hamil sekaligus otak janin. “Alhasil, bayi Anda pun akan semakin pintar,” ucap Jacquez Moritz, MD., spesialis obstetri dan ginekologi dari Rumah Sakit Luke’s-Roosevelt, New York.

Selain bermanfaat bagi otak bayi, American College of Obstetrics and Gynecologists juga memaparkan manfaat berolahraga bagi Ibu hamil. Para ahli di lembaga tersebut menyarankan agar Ibu yang sedang hamil berolahraga ringan selama 30 menit yang dilakukan setiap hari supaya memperkecil risiko sakit punggung dan diabetes gestasional serta membuat tidur lebih nyenyak. Akan tetapi, sebelum memutuskan berolahraga, pastikan Ibu sudah berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dulu.


Untitled-design-26.png
06/Jan/2022

“Udah, ah, anak laki-laki, kok, menangis.”stigma bahwa anak laki-laki tidak boleh menangis sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat kita.Seolah menangis adalah hal yang tidak wajar untuk dilakukan anak laki-laki.Budaya yang selama ini berkembang justru mendorong mereka untuk memendam emosinya. Sedangkan emosi yang dipendam akan membuat hubungan antara anak dengan orang tua menjadi jauh dan dalam jangka panjang, emosi yang terpendam akan mudah menimbulkan depresi.

Anak Laki-laki Menangis itu Normal

Menangis itu sepenuhnya normal pada manusia, baik laki-laki maupun perempuan.Menangis adalah sebuah mekanisme pelepasan alamiah yang membantu kita untuk menenangkan diri. Menangis membuat kita melepaskan oksitosin, endorfin, dan hormon penghilang stres. Hormon-hormon ini mampu meningkatkan suasana hati dan menghilangkan rasa sakit.Semua emosi, termasuk yang negatif seperti kesedihan, kekecewaan, frustrasi, kekhawatiran dan kemarahan adalah benar-benar normal dan tidak perlu dihindari.

Dampak Stereotip “Anak Laki-laki Nggak Boleh Nangis!”
Menurut Forman, menekan emosi anak laki-laki kita dan melarang mereka untuk menangis punya dampak panjang, yakni:

  • Kesehatan Mental Terganggu

“Dalam jangka panjang, ini dapat berdampak negatif pada kemampuan mereka untuk mengelola emosi,” ujar Forman. Hal ini menyebabkan kesehatan mental mereka terganggu.

  • Menganggu Perkembangan Emosionalnya

masa kanak-kanak adalah waktu yang penting untuk perkembangan emosional, karena di tahun-tahun awal inilah mereka belajar memahami dan mengatur emosi kuat baru yang mereka coba pahami. Jika kita menyuruh anak laki-laki untuk tidak menangis, mereka akan kesulitan untuk mengenali emosinya.

  • Meningkatkan Risiko Bunuh Diri

Penelitian mengenai bunuh diri menunjukkan bahwa budaya menjadi salah satu alasan untuk mengakhiri hidup. Paradigma bahwa laki-laki harus tabah, kuat, dan tidak emosional ini bersifat destruktif. Menurut survei yang diakan oleh National Suicide Research Foundation pada 2016, angka bunuh diri laki-laki di Irlandia empat kali lebih tinggi dibanding perempuan di sana, dengan didominasi oleh usia 20-24 tahun.

  • Tidak Memiliki Hubungan yang Sehat

Stereotip bahwa anak laki-laki tidak boleh menangis itu di masa dewasa kelak juga akan memengaruhi kemampuan mereka untuk membentuk hubunganyang dekat, terbuka, dan jujur sebagai orang dewasa. Sebab, mereka mungkin akan terpatri pada pemikiran bahwa menjadi laki-laki harus keras dan tangguh. Itu memang benar. Akan tetapi, hubungan yang positif juga membutuhkan kepekaan terhadap emosi orang, empati,dan kelembutan.

Yang Harus Dikembangkan dari Anak Laki-Laki
Ada dua hal penting menurut Forman yang harus dilakukan oleh orang tua, yakni, pertama adalah mengajarkan mereka untuk menerima bahwa s. Setelahnya, yang kedua, orang tua perlu mengajari mereka bagaimana mengekspresikan semua emosi mereka secara konstruktif, bukan destruktif.


Untitled-design-27.png
04/Jan/2022

Banyak orang mengira bahwa katarak hanya terjadi pada orang yang sudah berumur atau lansia.Namun,ternyata katarak pada bayi juga bisa terjadi, lho. Katarak pada bayi umumnya disebabkan oleh cacat bawaan sejak lahir atau dikenal juga dengan sebutan katarak kongenital.Pada beberapa kasus mungkin tidak terlalu berdampak pada penglihatan bayi, tetapi pada kasus yang parah dapat menyebabkan kebutaan pada bayi.

Apa itu katarak kongenital?

Katarak kongenital merupakan kekeruhan lensa mata yang terjadi sejak lahir.Lensa mata berfungsi untuk memfokuskan cahaya yang masuk ke mata menuju retina, sehingga mata bisa menangkap gambar dengan jelas.Namun,jika bayi mengalami  katarak akibat bawaan lahir, sinar cahaya yang masuk ke mata menjadi tersebar ketika melewati lensa yang keruh, sehingga gambar yang diterima mata menjadi kabur dan terdistorsi.Alhasil bayi akan sulit melihat sesuatu dengan jelas.

Berikut beberapa gejala katarak pada bayi:

  • adanya warna abu-abu atau putih pada bagian pupil mata
  • Gerakan mata yang tidak terkontrol atau dikenal dengan sebutan nistagmus
  • Kurang responsif atau tidak tanggap terhadap benda yang bergerak di depan matanya
  • Rewel saat melihat cahaya yang terang
  • Gerak bola mata yang ke arah berbeda/juling

Faktor penyebab katarak pada bayi

  • Keturunan. ayah, ibu, atau keluarga kandung bayi ada yang memiliki riwayat penyakit katarak, bayi juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami katarak.
  • Infeksi. Salah satunya adalah infeksi saat hamil juga dapat disebabkan oleh rubella, cacar air, sifilis, dan toksoplasmosis,
  • Reaksi obat. Contohnya antibiotik tetrasiklin yang digunakan untuk mengobati infeksi pada wanita hamil.Masalah metabolik,diabetes ,trauma,Inflamasi atau peradangan.

Pengobatan katarak pada bayi

Jika katarak pada bayi tergolong ringan dan tidak memengaruhi penglihatan, ada kemungkinan tidak diperlukan penanganan khusus. Namun, katarak pada bayi yang mengganggu penglihatan umumnya memerlukan operasi katarak. Operasi katarak baru boleh dilakukan minimal saat bayi berusia 3 bulan.Selain itu, tindakan operasi ini bukan berarti tanpa risiko. Operasi katarak ini dapat menyebabkan glaukoma yang terjadi ketika tekanan pada mata terlalu tinggi. Glaukoma dapat menyebabkan kerusakan permanen struktur dalam mata ketika pengobatan tidak dilakukan dengan baik.


Untitled-design-28.png
29/Dec/2021

Menurut beberapa penelitian, menggendong bayi bermanfaat bagi perkembangan otak dan tubuh dengan lebih baik bagi bayi. Selain itu, bayi yang sering digendong dan diajak berbicara oleh orang tuanya  juga mengalami perkembangan bicara yang jauh lebih baik ketimbang bayi yang jarang digendong.

Namun tidak sedikit dari orang tua yang masih merasa khawatir ketika ingin menggendong bayi.Sebab tubuh bayi baru lahir belum cukup kuat,bayi belum mampu menopang kepalanya dengan baik dan ubun-ubunnya masih rentan terhadap guncangan atau mengalami cedera.Tenang, dengan cara yang tepat, menggendong bayi bisa menjadi hal yang menyenangkan, lho.

Berikut beberapa cara menggendong bayi:

  1. Usia 0-3 bulan. Karena pada umur ini tulang bayi masih belum cukup kuat, Pastikan selalu menopang leher, kepala, punggung, dan pantat bayi dengan baik.Berikut adalah langkah-langkahnya:
    • Bungkukkan badan dan selipkan satu tangan di antara kepala dan leher Si Kecil.
    • Letakkan tangan lain untuk menopang punggung dan bokongnya.
    • Angkat dan letakkan Si Kecil di dada, lalu pelan-pelan ubah posisi menggendong.
    • Topang bagian punggung, leher, dan kepala Si Kecil dengan satu lengan dan letakkan tangan yang lain untuk menopang kepalanya.
  2. Usia 4 bulan. Pada umur ini, bayi mulai bisa mengangkat kepalanya sendiri. Bunda bisa mulai menggendong Si Kecil dalam posisi duduk, sehingga kepala bayi bersandar di dada Bunda dan ia menghadap ke depan.
  3. Usia 5 bulan. Umumnya pada umur 5 bulan bayi sudah bisa menopang kepalanya dengan baik. Karena itu, Bunda bisa menggendong bayi dengan posisi kakinya melingkar di pinggang dan Bunda menopang punggung/pantat bayi dengan 1 tangan.
  4. Usia 7 bulan keatas.Pada usia ini umumnya Si Kecil sudah bisa menopang kepalanya dengan sempurna, Bunda pun bisa menggendong bayi di punggung dengan tangan Bunda menyangga sisi kiri dan kanan tubuh Si Kecil.

Untitled-design-29.png
27/Dec/2021

Gumoh adalah hal yang lazim dialami bayi dan bukanlah hal yang berbahaya. Namun, kondisi ini terkadang membuat para orang tua merasa khawatir.Umumnya gumoh sering terjadi pada bayi usia 0-6 bulan dan akan berkurang seiring bertambah usia bayi. Sistem pencernaan bayi yang baru lahir juga tidak sepenuhnya sedang berkembang. Otot-otot di bagian esofagus (kerongkongan) bayi yang mengontrol makanan datang dan pergi terkadang kehilangan ritmenya karena masih dalam proses perkembangan, sehingga menyebabkan bayi gumoh.

Cara Mengatasi Bayi Gumoh

1. Sendawakan Bayi

Setelah menyusui atau memberi makanan pada Si Kecil, posisikan kepala Si Kecil lebih tegak selama 20-30 menit. Posisi tegak juga dapat membantu bayi agar lebih mudah sendawa. Bersendawa setelah setiap menyusui dapat mencegah udara menumpuk di perut bayi. Penumpukan udara dapat membuat perut bayi kembung dan membuatnya gumoh. 

2. Beri Makanan Secukupnya

Cara lain untuk mencegah Si Kecil sering gumoh adalah ASI, susu formula, atau makanan dengan porsi sedikit, namun sering. Pastikan pula untuk menyendawakan Si Kecil setiap habis menyusu atau di sela waktu menyusui.

3. Perhatikan Ukuran Dot

Apabila Si Kecil menyusu dengan dot, perhatikan ukuran dot yang digunakan.Dot yang terlalu besar menyebabkan susu yang keluar terlalu banyak, sehingga membuat Si Kecil mudah tersedak dan gumoh.

4. Perhatikan Makanan yang Ibu Konsumsi

Terkadang, makanan yang ibu konsumsi bisa membuat Si Kecil mudah gumoh. Dokter mungkin menyarankan ibu supaya menghindari produk susu atau makanan tertentu lainnya.

Apa perbedaan gumoh dengan muntah?

Tak sedikit orang tua yang masih bingung membedakan antara gumoh dan muntah pada bayi.Beda gumoh dan muntah pada bayi dapat terlihat dari usahanya saat mengeluarkan susu. Pada bayi yang sedang gumoh, susu mengalir keluar dengan sendirinya dari mulut si kecil. Sementara pada bayi yang muntah, ia mengeluarkan susu disertai dengan usaha yang lebih.

 


Untitled-design-30.png
23/Dec/2021

Musik punya peranan penting terhadap pertumbuhan anak, bahkan jauh sebelum Si Kecil lahir,lho.Menurut penelitian, anak dengan pelajaran dan pengenalan musik memperlihatkan peningkatan khusus. Mereka menunjukan penalaran yang lebih baik dalam basis bahasa. Selain itu anak yang belajar musik juga memiliki kemampuan lebih untuk merencanakan, menyelesaikan, dan juga mengatur tugas. Mereka juga menunjukan peningkatan prestasi secara akademik.

Berikut ini manfaat mengenalkan musik pada baby:

Meningkatkan Perkembangan Fisik dan Motorik

Perkembangan fisik dan motorik anak melalui fisik ini bisa dilakukan dengan memperkenalkan instrumen musik.Permainan instrumen musik, seperti drum, piano, gitar, atau lainnya akan meningkatkan keterampilan motorik kasar. Anak akan dilatih koordinasi tubuh. Seperti tangan dan kaki saat bermain drum. Instrumen musik seperti xylophone atau tamborin juga dipercaya akan melatih koordinasi gerak tubuh, terutama untuk balita.

Meningkatkan Sensorik

selain motorik, sensorik juga akan dilatih saat anak diperkenalkan dengan musik. Perkembangan sensorik anak juga akan meningkat saat bermain instrumen alat musik.Si Kecil dapat melihat perbedaan terhadap suara dan mengikuti gerakan seseorang sesuai lagu dan itu hal yang penting untuk bekal bayi bermain instrumen musik, dan membantunya belajar berbicara serta bernyanyi.

Membangun Kedekatan Orang Tua dan Bayi

Penelitian menunjukan bahwa bermain atau mendengarkan musik akan melepaskan oksitosin (hormon kedekatan antara ibu dan anak, yang juga dihasilkan selama menyusui).Studi juga menunjukan bayi yang lebih sering mendengarkan musik akan lebih mudah tersenyum. Mereka akan lebih bergerak mengikuti ritme lagu yang diperdengarkan.Bayi tersebut juga menunjukan lebih mudah untuk ditenangkan. Serta memiliki rasa penasaran lebih tinggi dengan lingkungan sekitar

Meningkatkan kemampuan bahasa 

Penelitian dari Brain and Creativity Institute menyebut pengalaman musikal anak sejak masih kecil membantu proses perkembangan otak.Pengaturan kata-kata pada musik untuk bayi  dapat membantu otak mempelajarinya dengan lebih cepat.Penelitian lain juga mengkaitkan ritme (kemampuan mengikuti ketukan dalam musik) dengan peningkatan kemampuan membaca pada anak yang lebih besar.


Untitled-design-31.png
16/Dec/2021

Berbohong agar segalanya lebih mudah dan cepat selesai bukanlah solusi yang baik.Banyak dari orangtua melakukan kebiasaan buruk ini pada anaknya dan beranggapan apabila hal tersebut biasa saja.Padahal, berbohong pada anak dapat menyebabkan banyak dampak buruk ketika ia beranjak dewasa. Hal tersebut karena dirinya mengetahui apabila banyak hal yang dikatakan oleh orangtuanya adalah suatu kebohongan. Sehingga, dirinya beranggapan apabila perilaku bohong adalah hal yang biasa.Sebuah studi psikologi juga menunjukkan terdapat beberapa efek buruk berbohong pada anak.

Berikut dampak negatif akibat sering berbohong pada anak:

Hilangnya rasa kepercyaan anak terhadap orang tua: dampak negatif sering berbohong pada anak yang sangat mungkin terjadi adalah dapat mengikis atau membuat anak kehilangan kepercayaan pada orangtuanya.Saat dirinya tahu telah dibohongi,akan tertanam dalam benak mereka apabila orangtuanya bukanlah orang yang dapat dipercaya. oleh karena itu, dengan berbicara jujur kamu dapat menghindari hal tersebut terjadi.

Anak akan meniru: anak adalah cerminan dari orangtuanya.Apalagi jika hal itu terjadi di saat-saat masa tumbuh kembang anak,mereka bisa dengan mudah mengikuti apa yang dilakukan orangtuanya.

Berbohong adalah hal yang wajar: anak akan menganggap bahwa berbohong adalah hal yang biasa atau bahkan sebagai jalan keluar terhadap masalah yang mungkin terjadi.

Menimbulkan efek buruk saat dewasa: Saat anak merasa dibohongi, ada perasaan dendam dalam dirinya yang timbul. Sehingga, anak tersebut dapat melakukan perbuatan yang buruk, seperti agresi, tidak taat aturan, hingga bersifat impulsif.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak